Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku

Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku
Season2. Terabaikan


__ADS_3

Seorang wanita mengaduk-aduk isi dalam gelasnya dengan sebuah isapan panjang yang ia ayun-ayunkan memutar, sembari berpangku tangan menanti kehadiran seseorang yang telah dinantikannya sejak hampir satu jam yang lalu.


Berungkali ia ayunkan gawainya, dan meletakkannya pada daun telinga kirinya untuk menanti jawaban dari seberang telepon. Namun, tak ada jawaban yang ia dapatkan. Dibukanya berulang-ulang pada layar handphonenya tak terdeteksi adanya notifikasi pesan masuk dari seseorang yang dinyanyikannya.


Senyum merekah yang ia umbar sedari datang di bibirnya yang ranum dengan gincu merah jambu, kini telah berganti mengerucut selayaknya kuncup bunga yang enggan untuk mekar.


Mira yang merasa semakin bosan, sebab yang dinantikan tak jua muncul di hadapannya. Ia menjadi sangat kecewa dan merasa diabaikan. Namun, dengan cepat ia menepis pikiran buruknya tentang Abiyu.


Apa yang sedang kamu lakukan, Kak? Apa yang terjadi denganmu hingga handphonemu tak dapat ku hubungi. Apa kamu baik-baik saja, Kak? Ataukah sesuatu terjadi padamu, Kak? Ya Allah, semoga tidak terjadi hal-hal buruk pada kak Abi! begitu lah uneg-uneg Mira, yang sedari tadi berkecamuk di dalam hatinya, saat memikirkan Abiyu yang tak kunjung datang.


Mira akhirnya berusaha mencoba mencari tahu, dengan cara menghubungi bunda Maya.


"Hallo. Assalamu'alaikum. Ada apa, Mira?" jawab bunda Maya ramah pada saat telepon terhubung.


"Wa'alaikumussalam, Bunda. Kak Abinya ada gak di rumah?" tanya Mira menelisik.


"Ada, Mir. Sepertinya sedang tidur sedari tadi. Mau Bunda sambungkan ke Abi?" tanya bunda.


"Ohh, gak perlu Bun. Biarkan saja, mungkin kak Abi kecapekan!" ujar Mira.


"Baik, nanti Bunda sampaikan ke dia kalau kamu menelepon."


"Makasih, Bun. Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumussalam, Mira."


Telepon di tutup.


"Hhhhh!" Mira menghembuskan nafasnya dengan kasar.


Jika tidak niat bertemu kenapa tadi musti mengiyakan sih, Kak! Dan kamu telah membiarkan aku menunggu sejam di sini sendirian. Tega banget kamu, Kak! gumam Mira mengungkapkan kekesalannya.


Butiran bening ke luar dari sudut matanya. Dengan cepat ia menyekanya dengan tissue yang berada di depannya. Ketiduran itu manusiawi. Lantas, harus bagaimana lagi selain menertawakan nasibnya sendiri.


Aku cukup tahu bahwa kau mengabaikanku, Kak! Aku bagaikan punguk yang merindukan bulan. Sejauh mana aku berusaha kamu tak akan pernah melihat ke arahku!


Dengan langkah gontai, Mira kembali pulang ke rumahnya.


"Dari mana, Mir?" tanya mama.


"Cari angin, Ma," jawab Mira sekenanya.


"Sendirian aja?" tanya mama lagi.


"Iya lah, Ma. Sama siapa lagi! Mira ke kamar dulu ya, Ma. Cape, pengen Istirahat!" pamit Mira .


Mama hanya mengangguk melihat anak gadisnya berlalu pergi ke kamarnya.


"Semoga kamu segera mendapatkan pengganti Jonathan, Mira," gumam mamanya setelah kepergian Mira.


Sesampainya di rumahnya ia menghempaskan dirinya di tempat tidur dan bergelung dengan selimut tebalnya. Tiba-tiba saja handphonenya yang berada di atas nakas bergetar. Dengan enggan ia mengambil handphonenya tersebut.

__ADS_1


Drrrt drrtt drrtt.


Ditengoknya tulisan pada layar handphonenya.


"Kak Abi! Mau apa lagi!?" pekik Mira saat membaca tulisan pada layar handphonenya.


Mira beranjak duduk dan masih bingung antara mau mengangkat atau tidak. Saat ini ia masih merasa kesal dan malas untuk berbicara dengan Abiyu. Namun, hati malaikatnya tak bisa menahan untuk mengabaikannya. Abiyu yang wajahnya setampan Jung Ga Ram itu, sungguh sangat sulit untuk diabaikan. Akhirnya pada dering ketiga ia mengangkat telepon dari Abiyu.


"Hallo, Assalamu'alaikum!"


"Wa'alaikumussalam. Mir, maaf!" ujar Abiyu to the point.


"Maaf buat apa?" tanya Mira berbasa-basi.


"Kamu tadi pasti nungguin aku kan di cafe?" ujar Abiyu.


"Ohh, itu. Emm, gak usah di pikirkan. Aku yang salah. Kak Abi baru sampai tapi aku gak tau diri minta bertemu!" ujar Mira.


"Aku emang salah kok, maaf ya?" tanya Abiyu.


Mira menggigit bibir bawahnya kesal. Bahkan untuk marah padanya ia tak mampu.


"Iya, gak apa-apa! Kak Abi lanjut istirahat aja sudah malam!" ujar Mira.


"Aku di depan rumah kamu!" ujar Abiyu.


Mira langsung beranjak bangun dan berjalan mendekati jendela kamarnya. Di sibaknya tirai tipis yang menutupi jendela kamarnya. Nampak sebuah mobil terparkir di depan rumahnya. Dari jendela mobil bagian depan terlihat Abiyu tengah duduk di kabin pengemudi sembari menggenggam handphone yang menempel di dekat daun telinganya.


Kyaa! Reflek Mira menutup mulutnya dengan telapak tangan kanannya seolah tak percaya.


"Kamu gak pengen keluar?" tanya Abiyu.


Ishhh ..., pake ditanya lagi! batin Mira.


"Iya, bentar aku keluar sekarang!" telepon di tutup.


Mira menyempatkan diri untuk merapikan rambutnya di cermin dan membenarkan letak bajunya. Dengan senyum merekah dan jantung yang seolah meronta-ronta ingin melompat keluar. Dengan secepat kilat ia melezat menuju teras rumahnya.


Melihat makhluk ciptaan Tuhan yang ada di depannya, membuat tubuhnya seketika mematung sulit untuk di gerakkan. Abiyu tengah berdiri bersandar pada tembok, dengan senyum manis, semanis gulali dan sedang menatap ke arahnya.



"Astaghfirullahal'adzim!" gumamnya lirih.


Mira mencoba untuk berpaling dari wajah tampan di depannya. Malu sekali jika Abiyu melihat wajah merah meronanya yang tak mampu ia tutupi. Kesal dan amarahnya seolah menguap begitu saja. Hilang di telan bumi, saat melihat makhluk indah di depannya yang sangat sulit untuk diabaikan.


"Nih!" Abiyu menyodorkan sebuah kotak ke hadapannya.


"Ini apa, Kak?" tanya Mira.


"Kue, buatan Fely. Diminta Bunda buat di kasih ke kamu!" ujar Abiyu.

__ADS_1


Dengan sedikit kecewa Mira mengambil kotak kue dari tangan Abiyu.


"Kak Abi harusnya bilangnya bukan kaya gitu!" protes Mira.


"Terus gimana?" tanya Abiyu sembari merubah posisi tangannya yang di masukkan ke dalam saku celananya.


Beuhh ..., untung keren. Coba kalau jelek uda aku tampol deh! batin Mira.


"Harusnya kak Abi bilangnya gini?, 'nih Mir, special buat kamu dari aku' gituu!" kritik Mira mengoreksi.


"Hhhhaha!" Abiyu tertawa kecil menampakkan senyum manis dengan matanya yang menyipit menambah kegantengannya.


Diem aja sudah keren, apalagi kalau senyum. Ya Allah, kuatkan aku! batin Mira.


"Ihh, malah ketawa gitu sih, Kak! Bikin klepek-klepek aja! canda Mira dengan kalimat terakhir yang sangat lirih sehingga tidak jelas di dengar.


"Gimana?" tanya Abiyu.


"Gak kok, BeTeWe makasih kuenya. Tolong sampein sama Bunda dan Fely ya, Kak?" ujar Mira mengalihkan pembicaraan.


Abiyu mengacungkan jempolnya tanda setuju.


"Masuk dulu yuk, Kak?" Mira menawarkan Abiyu untuk masuk ke dalam ruang tamunya.


"Udah malem nih, aku pamit pulang aja, Mir?" ujar Abiyu.


"Udah? Begini aja, Kak?" tanya Mira dengan terkejut.


"Emang mau apa? Nih, uda jam sepuluh malem. Kamu pasti mau tidur kan!" ujar Abiyu yang seolah tak mau di cegah.


Huhhh, gak ada manis-manisnya sih, Kak! Dateng cuma mau bilang maaf tanpa basa basi dan ngasih kue suruhan nyokap. Gombalin dikit kek, malah langsung pulang! Mira bergelut dengan batinnya sendiri.


"Ya udah deh, sana pulang! Hati-hati di jalan!" ujar Mira akhirnya.


Ia cukup tau bahwa Abiyu masih belum bisa membuka hatinya dan hanya menganggap Mira teman biasa meski sudah enam bulan berlangsung masa penjajakan yang di tentukan oleh Bunda.


"Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumussalam!" jawab Mira ketus.


Abiyu hanya menaikkan alisnya yang sebelah kanan, sambil tersenyum untuk menanggapi. Meskipun ia mengetahui sikap Mira yang berubah ketus padanya. Ia seolah tak ambil pusing dan melanjutkan niatannya untuk segera pergi menuju mobilnya.


Mira menyaksikan mobil Abiyu yang perlahan-lahan menghilang dari pandangannya dengan sendu.


Kamu begitu susah untuk di dekati, Kak!


____________________Ney-nna_________________


...Please Like 👍...


...Leave a Coment 🤗...

__ADS_1


...Give a gift & vote 🌹...


...Tank you! 🙏💕💕💕...


__ADS_2