Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku

Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku
Season2. Meminta Kesempatan


__ADS_3

Sore itu juga Abiyu dan Reyna kembali ke Yogya. Bunda merasa cemas ketika paginya mendapati ada panggilan tidak terjawab dari Fely, begitu pun dengan Abiyu dan juga Reyna. Bunda segera mendesak agar Abiyu segera kembali ke Yogya sore itu juga, meskipun sudah memastikan terlebih dahulu kepada Fely. Dan, Fely mengatakan jika dia tidak apa-apa, hanya kangen saja kepada bundanya.


Fely memutuskan untuk sementara tidak memberitahukan tentang nikah sirinya kepada Bunda maupun kakaknya. Sebab, Fely takut jika Bunda menjadi shock mendengar hal itu. Fely ingin memastikan kejelasan hubungannya terlebih dahulu dengan Raka.


Sore itu sepulang bekerja, Raka hendak mengantar Fely untuk pulang ke rumahnya. Sebelum sampai di resto milik keluarga Fely, Raka berencana mengajak Fely mampir sejenak di sebuah cafe untuk membicarakan tentang hubungan mereka terlebih dahulu.


"Fe, bisakah kita berbicara sebentar?" tanya Raka saat mobilnya sudah sampai di pelataran sebuah cafe.


"Ya, kamu benar kita memang harus membicarakan kejadian semalam," tutur Fely menanggapi.


Mereka berdua kemudian masuk ke dalam cafe.


"Apa yang harus aku lakukan setelah ini? aku masih nggak ngerti status hubungan kita, apakah pernikahan siri kita sah?" tanya Fely yang merasa ragu akan hal itu.


"Apa kamu keberatan untuk menjadi pendamping hidupku? menjadi istri seorang sopir?" tanya Raka yang berbalik bertanya kepada Fely. "Jika kamu keberatan aku akan mentalak mu, namun jika kamu setuju untuk menjadi pendamping hidupku, aku akan datang kepada keluargamu dan bertanggung jawab atas semua ini."


Fely terdiam untuk mencerna perkataan dari Raka.


Raka sepertinya bersungguh-sungguh. Dia juga sepertinya sangat menyayangi mamanya. Aku rasa dia laki-laki yang baik. Tapi, aku juga merasa ada sesuatu yang tersembunyi dari diri Raka! batin Fely.


"Sebelumnya aku ingin bilang jika aku tidak mempermasalahkan tentang pekerjaan mu yang berprofesi sebagai sopir, bukan status sosial yang aku permasalahkan untuk hal ini, meski itu juga perlu, tapi aku rasa kamu orang yang bertanggung jawab. Namun, yang aku pikirkan saat ini adalah kita baru saja kenal beberapa hari yang lalu, tiba-tiba dinikahkan secara siri, hal itu cukup membuatku shock dengan pernikahan ini."


"Terlebih aku tidak tahu apa statusmu benar-benar masih lajang dan tidak memiliki istri atau kekasih? pernikahan siri itu identik dengan sesuatu yang tersembunyi, aku hanya butuh kejelasan, aku tidak mau ada sesuatu yang tersembunyi di belakang!" tutur Fely.


"Tidak, aku tidak memiliki ikatan hubungan dengan wanita lain. Aku bisa pastikan tentang hal itu! jujur saja aku menyukaimu sejak pertama kali kita bertemu," tutur Raka.


"Sejak pertama kali bertemu? maksud kamu sejak di Jakarta?" tanya Fely dengan terkejut.


"Iya benar, awalnya aku menyukai dessert box buatan mu, aku penasaran, kemudian mendatangi restoran milik keluargamu yang berada di Jakarta. Kemudian, aku melihatmu dan diberitahu jika dessert box yang dijual di sana adalah buatan dari tangan pemiliknya langsung. Kala itu kalian sedang membutuhkan karyawan, aku bekerja di sana karena aku ingin mengenalmu, namun ternyata aku harus segera kembali ke Yogya," tutur Raka jujur dengan awal mula menyukai Fely.

__ADS_1


Fely nampak terkejut dengan hal itu, dia tidak menyangka jika sejak awal Raka sudah menaruh hati padanya.


"Lantas, apa kamu sengaja menjebak ku agar kita menikah siri demi mendapatkan aku?" tanya Fely menelisik.


"Tentu saja tidak, demi Allah aku berani bersumpah untuk hal itu bukan kesengajaan dari ku!" tutur Raka mengatakan yang sesungguhnya.


"Fely, ketika bisa bertemu denganmu kembali di Yogya, aku merasa sangat senang, namun aku sadar diri jika status sosial kita jauh berbeda. Saat ini aku sedang bertekad untuk memperbaiki jenjang karirku, aku sudah mengikuti tes agar dapat direkomendasikan pada posisi yang lebih baik di perusahaan, namun hasilnya belum ke luar. Namun aku yakin aku akan lolos karena aku bisa mengerjakan tesnya dengan baik. Jika aku lolos aku berniat untuk melamarmu akhir bulan ini, namun belum sempat rencana itu terwujud malah harus ada insiden yang tadi malam terjadi," tutur Raka yang berusaha keras untuk mencari alasan yang tepat agar Fely mau menjadi pendamping hidupnya, bukan terpaksa karena pernikahan siri itu dan bukan karena Raka seorang direktur perusahaan.


Ada perasaan senang di hati Fely saat ada seorang laki-laki yang berjuang demi memantaskan diri untuk bersanding dengannya. Namun, Fely merasa jika dia tidak memiliki rasa yang sama kepada Raka.


"Maaf Raka, tapi saat ini aku tidak memiliki perasaan yang lebih terhadapmu," tutur Fely.


"Fely, tolong beri aku kesempatan hingga akhir bulan ini untuk membuktikan bahwa aku bersungguh-sungguh kepadamu, aku janji meskipun kita terikat oleh pernikahan siri tapi aku tidak akan menyentuhmu sebelum aku bisa mengesahkan pernikahan kita dimata hukum. Namun jika hingga akhir bulan ini perasaanmu tetap sama, aku akan melepaskan ikatan pernikahan siri itu darimu," tutur Raka panjang lebar demi meyakinkan Fely.


Maaf Fely aku belum bisa mengatakan jika pernikahan siri kita tidak sah agar aku mempunyai alasan untuk tetap bisa menjalin komunikasi denganmu. batin Raka.


"Baiklah, aku akan memberimu kesempatan. Tapi kamu harus menepati janjimu itu! untuk tidak meminta hak mu sebagai seorang suami, selama kamu belum mengesahkan pernikahan kita dimata hukum! ujar Fely.


Perlahan Fely mengulurkan handphone miliknya ke hadapan Raka. "Masukkan saja nomor handphone mu!" perintah Fely.


Raka tidak menyia-nyia kan hal itu, dengan segera dia menyimpan nomornya di handphone milik Fely, kemudian Melakukan panggilan ke nomornya.


"Ini nomorku!" tutur Raka sembari mengembalikan handphone Fely.


Lantas Fely menyimpan nomor handphone Raka. Tepat saat itu ada panggilan masuk dari Abiyu.


Kakak! haduw jangan-jangan kakak sudah sampai lebih dulu di rumah! gumam Fely di dalam hati.


"Sebentar ya, ada telepon dari kakakku!" ujar Fely, kemudian beranjak menjauh dari meja mereka untuk menerima panggilan dari Abiyu

__ADS_1


Raka mengangguk mengiyakan.


"Hallo, Kak. Assalamu'alaikum," ujar Fely ketika mengangkat telepon dari Abiyu.


"Wa'alaikumussalam. Fe, Kakak sudah sampai di rumah, kamu ke mana saja? satpam resto bilang semalam kamu tidak pulang?" tanya Abiyu dengan nada yang sedikit meninggi.


Aduh gawat nih kakak kenapa sudah sampai lebih dulu! aku musti bilang apa nih sama kakak! gumam Fely di dalam hati.


"Emm ... ini Fely sedang perjalan pulang dan hampir sampai kok, Kak! tunggu ya, nanti Fely jelaskan setelah sampai di rumah!" tutur Fely dengan setengah mungkin agar tidak menimbulkan kecurigaan pada kakaknya.


"Ya sudah, hati-hati! Assalamu'alaikum," jawab Abiyu.


"Iya, Kak. Wa'alaikumussalam!" ujar Fely menutup teleponnya.


"Ya Allah aku musti gimana ini, kakak bisa marah besar jika tahu yang sebenarnya!" gumam Fely sembari memegangi kepalanya yang mendadak pusing.


Fely kemudian kembali ke mejanya yang masih terlihat Raka yang setia menunggunya.


"Emm ... Raka, bisakah kita berpisah di sini saja, kakakku sudah berada di rumah. Aku tidak ingin kakak melihatmu karena kakak pasti akan marah jika tahu aku bersama laki-laki?" ujar Fely kepada Raka.


"Iya, tidak apa-apa. Hati-hati di jalan! jika sudah sampai di rumah tolong beritahu aku agar aku tahu kamu sudah berada di rumah dengan selamat!" tutur Raka dengan perhatian.


Fely tidak menjawabnya dan hanya mengangguk mengiyakan.


"Aku balik sekarang! Assalamu'alaikum," pamit Fely.


"Wa'alaikumsalam!" jawab Raka sembari mengulas senyum.


Fely segera pergi dari cafe tersebut sembari memikirkan alasan apa yang tepat diberikan pada kakaknya.

__ADS_1


...____________Ney-nna___________...


__ADS_2