
"Sayang kau sudah pulang "
"Memangnya bunda peduli aku mau pulang sekolah jam berapa, kapan, bersama siapa "
"Kenapa kau mengatakan itu, bunda sangat khawatir dengan keadaanmu "
"Lalu kenapa Bunda diam saja saat anak kesayang Bunda itu memperlakukan aku dengan tidak baik. Apakah Bunda masuk ke dalam kamar mandi dan menolongku tidak kan. Bunda hanya bisa menangis dan melihat aku yang diperlakukan seperti itu"
"Bunda_"
"Sudahlah Bunda jangan banyak alasan, aku tahu bunda tidak menyayangiku. Jangan ikut campur urusanku lagi intinya Bunda jangan terlalu masuk ke dalam kehidupanku. Aku sudah muak dengan air mata buaya mu itu "
Aliya langsung saja masuk kedalam kamarnya tanpa menghiraukan bundanya yang terus saja berteriak memanggil namanya.
...----------------...
Ayu yang masih di sekolah sengaja menunggu semua murid pulang. Bahkan sekarang sudah jam 07.00 malam. Ayu mengendap-ngendap kesebuah ruangan yang memang ada kunci cadangan ruangan guru.
Ayu mengambil salah satu kunci dan dengan cepat dia berlari ke arah ruangan yang akan dia tuju. Ke mana lagi Ayu pergi kalau bukan keruangan Bu Bahar. Tak ada yang membantunya jadi lebih baik bergerak sendiri.
Ayu membuka kunci pintu itu dan dengan perlahan dan menutupnya kembali. Lalu dia mencari-cari berkas tentang petisi itu.
Dan ketemu Ayu mengambilnya lalu membacanya. Alangkah kagetnya saat melihat nama-nama yang ada di sana.
Jadi ini petisi yang disebut-sebut oleh Lia. Ayu segera memfotonya dan merapikan kembali ruangan Bu Bahar. Seolah-olah memang sudah tidak terjadi apa-apa jangan sampai dirinya ketahuan dan semuanya kacau.
...----------------...
Ayu yang baru pulang kaget saat ada saudaranya di rumah. Ayu segera menghampirinya dan duduk berhadapan dengannya.
"Tak biasanya kau ada di sini, sudah lama juga kau tidak datang ke sini"
"Kenapa memangnya aku tidak boleh mendatangi saudaraku sendiri. Mana bibi kenapa dia tidak ada"
"Mama sepertinya belum pulang. Ada urusan apa sebenarnya kau kemari Bagas. Biasanya kau sibuk dirumah sakit karena banyak pasien "
"Tidak ada apa-apa, aku hanya ingin mengunjungimu saja Ayu bersama bibi, kau ini selalu saja seperti itu"
Tiba-tiba Ayu mempunyai ide, dirinya meminta bantuan Bagas saja ya itu akan lebih baik.
"Kenapa kamu menatapku seperti itu"
"Kau mau membantuku kan. Tapi ini misi rahasia sangat-sangat rahasia sampai-sampai tidak ada yang boleh tahu hanya kita berdua saja yang boleh tahu"
__ADS_1
"Apa memangnya, kau ingin membuat masalah apa Ayu "
"Aku tidak mau membuat masalah. Aku hanya ingin mengungkap sesuatu kau bantu aku ya ini adalah misi rahasia kita"
"Baiklah beritahu aku"
Ayu segera membisikan sesuatu pada saudaranya itu, sebuah ide yang langsung muncul dari kepalanya. Saudaranya itu hanya mengangguk-anggukan kepalanya saja.
"Baiklah aku akan membantumu, demi dirimu aku mau bantu. Ini hanya untuk mu ya bukan demi orang lain. Kapan rencana itu akan dimulai "
"Besok kita mulai, besok oke "
"Siap ayo kita besok bergerak, aku akan menginap di sini dan membantumu sampai selesai"
"Oke deal, selamat tidur aku mau tidur dulu"
"Kau tidak akan membuatkan aku makanan"
"Buat saja sendiri, kau punya tangan kan"
"Kau selalu saja begitu"
Ayu hanya tersenyum dan segera masuk ke dalam kamarnya. Dirinya harus memikirkan kembali rencana-rencana itu, tidak boleh gagal harus berhasil dengan sempurna dan tidak ada yang gagal.
...----------------...
Aliya yang baru saja sampai di lapangan dan akan bertemu dengan Andaru mendapatkan brosur itu. Mereka berdua membaca brosur itu dengan wajah yang kaget.
Di brosur itu ada gambar gerombolan geng motor dengan helm yang bergambarkan anak kembar 3. Isi tulisan dari brosur itu adalah mengakulah apa yang kalian lakukan pada gadis itu, maka hidup kalian akan tenang dan bahagia.
"Ini apa maksudnya Andaru "
Andaru menggelengkan kepalanya "Aku tidak tahu, ini maksudnya apa kenapa ada gambar helm ini. Siapa yang melakukan ini"
Aliya diam saja, dia sampai menggigit kukunya karena takut melihat brosur ini. "Kita harus datang ke sini Andaru "
"Yah kita harus datang dan melihat apa yang akan difilmkan nanti oleh anak teater"
"Baiklah, aku sampai lupa ingin mengatakan apa padamu. Kenapa kau harus memperlihatkan semuanya pada anak-anak. Kau terlalu dekat dengan Ayu sampai-sampai anak-anak tahu apa saja yang kalian lakukan"
"Kau sudah tahu kan apa rencana kita"
"Ya tapi tetap tak boleh sedekat itu. Apakah kau tidak merasakan bagaimana hatiku, hatiku sakit"
__ADS_1
"Sudahlah maafkan aku"
Andaru langsung pergi dari hadapan Aliya, kalau pembicaraan ini terus diperpanjang akan makin panjang dan Aliya akan makin menjadi-jadi marah padanya.
Lebih baik sudahi saja dan kita tunggu kejutan apa yang akan diberikan oleh orang itu. Sepertinya akan sangat menegangkan.
"Apakah kau sudah melihat brosur ini"
Andaru yang sedang makan langsung menatap brosur yang diberikan oleh Galang "Ya aku sudah melihatnya kenapa"
"Ini pasti permainanmu kan"
"Untuk apa aku melakukan itu, memang kau ada bukti kalau aku yang melakukan itu"
"Tapi kalau bukan dirimu siapa yang melakukan permainan ini"
"Maka datanglah dan lihatlah nanti siapa yang akan keluar dari panggung"
Galang langsung menyobek-nyobek brosur itu dan duduk dengan badan yang lesu.
...----------------...
"Aina kenapa Ayu tidak datang, padahal aku sudah menelponnya untuk kita minum teh bersama-sama. Dia mengatakan padaku kalau dia sedang sibuk. Memangnya kalian ada tugas yang sangat banyak sampai-sampai Ayu sibuk"
"Kurasa tidak ada tugas yang banyak sih, tapi mungkin Ayu memang sedang sibuk biarlah kita berdua saja"
Aina mengambil ponselnya dari dalam tas dan tak sengaja brosur yang tadi keluar. Sinta segera mengambilnya dan membaca kata-kata dari brosur itu. Apalagi dia melihat gambar geng motor dan mengingatkannya kembali pada kecelakaan itu.
"Ini brosur apa"
"Oh itu brosur dari anak teater, mereka akan mengadakan sebuah drama yang aku juga tidak tahu sih membahas tentang apa"
"Kapan ini. Apakah kau akan datang"
"Malam ini sih, aku tidak akan datang malas. Lebih baik aku tidur atau membaca buku"
"Lebih baik kita datang saja. Aku ingin tahu drama yang disajikan oleh sekolahmu"
"Untuk apa kita datang. Sudahlah Sinta lebih baik kita minum teh lagi"
"Tolonglah datang ke sana. Aku sangat ingin datang ke sana"
"Baiklah aku akan membawamu ke sana, segeralah bersiap-siap dan kita akan pergi"
__ADS_1
"Baik aku akan segera bersiap"
Sinta langsung masuk ke dalam rumahnya meskipun dia kesulitan mendorong kursi rodanya, tapi dirinya ingin melihat drama itu karena sangat pas sekali di sekolah itu dan temanya adalah tentang kisahnya.