
10 tahun kemudian.
"Andaru kau ya"
Adi berteriak pada anak pertamanya yang sudah menyiramnya mengunakan air satu ember, Andaru ini sangat nakal sekali.
"Makannya ayah jangan marah marah terus, Ayo kejar aku kalau kau berhasil menangkap ku, aku akan bersedia dihukum "
Aku yang sudah terlanjur kesal segera mengejar Andaru yang berlari masuk kedalam rumah, meski aku sedikit susah untuk masuk kedalam rumah karena licin, tapi aku berusaha untuk menangkapnya.
"Andaru awas ya kau, tak akan aku berikan bekal sekolah"
"Biarin aku akan minta pada mamah saja, ayo kejar aku ayah kejar "
Saat aku akan menangkap Andaru tanganku sudah dipegang, padahal sebentar lagi tanganku ini akan menggapai kerah pakaian yang Andaru pakai, istriku sendiri yang menangkapku dan Andaru bersembunyi di belakang mamanya.
"Kau ini mas seperti anak kecil saja "
"Lihatlah sayang anakmu sudah melakukan apalagi padaku, dia sudah menyiramku dia tidak sopan dia harus diajarkan sopan santun"
"Andaru minta maaf pada ayah "
"Iya mamah "
Andaru dengan pasrah menghadap pada ayahnya "maafkan aku Ayah. Kau menyebalkan makanya aku menyiramu kau selalu tidak adil padaku dan juga adik-adikku, kau selalu lebih memperhatikan Aksa dan juga Cempaka"
Bella yang melihat anaknya cemburu segera memegang kedua tangannya " Bukannya Ayah tidak adil kan kau seorang kakak maka kau yang harus bisa menjaga adik-adikmu, kau juga selalu diperhatikan oleh ayah, kan, apakah pernah ayah tidak memberikan apa yang kau mau?"
Andaru mengelengkan kepalanya "Ayah selalu memberikan apa yang aku mau, tapi perlakukan aku juga sama seperti Aksa dan Cempaka"
"Ya ayah salah maafkan ayah, ayah hanya ingin kau dewasa Andaru dan tak membuat ulah terus menerus disekolah"
Andaru hanya diam dan memain mainkan kakinya "Andaru apakah kau mendengar ayah "
"Hemm, "
"Dalam setahun kau bisa membuat kerusuhan di sekolah yang tak pernah terhitung Andaru "
"Ya aku hanya iseng saja apakah tak boleh "
"Sudah mas kau mandi saja dulu "
Adi mengangguk dan meninggalkan anak dan ibu itu, Bella istrinya selalu saja membela Andaru padahal Andaru itu begitu nakal.
__ADS_1
"Ayo kita makan Andaru mamah sudah memasakan makanan kesukaanku "
"Benarkah mamah "
"Tentu, maka sekarang ayo kau habiskan makanan mu itu"
Andaru dengan senang segera berlari kearah meja makan dan melihat kedua adiknya juga sudah ada disana, Andaru yang ingin menjahili Aksa menarik piringnya.
"Kembalikan Andaru aku sedang makan"
"Ambil saja "
Andaru mengangkat piringnya keatas dan naik keatas kursi "kembalikan Andaru aku tidak mau dijahili, kembalikan aku sedang makan"
"Ambilah sendiri, ayo ambil "
Andaru menjulurkan lidahnya dan makin membuat Aksa kesal, Aksa yang kesal naik juga keatas kursi dan menggapai-ngapai piringnya.
"Sini Andaru kembalikan, sini "
"Ambil saja sini, kalau mau ambil sini "
"Ist kau Andaru menyebalkan kau selalu saja membuatku marah "
Aksa mendorong Andaru sampai dia terjatuh, bahkan kursi yang tadi dipakai Andaru meninpa Andaru.
Bella yang baru sampai diruang makan melihat kegaduhan anak-anaknya, Aksa masih bediri dikursi, Cempaka dia membantu membenarkan kursi yang menimpa Andaru, dan Andaru sendiri dia sedang menangis sambil memegang kakinya.
"Ada apa ini " teriakku
Aku segera membantu Andaru untuk bangun dan mendudukkannya dikursinya "jelaskan pada Mama apa yang terjadi Aksa"
"Dia yang memulai Mama, dia tiba-tiba datang dan mengambil piringku lalu dia naik ke atas kursi dan mengangkat tinggi-tinggi piringku, sudah tahu aku ini tidak setinggi Andaru aku tidak bisa menggapainya, makanya aku mendorongnya dia selalu jahil padaku mama, aku kesal "
Andaru turun dari kursi dan berlari meninggalkan ruangan makan, "Mama Cempaka takut kenapa Aksa begiru marah"
Bella menatap anak bungsunya dan mengelus kepalanya" Cempaka lebih baik habiskan makanannya ya"
Cempaka hanya menganggukan kepalanya, dia sesekali melihat Andaru yang masih menangis "sudah mama bilang kan jangan pernah jahil pada saudara-saudaramu, lihat sekarang Aksa dia marah padamu, seharusnya kau tidak mengangkat piringnya, diakan sedang makan kau tidak boleh mengganggu orang yang sedang makan Andaru, itu sangat tidak sopan, memangnya mamah pernah mengajarkan itu padamu tidak kan "
"Maafkan Andaru mamah, Aksa terlalu pendiam makanya Andaru ingin lebih dekat lagi bersama Aksa"
"Iya Mama tahu tapi caranya tidak begitu Andaru, ajak dia main main bola atau main apapun itu"
__ADS_1
"Baiklah Andaru akan minta maaf "
Andaru mengusap air matanya dan mengambil makanan apa saja yang tadi Aksa bawa, Andaru membawanya dengan perlahan dan Cempaka mengikuti kakaknya dari belakang.
Bella hanya bisa menghembuskan nafasnya, ketiga anaknya membunyai sifat yang begitu berbeda sampai-sampai dirinya pusing.
Andaru itu nakal, pembuat onar, tidak mau diam, cerewet dan berani pada siapapun, sedangkan Aksa dia lebih pendiam, dingin dan kalau berbicara seadanya saja, lalu anak bungsunya Cempaka dia kadang-kadang centil sukanya makan dan cerewet sekali dia juga tomboy.
"Sayang ke mana anak-anak. Kenapa ada pecahan piring seperti ini"
Adi mencium bibir istrinya dan duduk bersisian dengan sang istri " seperti biasa Andaru membuat masalah dengan membuat Aksa marah, kau tahu sendiri kan bagaimana Andaru, dia sedang minta maaf pada adiknya bersama Cempaka "
"Sudah aku bilang kan Andaru itu terlalu nakal, biar aku masukkan saja dia ke sekolah asrama agar dia lebih disiplin "
"Jangan aku masih bisa mengurusnya. Aku tidak mau dia terpisah dengan adik-adiknya dan malah berpikir kalau kita membeda-bedakannya. Sudahlah namanya juga anak-anak ada yang nakal ada yang tidak, nanti juga kalau sudah besar dia tidak akan seperti itu"
"Iya tapi Andaru ini sangat keterlaluan dia itu nakal-nakalnya melebihi anak-anak yang lain"
"Lebih baik kau makan saja biar aku yang mengurus anak-anak, kau tidak usah memikirkan anak-anak dan kau juga jangan menghukum Andaru ya "
"Selalu saja begitu "
***
Tok tok tok
"Apakah aku boleh masuk Aksa"
"Mau apa kau ingin menggangguku lagi, sudah kau pergi saja kau selalu saja menggangguku Andaru. Aku ingin sendiri aku tidak mau diganggu"
"Tapi aku ingin minta maaf padamu Aksa, aku minta maaf karena telah membuatmu marah"
"Percuma saja kau minta maaf, lalu kau akan lakukan lagi kan selalu saja menggangguku, tak pernah sekalipun kau tidak menggangguku Andaru.Aku ini ingin tenang
aku tidak mau diganggu pergi kau"
"Baiklah kalau kau masih marah padaku, kalau kau sudah memaafkanku kau datang ke kamarku ya, ini aku ganti makananmu yang sudah aku rebut tadi. Maafkan aku telah mengganggu makanmu"
Andaru menyimpan makanan itu dilantai, lalu mengandeng tangan Cempaka " Cempaka bagaimana kalau kita main bola"
"Ayo aku ikut dengan mu saja "
"Ya sudah ayo kita main "
__ADS_1
Andaru menarik tangan adiknya keluar rumah, sesangkan Aksa yang baru membuka pintu kamarnya melihat kedua soudaranya berlari.
Aksa melihat makanannya yang dibawa oleh Andaru hanya melihatnya saja. Enggan untuk mengambilnya. Dirinya masih marah pada Andaru yang menyebalkan.