Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku

Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku
Season2. Kepergok Warga


__ADS_3

Dokk dokk dokk dokk!


Ada yang menggedor pintu depan rumah Rahma. terdengar riuh suara beberapa orang di depan rumah.


"Bu Rahma. Bu ...! Bu Rahma ...!" panggil seseorang dari depan pintu.


"Mungkin Bu Rahma sudah tidur, Pak," ucap seseorang yang lain.


"Biar saya coba hubungi handphonenya, Pak!" tutur seorang wanita kemudian merogoh handphonenya yang berada di saku jaketnya.


Di dalam rumah.


Derrt drrt drrt!


Merasakan ada getaran di bawah bantalnya, Rahma pun terbangun.


"Siapa sih malam-malam begini menelepon!" ujar Rahma sembari membuka mata.


Dilihatnya ada sebuah panggilan masuk dari Seruni. Tetangganya yang cukup dekat karena sering datang ke rumah untuk menitipkan anaknya yang masih bayi, disaat hendak menjemput anak sulungnya ke sekolah.


"Runi! mau apa anak ini malam-malam menelepon!" gumam Rahma sembari beranjak duduk.


"Hallo, Runi. Ada apa malam-malam menelepon?" tanya Rahma menjawab panggilan tersebut.


"Bulek, Sampeyan ada di rumah to?" ujar Seruni dengan tergesa-gesa menanyakan keberadaan bu Rahma.


"Iya, aku di rumah. Ini baru bangun tidur. Ada pa, Runi?" tanya Rahma.


"Bulek, cepat buka pintunya! Ini aku di depan rumah, Sampeyan!" perintah Seruni dengan nada kecemasan.


"Ya sudah, tunggu sebentar!" ujar Rahma lirih.


"Hati-hati yo, Bulek!" tutur Seruni memperingatkan.


"Iya," jawab Rahma singkat.


Rahma kemudian memutus sambungan teleponnya dan bergegas bangkit dari duduknya menuju ke depan rumah.


Listrik masih belum menyala. Rahma membawa lilin yang berada di nakas ruang tengah dan bergegas menuju depan rumah setelah mengambil kunci rumah yang tergantung di tempat gantungan kunci.


"Kok seperti ada suara beberapa orang di depan rumah, ya? perasaan aku kok tidak enak! apa ada kecelakaan yang terjadi di depan?" gumam Rahma pelan sembari membuka kunci pada pintu rumahnya.


Saat pintu dibuka betapa terkejutnya Rahma saat melihat pemandangan di depan matanya. Ada sejumlah orang yang berkumpul di depan rumahnya.

__ADS_1


"Bulek ... bulek tidak kenapa-kenapa , kan?" tanya Seruni seraya mendekat ke arah Rahma, sembari memegangi kedua lengan tangan Rahma.


"Tidak, saya baik-baik saja! bapak-bapak ini ada perlu apa ya, datang ke mari?" tanya Rahma sembari memandang heran kepada warga desa yang datang.


"Bu, apakah ada laki-laki di dalam rumah anda?" tanya Pak RT memastikan terlebih dahulu.


"Tidak, Pak. Anak saya Raka sedang tidak berada di rumah karena sedang melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri," tutur Rahma.


Seluruh desa tahu jika Rahma menikah siri dengan seorang laki-laki kaya, namun tidak di akui oleh keluarga suaminya. Mereka juga tahu jika Raka anaknya hasil dari menikah siri itu, dan dibawa paksa ikut tinggal bersama suaminya sejak kecil.


"Begini saja Bu Rahma, mari kita cek terlebih dahulu ke dalam rumah, kami khawatir jika ada maling yang masuk ke dalam rumah anda dan masih bersembunyi di dalam rumah," tutur Pak RT menyampaikan maksudnya kepada Rahma.


Rahma hanya mengangguk saja karena masih binging dengan situasi ini.


"Bapak-bapak, sebagian menunggu di luar, dan sebagian lagi ikut saya masuk untuk mencari ke dalam rumah!" perintah Pak RT kepada warganya.


Rahma nampak gelisah dengan situasi ini. Dia tidak percaya jika ada maling yang masuk ke dalam rumahnya, pasalnya dia sudah mengunci pintu dengan benar.Rahma kemudian teringat jika ada Fely di lantai atas, buru-buru dia ikut masuk ke dalam rumah.


"Pak RT, ada tamu saya perempuan yang menginap di kamar atas!" tutur bu Rahma memberi tahu kepada Pak RT, karena takut jika terjadi sesuatu pada Fely yang berada di kamar atas.


"Baiklah, mari kita lihat ke atas!" tutur Pak RT kemudian beranjak menaiki tangga untuk naik ke atas diikuti oleh Rahma dan beberapa orang warga.


Sesampainya di kamar atas Pak RT segera membuka pintu kamar tersebut kemudian menyoroti ke dalam kamar dengan senter yang digenggamnya.


Betapa terkejutnya mereka saat melihat ada seorang laki-laki tidur di kamar itu dengan posisi miring ke samping sembari memeluk sesuatu.


Sejenak suasana menjadi riuh.


Bu Rahma beranjak mendekati anaknya, tepat di saat Raka mulai membuka mata karena mendengar ribut-ribut. Begitu pula dengan Fely yang terbangun dari tidurnya, kemudian membuka selimut tebal yang menutupi tubuhnya.


Semua orang terkesiap menyaksikan hal itu.


"Hah! ada apa ini?!" pekik Raka segera bangkit dari tidurnya.


Fely dan Raka segera melompat turun dari atas ranjang.


Fely yang kala tidur membuka kerudungnya lantas dengan segera menyabet kerudungnya yang berada di atas bantal. Tepat saat itu lampu menyala sehingga nampak jelas wajah mereka.


"Raka!"


"Fely"


Pekik mereka yang hampir berbarengan.

__ADS_1


"Astaghfirullah!" pekik bu Rahma sembari matanya berkaca-kaca saat mengetahui anaknya tidur sembari memeluk Fely, dia yakin ini hanya kesalahpahaman, namun dia khawatir warga tidak akan mudah percaya kepadanya.


"Astaghfirullah, Bu Rahma bagaimana ini kenapa anda membiarkan anak anda berbuat zina di dalam rumah anda!" seru salah seorang warga.


Warga yang lainnya pun ikut berkomentar dan ada juga yang mencela sehingga keadaan semakin kacau.


"Tdak Bapak-Bapak, kalian salah paham! ini tidak seperti yang anda lihat!" tutur Raka membela diri.


"Sudah ketangkep basah tidur berdua dengan seorang wanita masih saja kamu mau mengelak. Dasar mesum!"


"Mencoreng desa kita saja!"


"Arak saja pezina itu keliling kampung!"


"Nikahkan saja mereka sekarang juga!"


Keadaan semakin tidak terkendali, terlebih bagi orang yang sebelumnya tidak menyukai keluarga bu Rahma, semakin gencar memprovokasi. Raka disudutkan oleh warga desa. Sedangakan bu Rahma menatap iba kepada anaknya sembari memeluk Fely yang ketakutan dan sesenggukan menangis sedari tadi.


"Saya percaya anak saya tidak mungkin melakukan zina, ini pasti hanya salah paham Pak!" bela bu Rahma yang langsung diserang dengan opini warga yang bersikeras tak mau mendengar penjelasan dari Raka.


"Tenang Bapak-Bapak. Saya mohon tenang!" seru pak RT meminta warganya untuk tenang.


Setelah semuanya tenang, Pak RT meminta semua orang ke luar kamar menuju ruang tamu untuk membicarakan hal itu.


Sesampainya di ruang tamu mereka bermusyawarah untuk menyelesaikan masalah itu.


Seruni yang melihat kekacauan itu merasa bersalah, sebab hal ini terjadi karenanya.


Flashback On.


Saat itu Seruni seusai berbelanja di minimarket seberang jalan rumah Rahma. Dia berteduh sebentar di depan minimarket saat terlihat petir menyambar-nyambar di atas langit.


Tepat di saat itu terlihat mobil berhenti di pinggir jalan depan rumah Rahma. Kemudian dia melihat ada seseorang yang berjalan menuju teras rumah Rahma. Dari perawakannya terlihat samar-sabar jika orang tersebut berjeis laki-laki.


Tak berapa lama seseorang yang dilihatnya itu berdiri di depan pintu kemudian terlihat masuk ke dalam rumah dan kembali menutup pintu. Karena khawatir jika ada maling yang memasuki rumah Rahma, seruni menghubungi pak RT dan menceritakan hal itu. Pak RT kemudian bersama warga yang lain pergi mendatangi rumah Rahma.


Flashback Off.


Dari musyawarah warga mereka menuntut agar kedua pemuda itu dinikahkan saat itu juga. Hal itu bertujuan agar menjadikan efek jera bagi pezina. Sebab, dikhawatirkan hal itu akan menjadi contoh buruk bagi pemuda desa jika mereka dibebaskan begitu saja.


Pak RT meminta Fely untuk menghubungi orang tuanya agar datang.


Fely mengatakan jika selama tinggal di Yogya dia tinggal bersama kakaknya, namun kakanya sedang pergi ke Jakarta menghadiri undangan pernikahan. Sementara ayahnya sudah meninggal dan bundanya tinggal di Jakarta.

__ADS_1


Pak RT kemudian meminta Fely untuk menghubungi kelurganya yang berada di Jakarta.


...___________Ney-nna___________...


__ADS_2