Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 279 Siapakah dia sebenarnya


__ADS_3

"Pulang aku tidak mau lagi naik kereta api, rasanya pusing sekali lebih baik naik mobil saja nanti dijemput"


"Kau ini terus saja mengeluh. Kita baru sampai, ayo cepat kita kerjakan tugas kita dan semuanya selesai"


Cempaka lebih dulu berjalan diikuti oleh Andaru dari belakang, lalu Cempaka berhenti disebuah bangunan yang sudah sangat kuno.


"Lihat bangunan itu sangat cantik, sudah berapa tahun ya dibangun kita masuk ya nanti Andaru "


Andaru bukannya menjawab dia malah mengagumi wajah adiknya, sampai dia mengeluarkan ponselnya dan memfoto Cempaka yang sedang tersenyum.


"Hey aku bicara padamu"


"Iya aku tahu, kenapa kau malah selfi "


"Siapa yang selfie, aku sedang mendokumentasikan tugas kita. Agar guru percaya kalau kita memang benar-benar datang ke tempat ini, tempat yang sangat jauh dan sangat melelahkan"


"Melelahkan katamu, ini tempat yang bagus "


Andaru terus saja memfoto Cempaka, sekarang Cempaka sedang menghadap kearahnya, makin senang saja Andaru sampai tersenyum-senyum sendiri.


"Lebih baik kita makan dulu saja, aku lapar kulihat tadi dibawah ada restoran "


"Kita ke sini bukan liburan Andaru, kita di sini ingin mengerjakan tugas ayo cepat bereskan tugas ini maka kita akan cepat-cepat pulang dan makan di rumah. Jangan menghambur-hamburkan uang di rumah juga masih banyak makanan kan"


Cempaka menarik tangan Andaru tanpa sadar, tapi Andaru tak menolah dia mengikuti langkah Cempaka. Mereka sampai disebuah tempat yang dicat warna-warni dan didepannya juga ada sebuah bangunan yang tak kalah bagusnya dari yang pertama.


Andaru memisahkan diri dari Cempaka dan melihat anak kecil yang sedang memainkan gitar, dia sedang mengamen.


Saat anak kecil itu akan pergi, Andaru mendekatinya dan mengambil gitarnya lalu bernyanyi. Cempaka yang bingung suara siapa langsung menatap ke arah Andaru, Andaru terus saja bernyanyi sambil menatap Cempaka.


Tatapannya begitu dalam sekali, sesekali juga Andaru tersenyum pada Cempaka. Banyak orang yang memberikan uang. Anak kecil itu bahagia sekali dan menghampiri Cempaka.

__ADS_1


"Ayo kak bergabung "


"Tidak aku tidak bisa "


Tapi tangan Cempaka terus ditarik, Cempaka akhirnya mengikuti Andaru bernyanyi dan sesekali berjoget bersama anak kecil itu.


Andaru begitu senang melihat perempuan idamannya begitu bahagia disampingnya. Tersenyum bahagia meskipun kenyataannya perempuan yang dirinya cintai itu adiknya. Memang tidak bisa dipungkiri semuanya pasti benar kalau Ayu adalah adiknya.


Tapi biarkan dulu dirinya menghabiskan waktu bersama Cempaka, meskipun dirinya harus memendam semua rasa yang begitu menggebu-gebu ini.


Biarkan rasa ini menghilang dan berubah menjadi rasa sayang sebagai Kakak pada adik, bukan pada laki-laki yang tertarik pada lawan jenisnya.


Sudah dirinya coba untuk melupakan Ayu dalam hatinya dan membuangnya jauh-jauh, bahkan dirinya sampai memarahi Ayu membentaknya menjauhinya. Tapi tetap saja hatinya begitu berat, mungkin untuk melupakannya harus seperti ini meskipun entah kapan akan bisa melupakan adiknya ini.


Dirinya dan juga adiknya akan hidup sama-sama selamanya dan entah kapan dirinya bisa melupakannya, dan mencari sosok yang bisa dirinya cintai sedalam ini. Mungkin dirinya dulu pernah berpacaran dengan wanita-wanita lain, bahkan dengan Aliya tapi rasa cintanya tidak sedalam ini tidak sedalam pada Ayu.


Setelah selesai bernyanyi anak itu langsung memeluk Andaru "Terima kasih Kak, tidak pernah aku mendapatkan uang sebanyak ini. Rasanya hari ini aku sangat beruntung Kakak datang kemari banyak orang-orang yang memberikan uang, terima kasih sekali lagi"


Andaru mengusap rambut anak kecil itu dan bertanya "Memangnya uangnya akan kau belikan apa"


Setelah anak kecil itu pergi, senyum Cempaka langsung hilang dan melangkah pergi meninggalkan kakaknya disana.


...----------------...


"Kenapa kau malah membawaku ke ruangan ini, aku hanya meminta uang padamu sesuai perjanjian kita"


"Duduk "


Paman Dion dengan patuh duduk. Tiba-tiba pintu dibuka dan masuklah seorang laki-laki paruh baya, dia langsung duduk disebuah kursi pimpinan dan menatap Paman Dion.


"Siapa lagi ini "

__ADS_1


"Aku adalah orang yang selalu memberikanmu uang, kamu minta kembali uang pada dia" tunjuk laki-laki itu pada kepala sekolah.


"Iya sesuai perjanjian. Setiap bulan dia akan mengirimkan uang padaku maka apa salahnya aku minta. Dia yang sudah berjanji maka harus ditepati tidak boleh berbohong. Kalian ini para orang kaya kan mana mungkin berbohong"


"Kau meminta dua kali lipat"


"Iya aku minta dua kali lipat. Kalau tidak aku akan sebarkan video ini, kau tahu kan video ini sangat berarti bagi sekolah ini. Kalau saja aku pencet dan sebarkan mungkin kalian akan hancur"


"Begitu ya. Baiklah aku berikan uang dua kali lipat, tapi aku tidak jamin keponakanmu Budi akan selamat. Mungkin nanti aku akan mengirimkannya ke rumahmu menggunakan peti mati, itu sepadan kan dengan apa yang kau minta"


"Kenapa kau malah balik mengancamku "


"Kenapa memangnya. Apakah aku salah kau juga mengancamku kan, maka aku berikan ancaman juga padamu. Sudah untung kami memberikan uang padamu tidak langsung membunuhmu"


Paman Dion langsung bangkit dan meninggalkan ruangan ini. Sungguh mereka ini licik mereka ini mentang-mentang pada orang kaya makannya begitu tak segan-segan membunuh orang lain.


Awas saja dirinya akan kembali lagi dan memberikan hak lagi, awas saja habis mereka oleh dirinya. Kalau saja bukan Budi ancamannya mungkin dirinya akan menerimanya tapi ini keponakannya.


"Kau harus sedikit banyak ancaman Ginanjar. Aku tidak mau mengeluarkan uang lebih banyak lagi"


"Maafkan aku Tuan, aku sungguh ceroboh karena membuat perjanjian itu dengan laki-laki licik itu "


"Pakailah otakmu, jangan terus mengandalkan uang. Bagaimana kalau Adi tahu bisa hancur kau dikeluarkan dari sekolah ini dan aku tidak mau sampai anakku juga terlibat dalam masalah ini. Masalah tabrak lari itu sudah sangat merusak segalanya"


"Iya tuan lain kali saya akan lebih memikirkan segala reskikonya. Sekali lagi saya minta maaf saya tidak akan teledor lagi "


"Ya jangan teledor lagi, satu hal lagi hati-hati dengan Ayu. Dia itu anak Adi, mungkin dia di sini menyamar sebagai Ayu. Tapi dia bisa membongkar segalanya kau bisa habis olehnya"


"Apa Ayu anak tuan Adi "


"Iya maka hati-hatilah dengan anak itu, bisa saja dia merusak semuanya. Bisa saja dia membongkar semuanya. Jangan pernah meremehkan anak perempuan itu karena kepintarannya menurut dari orang tuanya, dia pasti akan menghancurkan mu nantinya "

__ADS_1


"Baik tuan terimakasih atas informasinya "


Laki-laki paruh baya itu langsung pergi dari ruangan itu. Tak ada gunanya lagi kan dirinya ada disini.


__ADS_2