
Ziva dan juga Piyan yang sudah babak belur dipukul oleh Adi hanya bisa pasrah. " tolong Adi jangan lakukan ini, aku sungguh minta maaf aku minta maaf atas semua kesalahanku, aku janji tak akan melakukan ini lagi, laki laki itu yang mengajakku selingkuh, aku tak salah Adi "
Adi malah tertawa, bahkan tawanya begitu menyeramkan, Adi mengambil sebuah suntikan dan menyuntikkannya ke leher Ziva.
Dan seketika Ziva sudah tak bisa bergerak, dan dia juga sudah tak bisa berbicara Adi membuka talinya dan membaringkan Ziva.
"Lihatlah laki laki yang menjadi selingkuhan wanita murahan, apa yang akan aku lakukan pada selingkuhan mu ini "
Piyan tak menjawab dia hanya bisa menangis dia ketakutan, darah sudah bercucuran ditubuhnya, tak ada tubuhnya yang tak terluka semuanya terluka, wajahnya bahkan sudah banyak luka.
Adi mengambil paku besar dan tak lupa palunya juga, lalu tanpa belas kasihan sedikit pun Adi memaku jidat Ziva sampai tembus.
"Akhh apakah kau gila tuan dia istrimu "
"Diam " sambil melemparkan pisau kecil dan langsung bersarang dimana Piyan.
"Akhhh sakit tolong siapa saja tolong " teriak Piyan.
Piyan mencoba melepaskan ikatannya dan terbuka, Piyan langsung mengerakkan tangannya dan mencabut pisau itu dari matanya, tapi malah bola matanya terbawa.
__ADS_1
Makin histeris saja Piyan dibuatnya "Kau ini laki laki tapi berisik "
Cleb cleb cleb Adi menusuk perut Piyan beberapa kali dan tak lupa Adi juga mencongkel mata yang satunya.
"Sebenarnya aku tak puas tapi sudahlah yang terpenting orang yang telah mengkhianati ku mati "
Adi keluar dari ruangan itu dan Zack masih ada disana" bereskan mereka, buat seolah olah pembunuhan saja karena memang keadaanya sudah rusak, buat mereka bersama dan jangan sampai ada sidik jariku Zack "
"Baik tuan " Zack langsung masuk dan Adi dia masuk kedalam kamarnya untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu, bajunya sudah kotor dengan darah para pecundang itu.
***
"Silahkan Ayah hanya ingin memberikan surat cerai dirimu dan juga Bella, kalian sudah resmi bercerai dan kau bukan lagi suaminya Bella"
Adi yang mendengar itu menahan amarahnya kenapa ayahnya tiba tiba melakukan ini, kenapa ayahnya malah membuat dirinya dan Bella bercerai, kenapa bisa.
"Ayah tak seharusnya melakukan ini ayah tidak berhak untuk membuat aku dan juga Bella bercerai"
"Tentu berhak kau menikahi Bella tanpa wali seharusnya ayahnya Bella ada bersamanya karena dia masih hidup dan ayah pun tidak ada di pernikahan kalian, tidak akan pernah sah pernikahan kalian, lebih baik kalian bercerai saja sudah Ayah bilangkan kalau kau mencintai Bella kau akan mencarinya dan akan menikahinya kembali. Tapi itu pun kalau Bella belum menikah dengan laki-laki lain dia punya laki-laki idaman lain selain dirimu kan dia mempunyai pacar juga kan siapa tahu pacarnya akan menerima apa adanya Bella dan mengurus anak kalian dengan baik"
__ADS_1
"Akan aku pastikan Bella tidak akan pernah menikah dengan laki-laki manapun selain aku dan akan aku buktikan pada ayah kalau aku memang mencintai Bella, aku tidak main-main dengan Bella Ayah lalu kenapa kau memisahkan kita berdua. Aku ingin memperbaiki semuanya dengan Bella tapi ayah telah membuat kami berpisah seperti ini"
"Sudah Ayah bilang berapa kali kau itu masih berhubungan dengan Ziva dan Ayah tidak mau Bella menjadi istri kedua terus-menerus dan menjadi pemuas nafsumu saja, jika kau benar-benar mencintainya seperti apa yang kau katakan tadi maka perlakukanlah dia seperti orang yang memang benar-benar kau cintai , ayah tidak mau ada kekerasan dan ayah juga sudah bilang satu istri cukup tidak usah dua sekaligus, ayah tidak suka laki-laki yang berpoligami"
Ayah Anggabaya langsung pergi setelah melemparkan surat perceraian Bella dan juga Adi, sedangkan Adi sendiri langsung menyobek kertas itu dengan kesal dan melemparkannya asal amarahnya menjadi muncul kembali karena ayahnya, baru juga beres kemarahannya ini ditambah lagi oleh ayahnya.
Para pelayan yang memang dari tadi lalu lalang langsung terbirit birit masuk kearah dapur mereka tak mau menjadi pelampiasan tuannya. Mereka masih ingin hidup.
**
Bella yang sudah ada di kamar membuka kopernya dan mengeluarkan sebuah foto, Bella kembali lagi ketempat tidur dan mengusap foto itu setelah membenarkan selimutnya.
Bella menatap intens foto itu sambil tersenyum "sepertinya apa yang papi katakan benar mas aku memang mencintaimu, setelah kita jauh aku baru sadar bahwa kau ada dalam hatiku meski mungkin pada awalnya kau begitu kasar padaku, tapi tiba-tiba saja cinta itu tumbuh dalam hatiku dan Alvaro tergeser oleh mu. Apakah kita bisa bersama mas di saat kau sekarang sudah mempunyai seorang istri disaat aku sedang sembunyi darimu, tapi kau bisa mencariku bisa menemukanku kapan saja apalagi kau juga bekerja sama dengan ayahku apakah takdir akan menemukan kita lagi apakah Tuhan akan mempersatukan kita lagi ? "
"Entah kenapa rasa cinta itu tiba-tiba saja muncul aku juga tidak tahu sejak kapan aku mencintaimu dan sejak kapan aku menaruh hati untukmu, tapi aku juga tidak tahu apakah kau merasakan hal yang sama sepertiku. Apakah kau juga mencintaiku aku tidak tahu, aku sengaja membawa fotomu agar anak-anak kita selalu tahu kalau mereka masih punya ayah kalau mereka mempunyai ayah yang hebat sepertimu. Aku tidak akan pernah melupakan dirimu sebagai ayah dari anak-anakku dan kau tahu aku sekarang mengandung anak sekaligus tiga ternyata kau hebat juga ya bisa menghamiliku 3 sekaligus. Tapi saat di masa kehamilanku seperti ini kau tidak ada disampingku, tapi ini lebih baik aku tidak mau mengganggu rumah tanggamu bersama Kak Ziva. Aku tidak mau jadi benalu di antara kalian berdua"
"Mungkin jika kita memang jodoh kita akan bertemu lagi mas suatu saat kita akan bertemu, tapi kalau kita memang ditakdirkan tidak berjodoh mungkin anak-anakmu hanya akan tahu kalau mereka anakmu saja tanpa aku mempertemukanmu dengan anak-anak kita, aku takut jika kau menjebakku dan mengambil anak-anakku untuk diasuh oleh kak Ziva, aku tidak sanggup bisa-bisa aku gila kalau itu sampai terjadi hari ini rasanya aku ingin sekali memelukmu, makanya aku mengeluarkan fotomu agar aku bisa sedikit mengobati rasa rinduku padamu"
Bella membenarkan tidurnya lalu memeluk foto suaminya dengan begitu erat, sekarang baru sadar ternyata dirinya sudah mencintai sosok suaminya.
__ADS_1