
Bella yang tadi menunduk dan tak merasakan sakit apa apa langsung mendongakan kepalanya, didepannya sudah ada Adi yang kepalanya berdarah.
Bella langsung memegang pipi Adi dengan wajah khawatir " kau__"
"Kau diam di belakangku "
Adi melihat kearah orang itu, orang yang telah menghantamnya mengunakan botol kaca, Adi menonjok nya dengan begitu keras. Sampai sampai orang itu tersungkur.
Saat Zack akan menembaknya Adi mengangkat tangannya " borgol tangannya bawa dia ke markas "
Zack mengangguk dan melakukan apa yang tuannya mau, dia pergi bersama anak buah Adi yang masih tersisa. Adi yang mendengar suara isak kan membalikan badannya dan memeluk Bella.
"Kau harus kerumah sakit, kepalamu berdarah "
"Shut tak apa, kau baik baik saja kan "
Adi melepaskan dulu pelukannya dan mengecek tubuh Bella, tak ada yang luka, kembali Adi memeluk Bella dengan begitu erat, mencium pucuk kepalanya.
Ziva yang melihat adegan itu hanya bisa menahan amarahnya, kenapa Adi tiba tiba datang kenapa dia tiba tiba ada dihadapan Bella. Sial semua rencananya gagal, bagaimana kalau Adi tahu, dalang dari semua ini adalah dirinya.
Ziva mundur dan akan lari namun namanya keburu dipanggil " mau kemana kau Ziva "
"Emm Adi tidak aku hanya ingin masuk mobil "
"Kita pulang bersama "
Adi dan juga Bella segera masuk kedalam mobil, disusul oleh Ziva dia duduk dibelakang sendirian, wajahnya sama sekali tak ada penyesalan dia begitu tenang seperti tak pernah melakukan apa apa.
"Apakah kau yakin tak apa, kita bisa kerumah sakit dulu, lihatlah kepala mu berdarah, ayo kita ke dokter dulu mas ayo "
Adi menggelengkan kepalanya dan melihat sekilas kearah Bella " ini luka tak seberapa sayang aku baik baik saja, aku baik tak apa nanti akan ada dokter Darma yang mengobati ku "
Bella tak menjawab dia malah menangis, entahlah dirinya sangat berterimakasih pada Adi karena sudah menyelamatkannya kalau saja tadi Adi tak datang mungkin dirinya sudah mati, dan tak bisa melahirkan anaknya, tidak bisa bertemu dengan ibu serta ayahnya.
"Hey kenapa kau menangis "
Adi menepikan dahulu mobilnya dan menghapus air mata Bella, tapi air mata itu terus saja mengalir, kembali Adi memeluknya " ada apa, apa ada yang sakit hemm "
Bella kembali menggelengkan kepalanya "Kita pulang sekarang ya, kau aman aku akan selalu melindungimu"
Kembali Bella hanya menganggukan kepalanya, Adi menggenggam tangan Bella dan melajukan kembali mobilnya, untuk segera pulang dan memeriksakan keadaan Bella, dirinya begitu khawatir dengan Bella takut takut ada luka namun dirinya tak bisa melihatnya.
__ADS_1
Takutnya sebelum dirinya datang, orang itu sudah memukul Bella, Adi melihat kearah kaca spion depan dan Ziva sepertinya baik baik saja, tapi Adi harus bertanya padannya.
"Kau baik Ziva "
"Ya tentu aku baik "
"Kau tak takut Ziva sepertinya kau begitu tenang, kenapa kau tak lari bersama Bella, kenapa aku diam disamping orang jahat itu, apa semua ini kau yang merencanakan " tanya Adi dengan mata yang masih fokus kedepan dan masih menggenggam tangan Bella.
"Aku tak lari karena syok dan aku aku binggung harus melakukan apa, Bella sudah berlari meninggalkan ku, dia pergi begitu saja "
Adi hanya tersenyum miring mendengar jawaban istrinya yang begitu gugup, kenapa gugup pasti dia melakukan sesuatu dirinya sudah hidup 7 tahun bersama Ziva maka dirinya tau saat Ziva berbohong dan berkata jujur.
"Hemm begitu ya, baiklah kita lihat orang yang Zack bawa apakah dia akan memberitahu siapa tuannya,"
"Iya kau tanya saja orang itu coba kau suruh dia berkata jujur setelah itu kau bawa dalang dari semua ini, emm seperti itu saja itu akan lebih baik kau akan tahu siapa orangnya"
"Ya aku tahu apa yang harus aku lakukan "
"Baguslah Adi "
Adi tak menjawab dia melihat sekilas kearah Bella dan dia tertidur, Adi mencium tangan Bella yang masih dirinya genggam bertubi tubi.
"Kau suka padannya Adi "
"Dari yang aku lihat kau sepertinya suka pada dia, bukannya kau sudah berjanji kan hanya akan mengambil anaknya saja dan melepaskan Bella"
"Akan aku fikirkan "
Tak ada lagi pembicaraan hening, Ziva pun enggan bertanya lagi pada Adi, dirinya sudah tahu jawabannya, dirinya tahu kalau Adi sudah menaruh hatinya pada Bella.
Ziva mengalihkan pandangannya dan melihat kearah jendela, memikirkan bagaimana nasibnya, bagaimana kalau Adi mendepaknya dari rumah, semoga saja semuanya tak terbongkar.
Semoga saja orang itu berbicara kalau dalang dari semua ini adalah Zea, ya dia kan suruhan Zea jadi pasti Zea yang akan tertangkap oleh Adi, dirinya selamat.
***
"Mengakulah siapa tuanmu dan apa maksudmu melukai Nona Bella "
Orang itu masih saja bungkam tidak mau berbicara pada Zack siapa tuannya, kembali Zack mencambuknya orang itu hanya berteriak kesakitan bahkan punggungnya sudah berdarah-darah namun tidak ada satupun kata keluar dari mulutnya.
Zack berjalan dan mengambil sesuatu dari dalam lemari, lalu kembali berjalan kearah orang itu mengambil tangannya dan mencabut kukunya.
__ADS_1
"Akhhh sakit "
"Siapa yang menyuruh mu, siapa orang itu dan apa maksudnya "
"Aku tidak akan pernah jujur "
Kembali Zack mencabut kukunya, namun sudah 5 kukunya dicabut orang itu tak mau menjawab. "hebat juga ya kau tak kesakitan "
"Lebih baik aku mati dari pada harus mengaku cwih " orang itu meludahi wajah Zack..
Dengan kesal Zack menendang perut orang itu dan memukulinya dengan membabi buta, setelah puas Zack mundur melihat keadaan dia yang sudah tak berbentuk namun masih hidup.
"Kau akan habis nanti. Kau lebih baik di habis olehku daripada jujur hah, lebih baik kau jujur maka aku akan lepaskan " sambil mengusap wajahnya yang tadi diludahi.
Laki laki itu menggelengkan kepalanya " tidak aku tak akan pernah jujur, aku tak akan pernah jujur aku lebih baik mati "
"Hemm begitu ya baiklah aku akan melakukannya tapi sebentar, aku akan menghabisi keluarga mu dulu setelah itu aku menghabisimu "
"Sialan kau jangan apa-apa kan keluargaku, kau tidak tahu siapa aku. Kau tidak tahu siapa keluargaku"
"Benarkah aku tidak tahu dirimu, kalau begitu aku sangat bodoh sekali ya, aku tahu siapa dirimu dan aku tahu di mana kau tinggal dan keluargamu, kau masih mempunyai anak yang berumur masih 2 tahun aku bisa membawa anakmu kemari dan menghabisi kalian bersama-sama di sini. Bagaimana kau ingin jujur atau keluargamu aku habisi"
"Ja_jangan tolong jangan habisi mereka, tolong jangan "
"Maka dari itu kau jujur siapa dalang dari semua ini. Aku ingin mendengar dari mulutmu sendiri dan kau jangan pernah berbohong padaku, karena aku tahu saat kau berbohong "
Padahal Zack hanya mengada-ngada tentang keluarga laki-laki itu dan tahu siapa laki-laki itu dia hanya ingin laki-laki itu jujur tapi ternyata tebakannya benar, anaknya berumur 2 tahun sudahlah itu mungkin adalah sebuah keberuntungan untuknya. Memang dirinya belum melacak siapa laki-laki ini tapi entah kenapa mulutnya dengan asal berbicara seperti itu.
Sepertinya dirinya bisa beralih profesi menjadi seorang peramal, ya bisa jadikan ,siapa tahu nanti tuannya pensiunkan dirinya bisa meralih menjadi peramal.
"Baiklah aku akan jujur, aku akan jujur semuanya. Tapi kau jangan pernah lukai anakku istriku dan keluargaku. Aku mohon itu jangan kau lakukan "
"Iya kau tenang saja aku tidak akan pernah melukai keluargamu, asalkan kau jujur padaku maka aku akan menepati janjiku "
"Yang menyuruhku, adalah nyonya Ziva istri dari tuan Adipramana sendiri "
Zack yang mendengarnya sampai kaget, " apa kau tak bohongkan "
"Tentu aku tak bohong, mana mungkin aku bohong dia menyewa kami untuk membunuh Nona Bella dan semua rencana ini sudah disusun oleh nyonya Ziva sendiri. Bahkan dia yang membayar kami langsung dia yang datang langsung pada kami semua, memerintahkan kamu untuk melenyapkan Nona Bella kami hanya orang biasa yang memang butuh uang dan saat ada tawaran seperti itu maka kami mengambilnya dan melakukan apa yang diinginkan oleh nyonya Ziva "
Zack masih diam dia masih tak percaya istri dari tuannya ingin menghabisi Nona Bella, kenapa apa karena tuan terlalu perhatian pada nona Bella. Sekarang bagaimana dirinya harus berbicara pada tuannya. Pasti tuannya akan marah besar.
__ADS_1
Zack langsung keluar dari ruangan itu dan akan pulang bertemu dengan tuannya, sebelumnya dia sudah memanggil dua orang untuk menjaga orang ini dan memberinya makan sebelum tuannya datang dan menghabisinya.