
Cempaka masih menangis, Aksa langsung memegang tangan Cempaka dengan erat "Udah jangan nangis, jangan murung kayak gini "
"Mau dibawa ke mana mama aku"
Aksa menghembus nafasnya dengan lelah "Aku ga tahu Ayah mau bawa dia ke mana"
"Aku bisa minta tolong sama kamu buat telepon Ayah kamu, jangan apa-apain Mama aku tolong" Cempaka menyatukan tangannya untuk meminta tolong pada Aksa.
"Apa kamu ga marah Cempaka, apa kamu lupa kalau kamu masih punya keluarga selain dia. Apakah kamu ga marah saat diculik sama dia emang kamu ga punya dendam gitu "
"Untuk apa aku dendam sama orang yang ngurus aku, aku tahu aku masih punya keluarga Aksa. Aku tahu kalian semua keluarga aku dan aku tahu Mama asuhku itu telah menculik ku saat masih kecil, tapi dia sudah mengurusku juga. Apakah aku tidak boleh mengkhawatirkannya aku ingin kembali pada keluargaku, tapi aku ingin Mama angkat ku juga hidup bahagia tidak perlu disiksa atau dilaporkan ke kantor polisi"
"Aku akan bicara dengan Ayah nanti sini hapus dulu air matamu "
Aksa menghapus air mata Cempaka dan memeluk Cempaka dengan erat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Aksa kamu pulang. Ayah mana kamu bawa siapa"
Bella dan Andaru yang sedang makan langsung berdiri, saat melihat Aksa menggandeng seseorang memang belum terlihat mukanya.
"Mama kangen kan sama Cempaka aku bawa Cempaka buat Mamah"
Bella langsung menangis dan mendekati Aksa, lalu menarik Cempaka yang masih bersembunyi "Sudah Mama duga kan Ayu itu Cempaka. Mama tidak pernah salah untuk mengenali anak mama sendiri"
Bella langsung memeluk Cempaka dengan erat, Bella begitu bahagia saat melihat anaknya kembali. Anak perempuannya yang sudah bertahun tahun menghilang.
"Jangan pernah tinggalin Mama lagi ya Cempaka. Mama ga bisa ditinggalin lagi sama kamu"
__ADS_1
"Ga mungkin Ayu Cempaka"
Bella dan Aksa langsung memandang Andaru yang masih tidak percaya "Mana buktinya kalau Ayu itu Cempaka"
"Kamu perlu bukti apa lagi si Andaru. Semuanya udah jelas kalau Ayu itu Cempaka. Bahkan dia udah ingat semuanya. Dia waktu itu hilang ingatan"
"Bisa aja kan dia pura-pura buat jadi Cempaka, biar bisa hidup tenang di sini dan bergelimang harta bisa aja kan"
"Jaga ucapan kamu Andaru "ucap Bella
"Aku tidak akan pernah percaya sebelum ada tes DNA. Aku tidak akan pernah percaya kalau Ayu adalah adikku Cempaka"
Andaru langsung pergi kekamarnya. Sedangkan Bella kembali menatap Cempaka dan mencium seluruh wajahnya "Mamah begitu bahagia kamu kembali lagi kemari. Mamah senang sekali kamu masih hidup Cempaka, mamah hancur saat kamu hilang, mamah hampa tanpa kamu "
Cempaka hanya bisa menangis saja. Tak menyangka orang yang selama ini selalu dirinya temui adalah ibunya sendiri, ayahnya sendiri dan orang yang sedang dekat dengannya juga ternyata adalah kakaknya sendiri.
"Udah mah, Cempaka sudah makan "
"Ya sudah ayo kita tidur ya. Mama sudah sediakan kamar dari dulu buat kamu. Mama juga suka bersihin kamar itu ayo sayang "
Cempaka dibawa naik kelantai dua oleh Bella. Aksa yang melihatnya begitu bahagia. Akhirnya mamahnya bisa tersenyum kembali dengan sangat tulus. Sungguh ini luar biasa.
Sudah benarkan tebakannya selama ini kalau Ayu itu adiknya, Ayu adalah Cempaka yang selama ini hilang. dia sudah kembali.
...----------------...
Bella mengusap rambut Ayu yang ada di pangkuannya "Mama tuh dari dulu pengen kayak gini, usapin rambut kamu, tidur bareng tapi sekarang mama udah bisa rasain. Kamu baik-baik aja kan selama ga sama mama, kamu ga diapa-apain kan sama penculik itu"
"Sama Mama aku ga diapa-apain Mah, dia seperti mamaku sendiri. Dia ga pernah lihatin ngelagat yang aneh dia juga kerja buat aku, buat aku bisa sekolah, makan dan yang lainnya"
__ADS_1
"Kamu bahagia tinggal sama dia, kamu senang tinggal sama dia "
"Cempaka senang tinggal sama mamah Nadia, dia selalu membela Cempaka kalau ada yang jahat pada Cempaka. Dia selalu ada untuk Cempaka, dia selalu memasak, membantu hal apapun yang Cempaka tidak bisa"
Cempaka langsung duduk dan memegang tangan mamahnya, Bella di sana sudah menangis rasanya dirinya gagal menjadi orang tua, gagal menjadi seorang ibu.
Anak bungsunya malah lebih menyayangi penjahat itu, dia malah menganggap penjahat itu sebagai ibunya sendiri. Bahkan dari cerita yang singkat dari Cempaka sepertinya Cempaka memang nyaman bersama perempuan itu.
"Tapi yang lebih membuat aku bahagia lagi, aku bisa bertemu dengan Mamaku yang sebenarnya. Mungkin dia sudah mengurusku, tapi Mama yang sudah melahirkan ku. Mama yang sudah mengurusku dari kecil. Mungkin kita baru bertemu lagi hari ini mah, tapi rasa sayangku tidak akan pernah hilang pada mama. Mama tidak akan bisa tergantikan oleh siapapun. Meski aku bilang mama Nadia baik, tapi Mama yang terbaik aku tidak akan pernah melupakan kasih sayang mama yang selalu Mama berikan padaku"
Bella malah makin menjadi-jadi saja menangisnya, hatinya begitu senang. Sekarang hatinya senang pikirannya tadi sudah terhempas begitu saja, ternyata anaknya begitu menyayanginya.
"Kenapa Mama terus menangis, apa Mama tersinggung dengan kata-kata Cempaka tadi. Maaf bila Cempaka sudah menyakiti hati Mama"
"Tidak, Mama sama sekali tidak marah ataupun tersinggung. Mama begitu bahagia dengan kata-katamu Cempaka. Mama bahagia sekali bisa bertemu denganmu, bisa berkumpul lagi dengan mu. Hari ini adalah hari terbahagia untuk mamah "
Mereka berdua kembali berpelukan, rasanya tidak akan pernah puas kalau berpelukan hanya sebentar. Bella membaringkan Cempaka juga dirinya berbaring di samping Cempaka. Dipeluknya anak perempuan satu-satunya itu, air matanya terus mengalir, air mata kebahagiaan bukan air mata kesedihan.
"Tidur ya sayang, Mama akan temani kamu tidur. Sudah lama kita tidak tidur sama-sama. Ayo Mama temani ya. Mama akan selalu memelukmu seperti ini, tak akan mamah lepaskan pelukan ini"
Cempaka menganggukan kepalanya, memeluk mamahnya dengan sangat erat, dirinya juga senang bisa bertemu dengan mamahnya ini.
Tapi fikirannya juga masih memikirkan bagaimana keadaan mamah Nadia, dirinya tak mau membuat hati mamah Bella sakit karena menanyakan mamah Nadia.
Mungkin untuk kali ini dirinya bungkam dulu saja. Semoga sama mamah Nadia baik-baik saja dan tidak terjadi apa-apa padanya.
Tapi tunggu dimana Bagas apakah dia baik baik saja. Apakah dia tak apa-apa, apa mamah tak melukai Bagas.
Bagas sendiri dirumah itu, bagaimana kalau mamah menyakitinya. Apakah dia akan bisa menyematkan dirinya sendiri. Semoga saja Bagas baik-bak saja dan tidak terluka sedikitpun.
__ADS_1