Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 50 Berhasilkah ?


__ADS_3

Selama di dalam mobil Ziva dan Bella hanya diam saja, Ziva yang sibuk dengan ponselnya mencoba men share loc lokasinya pada Zea rencananya harus berhasil Bella sudah percaya padanya, maka semuanya harus terjadi Bella harus lenyap Bella harus pergi dari dunia ini.


"Kau meminta apa saja pada Adi setelah persetujuan ini" tiba-tiba saja Ziva bertanya seperti itu pada Bella.


"Aku hanya meminta sedikit kebebasan dan aku juga ingin sekolah meskipun itu hanya homeschooling itu tidak masalah, karena saat aku keluar dari rumah itu aku harus menghadapi dunia yang kejam, tidak mungkin kan aku melamar pekerjaan dengan statusku yang lulusan hanya SMP. Aku harus kerja tidak mungkin kan aku kerja serabutan ya mungkin sampai SMA pun tidak apa yang terpenting aku punya ijazah untuk masuk ke sebuah kantor untuk menjadi seorang admin atau lainnya yang masih bisa menampung lulusan SMA itu tak masalah untukku. Untuk kuliah aku bisa melakukannya sendiri saat nanti aku sudah kerja aku bisa menyambung kuliah ku dan satu lagi aku meminta identitas mu kembali "


Ziva hanya mengangguk-anggukkan kepalanya "seberapa penting orang tuamu untuk dirimu. Sepertinya kau sangat ingin sekali bertemu dengannya padahal hidupmu sudah nyaman bersama Adi apalagi yang kau cari"


Bella menatap sekilas ke arah Ziva dan kembali menatap ke luar jalan "orang tuaku begitu penting bahkan tidak ada yang paling penting selain orang tuaku, memang mungkin aku anak pembangkang tidak tahu diri tapi tetap dalam diriku dalam hidupku yang paling terpenting adalah orang tuaku, meskipun sekarang aku hidup nyaman bersama suamimu, tapi tidak menjamin hidupku akan bahagia aku lebih bahagia hidup bersama orang tua ku daripada hidup dengan kekayaan yang diberikan oleh suamimu, dengan kenyamanan yang diberikan oleh suamimu, aku tidak membutuhkan itu aku hanya membutuhkan kedua orang tuaku aku hanya membutuhkan keluargaku itu saja sudah cukup untukku. Hidup dalam kurungan seperti ini aku merasa hidupku tidak berarti. Apalagi aku dijual memangnya aku ini apa sampai-sampai aku harus dijual pada suamimu dan menjadi istri keduanya. Aku tidak pernah bermimpi ataupun berharap semua ini terjadi padaku, aku ingin hidup seperti yang lainnya aku ingin hidup normal kak Ziva. Aku ingin menjadi Bella yang dulu aku ingin menjadi Bella yang bebas Bella yang selalu ada bersama orang tuanya intinya aku ingin kembali pada kehidupanku, harta tidak bisa menjamin semuanya kak"


Seketika hati Ziva mencelos mendengar setiap kata-kata yang diucapkan oleh Bella, sebegitu pentingnya keluarga untuk Bella tapi dirinya tidak pernah memikirkan ibunya atau ayahnya dia pikir harta adalah segalanya tapi ada yang berpikir kalau harta bukan segalanya. Padahal Bella umurnya lebih kecil darinya tapi pemikirannya ternyata lebih dewasa dari dirinya.


Ziva menggelengkan kepalanya tidak tidak jangan sampai dia terkompori dengan kata-kata buayan yang Bella berikan dan tiba-tiba saja mobil berhenti. Bella langsung melihat sekitar di depan sudah banyak laki-laki dengan memakai sebuah topeng mencegat mobil mereka dua orang anak buah Adi tadi langsung keluar dan menghadapi semua orang itu.

__ADS_1


"Ada apa ini kak Ziva kenapa banyak orang seperti ini, apakah itu musuh dari suamimu. Apa yang mereka mau kak kenapa tiba tiba seperti ini kak Ziva "


Ziva mencoba untuk takut dia menggelengkan kepalanya dan memegang tangan Bella dengan erat "tidak tahu aku pun tidak tahu itu siapa, aku tidak pernah berhadapan dengan musuh-musuh Adi, mungkin saja itu musuh Adi mereka mengetahui kalau kita tidak dikawal oleh Zack ataupun Adi, aduh kenapa mereka datang diwaktu yang tak tepat seperti ini "


"Kak coba kau telepon suamimu. Ayo coba telepon coba hubungi suamimu atau kak Zack, kita tak mungkin menghadapi mereka ayo telfon mereka kak "


Ziva menganggukan kepalanya dengan kepura-puraannya dia menghubungi nomor suaminya. Padahal dia sama sekali tidak menghubunginya dia memode pesawat kan ponselnya "tidak aktif ponselnya tidak aktif mereka berdua tidak aktif, mereka sepertinya sedang mengurus masalah kantor mereka tak bisa dihubungi Bella aku harus meminta bantuan pada siapa lagi ini "


"Hah yang benar kak, aku yakin kan kau sedang tak membohongi ku "


Bella yang menyimpan senjata di kakinya segera mengambilnya saat ada orang yang mendekatinya Bella langsung menusuknya dia membawa sebuah belati yang pernah dirinya ambil dari Adi, dengan masih takut Bella mundur melihat orang itu kesakitan dan mencabut belatinya.


Sangat mengerikan pasti sangat sakit, tapi masa bodohlah yang terpenting dirinya bisa melawan tak ada pistol untuk dirinya gunakan.

__ADS_1


Bella segara menarik tangan Ziva untuk pergi dari sana mereka berlari menjauh dari perkelahian itu, namun ada orang yang mengejar mereka dengan sekuat tenaga Bella terus saja berlari sambil memegang perutnya yang sakit dia berhenti dan berjongkok perutnya begitu sakit.


"Kau baik-baik saja Bella Ada apa dengan perutmu" tanya Ziva dengan tenang tak lupa dengan senyum dibibirnya.


Bella hanya menunduk dan menggelengkan kepalanya perutnya sakit sekali, Bella mengatur nafasnya mencoba untuk bisa tenang, 'nak kau harus tenang kau harus kuat, beri kekuatan untuk ibu nak, kita harus berlari dari sini '


Bella kembali berdiri dan menatap orang yang telah mengejarnya sebelumnya Bella sudah menggenggam pasir dan menaburkannya langsung ke wajah laki-laki itu Bella berlari namun Ziva hanya diam saja, Ziva tak ikut berlari dengannya "Kak Ziva ayo cepat kita harus pergi dari sini kenapa kau diam saja ayo cepat berlari Kak Ziva jangan diam seperti itu ayo cepat kak, kau ingin mati kak cepat kak sini kak aku menunggu mu kak "


Bella terus saja berteriak untuk Ziva maju dan ikut dengannya berlari tapi dia hanya diam saja dan tersenyum pada Bella, senyum mengejek dan kebencian. Bella yang mengerti semua ini hanya jebakan, sungguh tak habis fikir dengan kak Ziva dirinya ini, ternyata firasatnya benar " kau menjebakku kak "


Bella langsung tak menghiraukan Ziva, dia kembali berlari meninggalkan tempat itu, tapi masih ada seseorang yang mengejarnya bahkan sekarang dirinya terkejar oleh orang itu tangannya dipegang dan laki-laki itu memegang sebuah botol minuman kosong dan menghantamkannya ke arah kepala Bella


"Akhhh "teriak bella

__ADS_1


Ziva yang melihat itu hanya melongo dia tak menyangka akan secepat ini semuanya terjadi begitu cepat. Ziva terduduk dan menundukan pandangannya.


__ADS_2