Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 143 Inilah akibatnya


__ADS_3

"Nyonya"


"Ada apa kak Sera "


Bella menatap Sera dengan binggung wajah kak Sera begitu khawatir ada apa coba .


"Em nyonya, Serena sakit dia tak mau makan "


Bella diam menatap Sera sebentar lalu membelakangi Sera , "biarkan kalau dia tak mau makan, biarkan dia kelaparan itu maunya dia "


"Apakah tak akan diperiksa nyonya "


Bella menatap Sera lagi dan mengerutkan keningnya "kenapa kau tiba tiba perhatian seperti ini Sera ada apa, apa kalian mulai berteman "


"Bu bukan begitu nyonya hanya saja apakah nyonya tak khawatir dia kan kakaknya nyonya "


"Sudah biarkan dia seorang pengkhianat dan tak perlu dikhawatirkan biar dia tahu rasa "


Bella melangkah pergi meninggalkan Sera sendirian yang masih diam mematung disana.


***

__ADS_1


"Akhh kau kalah Adi, lihat aku masih hidup " laki laki itu tertawa terbahak bahak meskipun wajahnya sudah berdarah darah dan matanya tertutup sebelah, serta badannya juga tak kalah babak belurnya.


Adi menatap laki laki itu dengan tenang jangan dengan emosi, kalau dengan emosi dirinya sama saja dengan laki laki itu.


"Zack kurung dia, biarkan dia mati perlahan dan jangan pernah obati dia "


"Baik tuan, "


"Sekali terus selidiki siapa dia, keluarganya siapa, kita serang keluarganya saja, bawa Dea padaku nanti Zack "


Adi segera melangkah masuk kedalam ruangan pribadinya, dia mengelap tangannya dan menyalakan rokok untuk membuat dirinya lebih rileks saja.


Adi menghembuskannya dengan kasar dan masih memikirkan siapa laki laki itu, apakah dirinya mengenalnya siapa dia, apa dirinya pernah berbuat salah padanya atau dia anak dari musuhnya..


Adi menatap Zack yang membawa Dea, memang Dea sengaja di pindahkan kemari karena dirinya sendiri yang ingin menghukumnya tanpa sepengetahuan sang istri.


"Tuan maaf kan saya, saya khilaf " teriak Dea sambil menangis.


Adi membuang rokoknya dan memegang dagu Dea sambil menekannya "khilaf ? apa itu hal yang bisa dimaafkan kurasa tidak, nanti kau akan lihat bagaimana aku khilaf pada keluargamu "


"Jangan tuan jangan lakukan itu tolong jangan kau sakiti keluargaku kau hukum saja aku "

__ADS_1


"Aku menghukum dirimu, kau juga ingin mencelakai istriku kan, maka aku pun akan mencelakai keluargamu agar kita sama "


Sebentar aku akan menyetel kan film untuk mu, pasti kau akan suka dan bahagia sekali.


Adi menyalakan televisi besar itu dan menatap ekspresi Dea yang ketakutan dan dia juga berteriak dengan histeris.


"Tidak tuan lepaskan meraka "


Adi menatap televisi dan melihat semua keluarga Dea di ikat di satu tempat dan juga ada anaknya disana, mereka sedang ketakutan.


"Kenapa aku harus melepaskan mereka, kau sudah tahu kan apa konsekuensinya bila bermain main denganku, makan inilah balasan yang harus kau terima, sudah aku bilang jangan macam macam denganku "


"Ayo kita hitung ya, 1 2 3 " rumah itu langsung terbakar api langsung melahap mereka, Adi tertawa melihat Dea yang meronta ronta ingin dilepaskan.


"Bagaimana apakah kau suka"


"Kau tuan sungguh kau bukan orang baik kau tega "


"Kau juga sama kita sama saja "


Adi kembali melihat televisi itu dia melihat semua orang yang ditali itu terbakar dan Adi juga mendengar teriakan kesakitan mereka semua, Dea sudah berbicara kasar padanya namun Adi sama sekali tak menghiraukannya malah Adi dengan tenang menonton kelakuan anak buahnya yang memang dirinya suruh untuk melakukan ini.

__ADS_1


Biar tahu rasa kalau bermain main dengannya inilah yang akan terjadi bahkan anak buahnya melihat semua ini, sengaja dirinya memasang CCTV disana agar semuanya bisa melihatnya, kecuali istrinya Bella dia tidak tahu.


__ADS_2