Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 147 Apakah kalian suka dengan aku yang sekarang


__ADS_3

Bella yang sudah selesai menyusui ketiga anaknya dengan bergantian membenarkan pakaiannya, ada sebuah janji yang dirinya ucapkan maka harus dirinya lakukan.


"Ki "


"Ya kenapa Bella "


"Kau jaga anak-anakku di sini ada sesuatu yang harus aku urus aku harus menepati janji yang pernah aku ucapkan"


"Janji yang mana. Memangnya kau pernah mengucapkan janji apa? "


"Ada satu janji yang harus aku lakukan kau di sini dan jangan ikut denganku, jaga anak-anakku dengan baik jika ada apa-apa kau hubungi aku, aku masih belum percaya dengan semua orang di sini hanya kau yang aku percaya di sini Ki, jadi jaga anak-anakku dengan baik ya"


"Baiklah aku akan menjaga Andaru, Aksa dan juga Cempaka dengan baik, jangan melakukan hal gegabah Bell"


"Tak janji aku Ki "


Bella berjalan dengan anggun menuju luar kamar anaknya, dia akan melaksanakan janji yang pernah dirinya ucapkan.


"Kau mau kemana Sera "


"Aku ingin memberi makan Serena nyonya"


"Kemari kan biar aku yang antar dan mana kunci dari sel dia"


"Biar saya saja nyonya "

__ADS_1


"Kenapa, aku sama saja dia adalah kakakku maka aku ingin menemuinya. Aku makin curiga saja padamu Sera apakah kau ingin aku pecat sekarang juga. Apakah sekarang kau bersekongkol dengan Serena kemari kan makanan itu dan berikan kuncinya"


Sera tanpa banyak bicara memberikan apa yang nyonya mau, Bella tanpa banyak bicara lagi langsung pergi meninggalkan Sera yang masih diam menatap dirinya.


"Mau apa kau kemari " teriak Serena saat melihat Bella


"Shut kau sangat berisik sekali, ini adalah rumahku maka aku bebas mau pergi kemanapun itu dan kau tidak usah berteriak seperti itu, karena aku punya telinga dan aku bisa mendengar meskipun kau berbicara sepelan apapun"


Bella membuka kunci gembok dan masuk kedalam memberikan makanan itu pada Serena, Serena bukannya menerimanya malah membuang makanan itu.


"Aku tidak sudi makan dari tanganmu"


Bella malah tertawa duduk ditempat tidur dan menatap Serena yang sedang berdiri dengan kaki yang masih di rante.


"Selama ini kau makan dari mana sayang, bersikaplah baik padaku aku sudah memberikan makanan untukmu, aku sudah memberikan tempat berteduh untukmu tanpa kau harus capek-capek menjual dirimu hanya untuk membeli kebutuhanmu. Bahkan aku mengistimewakanmu dengan memberikanmu tempat tidur yang layak dan juga ruangan yang cukup layak menurutku, duduklah kita berbincang sebagai kakak dan adik. Apakah kau tidak rindu dengan adikmu ini. Apakah kau tidak bahagia saat didatangi oleh adik yang pernah kau jual ini ayo duduk kita bicara sama-sama sudah lama kan kita tidak berbincang"


Bella bangkit dan mengeluarkan pisau yang selalu dia bawa, tanpa fikir panjang Bella menusuk dada kakaknya beberapa kali sampai kakaknya itu terjatuh, Bella menindih badan kakaknya yang tak melawan dari tadi.


"Ini sebenarnya belum sepadan dengan apa yang kau lakukan padaku, kau telah menjualku tapi aku berterima kasih karenamu aku bisa mendapatkan suami yang baik dan sangat menyayangiku, tapi kau kembali mengusik hidupku dengan ingin meracuni ku dan ini adalah balasannya, lebih baik kau mati saja di tanganku daripada kau mati di tangan orang lain itu akan lebih baik kan kakak"


Serena menahan sakit di dadanya menatap adiknya dengan sendu, darah sudah keluar dari mulutnya, dirinya tadi tak memprediksi kalau adiknya akan melakukan ini padanya.


"Kau jahat Bella, kau perempuan jahat " ucap Serena dengan terbata bata


"Aku jadi jahat karenamu Serena, jadi terimalah aku yang sekarang kau sudah menggoreskan luka terlalu dalam di dalam hatiku dan juga di hidupku. Kau sudah merebut semuanya dariku maka ini adalah balasan yang harus kau terima disaat kau terpuruk mami dan papi lebih memperhatikanmu, sedangkan aku hanya dikesampingkan saja aku hanya seperti dianggap orang asing saja kau yang harus didahulukan, kau yang harus mendapatkan apapun yang kau mau"

__ADS_1


Serena yang sudah sekarat tak bisa berkata kata lagi, untuk kesekian kalinya Bella menusuk dada kakaknya bahkan sekarang membabi buta sampai kearah wajah dan juga lehernya.


"Akhhhhhh " teriak Bella


Bella bangkit dan melihat kakaknya yang sudah terbujur kaku, bahkan ada beberapa anak buah suaminya yang datang dan juga Sera dia datang kemari.


Bella menatap semua orang yang ada disini lalu menatap Sera dengan tatapan ancaman " Aku tidak tahu kau melakukan perjanjian apa dengan Serena, tapi jika suatu saat kau berkhianat lagi padaku Sera kau akan mati sama seperti Serena di tanganku, aku tahu kau ingin melepaskan Serena dan aku tahu kau dulu adalah temannya Serena kan hanya kau berpura-pura tidak mengenal Serena saja"


Bella menabrak bahu Sera dengan kasar, dirinya masih tidak percaya kalau Sera adalah temannya Serena yang waktu itu pernah datang ke rumah, dirinya baru tahu saat Rizki memberikan sebuah foto pada dirinya teman-teman dari Serena dan ada Sera di sana dia memeluk Serena dengan erat dan dia juga tahu selama ini Sera mencoba untuk melepaskan kakaknya Serena.


Rizki telah membantunya untuk mengetahui Sera yang sebenarnya mungkin sekarang dirinya akan diam saja tidak akan berbicara pada suaminya ataupun Ayah mertuanya, karena Sera adalah kepercayaan dari ayah mertuanya dan dia juga anak yatim piatu.


Dirinya tidak mau menghancurkan Sera, tapi dirinya ingin memberikan sebuah satu kesempatan untuk Sera jika kesempatan itu tidak di ambil maka dirinya sendiri yang akan membunuh Sera seperti Serena tadi.


Tidak akan pernah ada yang bisa membohonginya, Bella yang sekarang dan juga dulu sudah berbeda. Sera telah berani macam-macam padanya satu kesalahan akan membuat dirinya tidak akan percaya lagi pada Sera sepenuhnya.


Mungkin dirinya tidak tahu apa saja yang mereka rencanakan selama ini, Sera ingin selalu memberikan makan pada Serena bahkan dari ganti pakaian sprei semuanya Sera ingin lakukan dan tanpa mereka berdua ketahui dirinya sudah memasang CCTV kecil di ujung meja yang ada di ruangan itu.


Dirinya melihat keakraban Serena dan juga Sera selama ini begitu janggal dan aneh. Mungkin kalian semua tidak tahu kalau selama ini aku memata-matai Sera, karena aku ingin membuat sebuah kejutan untuk kalian semua kalau aku bisa melakukan hal ini dengan cepat dan bisa mengalahkan musuh dengan cepat juga.


Di rumah ini sudah terlalu banyak penyusup dan juga musuh salah satunya adalah kepercayaan Ayah mertuanya Sera, yang ingin melepaskan kakaknya itu meskipun mungkin tidak mengancam dirinya tapi Sera sudah berani ingin melepaskan mangsanya.


Dirinya sudah berjanji akan menghabisi Serena setelah melahirkan dan sekarang adalah jawabannya, dirinya sudah menghabisi Serena tidak ada rasa kasihan ataupun rasa iba sedikitpun dalam dirinya.


Dan dirinya sudah puas melakukan ini membalas semuanya, membalas apa yang pernah Serena lakukan padanya selama ini, menjual dirinya lalu ingin meracuni dirinya dan juga anak-anaknya inilah balasan untuk orang-orang yang ingin mengusik hidupnya.

__ADS_1


Selamat tinggal kakak, aku sangat senang atas kematian mu, akan aku rayakan kematian ini, dan aku ingat selalu hari ini adalah kematian mu dan hal yang paling membuatku bahagia.


Mungkin nanti papih dan mamih akan membenciku tapi aku tidak peduli yang terpenting apa yang selama ini aku pendam sudah terlaksanakan.


__ADS_2