
"Kenapa apakah suamimu tidak mengangkat teleponnya kau begitu pucat Ziva "
"Yah dia tidak mengangkatnya sama sekali Adi biasanya tidak seperti ini, dia tak pernah mengabaikan teleponku "
"Lebih baik kau susul dia daripada dia nanti terlanjur jatuh cinta pada perempuan itu, kau sekarang membolehkan suamimu untuk menikah dengan perempuan lain hanya demi anak, lalu bagaimana jika suamimu tiba-tiba mencintai perempuan itu kita tidak bisa menebak hati seseorang mungkin terlihat selama ini Adi setiap padamu, tapi di belakangmu belum tentu kan mungkin dia mempunyai perempuan idaman atau dia menyukai tipe yang berbeda kita tidak pernah tahu pikiran seseorang dan hati seseorang, apalagi kalian berdua dijodohkan "
"Kau membuatku takut ya, jangan berkata seperti itu aku malah makin takur saja "
"Aku mengatakan apa adanya, ya begini saja pengalaman dari teman-temanku yang sudah sudah menikah awalnya suaminya memang mencintainya tapi lama kelamaan mereka akan ada rasa bosan dan mencari hiburan lain mencari perempuan lain dan apalagi kau dengan lapang dada mengizinkan suamimu untuk menikah lagi, di dunia ini tidak ada perempuan yang mau dimadu dan mana ada yang mau, sedangkan suami yang sudah diizinkan seperti itu pasti akan senang sekali "
"Ya aku tahu aku pun sama sekali tidak mau untuk diduakan, aku sama sekali tidak mau tapi karena ayah mertuaku yang ingin mempunyai cucu dan penerus aku mau tidak mau harus melakukan ini aku tidak mau bercerai dengan Adi aku tak akan siap sampai kapan pun"
"Ya sudah lebih baik kita pergi ke sana, ke rumah sakit dan lihat suamimu apakah dia bermain macam-macam di sana ayo kita ke sana dan lihat apa yang suamimu lakukan dengan perempuan itu"
"Baiklah ayo kita pergi ke sana sekarang ke rumah sakit kita buktikan apakah Adi mengkhawatirkan perempuan itu atau hanya sekedar kasihan untuk menyelamatkannya saja"
"Dari yang kulihat sih Adi bukan karena ingin menyelamatkannya, dia khawatir dengan keadaan perempuan ini kapan Adi mau repot-repot untuk menolong seorang wanita, dulu saja saat kau sakit malah aku yang mengantar kau ke rumah sakit, sedangkan Adi dia hanya fokus bekerja tidak memikirkan bagaimana keadaanmu tapi sekarang perempuan itu yang Adi sekap dan dia yang memberi pelajaran langsung dia bawa ke rumah sakit saat dia sedang sekarat mungkin"
"Kau makin membuatku takut Zea kau terus-menerus menakut-nakutiku aku tidak suka"
"Aku sama sekali tidak menakut-nakutimu ini memang keadaannya seperti itu, aku hanya membicarakan apa yang ada di dalam pikiranku saja aku sudah menjelajahi setiap pria dari kalangan biasa, orang kaya, Sampai paling kaya bahkan orang seperti suamimu aku sudah merasakan mereka dan aku sudah tahu bagaimana sifat sikap mereka, laki-laki itu tidak jauh berbeda mereka hampir sama jadi kau jadi perempuan jangan terlalu polos jika nanti suaminya sudah menikah dengan perempuan itu kau harus selalu mengawasinya jangan sampai kau melepaskannya sedikitpun, karena itu akan membuat celah dan memudahkan perempuan itu untuk mendapatkan suamimu seutuhnya, mungkin sekarang perempuan itu tidak mencintai suamimu namun suatu saat setelah ada anak bisa saja kan dia mencintai suamimu meskipun umur mereka terpaut jauh"
"Sudah-sudah aku tidak mau mendengarkan perkataanmu lebih baik kita sekarang ke rumah sakit kita lihat Adi, kita buktikan saja kesana "
"Baiklah ayo aku akan antar kau bertemu dengan suamimu yang sedang menghawatirkan perempuan lain Ziva "
__ADS_1
**
"Bagaimana dok keadaannya"
"Keadaannya sudah lebih baik. Untung saja Tuan lebih cepat membawanya kalau tidak sudah lah "
"Saya ingin membawa dia pulang sekarang"
"Tidak bisa tuan Nona itu harus beristirahat dulu, dia harus pulih terlebih dahulu apalagi sepertinya dia pernah kecelakaannya banyak luka dan itu membuat dia makin drop"
"Dia punya nama dia Bella"
"Baiklah Nona Bella harus menginap di sini satu atau dua hari setelah dia pulih baru dia boleh pulang ke rumah"
"Tentu Tuan bisa sangat bisa"
"Baiklah aku minta urus semuanya"
"Tapi tuan"
"Aku bilang urus semuanya"
"Baik tuan baik"
Adi langsung masuk ke dalam ruangan itu dan melihat Bella yang sekarang wajahnya sudah tidak terlalu pucat, Adi menghembuskan nafasnya dan memegang tangan Bella dengan erat "kau wanita bodoh hanya bisa membangkang ku saja, apa sulitnya hanya untuk meminta maaf pada istriku kalau saja karena bukan untuk anak aku tidak akan mungkin menyelamatkan"
__ADS_1
"Adii "
Adi langsung membalikkan badannya dan ada istrinya beserta Zea juga, Ziva melihat suaminya memegang tangan Bella dengan begitu erat "aku ingin berbicara denganmu Adi"
"Berbicara apa, aku tadi menyuruhmu untuk diam di rumah lalu kenapa kau datang kemari bersama Zea"
"Iya tadi Zea main ke rumah, aku ingin berbicara denganmu sekarang juga"
"Berbicaralah"
"Tidak di sini aku tidak mau berbicara di sini bisakah kita berbicara di luar"
Adi tanpa menjawab langsung keluar dari ruangan Bella, Ziva langsung mengikuti suaminya dari belakang sedangkan Zea sendiri mendekati Bella yang masih terlelap tidur.
"Lumayan cantik juga pantesan Adi sampai mau menikahimu parasmu saja lebih cantik dari Ziva kau memang muda dan cantik, tapi aku tidak akan pernah kalah aku akan mendapatkan Adi, dia akan menjadi milikku kau hanyalah pembuat anak untuk mereka dan akulah istri sesungguhnya nanti"
Zea langsung pergi dan menutup pintu cukup kencang, dirinya tidak mau melihat wajah Bella lagi rasanya dirinya menjadi insecure sudah muda cantik putih blasteran sudahlah tidak ada kurangnya sama sekali, dia sempurna dan bersanding dengan Adi itu sangat cocok tapi dirinya tidak boleh seperti itu dirinya juga cantik manis banyak laki-laki yang tergila-gila padanya masa Adi tidak sama sekali tergila-gila padanya.
***
Bella terbangun dan celingak-celinguk dia mencium bau obat yang begitu menyengat di hidungnya, saat melihat tangannya diinfus Bella dengan cepat mencabut infusan itu dan terduduk dengan badan yang masih lemas "tidak ada siapa-siapa di sini, ini adalah kesempatan untuk lari dari laki-laki itu, aku tidak boleh lengah aku harus pergi dari sini"
Bella dengan perlahan berjalan untuk keluar namun dia malah terjatuh "Bella kau harus kuat kau harus pergi dari laki-laki itu kau tidak boleh terus-menerus ada dalam kehidupan laki-laki itu ini adalah kesempatan terbaikmu untuk pergi, dia tidak ada disini "
Bella dengan sekuat tenaga berdiri dan berjalan dengan sempoyongan dia akan pergi dan sini siapa tahu di luaran sana ada yang bisa menolongnya, menolongnya untuk bisa pergi dari sini pergi ke rumah ayahnya dan berbicara banyak padanya dan juga meminta maaf padanya.
__ADS_1