Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 80 Tak usah susah susah menyingkirkan


__ADS_3

Bella yang terbangun melihat sekitar dia lupa kalau sekarang dirinya sudah tak dirumah suaminya, rasanya ada yang hilang dari dalam dirinya, rasanya hatinya kosong.


Bella segera bangkit membasuh wajahnya dan menyikat giginya terlebih dahulu, setelah membersihkan dirinya Bella mengambil tas yang diberikan oleh ayah Anggabaya saat Bella membuka tasnya alangkah kagetnya saat membuka nya.


Ada bergepok gepok uang, ada sebuah surat rumah, lalu ada surat perusahan juga, dan juga surat perkebunan, lalu yang membuat Bella makin penasaran adalah sebuah amplop.


Setelah Bella membuka amplop itu didalamnya ada sebuah surat, Bella menarik nafasnya dulu lalu membaca suara itu.


Untuk anak ku Bella tersayang, ayah akan selalu merindukan mu.


Bella mungkin semua ini akan membuatmu sakit hati tapi kau harus mengetahui semuanya, kenapa aku melarangmu untuk pergi untuk bertemu dengan ibumu dan kakakmu dan aku hanya memperbolehkan mu pergi bersama ayahmu saja. Semua itu ada alasannya dan semua itu aku lakukan untuk kebaikanmu sendiri, untuk kau tidak bisa bertemu lagi dengan Adi, akan aku beritahu siapa yang telah menjualmu pada anakku Adi, dia adalah ibumu dan juga kakakmu Serena dia yang telah menjualmu kepada anakku. Aku juga awalnya tidak menyangka kalau yang melakukan itu adalah orang tuamu sendiri, dia adalah ibumu yang melahirkanmu dia yang melakukan itu aku minta jangan pernah sekali-kali kau menemuinya, mungkin kau boleh memaafkannya, tapi tidak untuk bersamanya kembali aku takut nanti ibumu akan melakukan hal yang sama lagi padamu. Kakakmu Serena yang tidak menyukaimu sangat suka saat kau dijual pada anakku.


Aku memberikanmu uang, ada surat rumah yang sekarang kau tinggali lalu sebuah perusahaan dan juga surat perkebunan yang ada di sana, semua itu akan menjadi milikmu na aku memberikannya untukmu semuanya dan jagalah semua yang aku berikan, aku akan menemuimu suatu saat nanti dan jika Adi memang mencintaimu dia akan datang menjemputmu dan akan membawamu pulang kembali. Tapi jangan berharap lebih pada anakku Adi, jika kau menemukan jodoh di sana dan ada laki-laki yang baik mencintaimu dan bisa menerima keadaanmu yang sekarang dan bisa menerima cucuku dengan baik maka kau terimalah dan menikah dengan laki-laki itu. jangan ragu jangan berpikir kalau Adi akan marah padamu pernikahan yang kalian lakukan itu adalah sebuah keterpaksaan, di sini aku akan mengurus surat perceraianmu dan juga Adi bukannya aku jahat ingin memisahkanmu dengan Adi tapi ini yang terbaik untukmu .


Satu lagi seperti apa yang aku pernah katakan padamu jangan beri tahu ayahmu kalau aku yang telah membantumu, aku ingin menemuinya nanti secara langsung saat aku bertemu dengannya kau baik-baik di sana ya jaga anakmu dengan baik, aku yakin kau bisa menjadi Ibu yang baik kau bisa menjaga anakmu dengan baik meski umurmu belum bisa menjadi seorang ibu tapi aku yakin kau bisa belajar untuk mengurus anak yang sedang dikandung olehmu dan jangan pernah kau berikan anak itu pada siapapun, meskipun nanti suatu saat kau bertemu lagi dengan Ziva jangan pernah memberikannya pada perempuan itu. Surat perjanjian itu sudah hangus suara perjanjian itu sudah tak ada, kau anggap saja tidak ada karena kau juga di sini dirugikan aku menyayangimu Bella dan sampai kapanpun kau akan menjadi anak perempuanku.


Bella yang sudah selesai membaca surat itu langsung merosot dan meremas kertas itu, orang yang tak pernah dirinya sangka sangka telah melakukan ini, orang tua yang dirinya sayangi, malah seperti ini, sebenarnya apa salah dirinya pada ibunya, pada kakaknya sampai mereka tega melakukan ini padannya apa salah dirinya selama ini .


"Hik hik apa sebenarnya salahku Mih, apa kesalahan ku kenapa kau menjualku seperti ini, apakah aku bukan anak yang mamih inginkan, kenapa mamih melakukan ini, hidupku hancur mih hancur akhhh mamihh kau membuatku hancur "


Bella memukul dadanya yang sesak, rasanya sakit sekali Bella berteriak dengan histeris, melampiaskan rasa sakitnya dengan berteriak sekencang kencangnya sampai sampai papihnya yang akan mengantarkan sarapan kaget dan langsung masuk tanpa mengetuk pintunya.


"Bella Bella ada apa nak "


Saat ayahnya Bella masuk dia melihat sang anak yang sedang menangas " ada apa, apa ada yang sakit nak "


"Kenapa ayah, kenapa harus aku, kenapa ayah "


Bella kembali berteriak dan menangis dengan meraung Raung, sedangkan ayah Bella mengambil surat itu dan membacanya dengan cepat, bahkan saat mendengar kata istrinya dan anaknya Serena surat itu jatuh dan dia pun langsung memeluk anaknya.

__ADS_1


"Kenapa ayah kenapa harus begini "


"Sudah sudah nak, ayah akan membalas semuanya ayah akan menghukum mereka, kau tak usah menangis lagi kita akan menjalankan hidup dari awal lagi, kita akan menjalan kan hidup ini kita mulai lagi dari nol, "


Bella tak bisa menjawab dia hanya terus saja menangis dengan tubuh yang bergetar, rasanya dirinya belum bisa menerima semua ini, menerima tentang ibunya yang telah melakukan ini, telah menjualnya apakah harga dirinya begitu murah sampai sampai ibunya dan juga kakaknya menjual dirinya.


Tiba tiba saja pandangan Bella buram dan tak sadarkan diri " Bella nak, Bella kamu kenapa Bella bangun Bella bangun "


Ayah Bella yang khawatir dengan keadaan anaknya segera memangkunya dan membawanya keluar kamar "tuan ada apa, kenapa nona Bella "


"Ayo antarkan aku kerumah sakit Bella pingsan tolong antarkan aku "


"Baik tuan mari "


Johan dengan cepat membuka pintu mobil dan segera melajukan mobilnya dengan cepat sesekali dirinya melihat kearah Bella dan juga ayahnya.


**


Adi keluar dari kamar dan mencari kelantai bawah "Bella kau dimana sayang, jangan membuatku khawatir Bella " teriak Adi.


Namun nihil tak ada, malah yang menghampirinya ada Zack " mana Bella Zack "


"Nona Bella tak ada tuan, nona Bella sudah pergi "


Adi mengusap wajahnya dia baru ingat kalau sang istri sudah tak ada sialan sampai lupa dirinya, "cari Bella cari dia sampai ketemu, jika perlu kau ikuti Johan kemana dia pergi, pasti dia tahu dimana Bella berada "


"Baik tuan "


Adi tanpa menjawab langsung naik kelantai atas lagi, dia malah melihat Ziva yang keluar dari kamarnya dengan mengunakan kursi roda dirinya tak peduli, mau Ziva bagaimana pun dirinya tak peduli.

__ADS_1


"Adi apakah kau tak peduli padaku "


Adi tak menjawab dia langsung masuk kedalam kamar Bella dan membanting pintunya dengan keras. Sampai sampai Ziva kaget dibuatnya.


Sedangkan didalam kamar Adi menatap cermin, melihat dirinya yang berantakan, dengan kemarahan yang menggebu gebu Adi menonjok cermin itu sampai pecah dan membuat tangannya berdarah.


Namun Adi tak puas dengan itu, dia menonjok tembok beberapa kali, dan itu makin membuat darah ditangannya bercucuran.


"Akhhh sialan kenapa begini, kenapa akhirnya begini, kenapa kau pergi Bella padahal aku sudah menyiapkan segalanya untuk mu, aku sudah menyiapkan acara pernikahan kita, aku sudah menyiapkan rumah untuk ku dan dirimu serta untuk anak anak kita, tapi kenapa kau sekarang malah meninggalkan ku Bella kenapa sayang kenapa "


Adi terduduk dan menundukan kepalanya kemarahannya belum juga luntur, kekecewaannya pun belum juga luntur, seharusnya dari awal dirinya jujur pada Bella kalau dirinya mencintai Bella, pasti Bella tak akan pergi dari sampingnya, pasti Bella sekarang masih ada bersamanya.


***


Ziva yang masih kaget diam saja saat melihat Sera Ziva langsung memangilnya " Sera kemarilah bantu aku "


Sera naik kelantai atas dan langsung berhadapan dengan Ziva " iya nyonya ada yang bisa saya bantu "


"Mulai sekarang kau harus melayaniku seperti kau melayani Bella, bawa makanan untukku, dan dimana perempuan itu "


"Nona Bella sudah tak ada, nona Bella telah pergi dari rumah ini "


"Benarkah kau tak bohong kan, kau berkata jujur kan Sera"


"Iya nyonya saya berkata jujur kalau nona Bella sudah pergi dan tak ada dirumah ini "


"Apa yang sudah aku lewatkan kemarin Sera sampai sampai aku tak tahu kalau Bella sudah pergi "


Sera hanya diam saja" saya akan ambilkan makan untuk nyonya permisi "

__ADS_1


Ziva hanya menganggukan kepalanya saja, dan tersenyum senang, " baguslah aku akan mendapatkan Adi lagi, aku tak perlu susah susah untuk menyingkirkan Bella "


__ADS_2