Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 187 Adi


__ADS_3

Byur


"Bangun Adi jangan tidur saja, apakah kau tidak tahu apa yang terjadi pada keluargamu di sana, mereka hancur anakmu Cempaka sudah diculik dan Andaru sudah ditembak, bagaimana pembalasan yang aku berikan padamu sudah aku bilangkan jangan pernah bermain-main denganku. Aku akan balas suatu saat nanti dan sekarang adalah saatnya"


Adi yang baru saja sadar menatap sekitar dan matanya langsung bertatapan dengan Mario " Sialan kau, kau beraninya mengeroyok, kau beraninya menghabisi keluargaku saja. Kalau berani kau lawan aku jangan menyangkut pautkan semua ini dengan keluargaku kembalikan Cempaka"


Mario menampar wajah Adi " Kalau aku sendirian tidak seru, kau sudah menghabiskan lahanku membakarnya dan membuat aku harus kehilangan semua itu. Membuat aku juga akan bangkrut tapi sekarang aku sudah kembali, aku sudah bisa membalaskan apa yang telah kau lakukan dan kau juga tidak akan pernah tahu siapa yang bekerja sama denganku " Mario mengelilingi tubuh Adi sambil menyuntikan sesuatu pada leher Adi.


"Ada keluarga dari perempuan yang pernah kau bunuh Adi, dia bekerjasama denganku untuk menghancurkan mu dan memberi balasan padamu. Bagaimana ditinggalkan oleh anak perempuannya. Mungkin Cempaka adalah gantinya, untuk menggantikan anak mereka yang telah kau bunuh"


"Mungkin kau tidak akan mengingat perempuan yang mana, karena kau sudah terlalu banyak membunuh seorang perempuan dan anakmu ada di sana untuk membalas kesakitan mereka, karena anak mereka telah kau bunuh. Oh ya dan satu lagi maafkan aku tadi aku sudah menembak istrimu. Aku tidak tahu sekarang keadaannya seperti apa, mungkin dia sudah mati di pinggir pantai tidak akan ada yang menolongnya. Kau juga akan mendapatkan kabar duka Adi"


Adi yang badannya tiba-tiba saja lemas tak bisa melakukan apa-apa hanya bisa diam mendengarkan celotehan yang dilontarkan oleh Mario.


Kaki dan tangannya di ikat, dirinya tak bisa bergerak tak bisa bicara juga entah kenapa ini, pasti Mario tadi sudah menyuntikan sesuatu.


Bagaimana dengan keadaan istrinya dan anak-anaknya juga. Apalagi Bella ditembak, di sana sangat sepi bahkan dirinya tidak membawa anak buahnya untuk pergi ke air terjun itu.


Bagaimana sekarang Bella, jangan sampai dirinya mendengar kabar duka. Dirinya tidak akan pernah sanggup untuk ditinggalkan oleh istrinya. Cempaka juga dia di mana sekarang. Andaru juga di tembak dan bagaimana keadaannya. Semuanya kacau sangat kacau sekali.


"Kenapa kau tidak menjawab, biasanya kau akan berkata kasar padaku dan meronta-ronta ingin dilepaskan. Tapi sekarang kau tidak berdaya. Ups tadi aku sudah menyuntikan sesuatu cairan yang bisa membuatmu seketika lemas dan tidak bisa bicara. Maafkan aku, aku tadi tidak sengaja, tapi tenang saja dalam beberapa jam obat itu akan hilang. Aku tidak sabar sih mendengar kabar kematian istrimu itu"

__ADS_1


"Tapi lebih enak sih bicara denganmu saat kau sedang tidak berdaya seperti ini, apakah kau ingin menyusul istrimu juga, supaya kalian sama-sama lagi supaya kalian di neraka bersama-sama"


Maria menatap wajah Adi lebih dekat lagi, Mario melihat ekspresi Adi yang marah tapi dia tak bisa mengatakan apa-apa.


Mario tertawa senang dan menepuk-nepuk bahu Adi " Lucu sekali wajahmu saat seperti ini, rasa-rasanya aku ingin tertawa terbahak-bahak dan melihat ini terus menerus, kau sungguh lucu sekali Adi "


"Padahal penawaran dari awal harusnya kau terima saja, kau mendapatkan apa yang kau mau dan aku mendapatkan istrimu yang cantik itu. Tapi , kau sama sekali tidak mau kan. Sungguh bodoh harusnya kau terima saja"


"Meskipun kau tidak bisa memilikinya lagi tapi kau masih bisa melihat dia bahagia bersama aku Adi, kau harusnya membiarkannya saja bersamaku, dia akan bahagia dia akan senang dan apapun yang dia mau akan aku penuhi. Kau tenang saja istrimu itu akan aku urus dengan baik, tapi sekarang percuma dia sudah menjadi mayat. Dia pasti sudah membeku di sana atau mungkin sudah dibawa oleh ikan dan dicabik-cabik tubuhnya itu"


"Karena kau diam saja, pasti saat dipukuli kau juga akan diam tidak akan melawan dan tidak akan berteriak juga kan. Itu lebih baik bawa pemukul bisbol sekarang juga, bagikan satu-satu dan ayo berkeliling lah di sini buat lingkaran dan Adi di tengah-tengah. Ayo semuanya cepat-cepat merapat-merapat "


Anak buah Mario yang ada di sana segera melakukan apa yang bosnya mau, mereka segera mengambil apa yang diminta bosnya. Lalu mengelilingi Adi. Mario sebelum itu keluar dulu dari lingkaran itu.


Anak buah Mario langsung melaksanakan apa yang bosnya suruh, mereka memukuli Adi tanpa rasa kasihan sama sekali, sedangkan Adi yang dipukuli hanya bisa menahan setiap pukulan.


Ada yang mengenai kepalanya, tengkuknya, banyak lagi badannya sakit kepalanya pun sakit dipukuli seperti ini. Darah sudah mengucur dengan deras dari hidungnya, dari mana-mana sudah mengucur.


Adi mencoba untuk bertahan, dirinya masih tidak percaya kalau istrinya sudah tiada, dirinya tidak akan percaya dengan kata-kata Mario. Dia adalah bajingan.


"Hahaha aku senang, aku bahagia melihat Adi tersiksa seperti ini, ayo pukuli dia terus, terus sampai dia mati kalau perlu "

__ADS_1


Kursi yang Adi duduki tiba-tiba terjatuh. Mario langsung memberhentikan anak buahnya untuk memukuli Adi, lalu melepaskan ikatan yang mengikat tangan Adi dan juga kakinya. Adi sudah tidak berdaya bahkan nafasnya sudah tidak beraturan.


"Baiklah kita tinggalkan dulu dia untuk beristirahat. Setelah beberapa jam nanti kita akan kembali dan kita habisi Adipramana, agar semua orang tahu kalau aku bukan orang sembarang dan aku bisa menghabisi Adipramana mafia terhebat ini. Ayo kita makan-makan dulu kita rayakan kemenangan kita, karena berhasil menangkap Adipramana, membunuh istrinya, menculik anaknya dan juga menembak anak pertamanya Andaru. Ayo kita rayakan semuanya"


"Ayo bos kita rayakan semuanya "


"Ya benar kami tak sabar ayo-ayo "


Mereka segera keluar dari dalam gudang itu dan masuk kerumah utama. Adi sendiri dia hanya bisa diam menahan semuanya, air matanya mengalir mengigat keluarganya yang sudah diusik oleh Mario.


Lihat saja dirinya tak akan mati dengan mudah, Adi mencoba untuk merangkak, dirinya tak boleh terlihat lemah, dirinya harus kuat untuk keluarganya.


Meskipun sakit badannya saat di gerakan namun Adi tak peduli, dirinya harus pulang dan melihat keadaanya rumahnya dan juga istrinya.


Hatinya mengatakan kalau sang istri masih ada, dia masih hidup dia tak pergi meninggalkannya ini pasti hanya akal busuk Mario saja untuk membuatnya lemah.


Istrinya tak mungkin meninggalkannya, dia sangat kuat dia pasti akan bertahan semoga saja ada orang yang menemukannya dan membawanya kerumah sakit.


Di sana juga tidak sedikit orang, banyak yang berlibur ke sana. Mereka punya pasti niat baik untuk menolong istrinya yang sedang terkapar, atau mungkin ada penjaga pantai yang menemukan istrinya.


Dirinya akan selalu mendoakan keselamatan istrinya, meskipun dirinya tak tahu akan selamat atau tidak tubuhnya sudah sangat lemas dan rasanya sudah tidak kuat saja sakit semua. Badannya sudah remuk sekali.

__ADS_1


Pasti tulang-tulang tubuhnya juga sudah patah, mereka memukul dirinya dengan pemukul bisbol dan tidak hanya satu orang saja yang memukul tapi banyak orang.


Mereka juga memukul dengan keras tidak pelan, mereka memukul diriku dengan membabi buta,tanpa memikirkan bagaimana rasa sakit saat pemukul bisbol itu mengenai tubuhku.


__ADS_2