
Adi yang masih di kantor terus saja kepikiran tentang Bella "**** kenapa aku selalu saja ingat perempuan itu "
Adi bangun dan mengambil ponselnya lalu menelfon Sera dan tak banyak waktu lama Sera mengangkatnya.
"Bagaimana keadaan Bella "
"Maaf tuan saya tidak tahu keadaan nona Bella, Nona masih dalam kamar mandi saya tidak punya kuncinya bukannya Tuan membawanya ya"
"Sial aku lupa " umpat Adi
Adi langsung mematikan sambungannya dan segera beranjak keluar dari kantornya "tuan maaf mau kemana sekarang ada meeting "
"Batalkan atau kau saja yang mewakili aku harus cepat pulang ada sesuatu yang perlu aku urus "
"Tapi Tuan "
Namun Adi keburu pergi meninggalkan kantornya, asisten Adi hanya bisa menggelengkan kepalanya dan mengambil berkas, tidak biasannya tuannya pergi terburu buru hanya karena ingin pulang.
Sudahlah jangan ikut campur tentang urusan tuannya lebih baik dirinya bekerja daripada nanti bermasalah dengan Tuannya itu, apalagi tuannya itu kan temperamental.
Adi selama perjalanan terus saja mengumpat karena tak disangka sangka macet, saat dirinya melihat jam tangan ternyata sudah jamnya makan siang.
"Sialan kenapa menjadi seperti ini, jangan sampai wanita itu bunuh diri "
Adi terus saja membunyikan klaksonnya dia sudah tak sabar ingin sampai dirumah dan melihat keadaan Bella, takut takut dia akan melakukan hal fatal.
***
"Bagaimana Ziva apakah sudah memikirkan semuanya"
"Entahlah aku belum memikirkan semuanya dan aku juga belum ada maksud untuk berselingkuh dengan laki-laki lain aku takut Adi akan begitu marah padaku dan konsekuensinya aku harus mati "
"Kau sekarang tidak asik tidak seperti dulu aku menyarankan ini pasti kau akan mengikutinya aku menyarankan itu kau pasti akan mengikutinya, semenjak kau menikah dengan Adipramana kau berubah"
__ADS_1
"Kau juga akan merasakannya saat kau menikah"
"Aku tidak akan menikah " 'kalau tidak dengan suami mu, karena suamimu begitu memukau dan dia begitu kaya' sambung Zea dalam hati.
"Jangan seperti itu Zea kau harus menikah bagaimanapun keadaannya kau harus menikah merasakan bagaimana rumah tangga dan mempunyai anak kau masih bisa mempunyai anak tidak sepertiku maka nikmatilah hidupmu nanti bersama pasanganmu"
"Ya sudah kau bujuk suamimu untuk menikahiku kau akan melihat bagaimana aku menikah dengan Adi suamimu"
"Kau cari laki-laki lain Adi sudah memilih perempuan itu jadi ya sudah aku tidak bisa membujuk Adi lagi untuk menikahimu aku pun inginnya kau yang menikah dengan Adi agar aku lebih leluasa dan lebih enak saja bersamamu, setelah itu anak yang kau kandung kan jadi anakku dan Adi tapi bagaimana lagi Adi tidak mau aku tidak bisa memaksanya aku tidak mau membuat dia marah dan murka padaku"
'Tidak akan kalau aku yang menikah dengan Adi aku tidak akan memberikan anak itu untuk kalian berdua, tapi aku akan memanfaatkan anak itu untuk memeras Adi dan terus ada di sampingku aku tidak akan melepaskan suamiku apalagi untuk menikah lagi dengan perempuan lain atau kembali pada istri pertamanya, aku ingin kau hancur Ziva aku ingin kau hancur sehancur-hancurnya dan tak memiliki apa-apa seperti aku saat ini, kau terlalu bahagia dilahirkan dari orang kaya dimanja semua yang kau mau diberikan dan saat kau menikah kau juga menikah dengan orang yang memang berkecukupan dan sangat kaya lebih kaya dari keluargamu harusnya aku yang bisa begitu bukan kau' batin Zea
"Zea kenapa kau diam saja "
"Ahhh tidak Ziva, aku hanya sedang memikirkan cara agar kita bisa menghilangkan perempuan itu, ya maksudnya kita bunuh perempuan itu agar suamimu Adi bisa menikah dengan ku bukannya kau ingin leluasa kan dan kita juga bisa sama-sama nanti satu rumah, satu atap dan pasti akan sangat menyenangkan"
"Tidak semudah itu kau akan sulit untuk menghadapi Adi dia mempunyai anak buah di mana-mana apalagi Zack dia akan menghancurkan kita, dia berbahaya "
"Hemm begitu ya, sulit ya, ayo kita kerumah mu sekarang aku ingin lihat bagaimana perempuan itu, secantik apa dia "
"Marii "
Mereka berdua segera bangkit dan berjalan kearah mobil, Zea ingin melihat secantik apa perempuan itu dan semenarik apa dia sampai sampai Adi ingin bersama perempuan itu, tapi dirinya merasa kasian juga pada Ziva dia terlalu polos dan bodoh.
***
Adi yang sudah sampai rumah langsung berlari kearah kamar Bella, membuka kunci kamar mandi dan mencari keberadaan Bella, matanya sudah berkeliling mencari Bella "Bella kau kemana "
Adi melihat ke arah bathtub yang penuh, dan airnya sudah keluar Adi langsung berlari ke arah sana dan melihat ada sebuah rambut dengan cepat Adi mengangkat tubuh itu benar saja ini Bella, wajahnya begitu pucat dan bibirnya membiru Adi yang khawatir langsung beralih ke arah luar "siapkan mobil siapkan mobil ayo cepat kita ke rumah sakit sekarang"
Pak supir dengan cepat langsung menyalakan mobil dan langsung pergi melakukan perintah yang tuannya katakan "cepat kita kerumah sakit terdekat dulu saja ayo cepat Tarjo "
"Baik Tuan baik "
__ADS_1
"Bella bertahan bertahan kau harus hidup aku tak membiarkan mu mati "
Adi mempererat pelukannya pada Bella, bahkan sesekali dia mencium kening Bella tanpa dia sadari, akhirnya mereka sampai dirumah sakit.
"Dokter dokter cepat tangani dia dokter, "
Beberapa dokter dan juga suster datang tergopoh gopoh dan langsung membawa Bella keruangan ICU. Adi hanya bisa mondar mandir dia terus saja melihat kearah kaca.
"Bella Bella jangan sampai kau kenapa Napa "
Kembali Adi melihat kearah kaca namun Bella masih ditangani.
***
"Mana perempuan itu Ziva "
"Adi sedang menghukumnya mungkin dia masih ada di kamar mandi"
Ziva langsung naik ke lantai atas diikuti oleh Zea, saat masuk kedalam kamar kosong hanya ada Sera yang sedang bersih bersih.
"Kemana perempuan sialan itu "
Sera langsung mengalihkan pandangannya "nona Bella dibawa ke rumah sakit oleh Tuan Adi nyonya"
"Kenapa dia bisa dibawa ke rumah sakit memangnya ada apa dengan perempuan itu kenapa tidak dibiarkan mati saja"
"Saya kurang tahu nyonya tapi tadi Tuan Adi terburu-buru dan membawa nona Bella ke rumah sakit sepertinya Nona Bella sudah sangat kedinginan"
"Sialan "
Ziva langsung keluar kamar sambil menelfon suaminya namun sama sekali tak diangkat "Adi kenapa kau tak mengangkat telfon ku, kenapa kau mendiamkan telfonku "
Ziva terus saja menelfon Adi, dia tak tenang kenapa suaminya sedikit berbeda saat perempuan itu datang, sedangkan Zea masih dikamar Bella "Sera bagaimana. perempuan itu maksudku wajahnya"
__ADS_1
"Nona Bella masih muda, dia berumur 17 tahun dan masih sekolah "
"Ow masih sekolah baiklah sepertinya saingan berat "