
"Cukup diam disana jangan kemana-mana Cempaka aku belum selesai berbicara, aku masih ingin bicara denganmu"
Andaru mengejar Cempaka dan memegang tangannya dengan sangat erat "Apalagi semuanya sudah selesai Andaru, tidak ada yang perlu dibicarakan lagi, tolong dengarkan keputusan aku, aku tidak mungkin bersamamu "
"Beri aku kesempatan Cempaka, aku tahu semua itu akan sulit tapi mari kita berjuang sama-sama, aku yakin Ayah tidak akan marah nantinya"
"Tidak, terimakasih aku masih sayang nyawa dan aku tidak mau terlibat dengan siapa pun, kita tidak akan bisa bersama ingat tidak akan bisa. Jadi tolonglah mengerti "
"Aku tidak mau, aku tidak mengerti. Aku mau kamu ada untukku, aku ingin terus bersamamu "
Cempaka kembali berjalan tapi sekarang sedikit berlari dan Andaru dia mengikuti kembali Cempaka. Rasanya ingin sekali membanting Andaru yang seenaknya berbicara seperti itu pada dirinya.
...----------------...
"Aksa sendiri aja, dimana Andaru "
Aksa hanya menatap sebentar kearah Aliya lalu kembali makan, fokus dengan makanannya.
__ADS_1
"Aksa aku sedang bertanya padamu, dimana Andaru dan dimana kembaran mu yang satu lagi, dimana dia hemm"
"Cari saja sendiri, kau punya kakikan maka kau bisa mencarinya sendiri tanpa meminta bantuanku "
"Aku bicara baik-baik ya padamu, kenapa kau tak pernah mau bicara denganku "
"Aku sedang tidak mau berbicara denganmu, jadi lebih baik kau cari sendiri jangan tanya-tanya aku"
Aliya mengebrak meja dan pergi begitu saja. Dia kelihatannya marah dengan sikap Aksa yang seperti itu padanya.
"Kenapa dia " tanya Bianca yang baru datang dan duduk berhadapan dengan Aksa.
Bianca menganggukan kepalanya, lalu menatap Aliya yang duduk bersama Galang. "Dia sudah cinta mati pada Andaru makannya seperti itu. Kau tahu kan bagaimana dia dulu mengejar Andaru dan akhirnya dapat "
"Iya juga, tapi aku muak saja harus aku terus yang jadi sasaran, dia terus saja bertanya padaku "
"Yang sabar kau kan kembaran Andaru, jadi harus banyak- banyak bersabar "
__ADS_1
"Ya "
Aksa kembali melanjutkan makannya, memang dulu Aksa, Andaru,Aliya, Galang selalu bersama-sama tapi entah kenapa semenjak tabrak lari itu mereka jadi jarang berkumpul.
Aksa juga lebih senang menyendiri dan tak mau bergabung dengan teman-temanya, yang makin kesini makin tidak beres.
Mereka mulai bermain-main dengan fisik pada orang lain dan dirinya tidak suka dengan semua itu. Apalagi waktu itu saat Cempaka dibully dirinya makin tidak mau ikut-ikutan karena takut terkena karma dan keluarganya yang menanggungnya.
...----------------...
Sekarang Lia makan dengan tenang, teman-temanya juga tidak terlalu meremehkannya. Untung saja banyak yang mendukungnya.
Tapi tidak dengan Galang dia masih saja menatap Lia dengan kebencian. Dia masih tidak suka dengan Lia. Padahal dulu Lia tak pernah mencari masalah dengan mereka.
Tapi selalu saja jadi sasaran bullyan mereka. Apakah memiliki tubuh yang besar itu salah, apakah semua itu salah sampai-sampai fisiknya selalu saja dipermainkan.
"Urusan kita belum selesai Lia, lihat saja kau sudah berani mengadu pada guru dan balasannya akan lebih dari yang kemarin "
__ADS_1
Lia hanya menatap Galang saja, tak ingin merespon. Lia pindah meja dan bergabung dengan yang lain agar terlindungi saja.