Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 144 Aku akan selalu mendukung


__ADS_3

"Anakku, kau dasar penjahat kau tega membakar semua keluargaku, aku bersumpah akan membalas apa yang telah kau lakukan pada keluargaku, aku akan membalas semuanya " teriak Dea dengan air mata yang bercucuran


Buk menendang Dea sampai tersungkur " diam kau, berisik sekali siapa suruh kau main main denganku, aku tak pernah mengkhianatimu tapi kau berani mengkhianati tuan mu ini "


Dea mencoba untuk duduk kembali dan memelototi Adi, rasa sakitnya hilang dengan seiringnya keluar dirinya yang mati dibakar dengan bersamaan.


"Aku bersumpah keluargamu akan merasakan apa yang pernah keluargaku rasakan "


Adi langsung saja menarik rambut Dea dan menariknya keluar ruangan, Dea sampai merintih menahan sakit di kepalanya dan jug kakinya yang digusur seperti ini, mau bangkit pun susah tangannya ditali.


Adi memangku Dea dan melemparkannya ke kandang buaya, Adi menyaksikan kematian Dea yang langsung diserbu oleh gerombolan buayanya. Mereka makan dengan lahap, mengoyak seluruh tubuh Dea dengan sekejap.


Adi merogok sakunya dan mengangkat telfonnya yang berdering " sayang ada apa "


"Kau dimana mas kenapa belum juga pulang, apakah kau tak ingat dengan istrimu ini, apakah kau sudah lupa padaku sampai sampai tak pulang "


Adi menjauhkan ponselnya suara istrinya begitu melengking sampai sampai telinganya sakit "aku pulang sekarang aku pulang sekarang sayang, kau tunggu aku dirumah ya, maaf tadi pekerjaan ku sangat banyak, aku sekarang pulang "


"Aku tunggu jika kau lama aku tak akan membolehkan mu masuk kamar, biar saja kau tidur diluar "


"Jangan begitu lah sayang, mana sanggup aku tidur tanpa memeluk dirimu "


"Makannya pulang "


Sambungan langsung dimatikan oleh Bella dan Adi hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan kelakuan sang istri, baiklah sekarang kita pulang dan menjadi suami yang baik dan penurut.


***


Bella segera menyimpan ponselnya di nakas dan memakan kembali baksonya, rasanya kesal pada sang suami yang tak pulang pulang ini sudah sore tapi suaminya belum ada niatan untuk pulang.


Tiba tiba ada yang mengetuk pintu "masuk "


"Maaf nyonya dibawah ada tamu "


"Siapa kak "


"Emm teman tuan Adi "

__ADS_1


"Baiklah jamu dulu mereka aku akan turun kebawah "


"Baik nyonya "


Bella segera bangkit dan merapihkan rambutnya lalu segera turun untuk menemui siapa orang yang bertamu di sore hari seperti ini.


Saat Bella sudah ada dihadapan orang itu, dia langsung bangkit dan menatap Bella " Bella mana Adi kami ingin melihat suami mu itu, kenapa dia tak ada kabar jangan jangan kau memang berbohong pada kami ya kalau suamimu baik baik saja "


"Apakah pantas bertamu kerumah orang langsung bertanya seperti ini, duduklah dulu kita berbincang suamiku sedang bekerja sebentar lagi dia akan pulang "


Bella mendahului untuk duduk dan menatap 2 laki laki yang didepannya dengan angkuh, dia adalah si mata tertutup sebelah dan juga si mata sipit.


"Kau makin cantik saja Bella " puji laki laki bermata sipit sambil menatap Bella dari bawah sampai atas.


"Terimakasih tapi buang tatapan menjijikan mu itu, apakah ingin aku hajar tatapan mu itu sangat membuatku jijik "


"Kenapa tatapan ku memang seperti ini "


"Aku tak suka, jadi jangan membuatku marah ingat itu "


Orang bermata sipit itu menahan amarahnya dia akan bangkit namun laki laki yang disebelahnya langsung menahannya agar tak menyerang Bella.


Mereka diam menatap Bella dengan kesal dan juga benci tapi Bella tak menghiraukan itu dia malah menyeruput teh nya dan juga mencicipi satu persatu makanan yang dibawa Sera.


"Makanlah jangan diam saja, kami sudah menjamu kalian berdua jangan didiamkan seperti ini "


"Kalian ada disini "


Bella menatap suaminya yang baru saja datang, suaminya langsung mengecup kening sang istri dan menatap kedua orang itu kembali.


"Duduklah sayang mereka ingin memastikan apakah kau masih ada atau tidak duduklah sayangku "


Adi menatap istrinya lalu duduk dan menatap mereka berdua " aku baik baik saja, kalian khawatir atau sebaliknya "


"Kami hanya ingin memastikan saja keadaan mu Adi, waktu itu perempuan yang hamil ini yang datang, makannya kami aneh seorang Adi tak datang dan malah diwakilkan oleh seorang perempuan hamil " ucap laki laki bermata sipit.


"Bella dia punya nama, dia istriku jadi hormati dia seperti kalian menghormati ku "

__ADS_1


"Ya aku tahu dia istrimu tapi dia terlalu angkuh dan sombong " sindir laki laki sipit itu


"Wajar dia adalah istri dari Adipramana harus seperti ini, memangnya ada yang aneh tidak kan, ayo silahkan dimakan jamuan yang sudah disediakan jangan didiamkan saja "


Mereka berdua malah mendelikan matanya, sepertinya mereka juga kesal dengan Adi " baiklah kalian mengobrol saja, aku akan membiarkan kalian untuk mengobrol jadi selamat mengobrol "


Bella mengecup pipi suaminya dan berjalan menjauh meninggalkan mereka semua, sudah cukup dirinya ada disana biarkan suaminya mengobrol dengan mereka semua.


***


"Bella kau tak mengajakku saat makan rujak seperti ini "


Adi membalikan badannya dan menatap Rizki " siapa suruh kau tak ada kemana saja kau, kenapa tiba tiba pergi "


"Emm aku hanya bertemu dengan teman teman yang lain, bagi dong siapa yang bikin "


Rizki langsung duduk dan mencomot rujak Bella " kak Sera yang bikin, sama enaknya seperti yang kau buat apakah kau yang mengajarkannya "


"Tentu saja aku yang mengajarkannya, emm enak sekali"


"Pertemuan apa yang kalian lakukan Ki "


"Hanya ngobrol ngobrol biasa saja sih, siapa itu ada tamu ya "


"Hemm kukira kalian membahas apa. Teman mas Adi tapi menurutku mereka adalah musuh "


"Kenapa kau bisa berkata seperti itu "


"Ya karena mereka yang waktu itu bertemu denganku dan aku tahu mereka sangat membenci suamiku dan ingin menjatuhkannya tapi aku tak akan membiarkannya "


"Jangan terlalu dalam kau ikut dengan mereka Bella "


"Tak bisa Ki, sekarang kehidupanku sudah berbeda aku bukan Bella yang dulu aku adalah istrinya Adipramana seorang mafia hebat, jadi aku pun istrinya harus hebat makanya setelah aku melahirkan dan anak-anakku sudah cukup besar aku akan melatih bela diriku lagi dan juga menembak lagi, aku akan mencoba untuk berburu lagi untuk mengasah semuanya lagi, aku tidak mau menjadi beban suamiku nantinya jika suatu saat ada seseorang yang menyerang suamiku di sini aku harus bisa segalanya, aku tidak bisa menjadi perempuan lemah yang hanya bisa mengumpat di belakang suamiku dan menunggu dia menyelamatkanku"


"Tapi aku harus selalu hati hati "


"Aku akan selalu hati-hati Ki asalkan kau selalu ada di sampingku dan mendukung apapun yang aku lakukan, karena kau satu-satunya sahabatku disini karena kau satu-satunya orang yang peduli padaku dan mendukung apapun yang aku inginkan dari dulu sampai sekarang"

__ADS_1


Rizki menganggukan kepalanya dan menggenggam tangan Bella dengan erat, apapun keputusan sahabatnya dirinya akan mendukungnya selagi itu membuat sahabatnya bahagia.


__ADS_2