
"Tuan rumahnya sudah kosong "
"Cari bukti-bukti yang lain Zack "
"Baik Tuan "
Zack mengelilingi rumah Nadia, Adi da Zack datang kemari. Bahkan mereka berdua mendobrak rumah ini banyak warga yang sudah berkerumun karena melihat rumah Nadia di dobrak dengan tiba-tiba, tapi Adi tidak peduli anak buahnya yang lain sudah menjaga diluar.
"Tuan ini " Zack memberikan sebuah foto.
Adi mengusap wajahnya "Kita selama ini dibohongi oleh perempuan ini, ternyata dia yang telah menculik anakku selama ini"
"Jadi kita harus mencari Cempaka kemana lagi Tuan"
"Cari ketempat terpencil, cari juga Ayahnya. Pasti dia tahu sesuatu kita cari dia sekarang juga. Aku yakin Ayahnya Dania masih hidup, kenapa selama ini aku tak pernah curiga padannya. Seharusnya dari awal aku cari Dania dan juga orang Tuanya "
"Memang tidak bisa disangka-sangka Tuan, aku akan melacak dahulu keberadaan ayahnya Dania Tuan "
"Yang cepat Zack kita harus segera menemukan Cempaka. Aku tidak mau kehilangan anakku lagi "
Adi keluar dan melihat warga yang makin banyak "Hei kau sudah membobol rumah orang lain"
"Kalian tidak tahu perempuan itu siapa, dia telah menculik anakku jadi diamlah pergi dari sini dan jangan ikut campur"
"Mana mungkin Nadia mencuri anak, memangnya siapa yang dia culik dia tidak mempunyai anak kecil, anaknya cuma satu Ayu dia juga tidak mungkin kan menculik Ayu saat sudah besar seperti itu. Kalau memang Ayu diculik olehnya mungkin Ayu akan kabur dari dulu"
"Kalian semua tidak tahu apa-apa, kalian semua hanya tahu dia pindah kemari membawa anak perempuan. Tanpa tahu statusnya bagaimana. Ayu adalah anakku yang sudah diculik sejak lama jadi semua jangan ikut campur"
"Mana buktinya kami tak percaya "
Adi yang marah melemparkan koran penculikan anaknya dan masuk kembali kedalam rumah menemui Zack. "Bagaimana Zack "
"Sudah ketemu Tuan, mari kita pergi sekarang kerumah ayahnya Dania"
Adi menganggukan kepalanya, awas saja Dodi akan habis ditangannya. Tak akan pernah dirinya lepaskan laki-laki tua itu lihat saja.
Adi menerobos semua kerumunan itu, dan semua anak buahnya mengikut mobil Adi yang melaju kencang. Nenek Sinta yang ada disini langsung masuk kedalam rumah Nadia dan mengecek semuanya. Kosong rumah ini kosong.
__ADS_1
"Ada apa ini sebenarnya ada apa dengan Ayu dan juga Nadia"
Nenek Sinta keluar dan mendorong kursi roda Sinta yang ada dihalaman "Ada apa ini nenek, kenapa ribut-ribut kenapa dirumah tante Nadia begitu banyak orang "
"Yang nenek dengar ternyata Ayu itu bukan anaknya Nadia"
"Maksud nenek gimana Ayu bukan anak kandungnya tante Nadia gitu"
"Kamu pernah dengar kan tentang penculikan anak pengusaha kaya itu loh, ternyata anak itu Ayu yang diculik sama tante Nadia. Selama ini Ayu itu anak yang diculik sama Nadia dan sekarang Ayahnya udah tahu lagi cari-cari Ayu tapi rumahnya kosong"
Sinta diam, Sinta mengigat-ngigat kembali tentang penculikan itu. Jadi selama ini Ayu itu anak orang kayak.
Apa yang akan Ayu lakukan pada dirinya nanti. Ayu pasti akan sombong dan akan sangat membencinya, dia pasti akan angkuh dan menginjak-injak dirinya.
"Ayo kita masuk ya Sinta, takut-takut nanti banyak orang lagi yang berdatangan "
"Iya Nek "
...----------------...
Brak Adi membuka pintu rumah Dodi dengan kasar. Para pelayan Dodi dipegangi dan juga penjaga diluar rumah sudah dihajar habis-habisan dan mereka tak bisa melakukan apa-apa.
"Selama ini kau yang telah menculik anakku, kembalikan Cempaka padaku dari awal aku sudah curiga kalau anak yang dikembalikan padaku itu bukan Cempaka. Aku jelas tahu yang mana Cempaka dan mana yang bukan anakku kembalikan Cempaka "
"Ada apa denganmu Adi tiba-tiba datang dan membahas tentang penculikan anakmu itu. Aku tidak tahu menahu tentang penculikan itu. Bukannya anakmu itu sudah mati kan kamu kenapa malah datang ke rumahku dan meminta mengembalikan Cempaka. Aku tidak tahu apa-apa sungguh aku tidak tahu apa-apa "
"Tidak tahu apa-apa, kembalikan anakku "
Adi menendang Dodi sampai dia tersungkur "Geledah semua rumah ini cepat "
Anak buah Adi segera bergerak. "Kau ingin Dania mati atau kembalikan anakku"
"Aku tidak tahu Adi "
Adi berjongkok dan mencekik Dodi, lalu menghempaskan kembali. Adi mengelilingi Dodi yang sesak batuk-batuk.
"Jadi apa pilihanmu, aku hitung sampai 5, 1, 2,3,4 "
__ADS_1
"Iya aku jujur memang aku yang telah menculik anak bungsumu Cempaka dan dia tidak mati. Dia masih hidup dan dia hilang ingatan gara-gara Dania menyiksanya"
"Saat itu Dania menyiksa Cempaka habis-habisan, sampai dia kehabisan darah ku kira saat itu Cempaka mati aku yang tidak kehabisan akal membawanya ke rumah sakit dan ternyata nyawanya masih bisa tertolong. Karena Dania tidak mau melepaskan Cempaka makanya aku mencari anak yang seumuran dengan Cempaka di rumah sakit itu yang memang sudah tiada dan aku beli mayatnya untuk menggantikan Cempaka dan dipulangkan ke rumahmu adi. Itu adalah balasannya untuk menggantikan Ziva yang telah kau bunuh. Aku tahu semuanya Adi kau yang telah membunuh anakku Ziva, mungkin selama ini kau tidak tahu kalau Ziva itu sebenarnya adalah anakku"
Adi malah tertawa "Dania menyiksa anakku sampai akan mati maka aku akan siksa anakmu juga sampai mati. Aku tidak peduli kau tahu Ziva dibunuh olehku atau tidak dan aku juga tidak peduli Ziva anakmu atau bukan. Sekarang beritahu aku di mana Dania "
"Aku tidak tahu "
"Jangan bermain-main denganku "teriak Adi dengan kesal.
"Aku memang tidak tahu Dania membawa Ayu ke mana. Bahkan aku tidak tahu kapan Dania pergi membawa Ayu "
"Sialan kau, percuma aku kemari "
Lagi-lagi Adi menendang Dodi, dan mengerahkan yang lainnya untuk pergi mencari Cempaka.
"Bawa laki-laki tua ini, tempatkan dia dibawah tanah "
"Baik Tuan "
Dodi dibawa dengan paksa, Adi sendiri mencari anaknya lagi. Cempaka harus segera kembali dan jangan sampai Cempaka dibawa lagi oleh Dania.
...--------------...
"Mamah kenapa belum tidur "
"Aksa, mamah khawatir dengan ayahmu dia belum pulang tidak biasanya ayahmu belum pulang "
"Mungkin Ayah ada kerjaan mah " Aksa mencoba untuk membuat hati mamahnya tenang. Aksa tahu dimana Ayahnya. Tapi kata ayahnya ga boleh bilang dulu sama mamah.
"Tapi biasanya Ayah suka nelfon mamah dulu kan kalau mau lembur "
"Yaudah kalau gitu Aksa pergi kekantor dan lihat Ayah ya "
"Tapi ini udah malem Aksa "
"Tak apa mah, Aksa pergi dulu ya. Mamah tunggu aja dikamar "
__ADS_1
"Baiklah kamu hati-hati dijalan ya "
"Iya Mah "