
Adi tidak mengejar Bella dia menatap ke arah Ziva dan "aku sudah memutuskan jika kau tidak mau mengikutinya aku tidak peduli, karena aku lebih peduli pada Bella yang sedang mengandung dia sedang mengandung darah daging ku, bukannya aku pilih kasih tapi kau selalu saja berbohong padaku Ziva, kau tidak bisa menepati janjimu bukannya ini semua yang kau inginkan, bukannya kau yang ingin aku menikah lagi, bukannya kau yang telah mengizinkan aku untuk menikah lagi saat aku sudah menemukan perempuan yang cocok denganku kau malah memusuhinya, kau malah menjatuhkannya kau malah ingin membunuhnya jika kau tidak bisa menerima seharusnya dari awal kau tidak boleh memutuskan hal ini"
"Aku tahu Bella segalanya, Bella harus selalu dijaga olehmu karena dia sedang mengandung seorang pewaris. Tapi tetap saja aku ini wanita aku ini tidak bisa dibagi dua dan aku ini punya rasa cemburu Adi, kau itu suamiku kau adalah milikku aku tidak mau melihatmu tidur dengan perempuan lain"
"Ya maka dari itu seperti apa yang aku bilang dari tadi jika kau tidak bisa menerima itu semua, dari awal tak usah berbicara kalau aku harus menikah dengan perempuan lain, jika kau masih belum bisa mengontrol semua emosi mu, semua kecemburuan mu kau tidak usah menyuruhku untuk menikah setelah mengetahui kau tidak bisa mengandung kau terus saja memaksaku untuk menikah dengan sahabatmu, aku sudah menolaknya aku sudah tidak mau tapi kau terus saja menyuruhku untuk menikah menikah dan menikah, setelah aku mewujudkannya kau malah seperti ini, keputusanku sudah mutlak dan tidak bisa diganggu gugat kalau kau memang tidak terima ya sudah aku tidak masalah"
Adi keluar dari ruangannya, dirinya akan menemui Bella, dirinya harus meminta maaf pada Bella, sungguh dirinya ingin masalah ini segera beres dan tak ada lagi kekeliruan.
Saat Adi membuka pintu, Bella sedang membelakanginya Adi tanpa basa basi langsung memeluknya Bella sudah memberontak namun Adi tak melepaskannya.
"Lepaskan aku suaminya Kak Ziva, aku tidak mau ada kesalahan pahaman lagi di sini, aku masih sayang nyawaku, dan aku masih punya cita cita "
"Aku ingin minta maaf atas semua kesalahan yang pernah aku lakukan, aku tahu Ziva yang sudah mencelakaimu aku tahu seharusnya aku memberikan pelajaran pada Ziva, kau tentang saja semua itu akan terjadi aku akan memberikan sebuah hukuman untuk Ziva, tapi ini belum saatnya aku sungguh minta maaf padamu dan aku juga minta maaf karena membiarkanmu untuk melayani Ziva menyapu halaman mencuci piring dan yang lainnya. Sungguh aku tidak bermaksud untuk memperlakukanmu sebagai seorang pelayan aku sungguh tidak tega"
"Iya tapi kau menurut saja kan pada Kak Ziva aku tidak apa-apa aku baik-baik saja, aku akan mengikuti setiap permainan yang kalian lakukan mungkin di sini saat aku tinggal di sini aku akan selalu melakukan permainan dengan kalian berdua, "
"Jangan berkata seperti itu, aku peduli padamu Bella. Sungguh aku minta maaf aku minta maaf atas semua kesalahanku aku janji aku akan selalu menjagamu"
Baru kali ini Adi meminta maaf pada seseorang, Bella adalah perempuan pertama yang membuat dirinya harus minta maaf dengan tulus, dan Adi sungguh ingin di maafkan oleh Bella, ini bukanlah kebohongan, ini sungguh keluar dari lubuk hatinya yang paling dalam.
Bella hanya diam saja, hatinya menjadi tenang saat dipeluk seperti ini, keresahan dihatinya menghilang tergantikan dengan rasa nyaman, rasa nyaman saat dipeluk seperti ini.
Apakah dirinya harus memaafkan mas Adi atau bagaimana, tapi kan tujuan awalnya adalah membuat mas Adi mencintainya lalu menghancurkannya, ya itu tujuannya lebih baik berpura pura memaafkannya saja lah. Meskipun dirinya masih tak percaya dengan laki laki ini. Demi menghancurkan laki laki ini dirinya harus bisa membuatnya tunduk.
__ADS_1
Bella membalikan badannya dan mengelus wajah Adi, sampai sampai Adi memejamkan kedua bola matanya " baiklah aku akan memaafkan mu, tapi aku ingin kau selalu menuruti kemauanku "
"Ya tentu aku akan selalu mengikuti apa mau mu "
"Lepaskan pelukan mu ini "
Adi dengan menurut melepaskan pelukannya dan membuka kedua bola matanya " aku ingin makan diluar "
"Kenapa tidak disini saja, disini banyak makanan yang bisa kau makan "
"Aku ingin pergi ke restoran Jepang "
"Sayang disini saja ya makannya, disini juga sama saja aku akan memesan makanan Jepang itu "
"Aku sedang ngidam apa kau mau membuat anakmu ileran tidak kan, aku ingin itu jika kau tak memberikannya ya sudah aku tak masalah jangan salahkan aku jika anak kalau nanti ileran "
Dengan cepat Bella mengecup bibir Adi dan pergi melangkah keluar terlebih dahulu, tenang saja dirinya sudah menganti pakaiannya, mengunakan pakaian santai.
Memang dirinya ingin makanan Jepang dan ingin segera memakannya, biarlah sekarang dirinya memanfaatkan suaminya kak Ziva, itu untuk merebut hatinya suami kak Ziva.
kalian semua jangan salah sangka ya, aku sama sekali tidak mencintai mas Adi, aku sama sekali tidak menaruh hati padanya aku hanya ingin membuatnya jatuh cinta padaku lalu membalaskan semua apa yang telah dia lakukan padaku, jadi kalian jangan salah sangka dan marah-marah padaku nantinya oke, tapi kalau aku tiba-tiba jatuh cinta bagaimana apakah kalian semua akan menerimanya?
**
__ADS_1
Adi dan juga Bella sudah ada di restoran Jepang yang ada di kota mereka, dengan lahap Bella melamar setiap makanan yang dirinya pesan.
Sedangkan Adi sendiri hanya tersenyum senang melihat Bella yang makan dengan lahap, Adi hanya menatap Bella dan mengagumi setiap kecantikan yang perempuan itu miliki, dari senyumnya dari matanya dari segalanya yang ada pada perempuan itu dirinya suka. Tiba-tiba saja Bella mengasongkan sebuah makanan pada Adi, Adi menerimanya dan kembali menatap Bella.
"Makanlah kau juga harus makan "
Adi mengambil sendok dan malah menyuapi Bella "kau saja yang makan sayang, aku akan menyuapi mu, kau habiskan semuanya.
Adi yang melihat kearah luar seperti melihat ada orang yang sedang memata-matainya memotretnya, Adi dengan cepat segera keluar dari restoran dan mengejarnya namun tidak terkejar. Ingin menembaknya tapi ini dikeramayan dan akan ada polisi nantinya, dirinya tak bisa berurusan dengan seorang polisi.
"Sialan siapa yang ingin macam macam dengan ku, kemana mereka perginya kenapa begitu cepat mereka menghilang"
Adi mundur lagi dan masuk kedalam restoran takut takut Bella malah kabur tapi dia masih ada dan anteng sedang memakan makanan " ayo kita pulang sayang "
"Aku belum selesai makan"
"Ada yang mau mencelakai kita, kita harus segera pulang, ayo sayang jangan membuang waktu "
"Aku tidak mau "
"Bella ayo pulang"
Adi malah langsung memangkunya, daripada berdebat di sini bersama Bella lebih baik melakukan hal ini namun Bella malah meronta-ronta dan memukul-mukul dadanya" aku masih mau makan makananku masih banyak dan aku tidak mau pergi kemana-mana, aku mau di restoran ini, aku ingin disini "
__ADS_1
Banyak orang-orang yang menatap mereka berdua namun Adi acuh dia segera memasukkan Bella ke dalam mobil dan melajukan mobilnya untuk segera pulang ke rumah, masalah makanan bisa dibeli lagi.
Yang terpenting sekarang harus kabur karena keselamatan Bella adalah nomor satu.