Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 222 permainan dimulai


__ADS_3

Amplop coklat itu ditarik kembali. Paman Dion hanya bisa diam saja melihat kelakuan kepala sekolah yang memang sepertinya sangat menyebalkan.


"Aku akan memberikan uang ini, tapi kau harus menjamin kalau tidak ada lagi yang akan melaporkan ke kantor polisi lagi. Kau tahu ada yang melaporkan masalah tabrak lari itu dan membongkar salah satu loker anak didik ku dan harus kau tahu juga siapa anak itu. Dia adalah anak yang punya sekolah"


"Aku bisa menjamin semuanya masalah ini tidak akan pernah terjadi lagi"


Amplop itu masih belum diberikan oleh kepala sekolah, dia masih mempermainkan Paman Dion "Baiklah jika sampai itu terjadi lagi, maka taruhannya adalah saudaramu dia yang akan bertanggung jawab atas semua apa yang telah terjadi. Jika sampai ada polisi lagi datang ke sekolah aku tidak akan pernah main-main dengan kata-kataku"


Kepala sekolah segera memberikan uang itu pada Paman Dion dan pergi begitu saja.


...----------------...


Ayu yang sedang belajar mendengar ada yang mengetuk pintu. Dengan cepat dia pergi ke arah pintu tapi belum membuka pintu rumahnya.


"Siapa di sana"


"Ini Paman Dion Ayu. Ayo buka pintunya"


Dengan malas-malasan Ayu membuka pintunya dan Paman Dion ada di hadapannya " Apakah Mamaku menyuruh kau untuk melihat keadaanku ?"


"Tidak, tidak sama sekali"


Paman Dion tanpa disuruh langsung masuk saja dan duduk di meja belajar Ayu. Ayu tidak bisa melarangnya dia hanya bisa mengikutinya dan mendengarkan apa yang akan dia katakan.


"Apa yang kau lakukan Ayu sampai-sampai anak yang punya sekolah digeledah oleh Polisi. Kenapa kau malah melaporkannya apa masalahnya"


"Jadi Budi sudah menceritakan semuanya"


"Tentu saja dia sudah menceritakan semuanya Ayu, kamu jangan macam-macam di sana kasus itu sudah ditutup. Ingat satu hal lagi apakah Sinta akan berterimakasih saat kau membantunya ? "


"Aku hanya melakukan apa yang menurutku benar saja"


"Tapi kau akan membuat anak-anak yang lain terbawa-bawa. Kenapa kau tidak bisa fokus sekolah saja, belajar di sana. Jangan mencari gara-gara. Sudahlah masalah ini sudah selesai. Jangan kau terus ungkit-ungkit tentang kecelakaan ini. Sinta juga baik-baik saja kan. Jangan pernah melakukan hal ini lagi aku tidak mau mendapatkan laporan seperti ini lagi"


"Apakah kau diberi uang oleh sekolah itu sampai-sampai kau ngotot dan ingin aku tidak mencari bukti itu, apa yang sudah mereka berikan padamu Paman "


"Apa yang kau katakan. Aku sama sekali tidak bekerja sama dengan mereka atau diberi uang oleh mereka. Kalau bicara itu jangan asal bunyi. Aku sama sekali tidak berurusan dengan mereka. Aku tidak mau mendengar lagi kau melakukan kesalahan di sekolah itu, bisa-bisa semua anak yang dapat beasiswa tercoreng dan dikeluarkan dari sekolah itu jadilah anak baik"

__ADS_1


"Baiklah aku tidak akan melakukan itu lagi"


"Baguslah kau anak yang baik dan pintar"


"Ya sudah lebih baik Paman Dion pulang saja. Ini sudah malam tidak baikan ada di rumah seorang perawan"


"Ya memang aku akan pulang"


Paman Dion langsung pergi begitu saja setelah meminum teh yang Ayu buat untuk dirinya sendiri. Ayu yang sedang belajar menutup bukunya dengan kesal tapi tiba-tiba ponselnya berdering itu dari Aina.


"Ada apa Aina "


"Coba kau cek Instagram, ini sangat gawar sekali ada foto dirimu dan juga Andaru, cepat kau cek sekarang juga"


"Apa kau yakin, kau sedang tidak bermain-main denganku kan Aina"


"Tentu saja tidak, aku berkata jujur coba cek dulu sekarang"


"Aku matikan dulu"


Ayu langsung mengecek Instagramnya dan benar foto dirinya dan juga Andaru sudah tersebar. Foto ini diambil dengan secara diam-diam.


Ayu kembali menelpon Aina "Aina sebenarnya siapa yang melakukan ini, kenapa dia tega melakukan ini padaku. Bagaimana ini kalau Ibuku tahu, dia pasti akan sangat marah dia pasti akan meledak-ledak"


"Mungkin Aliya yang melakukan ini, dia kan mantan pacarnya Andaru, tapi kau yakinkan Andaru sudah putus dari Aliya jangan sampai kau keliru "


"Tentu saja aku yakin mereka sudah putus. Aku mendengar kata-kata itu dari mulut Andaru langsung. Tapi kenapa harus fotoku disebarluaskan seperti ini. Lalu bagaimana nanti aku di sekolah mereka pasti akan mengejekku aku akan habis di sekolah nanti"


"Seharusnya kau tidak pergi bersama Andaru"


"Aku sama sekali tidak pergi bersamanya, dia yang memaksaku untuk masuk ke dalam mobilnya. Kalau saja dia tidak memaksa aku pun tidak akan pernah mau. Dia yang telah melakukan itu padaku"


"Tapi kan pasti ada yang jahil juga, sekarang fotomu tersebar"


"Bagaimana ini Aina"


Ayu begitu khawatir. Bagaimana dirinya harus menghapus foto ini. Pasti fotonya tersebar kemana-mana dan semua orang sudah tahu. Padahal dirinya dan Andaru juga tidak ada hubungan apa-apa. Ini hanya salah paham saja.

__ADS_1


...----------------...


Aksa yang sedang memainkan ponselnya kaget saat melihat wajah Andaru dan juga Ayu ada di Instagram. Bahkan sudah tersebar dengan cepat. Aksa berlari ke kamar Kakaknya dan membuka pintunya tanpa mengetuk terlebih dahulu.


"Ada apa kau ini, tiba-tiba masuk ke dalam kamarku tanpa mengetuk pintu"


"Bukalah instagram-mu kau lihat sendiri wajahmu ada di mana-mana bersama Ayu. Kau berkencan bersamanya gila ya"


Andaru segera membuka ponselnya dan melihat apa yang dikatakan oleh Aksa "Ya sudahlah foto sudah tersebar mau apa lagi tidak akan bisa dihapus. Pasti sudah tahu semua orang-orang"


"Kau sangat tidak peduli ternyata dengan foto ini"


"Ya mau gimana lagi. Sudah tersebar juga susah juga dihapus kan. Sudah lah biarin saja yang malu juga bukan aku. Ayu yang malu biarin saja biar dia tahu gimana rasanya bermain-main denganku, tapi aku sangat berterima kasih pada orang yang telah menyebarkan foto ini"


"Kau ini ya"


Aksa berbaring di samping kakaknya, tapi Aksa melihat Andaru yang begitu sibuk membuka whatsapp dan memberikan pesan pada seseorang, tapi dirinya tidak tahu pesan pada siapa itu.


...--------------...


Sama halnya dengan Sinta, dia juga sedang melihat foto Ayu dan juga Andaru. Dia langsung melemparkan ponselnya dan menangis sejadi-jadinya.


Sinta membawa kursi rodanya ke lemari dan membukanya, ternyata di dalam sana foto Andaru semuanya banyak sekali foto Andaru. Bahkan chat Sinta dan juga Andaru ditempel di sana olehnya.


Lalu tatapan Sinta beralih ke arah foto dirinya dan juga Ayu. Tatapannya langsung berubah menjadi marah. Sinta segera membawa kursi rodanya ke arah foto dirinya dan juga Ayu lalu menyobek-nyobeknya sampai kecil-kecil.


Sinta yang masih menangis mendengar ponsel yang terus saja berdering. Dia kembali mengambil ponselnya dan ternyata itu pesan dari Andaru.


Andaru : Kau sudah melihat foto itu ?


Andaru : Sungguh itu hanya salah paham saja, itu tidak seperti yang kau lihat.


Andaru : Ayu terobsesi denganku makanya dia seperti itu mengajakku untuk pergi, dia mengajakku untuk bolos.


Sinta tersenyum saat mendapat pesan dari Andaru, tapi tiba-tiba raut wajah Sinta berubah marah lagi saat membaca kata terobsesi. Jadi selama ini Ayu terobsesi pada Andaru.


"jadi ini alasanmu pergi ke sekolah itu Ayu"

__ADS_1


Sinta menatap foto Ayu yang sudah dia sobek-sobek. Lalu dia menghubungi Ayu, tapi Ayu sedang dipanggilan lain. Sinta melemparkan kembali ponselnya ke arah tempat tidur. Marahnya makin bertambah lagi pada Ayu.


__ADS_2