
"Sayangg " rengek Adi pada sang istri
"Ada apa mas aku sedang memakaikan pakaian pada Azka "
"Tolong lah sayang aku gak bisa kalau harus disuruh pakaian Pampers sama Andaru dia tak mau aku pegang "
Bella membalikan badannya melihat suaminya dan anaknya " Masa sih Andaru gak mau dipegang sama ayahnya, aku kan sudah mengajarkan mu mas "
"Hehehe iya sudah tapi aku lupa, maksudnya binggung, ehh aku takut membuat tulang tulang anak kita patah"
"Hah patah ? memangnya tangan mu terbuat dari apa sampai sampai bisa patah tulang anak kita "
"Lihatlah aku pegang tangan Andaru lalu aku lepaskan dia langsung terjatuh tangannya, dia begitu lemas sayang, sepertinya kita harus membawa mereka ke dokter "
Bella mengelengkan kepalanya dan mendekati suaminya " ist kau ini ya mereka ini masih bayi, nanti juga kalau sudah besar tak akan seperti ini, malah mereka nanti bisa mengalahkan mu mas "
"Ya tapi_"
"Sudah mas, ayo kau coba lagi, aku akan memakaikan pakaian dulu pada Cempaka "
"Sayangg " lagi lagi Adi merengek
"Hhemm apa "
"Ayolah sayang kasian Andaru pakai kan dulu pempersnya "
"Ist kau ini ya, yasudah sekarang kau pakaikan pakaian Cempaka "
"Baik bos " ucap Adi dengan semangat
Bella hanya bisa menggelengkan kepalanya saja, ada ada saja suaminya ini, padahal ini lebih mudah kan.
***
"Apa perlu kita jalan jalan keluar rumah sayang "
__ADS_1
"Tak usah mas, kita jalan jalan saja disekitar rumah, lihatlah disini saja masih luas "
Adi menganggukan kepalanya sambil mendorong stroller anak anaknya langsung 3 sekaligus.
"Sayang apakah mereka akan baik nanti saat sudah besar"
"Ya pastilah anak anak kita akan baik, tapi kita juga harus benar mengurus mereka dengan kasih sayang yang sama dan juga cinta yang besar "
"Tapi apakah kau tak akan marah jika suatu saat salah satu dari anak kita akan ada yang jadi penerus ku "
Bella berhenti berjalan dan membuat Adi juga berhenti berjalan.
"Aku tidak bisa menjawab, yang bisa menjawab adalah anak-anak kita kelak aku tidak akan melarang mereka mau jadi apa, mau kerja apa mau sekolah apa yang penting mereka nyaman suka. Aku tidak mau menjadi Ibu yang mengekang anak-anak dan juga melarang apa kemauan anakku tapi kalau mereka melakukan hal buruk mungkin aku akan melarangnya"
Adi mengusap rambut sang istri " baiklah aku suka jawaban mu sayang, baiklah ayo kita jalan jalan lagi"
Bella menganggukan kepalanya dan membantu suaminya mendorong stroller meskipun sebenarnya tak usah, tapi ya dirinya tak memegang apa apa jadi ingin membantu saja.
"Tuan "
"Tuan, tuan Jeremy tadi menelepon padaku, katanya nomor tuan tak aktif "
"Memangnya mau apa dia, ada perlu apa "
"Besok adalah pesta yang akan diadakan oleh tuan Jeremy tuan "
"Pesta yang pasti akan membosankan, aku akan datang kau siapkan saja semaunya hadiah dan yang lainnya "
"Siap tuan "
Setelah Zack pergi Adi menatap Bella " kau diam dirumah bersama anak anak ya sayang "
"Aku akan ikut, aku sudah janji pada teman-temanmu kalau aku akan datang ke sana dan menemanimu. Aku tidak percaya dengan mereka semua untuk anak-anak ada Rizki yang akan menjaga aku akan tenang anak-anak bersamanya. Bukannya aku tidak peduli pada anak-anak tapi aku tidak percaya pada teman-temanmu itu"
"Tapi sayang itu akan sangat bahaya "
__ADS_1
"Bahaya, tapi aku pernah datang dan menemui mereka, sepertinya menurutku mereka tidak terlalu berbahaya aku sudah bilang kan padamu mas kalau aku ingin masuk pada duniamu, kau belum menjawab itu semua"
"Jangan kau jangan masuk sayang, aku tak mau kau masuk pada dunia gelap itu, kau tak akan bisa keluar lagi"
"Tak masalah, aku sama sekali tak masalah kalau tak bisa keluar itu sudah pilihanku "
"Aku akan mengajakmu pergi tapi tidak untuk masuk dalam kelompok mafia yang menurutku itu akan sangat bahaya, kau hanya perlu menjadi ibu rumah tangga saja, biarkan aku saja yang berkecimpung disana "
"Hemm baiklah aku akan mengikuti kata kata mu mas, yasudah ayo kita bawa anak anak masuk, kasian mereka"
Adi menganggukan kepalanya dan mendorong stroller nya untuk masuk kedalam rumah.
"Sayang kenapa aku tidak pernah melihat kau bersama Sera lagi, apa kalian punya masalah atau ada sedikit kesalah pahaman di antara kalian berdua, dulu Sera selalu pergi ke kamarmu tapi sekarang dia tak ada bahkan tidak membantumu untuk mengurusi s kembar"
Bella yang memang belum bercerita pada suaminya tentang Sera diam sesaat lalu tersenyum pada suaminya "aku sudah bilang kan mas kalau aku ingin mengurus anak kita hanya berdua, hanya orang tertentu yang akan bisa mendekati anak kita ya maksudnya seperti Rizki sahabatku untuk Sera mungkin sekarang tidak dulu, dia harus mengurus banyak pekerjaan rumah biarkan dia sedikit bersantai. Aku tidak mau merepotkan dia dengan menitipkan anak-anak padanya"
"Tapi kalau ada masalah cerita padaku ya, jangan kau pendam sendiri aneh saja kulihat Sera juga agak sedikit canggung padamu seperti ada pembatas di antara kalian berdua sekarang, padahal kalian berdua dulu seperti adik kakak"
"Ah tidak, tidak ada pembatas sama sekali ya sudah cepat kita harus segera bersiap bukannya kita harus pergi ke pesta teman-temanmu itu"
"Ya sayang ayo sayang kita siapkan semuanya "
Bella segera mendahului suaminya, agar suaminya tak kembali bertanya tentang Sera, untuk sekarang suaminya jangan tahu dulu.
***
"Ki kamu nggak masalah kan aku titipin anak-anak lagi aku juga sama mas Adi nggak akan lama kok kamu nggak masalah kan aku terus saja titipin anak-anak sama kamu"
"Ya udah nyantai aja kali Bel, kapan sih aku nolak nggak apa-apa ini juga buat aku belajar nanti kalau aku udah nikah sama Kak Fatimah kan enak, aku bisa urus anak-anak sendiri ya maksudnya bantu Kak Fatimah gitu aku udah punya pengalaman "ucap Rizky sambil menatap Adi.
"Ada apa kau lihat-lihat padaku kau ingin mengejekku karena aku tidak tahu apa-apa tentang anak-anak tidak tahu bagaimana memakaikan Pampers, bagaimana memakaikan pakaian bayi yang benar, bagaimana membersihkan pup anak-anak. Iya kau ingin meledekku"
"Tidak aku sama sekali tidak mau meledekmu memangnya aku tidak boleh melihatmu, sudah ah saat berhadapan denganmu aku akan tutup mata aku tidak mau melihatmu"
Rizki mengalihkan pandangan dan menutup matanya "Ya sudah lebih baik begitu saja tutup matamu kami berdua akan pergi titip anak-anak awas saja kalau kenapa-napa kau yang tanggung jawab"
__ADS_1
"Yayaya kapan aku mencelakakan anak-anak kalian sudah sudah sana pergi pergi"