Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 259 Siapa sebenarnya aku ini


__ADS_3

Ayu menatap kalung yang diberikan oleh Aksa. Ayu membukanya dan membolak balikan kalung itu. Kalung ini ada liontinnya berbentuk hati. Ayu yang penasaran dibukanya liontin itu dan di dalamnya ada foto sebuah keluarga dengan ibu ayah 2 anak laki-laki dan satu anak perempuan.


Tiba-tiba saja kepala Ayu sakit sangat sakit, Ayu memegang kepalanya ada seorang anak kecil diculik dan ada satu anak kecil yang kakinya ditembak.


"Akhhh sakit, tolong sakit " teriak Ayu


Ayu terus saja berteriak, ingatan itu terus saja muncul di kepalanya. Ingatan itu ada 3 orang anak pulang bersama seorang laki-laki, melihat rumah yang berantakan. Lalu ada seorang bapak-bapak yang membawa pistol dan mengejar ketiga anak itu dan anak perempuan itu diculik.


"Cempaka "


Salah satu dari anak itu ada yang berteriak dan memanggil nama Cempaka. Ayu langsung melemparkan kalung itu dan Mamanya sudah masuk ke dalam kamar bersama Bagas.


"Kenapa Ayu kenapa "


"Sebenarnya aku ini siapa mah"


"Maksud kamu apa, kamu Ayu anak mama. Kamu ini bicara apa sih"


"Beneran aku anak mama"


"Iya kamu itu anak Mama, kenapa sih Ayu ada apa kamu teriak kenapa"


Ayu menggelengkan kepalanya,"Ada apa Ayu. Ada apa sayang apa teman-temanmu membully mu, ada apa sampai kau berteriak seperti itu"


"Aku hanya ingin kebenaran dari mama, siapa sebenarnya aku dan siapa Cempaka"


"Cempaka " wajah Nadia sudah sangat pucat, Nadia langsung menatap Bagas lalu kembali menatap Ayu.


"Bukan siapa-siapa, Cempaka bukan siapa-siapa kau tahu nama itu dari siapa itu tidak ada hubungannya dengan kita sayang"

__ADS_1


"Lalu ketiga anak kembar itu siapa "


"Apa, siapa anak kembar"


"Anak kembar dengan dua laki-laki dan satu perempuan, siapa itu mah. Sebenarnya aku ini siapa mah jangan bohongi aku lagi. Aku ingin kejujuran dari Mama sendiri, aku tidak mau mengetahui semua kebenaran ini dari orang lain. Aku ingin tahu dari mama sebenarnya aku ini siapa"


"Mama berkata jujur kamu itu Ayu, Ayu anak mama, tidak ada anak kembar itu tidak ada Cempaka dan tidak ada siapa-siapa. Mungkin kau sedang bermimpi sudah ya Mama mau istirahat dan kau juga istirahat. Jangan pikirkan itu lagi dan jangan buat mama stress Ayu"


Nadia keluar dari dalam kamar Ayu tapi Bagas masih di sana dan duduk di samping Ayu.


"Kamu tahu sesuatu kan Bagas, aku ini sebenarnya siapa apa yang terjadi di masa lalu"


"Aku ga berhak untuk jelasin apa-apa yang pasti kamu itu anak dari bibi Nadia"


"Oh ya, aku anak dari mama terus mana foto masa kecil aku, foto saat aku masih bayi atau mungkin umur 5 tahun atau 6 tahun ya masih kecil gitu ada ga sih foto aku . Di rumah ini ataupun di rumah kakek aku ga pernah lihat foto wajah aku saat kecil atau masih bayi ga ada"


"Foto itu disimpan kakek semuanya. Dia yang menyimpan semua foto kamu"


"Jangan katanya udah ga ada, kalau ga salah waktu itu kan rumah sempat kebakaran juga jadi semua foto itu hilang"


"Kamu ga pinter buat berbohong Bagas. Ya udah deh kamu keluar aja dari kamar aku. Aku pengen sendirian dan ga mau diganggu sama siapa-siapa termasuk kamu "


Tanpa banyak bicara lagi Bagas langsung keluar dan meninggalkan Ayu. Ayu memijat kepalanya ingatan itu terus saja terngiang-ngiang dalam kepalanya sebuah nama yaitu Cempaka. Apakah sebenarnya dirinya bukan anak mama, penculikan itu apakah itu masa lalunya ?


Ayu mencari kalung yang tadi dia lempar, untung saja ada di pinggir lemari. Ayu mengambilnya lagi dan menatap foto itu. Ini kan Nyonya Bella dan Tuan Adi dan mungkin ini Aksa dan juga Andaru, lalu anak perempuan ini siapa.


"Ya Tuhan sebenarnya aku ini siapa. Kenapa aku menjadi bingung seperti ini. Aku pusing memikirkan tentang masa laluku. Apa benar aku ini bukan anak mama. Apa benar aku dulu pernah hilang ingatan dan sekarang ingatanku mulai kembali"


Ayu membuka ponselnya dan mencari-cari tentang keluarga Tuan Adipramana. Mencari berita tentang keluarga mereka, ternyata memang ada anak bungsu Tuan Adipramana yang hilang bernama Cempaka.

__ADS_1


Tapi juga ada berita kalau anak dari Tuan Adipramana itu sudah meninggal, jadi yang benar ini bagaimana. Kenapa dirinya menjadi pusing seperti ini.


Tapi Ayu tak menyerah terus saja mencari bukti-bukti yang lain. Siapa tahu akan ada yang dirinya ingat lagi apa mungkin dirinya adalah Cempaka ? Anak yang hilang itu apa mungkin dirinya ini adik Aksa dan juga Andaru.


"Aku harus mencari siapa diriku sebenarnya, tentang semua kebenarannya dan apa maksud Mama menyembunyikan semua ini. Aku harus cari tahu tentang itu semua"


...----------------...


"Ayu sini makan dulu"


Ayu segera duduk di samping mamanya dan rasanya canggung, "Jangan tinggalkan Mama Ayu"


Ayu menatap ke arah mamanya dan hanya bisa diam saja. Dirinya belum mendapatkan jawaban yang pasti sebenarnya dirinya ini siapa "Hanya ada satu hal yang ingin aku tahu mah. Sebenarnya aku ini siapa lalu kejadian apa yang pernah terjadi di masa lalu, apa aku ini Cempaka anak dari Nyonya Bella dan Tuan Adi"


"Tidak, tidak kau bukan anak mereka. Cempaka itu sudah tidak ada, mama mengenal mereka berdua kalau Cempaka itu sudah tidak bahkan Mama pergi ke pemakaman Cempaka dan anaknya itu sudah tidak ada Ayu. Kau itu bukan Cempaka dan kau tidak ada urusannya dengan Adi ataupun Bella kau itu Ayu anak mama yang dilahirkan oleh Mama"


"Bisa mamah buktikan semua ucapan Mama itu pada Ayu. Ayu butuh bukti mah Ayu tidak bisa mempercayai hanya karena sebuah kata-kata saja Ayu butuh bukti satu lagi dimana Ayah Ayu "


"Bukti apa lagi. Kamu ini anak mama anak mama satu-satunya, kamu ga percaya sama Mama. Mama ini yang ngurus kamu dari kecil loh masa kamu ga percaya sama mama sih. Mama ini orang tua kamu. Apa kamu mau tinggalin Mama gitu. Janji sama Mama kalau kamu ga akan pernah tinggalin Mama"


Ayu menghembuskan nafas lelahnya "Aku tidak akan pernah meninggalkan Mama jika mama jujur padaku, siapa diriku sebenarnya atau mungkin bukti yang akurat kalau aku ini Ayu bukan Cempaka. Aku selalu saja mengingat sesuatu yang entah dari mana tiba-tiba saja aku mengingatnya, setiap melihat sebuah barang atau foto yang seseorang berikan dan ingatan itu pasti selalu tentang tiga orang anak kembar"


"Lebih baik kau sekolah ya sekarang. Nanti Mama akan berikan semua buktinya padamu, kalau kau adalah anak Mama. Kau bukan Cempaka ataupun siapapun itu, itu hanyalah mimpi yang keluar dari kepalamu sekarang lebih baik ke sekolah ya Mama nanti akan jemput. Jangan pulang sendiri"


"Aku bisa pulang sendiri Mah, biasanya juga aku pulang sendiri kan"


"Tidak Mama akan jemput sudah pergi sekolah, sekarang mama antarkan ya ke sekolah "


"Tidak usah, aku akan berangkat bersama Budi dan yang lainnya saja Mah"

__ADS_1


Ayu tanpa memakan sarapannya pergi meninggalkan mamanya. Rasanya kepalanya masih pusing tentang siapa dirinya. Ingatan itu belum kembali seutuhnya dan Ayu bingung.


__ADS_2