Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 65 Kenapa yang kau pilih dia


__ADS_3

Zea mondar mandir sambil mengigit kukunya "sialan aku kira waktu itu saat aku kabur semuanya sudah selesai tapi nyatanya ini belum selesai, bagaimana kalau Adi tiba-tiba mengetahui kalau aku juga ada dalam permainan itu kalau aku yang membawa anak buah itu bagaimana ini aku masih mau hidup, aku tak mau mati sia sia ditangan Adi, aku belum memiliki segalanya aku tak bisa mati konyol seperti ini "


Zea melihat kearah kopernya lagi, dan kembali memasuk masukan pakaiannya " aku harus pergi dari sini, aku tak bisa terus menerus disini yang ada aku akan habis oleh Adi, aku harus kabur mumpung dia sedang terluka, ini adalah kesempatan ku"


Zea yang sudah selesai membereskan semua pakaiannya segera keluar dari rumahnya, memang dirinya sudah berbicara pada pembunuh bayaran itu untuk berbicara kalau Ziva yang memintanya, yang menyewa mereka.


Tapi tetap saja dirinya takut, takut Adi terus mencecar orang itu, pasti orang itu sudah di interogasi oleh Adi dan juga anak buahnya yang lain. Dirinya tau siapa Adi dan dirinya salah telah berurusan dengan laki laki itu.


Seharusnya dirinya tak ikut campur tentang hubungan mereka bertiga yang rumit, ya memang karena dirinya awalnya ingin menjadi istri kedua Adi tapi sekarang tidak jadi kalau taruhannya adalah nyawanya sendiri.


"Aku harus pergi kemana ya, aku binggung harus kemana"


Zea memberhentikan taksi dan masuk, dia masih belum bicara mau kemana nya , karena masih binggung harus pergi kemana, ke kota mana ke negara mana.


***


"Kau sudah makannya sayang "


Bella menganggukan kepalanya dan berbaring disamping Adi, Bella memeluk perut Adi, sebelumnya dirinya membuka pakaian Adi dan mengelus tato yang selalu saja membuatnya kagum.


"Kau suka sayang "


"Ya aku suka, gambarnya bagus "


"Kau mau aku buatkan "


Bella mendongakan kepalanya dan menggelengkan kepalanya " emm tidak aku tidak mau ditato, "


"Kenapa sayang "


"Tidak saja, tapi aku suka yang ada diperut mu, bagaimana rasanya apakah sakit "


"Emm tidak terlalu, untuk ku tak sakit sayang "


"Hemm begitu "


"Ada apa dengan mu sayang, sepertinya kau banyak fikiran "


"Tidak ada"


Adi sedikit bangkit dan menindih tubuh Bella dan tatapan mereka langsung bertabrakan.


"Apa yang sedang kau fikiran sayang *


"Jangan seperti ini, dada mu pasti sakit, nanti kalau berdarah lagi bagaimana "


"Tidak sakit ayo katakan padaku apa yang sedang kau pikirkan, dan satu lagi aku ingin bertanya sesuatu padamu, apakah kau mulai menyukaiku"


Bella yang ditanya seperti itu malah gelagapan, " emm entahlah aku tak tahu "


"Tatap mataku sayang "


Kembali Bella menatap mata Adi dan " aku nyaman bersama mu, tapi aku belum mencintaimu "


"Kalau besok sayang "

__ADS_1


"Entahlah aku tak tahu "


Adi mendekatkan wajahnya makin dekat makin dekat dan kruyuk, Adi mengangkat kepalanya "kau masih lapar sayang bukannya kau tadi makan "


Bella mendorong sedikit dada Adi dan duduk " emm aku tadi hanya maka sedikit"


"Baiklah aku akan menyuruh Sera membawa makanan untuk kita makan disini "


Adi mengambil ponselnya dan menghubungi Sera untuk membawa makanan untuk mereka berdua.


Bella yang masih membelakangi Adi tak melihat Adi sedang meringis memegang dadanya, Adi berbaring kemabli dan mencoba menahan rasa sakitu ini jangan sampai Bella mengetahuinya dan nanti malah kepikiran kan.


***


Bella sudah memakan makannya dia begitu lahap, Adi juga sama makan, tapi makanannya hanya bubur saja.


"Bella "


"Hemm " sambil mengunyah makanannya


"Jika suatu saat aku ingin bersama mu selamanya bagaimana, apakah kau mau selalu ada disampingku, menemani hari tua ku "


Bella berhenti mengunyah dan langsung menelannya sekaligus. Pertanyaan yang tak pernah dirinya harapkan.


"Emm aku tak tahu, kau punya istri dan aku tidak mau menjadi orang ketiga, aku mau hidup damai tanpa ada gangguan dari siapa pun itu "


"Jika misalnya aku belum punya istri dan kita bertemu bagaimana, apakah kau akan berubah fikiran "


Bella belum menjawab Bella masih diam dan kembali mencomot ikan patin balado nya," emm mungkin ceritanya tak akan begini, akan berbeda"


"Tentu aku sangat penasaran siapa yang telah menjual ku padamu, kenapa dia begitu jahat melakukan ini padaku, apa salahku "


"Jika kau tahu pasti kau akan sedih, Baiklah kita bahas lagi apakah kau akan mencintaiku bila kejadiannya bukan seperti ini"


"Mungkin aku tidak akan mencintaimu karena aku sudah punya Alvaro aku tidak mungkin menghianatinya"


"Kalau kita berjodoh bagaimana pada saat itu, kita kan tak pernah tahu jodoh kita "


"Entahlah aku tak bisa berfikir sampai sejauh itu, kau tahu aku begitu mencintai Alvaro, sampai sampai aku tak bisa melupakannya. Aku tidak bisa melepaskan Alvaro kami berpacaran saja masih SMP sampai kami berdua akan lulus kami masih menjalin kasih, tapi karena ada sebuah ya masalah memang hubungan kami berakhir tapi aku tidak mau sampai hubungan itu berakhir, aku ingin selalu bersama Alvaro "


Adi tersenyum kecut "bila ada laki-laki yang lebih baik dari Alvaro lebih segala-galanya dari Alvaro, kau tetap akan memilih laki-laki itu atau akan memilih laki-laki baru itu yang melebihi dari Alvaro"


"Kenapa kau malah membahas ini"


"Hanya ingin saja"


"Lebih baiknya itu seperti apa"


"Ya maksudnya, laki-laki itu mencintaimu begitu besar dan ingin memilikimu selamanya, dia akan membahagiakanmu dan membuatmu selalu bahagia tidak ada kesedihan dalam hidupmu kau akan memilih yang mana"


"Aku akan memilih alvaro, pilihan ku akan tetap Alvaro, tapi tak tahu dengan keadaanku yang seperti ini Alvaro akan menerimaku atau tidak "


Adi kecewa dengan jawaban Bella, Adi kembali memakan buburnya dengan cepat, tanpa banyak bicara Adi langsung pergi dari kamarnya Bella.


Bella pun tak mencegahnya hanya diam saja, dirinya masih binggung dengan sikap Adi yang tiba tiba saja berubah, memang kenapa dengan jawabannya, memang ada yang salah ya.

__ADS_1


Kan mas Adi bertanya maka dirinya menjawab sesuai apa yang ada fikiran nya memang ada yang salah ya dari jawabannya, dari semua jawabannya.


Dirinya nyaman bersama mas Adi, tapi di dalam hatinya masih terpampang nama Alvaro. Bella yang menang acuh kembali memakan makanannya, perutnya masih begitu lapar.


Perutnya sekarang lapar terus apa karena ada bayi didalam perutnya. Bella memberhentikan makannya lalu menyingkap pakainnya dan melihat perutnya yang sudah agak membuncit " wahh kau tumbuh dengan cepat, kau disana nyaman tidak, apakah kau kegerahan atau kurang oksigen "


Bella memeluk perutnya dan menutup kembali pakainnya dan kembali makan. Dirinya akan menjaga anaknya sampai anak ini lahir. Tak sabar rasanya ingin melihat wajah sang anak, apakah akan mirip dengannya atau dengan mas Adi ya.


**


Adi masuk keruangan latihan dan menatap anak buahnya yang sedang berlatih " ayo lawan aku kemari kalian, maju kalian semua "


Anak buahnya yang sedang berlatih berhenti dan menatap Adi, mereka tak ada yang maju karena tahu tuannya baru saja selesai di operasi " tuan anda masih sakit"


"Diam Zack aku ingin memukul seseorang, apakah kau mau menjadi orang yang pertama berkelahi dengan ku "


Zack menggelengkan kepalanya dan mundur, " ayo maju "


Masih tak ada yang maju, mereka masih diam saja, mereka takut kalau Adi kenapa napa nantinya.


Adi langsung maju kearah anak buahnya dan menarik pakaiannya " ayo lawan aku "


Adi dengan membabi buta langsung memukul anak buahnya, Adi melampiaskan semua kemarahan dan kecemburuannya pada anak buahnya.


Tapi tak ada satu pun anak buahnya yang melawan, mereka hanya diam saja menerima setiap pukulan yang diberikan.


Dirinya masih tidak habis pikir dengan Bella, selama ini dirinya mencintai Bella menyayangi Bella tapi hati Bella tetap hanya untuk laki-laki itu, hanya untuk Alvaro yang memang jauh di bawahnya.


Dia bukan apa-apa untuknya dia hanya bocah yang tidak sebanding dengannya, tapi kenapa Bella malah memilih laki-laki itu dan mempertahankan cintanya jelas-jelas laki-laki itu tidak mengharapkannya lagi.


Laki laki itu sudah pergi dan tak mau bersama Bella, tapi Bella begitu mencintainya apa yang tak dirinya punya, apa karena dirinya sudah tua.


"Akhhh " teriak Adi yang sudah puas mengajar anak buahnya.


Adi pergi dari hadapan mereka semua dengan dada yang berdarah darah, Zack mengikutinya dan mencoba menenangkan tuanya sebenarnya ada apa ini, kenapa tuannya sampai marah seperti ini.


Apakah nona Bella membuat masalah, atau nyonya Ziva membuat masalah. Entahlah mungkin diantara mereka ada yang membuat salah.


***


"Nona kita sudah berkeliling, jadinya kita mau kemana"


"Emm ke bandara saja pak, ayo agak cepetan ya pak "


"Baik Nona "


Supir taksi itu segera menjalankan mobilnya kearah bandara namun tiba tiba ada yang menghadang mobil taksi itu.


Wajah Zea sudah pucat pasi, ada dua orang yang membuka pintu belakang dan menarik Zea keluar " apa apaan ini, lepaskan aku, lepaskan aku tak mau ikut ada apa ini kenapa kalian menarik ku seperti ini lepaskan "


"Ayo ikut kami kau harus bertanggung jawab "


"Tidak tolong, tanggung jawab apa aku tak salah "


Bug pipi Zea di tonjok dan membuat Zea pingsan orang orang itu segera membawa Zea pergi, sedangkan supir taksi itu tak dia apa apakan hanya diancam saja agar tak berbicara pada siapa siapa.

__ADS_1


__ADS_2