
Ayu yang sedang makan nasi goreng di kantin didekati oleh Aliya, dia langsung duduk dan tersenyum pada Ayu. Seperti tak terjadi apa-apa saja.
"Hallo Ayu. Ya ampun kau begitu cantik hari ini, aku ingin minta maaf padamu sungguh aku minta maaf padamu atas apa yang telah aku lakukan kemarin. Aku khilaf aku kemarin sedang stres dan aku tidak berpikir ke depannya. Apakah pertemanan kita akan terus berjalan atau tidak"
Ayu tidak menjawab dia terus saja memakan nasi gorengnya. Tidak menghiraukan Aliya yang terus mengoceh di depannya rasanya tidak perlu kan menanggapi apa yang Aliya katakan.
"Dengarkan aku dulu Ayu, aku ingin bicara dengan mu "
Aliya mengambil sendok Ayu dan memegangnya dengan erat "Berikan sendoknya, kau jangan selalu mengambil hak orang lain"
"Maka dengarkan aku dulu. Aku ingin bicara denganmu. Aku ingin minta maaf padamu. Aku sungguh khilaf itu adalah salah satu kelemahanku, maafkan ku ya "
"Kelemahanmu apa, kenapa aku harus memaklumi mu hanya karena kelemahan mu saja "
"Kelemahanku adalah cemburu. Aku sangat cemburu jika ada seorang perempuan yang dekat dengan Andaru "
"Sebuah kelemahan yang sangat merugikan orang lain, bagaimana kalau misalnya Andaru dekat dengan ibunya atau dengan saudaranya. Apakah kau akan melakukan hal yang telah kau lakukan padaku juga"
"Iya tidak akan, mengapa aku harus melakukan seperti itu pada ibunya"
__ADS_1
"Ya maka sebelum kau melakukan hal itu padaku, kau berfikir ke sana dulu Andaru itu bukan suamimu yang harus kau kekang. Dia hanya pacarmu saja belum ada ikatan apapun kau sudah seperti ini. Apalagi kalau sudah ada ikatan kau akan lebih dari ini, mungkin kau akan membunuh perempuan yang dekat dengan Andaru"
"Kenapa kau malah jadi marah-marah padaku. Ayolah maafkan aku Ayu. Aku tidak akan melakukan ini lagi padamu. Aku janji aku akan baik padamu kita buka lembaran baru kita berteman lagi seperti dulu. Aku sungguh ingin berteman denganmu Ayu aku minta maaf aku tidak akan mencelakai mu lagi dan aku tidak akan merundung mu lagi. Aku janji padamu Ayu kau bisa pegang janji-janjiku ini apakah kita perlu surat perjanjian"
Ayu hanya menatapnya Aliya saja, dirinya tidak akan pernah percaya dengan kata-kata Aliya. Seperti yang Bianca katakan kalau Aliya adalah perempuan yang sangat berbahaya dan harus dirinya jauhi"
"Maafkan aku Ayu sungguh aku minta maaf. Ayo Maafkan aku buka lebaran baru untuk pertemanan kita. Aku akan minta maaf juga pada ibumu. Aku tidak akan pernah menemui ibumu lagi aku janji itu, aku juga akan mengadakan sebuah pesta di rumahku kau harus datang"
"Tidak aku tidak akan pernah datang, untuk apa aku datang pesta yang tidak penting"
"Ini sangat penting dan kau harus datang ke sana. Aku mohon padamu datang ya, aku sangat ingin pertemanan kita ini sampai tua. Aku ingin kita selalu bersama dan tidak terpisahkan asalkan kau jangan mendekati Andaru ya. Kau tahu aku sangat takut jika Andaru lepas dariku"
"Tapi Ayu, apa kau ingin membuat aku sedih. Apakah kau ingin aku di sana murung tidak melihatmu datang ke pestaku. Aku mengadakan pesta ini untuk pertemanan kita"
"Itu tidak perlu, kau tidak perlu mengadakan sebuah pesta untuk aku. Memaafkanmu mungkin aku bisa tapi aku tidak bisa berteman denganmu lagi. Aku sudah tahu bagaimana kau dan aku tidak akan pernah terjebak untuk kedua kalinya lagi"
"Tolong Ayo datang nanti di sana ada bundaku, bundaku juga ingin bicara padamu. Dia juga ingin minta maaf atas apa yang telah aku lakukan padamu. Orang tuaku sudah tahu dan mereka memarahiku habis-habisan makannya mereka ingin bertemu denganmu. Makanya aku juga mengadakan pesta untuk kau bisa bertemu dengan bundaku dan papiku"
Ayu kembali diam, dia merebut sendoknya dan kembali makan. Aliya yang melihat ketiga teman Ayu segera melambaikan tangan untuk mereka bertiga mendekat kearahnya.
__ADS_1
"Halo Budi, Aina, Danu selamat siang. Kalian datang ya ke pestaku harus datang. Jangan ada yang tidak datang dan tugas kalian bertiga adalah membujuk Ayu untuk bisa datang ke pestaku. Ayo kalian duduk di sini dan bujuk Ayu aku akan pergi dan tidak akan menguping"
Aliya menggenggam tangan Ayu tapi dengan cepat Ayu melepaskannya. Aliya langsung pergi begitu saja dan tersenyum pada teman-temannya yang duduk tak jauh dari dirinya tadi.
"Kenapa Ayu. Dia kan mau meminta maaf padamu. Seharusnya kau terima saja maafnya dan kita datang ke pestanya "bujuk Budi
"Apakah kau ini tidak kapok sudah diperlakukan seperti itu oleh Aliya, kau ingin datang ke pestanya dan membujukku"
"Iya apakah kau ingin Ayu di sakiti lagi "sekarang Aina yang bicara.
"Bukan begitu, mereka sudah menerima kita maka kita harus datang menghargai apa yang mereka lakukan. Aku tahu mungkin Aliya pernah melakukan kesalahan pada kita berdua, tapi ingat Ayu kita jangan pernah membuat masalah lagi, jangan bawa-bawa aku lagi dalam masalah mu lagi. Sudah cukup kau menyelidiki semuanya dan kita bermaaf-maafan bersama teman-teman yang lain jangan keras kepala Ayu, aku tidak mau ada masalah lagi dengan mereka dan aku tidak mau dipermalukan lagi"
"Kau jangan begitulah Budi. Kita kan teman kau jangan membujuk Ayu karena masalah itu, aku tahu masalah tentang kalian tapi Ayu juga tidak mau kan terjerumus untuk kedua kalinya lagi" bela Aina.
"Iya aku tahu Aina, tapi kita kan juga ikut kita bisa melindungi Ayu bersama-sama. Kita akan melindunginya dan aku yakin mereka tidak akan melakukan apa-apa lagi. Kita harus pergi ke sana ya oke kita berempat pergi dan kita harus bergabung dengan mereka. Kita ini harus akur dengan mereka semua, kita ini sudah bagian dari sekolah ini maka kita harus bisa mengikuti apa saja yang mereka lakukan"
Ayu tidak menghiraukan perdebatan antara temannya. Lebih baik makan saja perutnya begitu lapar dan tidak bisa ditahan lagi. Dirinya hanya akan mendengarkan saja dan tak akan ikut berkomentar.
Dirinya masih memikirkan tentang ajakan Aliya. Apakah harus ikut atau tidak. Tapi dirinya takut untuk terjerumus yang kedua kalinya lagi dalam masalah ini. Tapi kalau dirinya tidak datang dirinya akan dibilang pengecut oleh semua orang. Dirinya bukanlah pengecut dan dirinya akan membalas semua apa yang pernah Aliya lakukan padanya.
__ADS_1