
Bella sekarang sedang melatih fisiknya, setalah anak anak tadi tidur Bella masuk keruangan latihan suaminya, hanya latihan ringan memukul samsak saja dan tadi juga dirinya sudah latihan menembak.
Dan juga ada yang ingin dirinya lakukan hari ini, yaitu berburu sepertinya akan menyenangkan sekali, rumahnya kan dekat dengan hutan dan pasti akan banyak hewan liarnya.
"Sepertinya aku harus berangkat sekarang sebelum suamiku datang "
Bella bergegas mengambil senapan angin dan perlengkapan lainnya lalu berjalan keluar rumah lewat pintu belakang, bahkan tak ada yang mengetahui Bella pergi berburu.
Bella sudah ada didalam hutan, Bella mencari hewan hewan itu dengan pelan pelan, bahkan saat melangkah pun Bella sangat pelan dan mengarahkan senapannya ke daerah yang menurutnya akan ada hewan yang bisa ditembak.
Tiba-tiba saja Bella melihat ada yang berlari "siapa itu" teriak Bella.
Tak ada suara, hening tak ada suara apa-apa " jangan main-main denganku "
Bella mengitari tempat ini, tapi tak ada apakah itu hanya perasaannya saja ya ?
"Jangan menjadi pengecut keluar kau "
Tapi tak ada yang keluar, Bella yang tak mau ambil pusing segera berjalan lagi, tapi dirinya tak menemukan apa-apa. Apa hutan ini tak ada hewannya ya.
Tiba-tiba Bella melihat sesuatu Bella segera menembakan senapannya dan kena, Bella besorak dengan senang dan mendekatinya.
***
"Sayang aku pulang, kau dimana ayo makan siang "
Adi yang sengaja meluangkan waktu untuk makan siang bersama sang istri mencari istrinya, tapi tak ketemu, kemana istrinya ini ? Bahkan dirinya sudah mencari kekamar pribadinya dan kekamar anak-anak tapi tak ada.
"Bella kau kemana "
Adi dengan cepat menuruni tangga mencari istrinya " dimana istrku " tanya Adi pada Sera.
"Nyonya tadi diruangan latihan Tuan "
Adi segera berjalan kearah ruangan latihan tapi tak ada, istrinya tak ada, dia tak ada disini kemana dia kenapa dia mengilang.
"Bella sayang jangan mempermainkan ku, kau dimana jangan membuatku khawatir ayo kau keluarlah di mana"
__ADS_1
Tapi tak ada jawaban kemana sebenarnya istrinya ini, kenapa dia tiba tiba menghilang seperti ini, kenapa dia tak ada.
"Bella jangan membuatku takut "
Kembali tak ada jawaban, bahkan dirinya sudah menelusir semua ruangan ini tapi tak ada istrinya, apakah Bella pergi meninggalkan dirinya ?
Adi segera menyalakan lampu darurat, semua anak buah Adi sudah berlarian kelapangan depan, Adi juga dengan cepat pergi kesana.
"Apakah kalian ada yang melihat istriku? "
"Tidak Tuan " jawab mereka dengan kompak
"Kalian yakin tidak melihat istriku Bella ? Kalian semua kan dari tadi di rumah. Aku perintahkan untuk menjaga rumah, istriku ,anak-anakku dan yang lainnya, tapi, kenapa saat istriku pergi kalian sama sekali tidak melihatnya. Apa kalian ingin aku bunuh"
"Tidak Tuan " jawab mereka sama-sama lagi.
"Cari istriku sampai ketemu awas saja kalau kalian tak bisa menemukan istriku "
Mereka semua sudah berlari berpencar mencari Nyonya rumah yang hilang, mereka juga tidak tahu kemana hilangnya Nyonya karena dari tadi mereka berjaga hanya tidak ada keluar rumah. Mereka hanya tahu kalau nyonya ada di rumah bersama anak-anak.
***
Bella yang sudah selesai berburu dan membawa satu rusa besar bersusah payah untuk pulang kerumah, tapi untunga sekarang dirinya sudah ada didepan rumahnya, tadi memutar jalannya.
Dirinya melihat suaminya yang sedang berlarian " sayang, lihat ini " teriaku sambil menunjuk apa yang aku bawa.
Suamiku langsung berlari dan memelukku " dari mana kau ini hah " teriak suamiku saat melepaskan pelukannya dariku.
"Aku habis berburu memangnya kenapa, lihat aku membawakan rusa untukmu kita makan rusa ya, kau mau kan aku sudah lelah lelah mengejar rusa ini dan membawanya untukmu. Kau suka tidak"
Suamiku malah menghembuskan nafasnya dengan kasar ada apa, memangnya aku salah pergi ke hutan dan berburu ? Bukannya suamiku tidak pernah melarangku untuk berburu ya. Bahkan dia sudah mengizinkannya, makanya aku tadi langsung pergi begitu saja tanpa meminta izin padanya.
"Lain kali jika kau ingin berburu, kau harus berbicara dulu padaku atau berbicara pada pelayan, pada Zack jangan tiba-tiba pergi seperti ini aku begitu khawatir padamu sayang jangan seperti itu"
"Oww, maafkan aku sayang, sungguh aku tak bermaksud untuk membuatmu khawatir aku hanya ingin membuat kejutan saja untuk mu "
"Iya aku tahu, tapi lain kali jangan seperti ini, aku tak bisa ditinggalkan olehmu, tolong jangan membuatku khawatir sayang "
__ADS_1
"Iya, aku tak akan membuatmu khawatir lagi "
"Wahh, akan ada perayaan apa ini, kenapa ada rusa "
"Ayah kau kemana saja, kenapa kau baru datang " Bella langsung berlari kearah ayah mertuanya dan memeluknya dengan erat.
"Maafkan ayah, ayah kan ada pekerjaan di Amerika dan Ayah tak mungkin mengirim Adi untuk ke sana. Apalagi kau akan melahirkan, Ayah sungguh senang saat mendengar kau melahirkan cucu ayah dengan lancar dan sehat, dan kau juga kembali pulih dengan cepat Ayah sungguh bangga padamu kau bisa berjuang untuk anak-anak sayang, kau begitu hebat "
"Lalu aku, apakah Ayah juga bangga karena telah membuatkan cucu 3 sekaligus, pasti ayah bangga, kan "
"Tidak Adi, kau jangan mengganggu pembicaraan ayah dan anak ayah, sudah kau sana masuk saja ke rumah dan bawa rusa itu lalu olahlah menjadi makanan yang enak, jangan didiamkan seperti itu saja pasti anakku ini kan yang berburu bukan kau, kau itu tak akan mungkin bisa berburu sehebat anakku "
"Di sini aku seperti anak tiri saja"
Adi langsung memanggul rusa itu dan masuk ke dalam rumah, sedangkan Bella dan ayah Anggabaya hanya tertawa melihat kelakuan Adi seperti itu.
"Ayo ayah masuk kau harus melihat cucumu. Mereka tampan dan juga cantik"
"Tentu nak ayo "
Mereka berjalan berdampingan sambil sesekali mengobrol dan bercanda. Bella sama sekali tidak canggung dengan ayah Anggabaya karena dirinya sudah menganggap mertuanya itu seperti ayahnya sendiri, jadi Ayahnya ada dua. Sebelumnya papihnya pernah ke sini untuk menengok cucu-cucunya.
"Ayah lupa lagi nama mereka itu siapa saja Bella sungguh bukannya Ayah melupakan cucu-cucu ayah, tapi nama mereka sedikit rumit"
"Rumit bagaimana ayah anak pertamaku bernama Andaru, yang kedua bernama Aksa dan yang ketiga bernama Cempaka. Apakah namanya bagus"
"Tentu itu sangat cantik namanya sangat bagus dan artinya pasti juga sangat bagus, siapa yang memberi nama apakah dirimu ? "
"Tidak yang memberi nama mas Adi"
"Pantas saja"
"Kenapa ayah "
"Tidak sayang ayo sudah masuk saja "
Ayah Anggabaya mengandeng Bella masuk, sebelum anaknya ini bertanya kembali.
__ADS_1