Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 327 Tak ingin hari ini berakhir


__ADS_3

"Apakah kamu yakin akan pergi sendiri Bu Bahar biar aku temani saja, aku akan menemanimu ya "


"Tidak usah Pak, aku akan bertemu dengan dia setelah itu aku akan pulang ke rumah tidak masalah, nanti aku akan memberitahu semuanya padamu apa yang aku bicarakan di sana. Aku lebih baik sendiri saja Pak"


"Yakin tidak mau aku temani"


"Tentu saja yakin, aku akan baik-baik saja ya nanti semuanya akan aku beritahu padamu. Pokoknya tentang petisi ini kita harus menyelesaikannya jangan sampai apa yang selama ini kita perjuangkan itu sia-sia saja. Kita harus semangat "


"Baiklah hati-hati ya"


"Iya pak"


Mereka mengambil kendaraan masing-masing dan pergi ke tempat tujuan mereka masing-masing juga.


...----------------...


"Cempaka"


"Ada apa Bianca"


"Kamu tahu tempat aku bekerja itu tiba-tiba saja yang punyanya menjualnya, entah ada masalah apa sampai-sampai dia menjualnya. Aku tak habis fikir padanya. Kalau tahu begitu aku dari lama-lama sudah mencari pekerjaan yang lain "


"Kenapa seperti itu, seharusnya bicara dulukan jadi pekerjanya bisa mencari kerja lagi "


"Aku juga tidak tahu dia juga tidak akan memikirkan karyawannya, mau karyawannya kerja di manapun dia tidak peduli mau nanti karyawannya makan apapun tidak peduli dia. Aku kesal sekali padanya ah "


"Sudah kamu jangan dulu kerja, selesaikan dulu saja sekolahmu ya. Ayolah kalau kamu ga kerja kita bisa terus-terus bersama "


"Aku harus mencari pekerjaan lagi. Tapi aku harus menemui pengacara aku dulu. Aku tidak bisa kalau tidak bekerja Cempaka, aku terus bekerja Cempaka"


"Pengacara, kamu sudah membayarnya Bianca kalau belum bicara padaku biar aku bantu. Jangan segan-segan ya "


"Sudah sebelumnya sudah dibayar kamu tenang saja ya, aku sudah membayarnya waktu itu "


"Ternyata masih banyak ya orang baik, aku senang banyak yang membantu kamu "


"Tentu saja, salah satunya kamu dan keluarga kamu, kalau tidak ada kalian aku akan tinggal di mana, mana ada yang mau menampungku, aku mungkin akan luntang lantung "


"Jangan berkata seperti itu" Cempaka langsung saja memeluk Bianca dengan erat.


"Ya sudah aku pergi dulu ya, kamu pulang hati-hati ya Cempaka. Kalau ada apa-apa langsung hubungi aku, awas saja ya kalau ada apa-apa langsung hubungi aku"


"Iya kamu juga hati-hati ya. Kalau ada apa-apa hubungi aku juga "


"Iya bay bay " mereka berpisah, mereka pergi ketempat masing-masing.


Baru saja Cempaka akan melangkah Andaru datang dan menghadang jalanya, kenapa coba haru datang Andaru. Pasti akan panjang kalau sudah bersama Andaru.


"Sudah tenang "


Andaru keluar dari dalam mobilnya. Cempaka bingung harus menolaknya seperti apa. Takut-takut nanti malah diancam lagi, masalahnya ini tentang video itu kalau tersebar bagaimana.


"Mau apa lagi Andaru. Sudah aku bilangkan aku mau sendiri, aku ingin sendirian tolong biarkan aku sendirian, sekarang saja jangan ganggu aku dulu"


"Aku tidak bisa terlalu lama untuk mendiamkanmu, kita ini satu rumah. Kenapa harus pulang sendiri-sendiri. Masuk ke dalam mobil sekarang, ayo cepat jangan sungkan aku ini adalah kakakmu bukanlah orang asing ayo cepat lah masuk "


"Tidak mau, aku lebih baik naik bis aja sendirian, aku lebih nyaman naik taksi dari pada harus pulang sama kamu. Jangan memaksa Andaru "


"Ayo cepat sekali ini saja, jangan membantah bersama Aksa saja mau, tapi aku tidak padahal aku sama-sama kakak kamu kan. Kita jalan-jalan dulu jangan pulang ke rumah. Sepertinya kamu sedang banyak pikiran sekali ya, ayo cepat naik aku ini kakakmu bukan orang asing"


Cempaka yang tidak mau berdebat dengan Andaru dan malah diadukan pada mamahnya karena tak mau pulang bersamanya bisa gawat kan. Sudahlah ikuti saja dia. Cempaka menerima ajakan Andaru dan masuk ke dalam mobilnya.


Sedangkan di seberangnya ada Aliya dan juga Galang yang melihat itu, melihat Cempaka yang masuk ke dalam mobil Andaru. Aliya mencengkram setirnya dengan sangat erat sekali marah dengan Cempaka yang naik begitu saja.


Meskipun dia tahu kalau Cempaka adalah adiknya Andaru. Tapi tetap saja dia membencinya karena Andaru mencintai Cempaka, dirinya cemburu dirinya tak suka ada perempuan lain yang dicintai Andaru.


Hanya dirinya saja lah yang boleh dicintai Andaru tidak dengan perempuan lain, dirinya tidak terima semua itu. Meskipun Cempaka adalah keluarnya harus disingkirkan. Dia adalah sekutunya.


...----------------...


Aliya mengikuti Andaru. Bahkan dia menjalankan mobilnya dengan ugal-ugalan. Galang yang takut mati langsung bertanya pada Aliya " Kenapa bisa langsung berubah seperti ini, jangan begini lah Aliya sayang nyawa sayang nyawa ingat itu "


"Kenapa kamu tiba-tiba melajukan mobil secepat ini. Jangan cemburu lagi dia adiknya, dia hanya Cempaka saja. Sudahlah biarkan mereka menghabiskan waktu berdua. Dia saudara, seharusnya kamu mendekati Cempaka untuk mendapatkan hati Andaru bukannya memusuhinya seperti ini "


"Mau bagaimanapun kita melarang mereka untuk dekat tapi ujung-ujungnya apa mereka bersama lagi kan, apa yang selama ini kita lakukan tidak ada artinya untuk mereka. Mereka malah bersenang-senang di belakangku"


"Jangan terlalu kencang, ingat nyawa lah Aliya, yang ada kita akan kecelakaan. Lihatlah di depan ada bis, apa kamu mau nanti kamu menabraknya dan kita berdua akan meninggal Percuma saja kan kamu merencanakan semuanya tapi pada akhirnya kamu dikubur juga "


"Berisik mau bagaimanapun aku menjalankan mobil ini bukan urusanmu, ini adalah mobilku jadi aku bebas melakukan apapun itu "


Aliya meminggirkan mobilnya dan berhenti mendadak" Keluar jika kamu tidak ingin mati maka keluarlah jangan ikut aku, sana kamu keluar dari dalam sini, jangan ikut aku sana keluar aku tak mau ada kamu disini "


"Apa maksudmu, kalau aku meninggalkanmu. Bagaimana nantinya kamu sudah baik aku saja yang menyetir ya "


"Cepat keluar tinggalkan aku, aku tidak mau ada disini"


"Tidak akan, lebih baik aku yang menyetirnya. Lebih baik aku saja yang menyetir daripada nanti kecelakaan, aku masih ingin hidup bahagia "


Aliya akhirnya mengalah, dia tidak menyetir lagi sekarang yang menyetir Galang. Galang bersyukur sekali akhirnya diberikan juga kan setirnya ini. Kalau terus Aliya yang menyetir bisa mati mengenaskan dirinya ini.


Kalau tidak ditemani takut bunuh diri ini anak karena cemburu, serba salah sekali kan. Melakukan ini salah melakukan itu salah.


...----------------...

__ADS_1


"Sebenarnya kita akan pergi ke mana Andaru, ini di mana tempatnya kenapa seperti perbukitan begitu ini sudah sangat jauh dari rumah, kita akan pulang jam berapa kalau pergi terlalu jauh seperti ini Andaru"


"Lalu kenapa kalau jauh dari rumah, tidak ada salahnya nanti aku akan telepon Mama. Mama juga akan mengerti, tenang saja akan aman kita "


"Lalu di mana Aksa. Kenapa kalian tidak bersama, biasanya kalian satu mobil kenapa sekarang berpisah"


"Dia bawa mobil sendiri, jangan takut aku tidak akan membawamu kabur atau melakukan hal aneh aneh, ini kita lakukan berdua saja aku hanya ingin berdua denganmu. Kita akan bersenang-senang dan tak akan ada yang menganggu kita berdua "


Cempaka menatap Andaru sebenarnya hatinya sedikit luluh, oleh apa yang selalu Andaru lakukan, tapi dirinya tidak bisa untuk bersama dengan Andaru, ada sebuah pembatas yang begitu besar dalam hidup mereka berdua.


Mau dipaksakan pun itu tidak akan pernah bisa, mereka malah akan menyakiti orang-orang tersayang mereka. Apalagi mamanya dan juga ayahnya mereka berdua. Pasti akan sangat kecewa kalau mengetahui dirinya juga tertarik pada Kakaknya sendiri.


Andai waktu bisa diulang dirinya tidak akan masuk sekolah itu dan tidak akan mengenal Andaru juga, mungkin dirinya akan memilih bertemu dengan keluarganya dengan cara lain. Tidak dengan cara seperti itu harus dikejar-kejar dulu oleh Andaru dan dicintai olehnya, lalu bertemu dengan keluarganya


Kenapa hidup begitu rumit, kenapa harus serumit ini mencintai seseorang, itu sangat menyakitkan. Apalagi orang yang kita harapkan itu tidak akan pernah menjadi milik kita sampai kapanpun.


Andaru menatap Cempaka yang terus saja menatapnya, lalu kembali fokus menyetir. Andaru senang Cempaka diam dan tidak banyak tanya lagi, digenggamnya tangan Cempaka dengan erat.


Saat Andaru melihat lagi Cempaka sudah memejamkan kedua bola matanya, dengan masih menghadap ke arahnya. Andaru membiarkannya nanti kalau sudah sampai di tempat baru dia akan membangunkan Cempaka adiknya.


...----------------...


Cempaka langsung turun saat melihat banyak kuda, mereka mendatangi tempat yang begitu indah. Andaru juga ikut turun dan menggandeng tangan adiknya itu "Kamu membawaku ke sini lucu sekali itu adalah anaknya, kenapa dia mau lari-lari kan dia masih kecil juga"


Andaru memeluk Cempaka dari samping dan menciumnya "Ya, aku ingin menghiburmu tadi kamu sepertinya sangat banyak pikiran, semoga saja dengan aku membawamu kemari akan terbit lagi senyummu dan ternyata benar kan, kamu bisa tersenyum lagi dengan lepas. Aku begitu bahagia melihatnya sangat bahagia sekali "


"Ya aku suka itu, tapi aku belum pernah naik kuda bagaimana. Aku kasian kalau mereka sampai ditunggangi "


"Tidak masalah ada aku yang berpengalaman di sini, kamu bisa mengandalkan ku. Kamu akan aman bersamaku, tak akan terjadi apa-apa. Aku akan selalu ada dibelakang mu memegang mu dengan sangat erat sekali "


Mereka berdua masuk ke kandang kuda dan bertemu dengan pemiliknya "Tuan Andaru. Sudah lama tidak datang kemari, kembarannya ke mana biasanya kalian datang kemari berdua, selalu berdua tak pernah terpisahkan "


"Dia sedang tidak ikut, apakah kuda aku sudah siap, apakah dia siap untung aku bawa jalan-jalan. Sudah lama aku tak bertemu dengannya "


"Dia akan selalu siap untukmu, kapanpun kamu datang dia akan siap. Aku selalu merawatnya dengan baik tuan "


Cempaka malah tertuju pada satu kuda yang dari tadi diam, dia cukup gemuk pendek dan bulunya begitu lebat di bagian depan ya mungkin rambutnya.


"Apakah aku boleh mendekati kuda itu, lucu sekali kenapa dia pendek dan gemuk. Rasannya aku ingin mencubitnya dia lucu sekali "


Cempaka menarik tangan Andaru dan berjongkok di hadapan kuda itu, masih tak berani memegangnya "Kalau ingin lebih dekat dengannya seperti ini, kamu ikuti ya yang aku lakukan "


Andaru memperagakannya terlebih dahulu dengan mengusap kuda itu, dengan perlahan dan mereka mulai akrab "Seperti ini, agar dia tidak kaget "


"Boleh aku mencobanya, sepertinya sangat menyenangkan"


"Tentu saja, kamu boleh mencobanya ayo coba kamu pegang dia "


"Coba kamu pegang, tidak masalah kok ayo pegang"


Cempaka segera melakukan apa yang tadi Andaru lakukan, tanpa sungkan lagi dan tanpa takut lagi Cempaka langsung mencium kuda itu. Benar dia baik dan tidak melakukan perlawanan sama sekali.


"Cempaka"


"Iya "


"Mungkin hari ini kita harus melanggar sesuatu yang tak mungkin kita dapat miliki. Bisa kita sekarang berpura-pura menjadi pacar hanya satu hari saja, meskipun itu tidak akan pernah terjadi hanya untuk hari ini saja. Saat kita disini dan sampai dirumah kita berakhir. Hubungan kita itu berakhir bagaimana kamu setuju tidak "


Cempaka menata Andaru, memikirkan tawaran Andaru, apakah dirinya harus mengikuti kata-kata Andaru atau menolaknya saja. Kalau ditolak dia marah tidak ya. Akhirnya Cempaka sudah menentukan jawabnya.


"Tapi jangan keterusan, ini hanya hari ini, hari-hari lainnya tidak seperti ini "


"Tentu saja, hanya hari ini saja kita lupakan tentang kita yang bersaudara dan juga kembar lupakan dulu itu semua, kita fokus dulu dengan hubungan yang sementara ini. Aku janji tidak akan melakukan apa-apa "


"Baiklah akan aku coba, apakah akan menyenangkan berpacaran denganmu sampai-sampai Aliya tidak bisa melepaskanmu dan malah ingin terus berdekatan denganmu kan. Aku jadi penasaran dan sekarang aku akan merasakannya "


"Bagaimana Tuan Andaru apakah mau disiapkan sekarang saja kudanya atau nanti saja "


"Nanti sebentar lagi, aku nanti akan memberitahumu kalau aku akan mengunakannya dan sudah siap "


Andaru menatap lagi Cempaka "Jadi mau kita jalan-jalan sekarang, jalan-jalan dulu saja disini agar kamu tidak terlalu kaku dan takut "


"Tentu saja ayo, aku juga penasaran dengan tempat ini, begitu luas sekali dan satu lagi banyak bunganya "


Andara membantu Cempaka bangkit dan mereka bergandengan tangan lagi, untuk segera bersiap-siap jalan-jalan dulu.


"Dulu saat kecil aku juga pernah ke tempat seperti ini bersama kakekku, tapi aku tidak seberani tadi sampai memegang ataupun naik, karena sangat menakutkan sekali. Sampai-sampai aku menangis karena tidak mau dekat-dekat dengan kuda, aku juga kasian kalau dia aku naiki, apakah dia tak akan keberatan itu yang selalu aku fikirkan selama ini "


"Benarkah, kamu bisa se takut itu, ku kira tidak ada yang kamu takuti di dunia ini "


"Ya begitulah namanya juga anak kecil, tapi sekarang aku akan coba semoga saja sekarang aku tidak takut kan. Semoga saja rasa itu hilang setelah berjalannya waktu "


Andaru melepaskan tangan Cempaka, saat melihat ada bunga yang menariknya dia memetiknya dan membiarkan Cempaka berjalan sendiri" Kuda itu begitu lucu berlari bersama ibunya apa dia tidak capek, aku ingin memangkunya apakah bisa "


Andaru kembali menggenggam tangan Cempaka "Coba tutup matamu dulu ayo tutup "


"Kenapa tiba-tiba di tutup mataku"


"Ayo tutup dulu saja sayangku, ayo aku akan memberikan sesuatu "


Dengan masih tersenyum Cempaka menutup kedua bola matanya. Lalu ada wangi yang hinggap hidungnya. Lalu Andaru menyimpan bunga itu di dekat telinga Cempaka lalu Cempaka membuka matanya dengan senyumnya yang tak pernah luntur.


"Wangi sekali, kamu dapat dari mana bunganya"

__ADS_1


"Dari sana, aku memetiknya tadi "


"Kamu itu punya orang lain, bagaimana kalau dia tahu dan marah "


"Cuman satu, aku hanya mengambilnya satu tidak lebih "


Andaru membelai pipi Cempaka, sedangkan Cempaka mendongakkan kepalanya dan menatap Andaru yang sama-sama juga menatap ke arahnya. Cempaka yang menikmati belaian itu memejamkan matanya dan mengusap tangan itu juga, lalu kembali mereka berjalan tak lupa sambil bergandengan tangan.


Sepertinya tangan mereka tak akan pernah lepas. Akan terus perpegangan. Seperti akan menyebrang jalanan.


...----------------...


"Aku tahu dengan tatapanmu itu, apalagi yang akan kamu lakukan Aliya, apalagi yang ada dalam otakmu itu, hal licik apa yang akan kamu lakukan. Sungguh jangan macam-macam kita sedang tidak ada di wilayah kita "


"Lihatlah apakah seperti itu kakak dan adik, apakah wajar mereka seperti itu seperti orang berpacaran dari tadi kita melihat mereka berdua saling pegangan tangan dan juga melempar senyum yang sangat aneh, kamu tidak merasakan apa-apa, apakah kamu tidak bisa membedakan mana seorang kakak adik yang beneran dan mana orang yang sedang berpacaran"


"Lalu apa yang ingin kamu lakukan, jangan terlalu aneh-aneh lah "


Aliya berjalan terlebih dahulu dan Galang mengikutinya seperti biasa. Mereka masuk ke kandang kuda yang lebih dalam lagi, lalu Aliya berbicara dengan seseorang. Galang tidak tahu mereka mau membicarakan apa cukup lama tapi Aliya langsung kembali lagi.


"Apa sih yang kalian bicarakan, apakah yakin dia tidak akan membocorkan apa-apa. Kamu jangan terlalu percaya lah Aliya "


"Ini rahasiaku dan rahasia dia. Aku yakin dia tidak akan membocorkannya, aku sangat yakin sekali "


"Kenapa bisa"


"Tentu saja dia tidak punya bukti, dia tidak merekam semuanya lalu apa yang aku takutkan. Sudahlah yang terpenting aku mau apa yang aku tuju harus tercapai. Aku sudah terlalu muak dengan Cempaka yang berpura-pura menjadi adik yang baik di rumahnya, tapi di luar seperti ini kalau Tante Bella tahu dia pasti akan diamuk atau mungkin dipisahkan dengan Andaru. Aku sangat menunggu waktu itu "


"Lalu sekarang kamu akan mengadukannya ? "


"Kita lihat saja nanti, apakah aku akan mengadukannya atau tidak tapi yang pasti aku akan memberitahu semua ini pada orang tuanya. Aku akan mengatakan semuanya "


...----------------...


Sedangkan Andaru dan juga Cempaka sekarang ada di sebuah taman yang tidak berbunga, mereka sedang memakan sesuatu Andaru menyuapi Cempaka mereka duduk berhadapan.


Saat Cempaka sudah membuka mulutnya, Andaru malah memakannya sendiri menyebalkan,"Kamu ya, awas aja nanti aku balas "


Andaru mengusap sisi bibir Cempaka yang belepotan, tapi Cempaka malah mencium tangan Andaru mereka malah tertawa dengan hal itu.


"Sepertinya mereka sudah siap, mari kita kesana. Jangan terlalu sore nanti kita akan pulang malam kerumah "


"Apa yang sudah siap" tanya Cempaka yang masih binggung dengan kata-kata Andaru.


"Kita akan naik kuda seperti rencana kita tadi, ayo kita harus bersiap Cempaka "


"Sudah aku bilang kan aku tidak mau, kamu tahu aku takut mungkin tadi untuk pertama kalinya aku mau memegang. Tapi untuk menaikinya aku sangat tidak tega dan takut juga sih"


"Tidak ada yang perlu ditakutkan aku akan menjagamu, aku akan disampingmu masa kamu tidak percaya dengan pacar sehari ku ini, aku akan ada disampingmu "


Andaru langsung mengangkat Cempaka seperti karung beras, Cempaka memukul punggung Andaru "Lepaskan jangan seperti ini, aku bisa berjalan sendiri kamu ya. Aku ini bukan beras aku ini manusia, lepaskan Andaru aku tidak mau seperti ini, aku ini manusia Andaru "


"Kalau kamu berjalan sendiri yang ada nanti kamu kabur. Sudah kita berjalan seperti ini saja, kita akan naik kuda dan kamu tidak bisa membantah lagi, kamu harus ikut "


"Andaru tidak seperti ini aku akan berjalan, sungguh aku akan berjalan aku tidak akan berbohong aku benar-benar akan ikut "


"Tidak aku tidak akan melepas kamu, sudah aku suka seperti ini "


Cempaka menggerak-gerakan kakinya dan masih memukul punggung Andaru. Cempaka malah tertawa diperlakukan seperti ini, dia kata tadi seperti karung beras tapi sekarang dia malah ke asyikan sendiri.


Andaru sendiri yang melakukan itu juga tertawa karena melihat Cempaka yang begitu bahagia sekali, mungkin untuk hari ini dirinya tidak akan menganggap Cempaka sebagai adiknya, tapi sebagai perempuan lain perempuan yang selama ini dirinya cintai, sulit memang melupakan sesuatu yang sudah kita pupuk sejak lama.


...--------------...


Andaru dan juga Cempaka sudah berganti pakaian, Cempaka yang terlebih dahulu untuk naik "Bagaimana cara naiknya aku tidak bisa, aku baru pertama kali naik"


"Kakinya ke sini ayo naik sebelah" Cempaka mencoba untuk naik bahkan tubuhnya sampai bergetar saking takutnya.


Tapi Andaru memegang Cempaka dengan erat "Aku tidak bisa, aku benar benar tidak bisa "


"Coba lagi ayo, sekali lagi coba "


Andaru kembali memegang Cempaka. Untung saja ada Andaru masih memegangnya, Cempaka malah terjatuh memeluk leher Andaru dengan sangat erat "Lihatlah aku tidak bisa naik berarti tak jadi ya "


"Tidak bisa seperti itu, biar aku bantu kamu tidak akan pernah bisa lari"


Andaru sekarang mengangkat Cempaka dan bisa naik, Cempaka langsung memeluk kuda itu "Ayo cepat Andaru naik, keburu dia kabur aku takut kalau dia lari, aku tidak akan bisa mengendalikannya ayo naik"


Andaru segera mengiyakan, dia naik dan Cempaka lagi lagi berteriak "Awas hati-hati dia akan takut, dia akan berjalan nanti "


"Iya iya sudah coba kamu duduk yang benar, jangan peluk lagi kudanya nanti aku cemburu"


Cempaka hanya tertawa dan menegakkan tubuhnya, lalu tali dipegang oleh Andaru.


"Aduh ini akan berjalan ya. Aduh aku sangat takut pelan-pelan saja Andaru jangan cepat-cepat "


"Iya sayang pelan-pelan ini pelan-pelan kan"


Kuda langsung berjalan, Cempaka sungguh sangat takut. Dia memegang tangan Andaru. "Jangan terlalu kencang sungguh jangan kenceng, aku benar-benar belum terbiasa "


"Iya ini pelan-pelan ini pelan-pelan, aku tak kencang"


Kuda berjalan dengan sangat pelan, Cempaka sudah sangat ketakutan sekali. Dia hanya bisa memegang tangan Andaru saja. Saat setelah mulai lama perlahan Cempaka mulai tidak takut Andaru memeluk Cempaka dengan tangan sebelahnya, yang sebelah lagi memegang tali untuk mengendalikan kudanya. Semoga saja hari ini tak akan berakhir.

__ADS_1


__ADS_2