Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku

Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku
Season2. Melihatmu Lagi


__ADS_3

Guratan langit senja di sore itu, mengantarkan langkah gontai seorang gadis menuju sebuah minimarket yang tak begitu jauh dari rumahnya.


Gadis itu merasa sangat bosan dan kesepian dalam hidupnya. Sehingga sore itu Mira berniat untuk berjalan-jalan keluar dari kompleks perumahan sembari menikmati suasana menjelang sore.


Mira pesimis tentang perjodohannya dengan Abiyu pasti gagal. Sebab Abiyu tidak pernah melihat ke arahnya. Mira sendiri sebenarnya juga belum sampai ke tahap mencintai Abiyu, baru sebatas mengagumi sosoknya saja yang sempurna. Dan itu manusiawi seolah menyukai seorang idola.


Jika harus jujur hatinya kini terasa kosong tanpa tau arah di mana pemiliknya nanti berpihak padanya. Ia merasa sendiri tanpa ada cinta, tanpa ada yang peduli padanya atau pun sekedar membutuhkannya.


Sore itu Mira hendak membeli kebutuhan sehari-hari di minimarket yang tak jauh dari rumahnya. Ia kini berjalan menuju pelataran minimarket sembari mengecek pesan masuk dari mamanya yang berpesan untuk dibelikan ini dan itu.


Tanpa ia sadari ada empat pasang mata yang sedang memperhatikannya. Mira dikagetkan dengan suara yang menyerukan namanya. Suara itu milik sesosok pria yang tengah berdiri menyandar pada badan mobilnya. Pria yang tak asing baginya, yang telah menorehkan luka mendalam di dalam hatinya.


"Mira ...."


Mira menoleh pada sumber suara tersebut. Dan seketika membuatnya terkejut. Laki-laki yang memanggilnya itu adalah Jonathan dan di sampingnya nampak Dhewi berdiri di sampingnya.


Mira membuang mukanya dan seketika mempercepat jalannya menuju pintu minimarket. Namun, seseorang menghentikan langkahnya. Jonathan mencekal lengan tangan Mira untuk membuatnya berhenti dan menoleh padanya.


"Tunggu, Mir ...," ujar Jona.


"Apaan sih kamu?! lepaskan aku!!" seru Mira yang meronta-ronta ingin dilepaskan.


Baginya kisahnya dengan Jona sudah selesai dan tidak ada yang perlu dibicarakan lagi dengannya. Ia cukup muak dengan melihat keberadaan mereka berdua.


Mira menghempaskan tangan Jona yang mencekal lengan tangannya dengan kasar, kemudian dengan cepat melesat kabur menjangkau daun pintu minimarket, untuk segera masuk ke dalam.


Mira bernapas lega karena Jona tidak mengikutinya masuk ke dalam minimarket. Namun, ia cukup malu saat melihat beberapa orang yang berada di dekat kasa memandanginya dengan penuh keheranan.


Mira pura-pura cuek seolah tidak terjadi apa-apa dan melangkah masuk menuju deretan rak-rak yang menjulang tinggi, yang mampu menenggelamkannya dari sederet mata-mata yang seolah menghakiminya tadi.


Namun, tak urung kejadian tadi mampu mengisi ruang otaknya dengan pemikiran-pemikiran yang berkaitan dengan Jona. Lagi-lagi kisah pahitnya di masa lalu yang sudah ia tutup rapat-rapat kembali terputar dalam benaknya.


🎶🎶


Tiba-tiba kamu datang


Saat kau telah dengan dia


S'makin hancur hatiku

__ADS_1


Jangan datang lagi cinta


Bagaimana aku bisa lupa


Padahal kau tahu keadaannya


Kau bukanlah untukku


Jangan lagi rindu cinta


Ku tak mau ada yang terluka


Bahagiakan dia aku tak apa


Biar aku yang pura-pura lupa


🎶🎶


Jonathan menendang kasar ban mobilnya meluapkan kegalauannya. Enam bulan telah berlalu tanpa mendengar kabar dari Mira. Namun, ketika kini bertemu lagi, toh tak ada yang berubah dari perasaannya. Hatinya masih sama, yakni masih mencintai Mira. Dan tak pernah berpindah ke lain hati, walaupun ia pernah bersama dengan wanita lain.


"Ahh ... sial!" umpat Jona melupakan kekesalan di hatinya.


"Than, kamu ingin Mira tahu tentang apa yang pernah kita lalui enam bulan ini bukan?" tanya Dhewi.


"Percuma, Wik. Meskipun Mira mengetahuinya itu tak akan bisa mengembalikannya padaku lagi!" ujar Jonathan yang langsung berputus asa.


"Aku akan berbicara padanya jika kamu mengiijinkan aku untuk mencobanya ...."


Dhewi tergerak untuk melakukan satu kebaikan kepada Mira yang telah berbesar hati merelakan kekasihnya untuk bertanggung jawab menikahi wanita lain. Dan juga rasa pedulinya pada laki-laki yang yang telah memperlakukannya dengan baik selama ia mengandung anaknya.


"Kamu serius mau bicara dengan Mira, Wik?" tanya Jonathan.


"Iya ... tidak ada salahnya kan kita mencobanya terlebih dulu. Aku tahu kamu sangat mencintainya bukan?" Dhewi balik bertanya.


Jonathan mengangguk mengiyakan. "Terima kasih, Wik!" senyum manis terukir di wajah Jonathan.


"Sama-sama, Than. Aku masuk dulu untuk mencari Mira. Kamu pulang saja duluan!" ujar Dhewi.


Jonathan mengangguk kemudian berlalu meninggalkan pelataran minimarket.

__ADS_1


Dhewi beranjak masuk ke dalam minimarket untuk mencari Mira. Saat ia menemukannya berada di sudut ruangan Dhewi bergegas untuk mendekatinya.


"Apa kabar Mira?" tanya Dhewi mulai menyapa.


Mira menoleh ke arah sumber suara dan terkejut mendapati Dhewi yang tengah berdiri di sampingnya.


Mira berpaling, kemudian menghela napas kasarnya dengan malas.


"Mau apa lo ke sini? Bukannya lo sudah mendapatkan apa yang lo mau dan urusan diantara kita sudah selesai!" Mira merasa jengah dengan kehadiran Dhewi di hadapannya.


Baginya sudah tidak ada lagi yang harus di bicarakan. Ia tidak ingin menguak kisah pahitnya yang telah dikuburnya dalam-dalam.


Menguak cerita lama hanya akan membuat lukanya yang sudah kering menjadi terkoyak kembali.


"Aku rasa kamu perlu mengetahui sesuatu yang terjadi enam bulan kebelakang, Mira. Bisakah kita bicara empat mata?" tanya Dhewi.


"Apa pentingnya gue tahu kisah indah yang terjalin diantara kalian!" jawab Mira ketus, "Lo hanya akan membuang-buang waktu gue saja!"


"Seringkali apa yang kamu pikirkan itu tidak seindah kenyataan, Mira," ujar Dhewi sendu, "Lihatlah, perutku seramping ini!"


Dhewi memutar tubuhnya memperlihatkan betapa idealnya tubuhnya kini.


Mira menatap heran kepada wanita yang tersenyum mengejek dan bertingkah aneh di sampingnya itu. Namun, tak berapa lama ia menyadari satu hal.


Bukankah seharusnya seorang wanita yang sedang hamil tujuh bulan perutnya sudah terlihat membuncit?! Bagaimana dia bisa seramping itu?! batin Mira terkesiap melihat perut ramping wanita itu.


"Kamu pasti penasaran kan?" terka Dhewi dengan tersenyum penuh kemenangan saat bisa mencuri perhatian Mira, "Ayolah kita mengobrol sebentar saja, Mira!"


Mira terdiam sembari berpikir, haruskah iya menerima ajakan dari Dhewi atau tidak. Sebab ia harus menyiapkan hatinya dengan segala kemungkinan yang dapat mengombang-ambingkan perasaannya.


Melihat Mira yang nampak bingung, dengan segera Dhewi memanfaatkan situasi dengan menggamit lengan Mira dan menariknya menuju ke depan. "Kamu terlalu lama berpikir, Mir!"


"Eh--- ehh, kamu main narik-narik tangan gue aja sih!" dengan terpaksa Mira mengikuti langkah kaki Dhewi menuju ke depan. "Tunggu ... gue mau bayar belanjaan gue dulu!" ujar Mira saat mereka berada di ambang pintu.


"Oke ... aku tunggu di bangku luar ya!" ujar Dhewi sembari membuka pintu depan minimarket dan beranjak ke luar.


Sementara Mira membayar belanjaannya di kasa. Dari kaca minimarket Mira mencuri pandang ke luar memastikan keberadaan Jonathan. Ternyata mobil Jonathan sudah tidak ada. Namun, Mira merasa heran mengapa Jonathan malah meninggalkan Dhewi di sini dan meminta Dhewi untuk berbicara dengannya?


Pasangan yang aneh! batin Mira.

__ADS_1


___________________Ney-nna__________________


__ADS_2