
Setelah dinyatakan ingatan Reyna kembali Abiyu segera memberitahukan hal itu kepada Fely dan mengatakan jika saat ini tidak bisa pulang karena harus menunggu Reyna benar-benar pulih terlebih dahulu. Sementara Reynand masih tetap berada di pondok pesantren. Abiyu yakin Reynand akan baik-baik saja bersama Lala, terlebih karena Lala ikut membantu merawat Reynand sedari bayi pasti gadis itu bisa merawat Reynand dengan baik.
Saat tadi mengantar Reyna ke rumah sakit, Fadhil ikut serta mengantar Reyna. Kemudian, dari obrolan bersama dengan Fadhil, disepakati jika untuk sementara waktu Lala akan dibebaskan dari peraturan pondok demi menjaga Reynand hingga Reynand diperbolehkan pulang.
"Kak, terima kasih karena Kak Abi selalu sabar menjagaku, dan tolong maafkan aku atas segala kesalahanku dan kekhilafan ku selama aku menjadi istrimu, Kak!" tutur Reyna sembari menggenggam tangan Abiyu.
Abiyu tersenyum sembari mengusap lembut pucuk kepala istrinya.
"Aku sudah memaafkan mu, Sayang. Aku tahu hal itu juga berat bagimu bukan, karena itu lah aku tetap memaklumi mu karena cinta tidak bisa datang dan pergi begitu saja, terlebih saat itu keadaan memaksamu untuk menikah denganku di saat yang tidak tepat karena cintamu masih sangat besar untuk Rangga," tutur Abiyu mengungkapkan pendapatnya.
"Tetap saja aku sangat bersalah kepadamu, Kak. Aku akui sebenarnya aku takut jatuh cinta kepadamu, Kak. Sebab ketika berdekatan denganmu, aku bisa merasakan ketulusan atas segala perhatianmu dan pengorbanan mu kepada ku, dan semakin aku membencimu, justru hal itu yang membuat aku semakin memikirkan mu, hingga aku terus menyangkal pada diriku bahwa hanya Rangga yang aku cintai dan aku tidak ingin mengkhianatinya dengan kehadiran Kak Abi."
"Harusnya aku tidak memperlakukanmu seperti itu ketika kamu telah sah menjadi suamiku. Aku sangat berdosa kepadamu, Kak. Sungguh tolong maafkan aku yang telah salah memperlakukanmu saat itu, Kak," tutur Reyna menjelaskan apa yang terjadi tentang perasaannya di awal pernikahan.
"Tentu, Reyn. Aku sudah memaafkan mu. Kedepannya kita buka lembaran baru, kita perbaiki rumah tangga kita agar kedepannya lebih baik dari pada kemarin. Karena, aku yakin kamu pasti mampu untuk menciptakan suasana rumah kita menjadi hangat dengan kasih sayang di antara kita," tutur Abiyu dengan lembut.
"Sungguh aku merasa sangat beruntung karena mendapat laki-laki yang sangat sabar dan sangat perhatian kepadaku! aku mencintaimu, Kak," tutur Reyna sembari mencium punggung tangan suaminya dan hal itu di sambut dengan baik oleh Abiyu.
"Aku juga mencintaimu, Reyna ..., sangat mencintaimu!" tutur Abiyu seraya mencium kening istrinya.
Akhirnya Reyna merasakan lega setelah meminta maaf kepada Abiyu atas segala kesalahannya di masa lalu dalam keadaannya yang benar-benar sadar.
Saat jadwal visit, dokter memberitahukan jika Reyna boleh pulang nanti sore jika sudah tidak merasakan pusing. Namun, dokter menyarankan agar Reyna melakukan kontrol setelah satu minggu dari kepulangannya untuk memastikan kondisi kepalanya yang sempat mengalami cedera.
****
Senin pagi di dapur resto, nampak Fely yang sedang sibuk membuat dessert box permintaan Jerry.
"Bu, apakah perlu saya bantu?" tanya salah satu juru masak yang harus rela berbagi ruang kerjanya dengan bosnya kala itu.
"Tidak perlu, Mbak. Saya sudah terbiasa membuatnya sendirian, jangan hiraukan keberadaan saya dan lanjutkan saja pekerjaan anda," tutur Fely, kemudian segera menyelesaikan dessertnya.
__ADS_1
"Baik, Bu."
Waktu berlalu dengan cepat hingga sudah melewati jam makan siang. Dessert box untuk Jerry sudah siap, namun Jerry belum datang juga.
"Mbak Tantin, ada yang mencari saya nggak?" tanya Feli.
Hal itu adalah kedua kalinya Fely menanyakan hal yang sama kepada Tantin, namun sedari tadi tidak ada yang mencarinya.
"Maaf Bu, sedari tadi tidak ada yang menanyakan ingin bertemu dengan Ibu. Apa Bu Fely sedang menunggu mas-mas yang kemarin?" tanya Tantin.
"Iya mbak, katanya mau datang hari ini di jam makan siang, tapi kok sampai sekarang belum datang juga sih! capek-capek dibikinin juga, awas ya kalau sampai nggak dateng nggak bakalan an gue ladenin kalau minta dibuatin lagi!" gerutu Fely, merasa sangat kesal kepada Jerry yang tidak menepati janji.
Fely kemudian kembali masuk ke dalam ruangan kantornya.
Sementara itu secara diam-diam Astri menerima telepon dari seseorang. Dia pergi ke tempat yang sepi secara sembunyi-sembunyi untuk menjawab telepon dari seseorang.
"Iya ... halo Pak," jawab Astri saat mengangkat telepon.
"Iya, benar Pak. Sudah dua kali dia mondar-mandir untuk menanyakan apakah ada yang mencarinya kepada asistennya," ungkap Astri.
"Apa dia terlihat marah?" tanya seseorang itu.
"Iya Pak, Bu Fely terlihat sangat kesal," tutur Astri.
"Baiklah, awasi terus dan laporkan kepadaku hal yang berkaitan dengannya. Sekarang kembalilah bekerja jangan sampai mereka mencurigai keberadaan kamu di sana!" tutur seseorang dari balik telepon.
"Siap, Pak. Laksanakan!" jawab Astri.
Hingga pukul lima sore Jerry belum juga datang. Fely memutuskan untuk kembali ke rumah belakang untuk membersihkan diri.
di saat Feli berjalan pada lorong menuju rumah belakang tiba-tiba ada sebuah suara bariton yang meneriaki namanya
__ADS_1
"Fe, tunggu!" terdengar suara bariton dari arah belakang
Felly segera berbalik dan menoleh kearah sumber suara. dilihatnya sosok laki-laki yang sejak tadi ditunggunya berdiri tak jauh dari tempatnya berdiri.
Feli diam saja kemudian membuang muka ke samping sembari melipat kedua tangannya bersedekap di atas perutnya.
Raka menyadari kesalahannya yang datang dengan sangat terlambat, sehingga sudah semestinya jika Feli marah kepadanya. Raka terlihat berjalan ke arah Feli berada. namun Feli tetap acuh tak acuh dan mengabaikannya.
"Ekhm ... ekhm ...!" deheman Raka mencoba untuk membuat Fely melihat ke arahnya, namun ternyata Fely masih tetap mengabaikannya.
"Maaf, barusan ada tugas mendadak dari pak direktur," ucap Raka dengan lirih.
Feli melewatinya dan kembali masuk ke dalam resto tanpa berkata apa-apa. Felly terlihat berjalan menuju lemari penyimpanan dan mengambil dessert box yang telah disimpan nya, kemudian menyerahkannya kepada Jerry.
"Nih ...!" Fely menyerahkan sebuah dessert box buatannya kepada Raka. "Mulai sekarang aku sudah tidak punya hutang lagi denganmu, kita impas! sudah sore aku mau pulang!" ujar Fely dengan ketus.
"Tunggu ...!" ucap Raka sembari memegangi lengan tangan Fely. Dengan cepat Felly menghempaskan cengkraman di lengan tangannya.
"Jangan pegang-pegang!" ucap Fely memperingatkan.
"Maaf, aku hanya ingin bilang terima kasih, karena kamu sudah mau membuatkan ini untukku," ucap Raka dengan hati-hati sembari mengangkat kedua tangannya ke atas.
"Ya! sudah kan? sekarang pulanglah aku mau istirahat! assalamu'alaikum," tutur Fely dengan tegas.
"Oke baiklah! aku akan pulang, sekali lagi terima kasih. Wa'alaikumsalam," ucap Raka dengan sendu.
Fely beranjak pergi menuju rumah belakang tanpa berbalik lagi.
Dengan berat hati Raka berjalanan menuju di mana mobilnya terparkir.
Seandainya saja kamu tahu, Fe. Aku bahkan sudah meninggalkan ruanganku dan hendak tancap gas menuju restoran ini, tepat di saat itu asistenku mengabari jika kakekku datang mencariku. Aku akan mencari cara lain agar bisa mendapatkan perhatian darimu! gumam Raka di dalam hati.
__ADS_1
..._____________Ney-nna_____________...