Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 214 Kemana dia


__ADS_3

Ayu berjalan dengan terburu-buru, dirinya tidak mau sampai ada yang mengikutinya. Apalagi tadi Bu Bahar mengatakan kalau akan mengantarnya. Tidak jangan sampai itu terjadi, tujuan utamanya adalah pergi ke kantor polisi dan berbicara pada polisi tentang apa yang dirinya lihat tadi.


Saat dirinya mencoba untuk memberhentikan taksi tak ada yang berhenti. Ayu hanya bisa meremas Almamaternya dengan erat. Dirinya masih syok saat melihat bukti itu ada di loker Andaru. Apakah benar dia yang melakukannya dirinya masih belum yakin.


"Kenapa tidak ada yang berhenti. Ada apa dengan mereka ini. Apa mereka tidak butuh uang"


Ayu mengeluarkan ponselnya dan akan menelpon kantor polisi saja, tapi tatapannya langsung bertatapan dengan Andaru yang sudah ada di dalam mobilnya dan juga menatapnya.


Ayu yang ketakutan melihat Andaru segera pergi, jangan sampai Andaru tahu kalau dirinya akan pergi kekantor polisi, bisa gawat kalau dia tahu.


Ayu makin mempercepat langkahnya, saat berbelok Ayu melihat ke belakang dan Andaru tak ada, lebih baik sekarang pulang dulu saja kerumah dari pada nanti diikuti oleh Andaru dan ketahuan.


Baru juga Ayu akan berlari mobil itu ada di sampingnya, Andaru menatapnya "Ada apa denganmu ini, apakah kau ingin menghindariku" tanya Andaru sedikit marah.


"Tidak, aku sama sekali tidak ingin menghindarimu. Memangnya ada masalah apa sampai-sampai aku harus menghindarimu, aku tak punya masalahkan dengan mu "


"Lalu kenapa kau pulang. Ngomong-ngomong aku juga ikut bolos "


"Pulang kerumah. Aku tidak peduli mau kau bolos atau pun tidak "


"Kau bolos sekolah hanya untuk pulang ke rumah, untuk apa sih kukira kau akan jalan-jalan, shopping atau makan. Kalau begitu mending sekolah saja kau tidak usah bolos "


"Itu bukan urusanmu, mau aku pulang ke rumah, mau aku makan, mau aku kemanapun itu tidak ada urusan denganmu"


"Ayolah jangan seperti itu. Kau sepertinya sangat membenciku Ayu. Ayo masuk ke dalam mobil biar aku antar"


"Tidak usah, aku bisa pulang sendiri. Aku tidak usah diantar olehmu pun akan sampai ke rumah, jadi sudahlah kau pergi "


"Ayo masuk Ayu"


Mobil Andaru langsung berbelok dan menghalangi jalannya. Ayu menatap sengit ke arah Andaru " Ada apa denganmu ini, aku ingin pulang jangan ganggu aku "


"Ya sudah ayo masuk ke dalam mobil"


"Baiklah aku akan masuk, tapi kau jangan banyak tanya dan antarkan aku ke rumah. Jangan bawa aku ke mana-mana ya. Ingat itu "


"Ya ayo masuk. Memangnya aku akan membawamu ke mana. Ayo jangan takut denganku. Aku akan mengantarmu ke rumahmu itu, lagi pula rumahmu itu tidak akan ada yang mengambil dan tidak akan ada yang memindahkannya"


Ayu sama sekali tidak menggubrisnya. Ayu segera masuk dan Andaru pun segera menjalankan mobilnya.

__ADS_1


"Kenapa lurus terus, belok kiri itu rumahku di sana kenapa kau malah lurus, ayo belok putar balik putar balik Andaru jangan main-main ya "


"Sepertinya di sini tidak bisa putar balik"


Andaru terus melajukan mobilnya, dia tidak menggubris Ayu yang terus saja berbicara ingin putar balik, turun dan sebagainya.


Saat melihat jalan yang ingin selalu Ayu hindari air matanya mengalir, mengingat kembali bagaimana saat Sinta ditabrak. Bagaimana saat dirinya mengambil hp Sinta dan membuat Sinta kecelakaan.


"Ada apa denganmu. Kenapa kau menangis"


Ayu segera mengusap air matanya dan menggelengkan kepalanya. Andaru langsung memberikannya selembar tisu.


"Sudah aku bilang kan aku tidak mau lewat kemari. Ini adalah jalan yang paling aku hindari aku tidak mau jalan kemari"


"Apakah kau melihat plat motornya atau mungkin ada yang kau ingat. Kau ada disini kan di saat temanmu kecelakaan itu "


Ayu menatap Andaru dia tidak menjawab. Ayu hanya mengusap air matanya dan melihat ke arah luar jendela "Ayo berhenti aku ingin pulang, kau jangan membawaku ke tempat yang aneh-aneh. Aku ingin pulang aku tidak mau dibawa olehmu kemana-mana"


"Kau tidak akan pernah pulang sebelum kau menjawab apa yang aku mau, aku tadi bertanya padamu tapi kau tidak menjawabnya kan"


"Tolong putar balik. Kalau kau ingin mengantarkanku maka antarkan aku pulang, kalau tidak hentikan saja di sini. Aku mau pulang tolong jangan mempersulit hidupku dan jangan membuat aku terlibat dengan Aliya"


"Turunkan aku di sini sudah turunkan, tolonglah Andaru "


Tapi, Andaru sama sekali tidak melakukan apa yang Ayu mau, dia terus saja melajukan mobilnya dan berhenti di sebuah bangunan yang cukup mewah.


"Kita sudah sampai"


"Kenapa kau membawa ku kemari, rumahku bukan di sini aku mau pulang "


"Aku tahu ini bukan rumahmu ayo turun"


Ayu mau tidak mau turun dari dalam mobil Andaru, mereka berdua sudah berhadapan "Ayo kita bersantai sebentar. Kau pasti akan menyukainya. Jangan membuat hidupmu monoton saja kita harus bersenang-senang sesekali Ayu "


"Kau saja yang bersenang-senang, aku mau pulang biarkan aku pulang sendiri"


Ayu yang sudah berbalik badan tangannya malah ditarik oleh Andaru untuk masuk ke dalam. Mereka duduk paling pojok dan Andaru mendudukkan Ayu dengan paksa.


"Duduk disini dan kita akan makan "

__ADS_1


Andaru menatap Ayu dengan intens sampai membuat Ayu malu sendiri, sesekali Andaru juga tersenyum padanya senyum yang berbeda menurutnya agak aneh sih.


...----------------...


Sedangkan di sekolah Aliya sedang mencari keberadaan Andaru, saat melihat komplotan teman-temannya Andaru Aliya segera mendekatinya.


"Galang di mana Andaru, tadi aku melihat dia bersamamu"


"Entahlah aku tidak tahu, mungkin dia ada di kelas atau mungkin di kantin. Aku tidak tahu coba kau tanya pada Aksa saudara kembarnya"


"Yang ada aku malah bertanya pada patung kalau bertanya pada dia, kalau nanti kau melihat dia langsung hubungi aku ya"


"Oke oke"


Aliya kembali berjalan diikuti oleh teman-temannya, mereka masuk ke dalam kelas dan Aliya tidak melihat di mana Ayu. Kenapa dia tak ada , dengan langkah yang lebar Aliya mendekati tiga teman Ayu yang duduk di belakang.


"Hai anak kampung di mana temanmu"


"Kau bertanya pada kami "ucapan Aina


"Lalu aku di sini berbicara pada siapa, memangnya selain kalian ada lagi anak kampung tidak ada lagi kan. Dimana teman kalian itu"


"Dia tidak ada, dia sakit mau apa kau. Seharusnya kau lebih tahu bukannya kau dekat dengan Ayu"


"Kau yakin dia sakit"


"Kalau kau tidak percaya datanglah ke rumahnya"


Aliya yang mendapat jawaban ketus dari Aina mendelikan matanya dan pergi duduk di tempat nya. Cassandra yang melihat Aliya begitu khawatir dan gelisah mendekatinya.


"Sudahlah Aliya mungkin Andaru di kelasnya atau mungkin dia di perpustakaan, tidak mungkin kan Ayu dan juga Andaru pergi bersama. Ayolah jangan berpikir negatif seperti itu mana mungkin Andaru mau dengan perempuan seperti dia. Mungkin kemarin saat berdansa itu hanya salah paham saja, ayolah"


Aliya tidak menjawab. Dia malah keluar kembali dari kelas Cassandra menatap Abigail.


"Kenapa dia seperti tergila-gila sekali pada Andaru apa sih yang spesial dari Andaru "


"Namanya juga cinta Cassandra. Ya sudahlah biarkan saja kita di kelas saja tak usah mengikuti dia, capek dari tadi keliling cari Andaru "


"Hem, ya kau benar"

__ADS_1


Cassandra duduk kembali di tempat duduknya dan membiarkan Aliya pergi. Sudah pusing mengikuti Aliya.


__ADS_2