Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 321 Sukses juga kan


__ADS_3

"Apakah ini benar rumahnya Ayu, apa kita tidak salah rumah kan" tanya Aina yang masih tidak percaya.


"Iya tadi kan Ayu sudah mengirimkan nomor rumahnya juga, masa kita salah masuk ga mungkin kan tadi juga kata satpam memang benar ini rumahnya" jawab Budi dengan yakin


"Yaudah deh kalau bener, aku cuman takut salah masuk rumah orang aja "


Pintu gerbang terbuka disana ada beberapa orang berseragam hitam "Ada yang bisa kami bantu anak-anak "


Budi langsung angkat bicara "Iya Pak, ini benar rumahnya Ayu, eh maksudnya Cempaka. Kami ingin bertemu dengannya"


"Baiklah silakan masuk Nona sudah menunggu di dalam "


"Terimakasih pak "


Mereka bertiga langsung dituntun oleh seorang perempuan, yang tadi membukakan pintu dan mengantarkannya ke kamar Cempaka.


"Nona ini ada temannya mereka sudah datang"


Pintu langsung di buka, Cempaka langsung menarik mereka bertiga untuk masuk. Dan Bianca langsung saja menguncinya.


"Aman "


"Kalian ini kenapa sih" tanya Danu yang kebingungan oleh tingkah Bianca dan juga Ayu.


"Ada yang mau kepo, makanya harus cepat-cepat masuk. Sini duduk-duduk kita udah siapin makanan dan kita sekarang ngobrol apa sih Budi yang mau kamu omongin sama aku, sampai-sampai kita harus berkumpul dulu"


Mereka masih berdiri mengagumi kamar Cempaka yang begitu besar ini sama saja dengan rumah mereka besarnya.


Mereka langsung duduk setelah mengagumi semuanya "Aku ga percaya Ayu, kalau kamu itu sebenarnya anak orang kaya dan kembarannya Aksa sama Andaru"


"Ya awalnya juga aku sama ga percaya kok. Ya udah kita langsung ke intinya aja ya. Ini udah malam banget kalian jadi nginep kan"


"Boleh dengan senang hati kami akan menginap "jawab Budi dengan riang.


Aina dan Danu langsung memukul lengan Budi,dasar ni anak bikin malu aja. Ga dimana-mana bikin malu saja..


"Begini Ayu, aku tahu kamu tidak mau berurusan lagi dengan Sinta tapi aku ingin membalas kelakuan Aliya dan juga Galang padaku tadi. Aku ingin memberikan sesuatu yang mungkin akan membuat mereka sadar dan melepaskan Sinta juga dari cengkeramannya Aliya"


"Iya sebenarnya Budi memang aku juga tidak mau berurusan lagi dengan Sinta, aku sudah lelah aku capek terus disalahkan oleh dia. Padahal selama ini aku tidak pernah salah kan padanya. Aku melakukan ini salah, aku melakukan itu salah pokoknya apapun yang aku lakukan di mata Sinta itu selalu saja salah, tapi karena kalian ingin membalas dendam pada Aliya dan Galang maka aku ikut saja. Mungkin kalian intinya ingin menyelamatkan Sinta, tapi aku hanya ingin memberi pelajaran saja pada Aliya"


"Boleh, ini semua pasti otaknya adalah Aliya perempuan itu memang sangat licik sekali "ucap Aina yang kesal juga dengan kelakukan Aliya dan juga Galang.


"Aku dan Budi akan setuju melakukan permainan ini, apakah kamu Danu, Bianca dan juga Aina akan mengikuti aku dan juga Budi, masa sih kita berdua saja yang melakukan ini"


Aina langsung menganggukan kepalanya. Bianca juga dan Danu juga sama mereka setuju dengan apa yang akan mereka rencanakan, mereka segera membahas apa saja rencana yang akan mereka lakukan, semuanya sudah terkumpul rencana mereka sudah tersusun satu persatu.


"Baiklah rencana pertama harus dilakukan besok, kita harus berhasil ya jangan sampai gagal "ucap Cempaka dengan semangat.


"Tentu saja kita harus memberi dia pelajaran, enak saja dia selalu saja membully kita, sedangkan kita tidak bisa menyadarkan dia. Semoga saja dengan permainan ini kita semua bisa menyadarkannya kan Aliya dan kawan-kawannya "jawab Bianca juga.


Tiba-tiba saja pintu diketuk dengan sangat kencang, Cempaka yang tahu itu siapa hanya mendiamkannya saja "Ayu kayaknya itu Mama kamu deh" kata Budi


"Bukan itu anak-anak nyebelin, mereka tuh pengen tau aja tentang apa yang kita bicarain. Udah biarin aja, ga usah dihiraukan "

__ADS_1


"Dek buka dong dek pintunya, kita juga pengen tahu. Jangan rahasia-rahasiaan bilangin mama nih "teriak orang yang di luar entah Andaru entah Aksa.


"Tuh kan kataku juga apa mereka berdua, mereka tuh ngotot pengen tahu kalau mereka tahu tentang kita yang akan memberi pelajaran pada Aliya yang ada salah satu dari mereka akan membocorkan ini, kita juga nggak tahu kan takutnya mereka masih berteman sama Aliya dan juga Galang"


"Udahlah kalian ini mau tahu aja rahasia kita, udah kalian tuh tidur bukannya pengen tahu rahasia orang aja "teriak Cempaka karena tidak mau membukakan pintu untuk Aksa ataupun Andaru yang ada mereka akan masuk.


"Awas ya dek, pokoknya kita bakal tahu, kita berdua bakal tahu apa yang kamu rahasia kalian"


"Terserah kalian sajalah yang terpenting aku tidak mau memberitahunya"


...----------------...


Sinta yang sudah selesai makan hanya melihat neneknya yang memberikan meja makan "Waktu itu kamu bukannya belajar bersama Aina ya, tapi kenapa tiba-tiba dia pergi dan jadi jarang ke rumah ya"


"Udahlah nek, jangan tanyain Aina lagi, dia itu bukan temen aku lagi. Aku udah muak sama dia pokoknya aku udah muak sama teman-teman aku. Mereka itu ada saat aku sehat saat aku seperti ini mereka tidak akan peduli"


"Jangan berkata seperti itu Sinta, kalian itu berteman dari kecil tidak ada bagaimana mereka semua selalu mendatangi rumah kita dan bertanya keadaanmu. Kamu jangan mengada-ngada dan bilang kalau mereka tidak peduli padamu. Mereka sangat peduli padamu jangan katakan itu lagi ya, mereka akan sedih kalau mendengar kamu mengatakan itu semua"


"Terserah "


Sinta langsung masuk kedalam kamar dan mengunci pintunya. Sinta memikirkan bagaimana caranya dirinya pergi kesekolah. Aliya sudah tidak mau menjemputnya lagi.


Bagaimana ya, dirinya sudah sangat pusing sekali dengan semua ini. Kenapa bisa seperti ini ya. Kalau misalnya naik taksi, apakah supirnya mau membantunya yang pasti tidak mungkin.


"Apakah aku harus meminta bantuan Ayu, tidak jangan sampai aku minta bantuan pada perempuan munafik itu. Yang ada dia akan besar hati dan mengatai aku nantinya"


Aliya berpindah ketempat tidurnya menarik selimutnya dan masih memikirkan bagaimana pergi kesekolah besok. Biasanya akan ada supir Aliya yang mengantar jemputnya tapi sekarang tidak ada.


"Aku harus bagaimana aku tidak mungkin pergi sendiri, aku sungguh binggung pergi sekolah besok. Apakah aku harus berhenti sekolah, tapi tidak mungkin kan kalau aku berhenti sekolah, aku susah-susah masuk kesana"


...----------------...


"Ini pegang Aina kucingnya "


"Iya baiklah "


Aina langsung turun terlebih dahulu, sedangkan Budi dan juga Cempaka berlari ketempat yang sudah mereka targetkan.


Bianca dan Danu mereka nanti akan muncul tiba-tiba, nanti lihat saja apa yang akan mereka lakukan.


"Aliya kamu udah tabrak kucing aku "


Aliya langsung turun dari dalam mobil, dia tidak tahu kalau di belakang mobilnya ada kucing "Ya ampun Aina aku tidak tahu kamu membawa kucing ke sekolah, apa yang terluka "


"Iya aku bawa kucing kamu tega ya sama kucing ini, aku akan bawa dia ke UKS "


"Kenapa membawanya ke UKS, Aina bawa ke rumah sakit ayo cepat aku akan mengantarnya jangan lari seperti itu Aina, aku akan bertanggung jawab kamu jangan gila ah bawa ke UKS. Di UKS ga ada obat kucing ya"


Aliya terus saja mengejar Aina, dia tidak mungkin menabrak kucing, tidak tidak kucing adalah hewan yang paling dirinya takuti, jangan sampai nanti kucing itu mendatangi rumahnya karena dia sudah menabraknya dan minta tanggung jawab.


"Aina jangan seperti itu. Ayo kita ke rumah sakit ayo kita cek keadaan kucing itu, aku akan bertanggung jawab. Cepat aku akan menanggung semuanya"


Tapi Aina dia terus saja berlari ke dalam UKS dan masuk. Aliya telah masuk tapi tidak ada siapa-siapa "Aina jangan main-main. Ayo cepat kamu di mana tadi kamu masuk ke sini kan. Jangan bersembunyi ayo cepat kita ke rumah sakit. Aku yang akan membiayai semuanya aku juga tidak akan marah, cepatlah jangan membuat aku khawatir seperti ini "

__ADS_1


Budi yang sudah bersiap-siap dan juga Aina, langsung saja menangkap tangan Aliya dan melepaskan kucingnya begitu saja "Apa-apaan kalian berdua ini hah, lepaskan tanganku jangan macam-macam ya lepaskan tanganku. Sialan kalian ya "


"Sudah diam Aliya. Jangan berteriak seperti itu, nanti tenggorokanmu akan sakit, sudah diamlah "


"Lepaskan aku Aina. Kamu jangan main-main dengan aku, sudah berniat baik aku untuk membawa kucing itu ke rumah sakit, lepasin aku sialan ya "


Aliya terus saja berontak, tapi tidak bisa, Budi dan juga Aina memegang tangan Aliya dengan sangat erat. Lalu didudukkan nya di kursi roda dan kedua bola mata Aliya ditutup oleh Cempaka yang ada di belakang dari tadi. Aliya bahkan tak menyadarinya.


"Lepaskan buka mataku, buka aku tidak mau harus seperti ini, sialan ya kalian dasar anak-anak sialan"


"Aliya kamu saja suka membully orang tapi saat kamu diperlakukan seperti ini, kamu tidak mau"ucap Budi sambil menali tangan dan kaki Aliya dengan tali rafia yang dia bawa.


"Lepaskan aku berani-beraninya kalian ya melakukan ini padaku, aku akan memberitahu papihku, lepaskan kalian sudah sangat keterlaluan. Lepaskan aku tidak suka seperti ini, lepaskan "


Aliya sudah berteriak sekencang kencangnya. Bahkan dia sudah mencengkram tangannya, ingin segera dilepaskan tapi sulit karena ditali dengan begitu kuat oleh Budi.


Cempaka mendekatkan dirinya dan mengatakan sesuatu "Tenanglah Aliya, jangan histeri seperti itu masa orang yang selalu membully takut saat diperlakukan seperti ini "


"Ayu kamu berani padaku lepaskan"


"Tentu saja berani, kenapa aku harus tidak berani padamu"


Budi langsung saja mendorong kursi roda itu. Aina dan juga Cempaka mengikutinya dari samping mereka membawa Aliya ke kantin yang pasti anak-anak semua ada di sana. Untuk mempertontonkan Aliya, bukan mau mempermalukannya tapi ingin mereka sadar kalau pembulian itu tidak baik dilakukan di sekolah ataupun di manapun.


Orang-orang kaget saat melihat Aliya, yang duduk di kursi roda dan matanya ditutup serta tangannya ditali seperti itu "Lihatlah ini Aliya teman-teman kalian yang selalu membully kalian juga kan"


Abigail yang melihat itu akan maju, tapi Cassandra langsung menahan tangannya agar tidak ikut campur" Sudah diam Abigail jangan ikut campur, sudah biarkan saja "


"Jangan ikut campur biarkan Aliya dihakimi oleh mereka. Kita juga tidak akan pernah tahu kan kapan giliran kita akan di-bully oleh Aliya. Kita lihat saja apakah ratu pembully itu akan bisa bertahan atau dia akan menangis seperti orang-orang yang selalu dia bully" sekarang Keisha yang berbicara. Dia pernah dibully oleh Aliya dan masih ada rasa dendam didalam hatinya ingin membalas semuanya tapi tak bisa.


Mau tidak mau Abigail diam saja, dia khawatir dengan keadaan Aliya tapi benar juga kata teman-temannya.


"Lepaskan aku Ayu. Jangan macam-macam padaku apakah kamu tuli "


"Lihatlah semuanya ini adalah Aliya yang selalu membully kita Aku di sini bukan ingin mempermalukan Aliya atau mau bagaimana. Aku hanya ingin membuat dia sadar. Aliya bagaimana saat diperlakukan seperti ini. Apa kamu suka apa kamu senang tidak kan. Maka jangan selalu membully anak-anak yang lain, sadarlah semua itu tidak baik kamu lakukan"


"Lepaskan aku Ayu, ini tidak lucu lepaskan. Aku tidak mau diperlakukan seperti ini lepaskan tali ini dan biarkan aku pergi kamu ingin dikeluarkan dari sekolah ini hah, kamu ingin aku bertindak "


"Aku siap dikeluarkan dari sekolah ini, tapi keadilan harus ada di sini jangan pernah ada pembulian lagi. Aku mau kamu Aliya menyesali semua apa yang kamu lakukan dan meminta maaf pada orang yang pernah kamu bully semuanya tidak terkecuali"


"Tidak sudi. Aku tidak akan pernah sudi meminta maaf pada kalian, yang ada aku akan lebih membully kalian semua. Apalagi kamu Ayu kamu yang akan lebih parah aku bully di sini. Ingat itu teman-temanmu juga akan aku habisi sama mereka juga akan aku permalukan, aku tak pernah main-main"


"Masih tidak sadar juga Aliya, padahal aku sudah melakukan ini padamu, tapi kamu tidak punya niatan baik untuk berubah, berubah menjadi lebih baik itu tidak masalah kan. Kamu harus bisa mengubah segalanya. Jangan keras kepala ayo minta maaf pada mereka semua, maka kita semua di sekolah ini akan tenang kita akan berteman dan tidak ada lagi kata pembullyan sesama teman"


"Jangan harap, aku akan melakukan itu sampai kapanpun. Aku tidak akan pernah mengikuti kata-katamu Ayu. Jangan jadi pahlawan di sini kamu ini di sini anak baru, lepaskan aku dan buka penutup mataku ini"


Teman-teman yang lain juga tidak ada yang berani membuka ataupun membantu Aliya. Karena mereka juga sama geramnya dengan pembullyan yang dilakukan Aliya dan Galang, serta kawan-kawannya itu sudah sangat keterlaluan. Bagaimana kalau sampai ada nyawa yang harus menjadi korban.


"Minta maaf lah dulu, baru aku akan melepaskanmu minta maaflah dengan tulus Aliya ayo "


"Tidak akan pernah, aku tidak akan pernah mau lepaskan aku sialan lepaskan aku, lepaskan aku"


"Ya sudah kalau begitu kamu diam saja di sini, sampai nanti pulang. Karena tidak akan pernah ada yang menyelamatkan kamu. Mereka semua tidak mau berurusan dengan kamu, bahkan teman-temanmu juga diam"

__ADS_1


Abigail menatap lagi Cassandra, tapi lagi-lagi Cassandra menggelengkan kepalanya untuk tidak ikut campur atas semua masalah ini, yang Ayu lakukan jangan sampai mereka terbawa-bawa.


"Sudahlah Abigail jangan terlalu takut, sekali-kali kita harus membiarkan dia diperlakukan seperti itu oleh orang lain. Mungkin itu balasannya, balasan atas apa yang pernah dia lakukan pada kita semua "Keisha berbicara dengan menggebu-gebu.


__ADS_2