Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 63 Ada yang mengintip


__ADS_3

"Zack kau dimana Zack " teriak tuan Anggabaya


"Ya tuan saya disini "


"Bawa istrimu beristirahat Zack sepertinya dia kecapean"


"Baik tuan "


Zack dengan canggung segera membawa Bella kelantai atas, tuan Anggabaya hanya diam menatapnya, dirinya menangkap ada keanehan diruang ini.


Kenapa Bella begitu khawatir pada Adi anaknya dia sampai menangis, kalau bawaan anak tidak mungkin seperti itu kan. Yang kedua kenapa Bella naik lantai atas dan masuk ke kamar sebelah kamarnya Adi, bukannya Zach sudah diberikan rumah di belakang sendiri kenapa Zach tidak membawanya ke sana kenapa harus di rumah utama ?


Tuan Anggabaya terus saja diam, sepertinya dirinya harus menyelidiki semuanya, pasti ada sesuatu yang terjadi disini dan dirinya tidak tahu itu, pasti ada yang anaknya sembunyikan darinya selama ini.


***


Saat sudah masuk kedalam kamar Bella langsung duduk dan menatap Kaka Zack " maaf nona"


"Kenapa kak Zack sampai minta maaf padaku memangnya kakak salah apa"


"Iya aku masuk ke kamarmu Nona, seharusnya aku tidak kemari bisa-bisa Tuan marah padaku "


"Ini kan memang skenario kalian berdua untuk membuat Ayah Anggabaya tidak tahu"


Zack menggaruk rambutnya dan tersenyum kearah Bella " ya juga sih, ya sudah nona saya permisi dulu "


"Hemm kak Zack "


Setelah kepergian kak Zack Bella hanya bisa melamun, dirinya memang begitu khawatir dengan keadaan suaminya, ya bolehkan dirinya memanggil mas Adi adalah suaminya.

__ADS_1


"Aku begitu khawatir kenapa ini jangan sampai aku benar-benar jatuh cinta pada suami orang lain, ya mungkin sekarang dia adalah suamiku tapi nyatanya aku tidak akan bisa memilikinya untuk selamanya, aku tidak boleh menyimpan rasa padanya aku tidak boleh mencintainya karena sampai kapanpun dia tidak akan pernah menjadi milikku, lebih baik aku sekarang membersihkan diriku saja jangan membuat Ayah Anggabaya menjadi curiga pada aku, mungkin sekarang aku harus mengikuti skenario yang mas Adi buat tapi suatu saat aku mungkin tidak akan kuat dengan skenario ini"


Bella segera masuk ke dalam kamar mandi dirinya harus membersihkan dirinya dulu sudah bau asam dan wajahnya juga sudah bengkak karena menangis terus dari tadi, mengkhawatirkan suaminya kak Ziva.


***


"Mau ke mana kamu Adi kamu ini masih sakit"


Ziva menahan suaminya yang ingin pergi dari tempat tidur bahkan Adi sudah membuka selimutnya dan akan pergi berjalan keluar dari kamar itu.


"Aku ingin bertemu dengan Bella, aku ingin melihat keadaannya kau segeralah istirahat aku baik-baik saja, aku tak apa kau tak usah khawatir padaku "


"Tidak boleh Adi kau tidak boleh pergi dari sini, kau harus tetap di sini bersamaku biarkan saja Bella sudah baik-baik saja tidak ada yang terluka, dia baik-baik saja seharusnya kau jangan memperdulikan dia lagi ini adalah ulahnya kau tahu kan dia bukanlah perempuan baik-baik, dia sudah bilang kalau dia itu pembully di sekolahnya mungkin saja ada temannya yang melihatnya dan balas dendam lalu kamulah sasarannya sudahlah jangan menghiraukan dia, aku disini bersama mu, istrimu "


"Kau seperti tidak mengenal suamimu ini siapa, dia seorang pembully aku seorang mafia lebih banyak siapa musuhnya jadi jangan berprasangka buruk dulu pada orang lain, aku harus menemuinya aku harus mengecek keadaannya"


"Aku akan mengatakan semuanya pada ayah kalau kau sudah menikah dengan Bella"


Adi segera pergi meninggalkan Ziva sendirian, meskipun dadanya memang sangat sakit sekali tapi dirinya harus menemui Bella dirinya tidak bisa melihat Bella seperti itu, kekhawatirannya sangat besar pada Bella, takut-takut ada sesuatu yang terjadi pada istrinya itu takutnya ada luka yang memang Bella tidak mau katakan karena dirinya sedang kesakitan seperti ini.


Adi bahkan saat akan naik lantai atas dia berpegangan pada tembok samping, mencoba untuk berjalan perlahan dan naik ke atas tangga dengan perlahan juga sesekali Adi berhenti dan berjalan kembali lalu membuka pintu kamar Bella. Untung saja pintunya tidak dikunci.


Tanpa Adi tahu ada seseorang yang mengintip di pintu dapur memang pintu dapur itu mengarah ke arah tangga, dan bisa leluasa melihat ke arah atas. Orang itu melihat Adi masuk ke dalam kamar Bella.


***


Bella yang baru saja selesai mandi tak menyadari kalau di kamarnya ada orang, Bella langsung membuka handuknya dan membuka lemarinya sambil sesekali bersenandung, Bella masih membelakangi Adi, memakai dalamnya dan mengambil dress selututnya.


"Kau begitu seksi sayang, kenapa kau begitu ceroboh "

__ADS_1


Bella langsung membalikan badannya dan melihat Adi ada ditempat tidurnya sedang duduk dan bersiul " kau mesum "


Bella berjalan kearah Adi dan memukul tangannya "aw sakit sayang, sakitnya langsung menjalar ke dada ku "


Bella yang baru ingat Adi terluka langsung mengusap ngusap dadanya Adi " maaf aku tak sengaja, " sambil menundukan kepalanya


"Tak apa, aku baik baik saja sayang "


Adi mengusap rambut Bella dan mendongakan wajah Bella yang tertunduk " hey kenapa kau menangis "


"Aku, semua ini salah aku seharusnya aku tidak mengajakmu untuk keluar rumah, seharusnya aku ikuti kata-katamu untuk tidak keluar rumah mungkin kejadian ini tidak akan pernah terjadi mungkin kau tidak akan terluka"


"Jangan menyalahkan dirimu sendiri, ini mungkin sudah takdirku untuk tertembak tapi aku baik-baik saja aku akan hidup untukmu Bella dan untuk anak kita juga"


Bella memeluk Adi, meskipun Adi merasakan sakit di dadanya karena kepala Bella sedikit menindihnya dirinya senang, wanitanya sepertinya sangat khawatir dengannya, kalau ini akan membuat wanita kesayangannya mencintainya dirinya bersedia untuk terus terluka.


"Aku baik baik saja sayang, kau bisa tenang, aku tak akan mungkin meninggalkan mu dalam keadaan sedang mengandung seperti ini "


"Ya tetep saja aku takut, takut kau pergi "


"Kau menghawatirkan ku sayang "


"TI tidak aku tidak menghawatirkan mu mas, aku hanya takut anak ku tak akan mempunyai ayah saja "


Bella melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya " aku ingin makan, apakah kau mau "


"Aku tidak mau sayang, aku hanya ingin menatap mu saja, apakah kau begitu lapar, aku ingin sekali memeluk mu sayang, aku merindukan mu "


"Ya aku begitu lapar, aku kedapur dulu "

__ADS_1


Bella dengan langkah yang cepat segera pergi dari kamar, jangan sampai Adi mengejarnya. Tapi tenang saja Adi tak mengejarnya karena dia sibuk dengan pikirannya, dengan hatinya yang tiba tiba saja berbunga bunga, Bella pasti khawatir dengannya dan mulai mencintainya, dirinya yakin itu.


Dari gelagat Bella dan dari sikap Bella, dirinya bisa dengan mudah mengetahuinya, kalian bagaimana apakah merestui aku dengan Bella atau dengan Ziva.


__ADS_2