Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku

Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku
Season2. Ranting penghubung.


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan pukul 16.10. Reyna dan Abiyu sudah mempersiapkan segala keperluan yang perlu dibawa termasuk kebutuhan Reynand.


^^^✉️ me^^^


^^^Raka, ini aku mau berangkat ke pantai Parangtritis.^^^


✉️ Raka


Oke, nanti aku nyusulin sepulang dari kantor. Sampai ketemu di sana.


"Fe, ayo buruan!" seru Reyna memanggil Fely untuk bergegas berangkat agar tidak kemalaman.


"Iya, Kak, Bentar!" jawab Fely kemudian berlari kecil ke arah Reyna dan Abiyu yang sudah siap di dalam mobil.


Fely segera menaiki mobil dan duduk di samping Abiyu. Sedangkan Reyna di belakang bersama Reynand. Abiyu segera melajukan mobilnya melaju di Jl. Parangtritis. Mobil segera meluncur menuju lokasi pantai. Banyak kendaraan yang mengarah ke tempat wisata, sehingga perjalanan sore itu cukup macet karena weekend.


Setelah 32 menit berkutat di jalanan, mereka sudah sampai di parkiran pantai Parangtritis. Abiyu memilih pantai ini karena jaraknya yang tidak terlalu jauh dari rumah. Meskipun banyak pantai lain yang juga cukup bagus di kawasan gunung kidul.


Dari parkiran sudah terlihat pemandangan pantainya yang sangat indah. Mereka berjalan kaki menuju bibir pantai. Terlihat banyak payung-payung yang dibawahnya digelari tikar untuk disewakan bagi pengunjung yang datang. Di sana juga terdapat spot foto, ada beberapa orang yang bermain layangan, ada fasilitas naik delman menyusuri pinggir pantai, bisa juga menaiki ATV dan trip dengan menaiki mobil jeep di sepanjang pesisir pantai.


"Yeayhh pantai!" seru Fely dengan gembira sembari merentangkan kedua tangan dan menghirup udara dalam-dalam.


Mereka menyewa payung dan duduk di bawahnya, di atas tikar yang tergelar.


"Itcu ... Mama ... itcu!" celoteh Reynand sembari menunjuk ke suatu arah.


Reyna menajamkan pandangannya untuk mengetahui apa yang ditunjuk oleh putranya. Ternyata Reynand menunjuk pada delman yang lewat sembari membawa penumpang.


"Reynand mau naik kuda?" tanya Reyna pada putranya.


"Nand, da," tutur anak itu yang tidak terlalu jelas masih dengan menunjuk ke arah delman.


"Kak, Reynand sepertinya ingin naik delman," tutur Reyna kepada suaminya.


"Ya sudah ayo naik delman!" ajak Abiyu sembari menggendong Reynand.


"Pah, Nand ... da!" tutur anak itu lagi saat Abiyu menggendongnya.


"Iya, Sayang kita naik, kuda!" tutur Abiyu pada Reynand.


"Kak, sepertinya asyik ya naik jeep?" tutur Fely saat melihat mobil jeep melintas.


"Reyna kan hamil, naik jeep terlalu extrem. Di gumuk pasir akan terjadi guncangan, kasihan Reyna," tutur Abiyu mengungkapkan.


"Oiya yah, ya udah kalian naik delman aja, aku tungguin di sini!" ujar Fely.

__ADS_1


"Okey, kamu jangan ke mana-mana, nanti ilang lagi!" tutur Abiyu memperingatkan adiknya.


"Ishh, Kakak nih, emang aku anak kecil! dah buruan sana!" tutur Fely.


"Pak ..., kita mau naik ya!" ujar Abiyu menghentikan kusir delman.


Sang kusir kemudian menghentikan kudanya dan delman berhenti tepat di samping mereka. Pak kusir pun turun dari tempat duduknya.


"Mari silakan naik!" tutur pak kusir.


Abiyu, Reyna dan Reynand naik ke tempat duduk penumpang. Setelah delman mulai jalan Reynand berdada-dadah pada Fely. Fely pun membalasnya.


Setelah mereka pergi Fely melihat ke arah pantai. Suasana sudah tidak terlalu ramai pengunjung, karena para wisatawan biasanya kembali melanjutkan perjalanan ke tempat lain di waktu itu. Pengunjung tang baru datang sengaja datang di sore hari menjelang malam untuk melihat sunset.


Di pantai ini tidak diijinkan untuk berenang karena ombaknya yang terlalu besar. Kebanyakan orang hanya bermain air di pinggiran pantai atau bermain pasir saja sembari menunggu matahari terbenam.


"Mbak, ini es degannya!" tutur seorang penjual minuman mengantarkan pesanan.


Fely nampak terkejut karena dia belum memesan apa pun tapi sudah diantarkan minumannya.


"Maaf, Mbak. Tapi, seingat saya, saya belum memesan minuman," tutur Fely mengklarifikasi pesanan yang datang.


"Sudah dibayar sama mas yang berdiri di sana!" tunjuk si mbak penjual es degan pada sosok laki-laki di yang berdiri tak jauh dari tempatnya duduk.


Terlihat Raka yang berdiri sembari tersenyum ke arahnya.


Hal itu seketika membuat Fely terkesima melihat gaya laki-laki yang berdiri tak begitu jauh darinya yang nampak cool, terlebih perlakuan manisnya. Fely membalas tersenyum kemudian berpaling kepada si mbak penjual es degan.


"Ya sudah, terima kasih ya, Mbak!" ujar Fely kepada si penjual.


Raka kemudian berjalan mendekat ke arah tempat Fely duduk. Raka mendudukkan diri di atas pasir yang tidak terlalu jauh dari tempat Fely duduk.


"Udah dari tadi ya?" tanya Fely kepada Raka.


"Enggak kok baru aja!" tutur Raka.


Keduanya nampak canggung. Pipi Fely terasa panas dan detak jantungnya tak beraturan saat bertemu Raka kali ini.


Sepertinya saat bertemu dengannya terakhir kali aku biasa saja, kenapa kali ini aku merasa sangat canggung ya dan tidak nyaman ya? gumam Fely di dalam hati.


"Em, Raka. Terima kasih buat minumannya!" tutur Fely untuk memecah kecanggungan di antara mereka.


"Sama-sama, Fe. Diminum, gih!" ujar Raka.


Fely mengangguk kemudian segera meminumnya.

__ADS_1


Sejak saat berpisah di cafe waktu itu, baru kali ini mereka bertemu lagi. Selama beberapa hari ini mereka hanya bertukar pesan atau pun sesekali melakukan panggilan di telepon. Sebab Raka sedang sibuk di kantor beberapa hari ini.


Fely masih menganggap jika pernikahan siri itu sah, sehingga dia berusaha mencoba untuk menerima Raka. Terlebih karena Raka cukup perhatian, dan Raka menepati janjinya untuk tidak menyentuhnya.


Lewat Astrid, Raka tahu apa saja yang di lakukan Fely di resto. Termasuk info tentang kakanya. Dari Astrid Raka tahu jika Fely tidak dekat dengan laki-laki lain. Untuk itu Raka merasa cukup untuk menguji Fely, terlebih karena dia yakin jika Fely mulai ada rasa dengannya terlihat dengan sikap malu-malunya. Raka berniat untuk segera melamar Fely setelah mengatakannya pada kakek.


"Fe, mau jalan-jalan di pesisir pantai, nggak?" tanya Raka.


"Em, boleh!" tutur Fely menyetujuinya.


Mereka berdua beranjak berdiri dan berjalan beriringan menyisir tepi pantai. Meskipun tanpa berpegangan tangan, namun hal itu cukup mengurangi kecanggungan.


Tiba-tiba Raka berhenti untuk mengambil ranting kecil yang hampir dilewatinya.


"Fe, pegang ujung rantingnya!" tutur Raka sembari mengulurkan ranting itu kehadapan Fely.


Fely sedikit bingung, dan bertanya-tanya apa yang akan Raka lakukan pada ranting itu, namun akhirnya dia mengikuti apa yang diperintahkan oleh Raka.


"Untuk apa rantingnya?" tanya Fely setelah memegang ujung ranting di sisi satunya.


"Aku kan tidak bisa menyentuhmu, biar ranting ini yang menghubungkan pegangan tangan kita, agar aku tahu jika kamu tetap di sampingku," tutur Raka.


"Ada-ada aja sih kamu, Ka!" ucap Fely sembari tersenyum.


Setelah berbasa-basi mengobrol ke sana ke mari akhirnya Raka memberanikan diri untuk bertanya.


"Fe, nenek memintaku untuk membawamu ke rumah!" tutur Raka.


"Apa nenek tahu jika kita sudah menikah siri?" tanya Fely.


"Tidak, nenek tidak tahu. Tapi nenek mengira kamu itu pacarku! tapi aku sudah mengatakan nanti akan membawamu ke asana ketika kita sudah menikah," tutur Raka.


Mendengar hal itu seketika Fely menoleh ke arah Raka. Begitu pun Raka yang berhenti berjalan dan melihat ke arah Fely.


"Fe, aku sudah menjalani tes, dan aku lolos tes. Aku direkomendasikan menjadi asisten direktur bulan depan," tutur Raka.


"Alhamdulillah, selamat, Raka! akhirnya impianmu tercapai, aku turut senang mendengarnya," tutur Fely yang ikut merasa senang akan hal itu.


"Tapi, aku hanya seorang asisten Fely. Bukan seorang direktur atau CEO," ujar Raka kepada Fely. "Waktu itu aku berjanji akan datang melamarmu kepada keluargamu akhir bulan ini, dan aku sudah siap. Apa kamu tidak keberatan menjadi istriku jika aku hanya seorang asisten?" tanya Raka kepada Fely.


Fely terdiam sejenak sembari melihat kesungguhan di mata Raka. Entah mengapa Fely merasa yakin jika Raka sungguh-sungguh.


"Bahkan jika kamu hanya seorang sopir, Raka!" jawab Fely akhirnya.


...__________Ney-nna_________...

__ADS_1


__ADS_2