Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 103 kejutan lagi


__ADS_3

"Sayang "


"Hemm "


Bella menatap Adi yang dari tadi memegang tangannya dengan erat " kamu tutup mata dulu deh "


"Kenapa emang ada apa "


"Udah tutup mata dulu sayang "


Adi berjalan kearah Bella dan membantunya bangun lalu menutup mata Bella dengan tangannya.


Tiba tiba angin besar menerpa mereka berdua "ada apa ini mas kenapa ada angin yang begitu besar "


"Kejutan sayang "


Bella membuka matanya saat Adi sudah melepaskan tangannya dihadapannya ada helikopter, apa di loteng rumahnya ada helikopter ada ada saja mas Adi ini.


"Ayo sayang naik, kita jalan jalan dibawah sedang ada masalah biarkan Rizki yang mengurusnya kita lihat suasana malam "


Bella menganggukan kepalanya, dirinya tak mungkin menolak dirinya tak mau membuat mas Adi kecewa lagi, Rizki pasti bisa mengurusnya dirinya yakin itu.


Adi membantu Bella naik kehelikopter membantu memasangkan yang lainnya juga lalu saat helikopter akan segera lepas landas kembali Adi memegang tangan Bella dan menciumnya.


"Ini bunga untuk mu sayang "


Bella mengambilnya dengan senyum yang merekah menghirupnya dan kembali melihat kearah Adi " hidupku bersama mu selalu bahagia dan sempurna "


Adi menutup wajahnya mengunakan tangan yang satunya " kenapa mas "


"Aku jadi malu sayang"


"Kau ini ya "


"Hehehe aku senang bila kau merasa bahagia bersama ku sayang, sebentar tadi Sera sudah menyiapkan makan untuk kita ini tada " ucap Adi sambil mengangkat kantong makannya.


Adi membukannya dan isininya sandwich kesukaan Bella, Adi mengambilnya satu dan menyuapi Bella "selalu enak, Sera tahu saja yang aku mau "


"Pasti dia sangat menyayangi mu sayang " tatapan Adi langsung beralih ke perut Bella "sayang kenapa perutmu besar sekali aku sudah menghitung kau baru 6 bulan sayang "


"Tebak anak kita kembar berapa "


"Emm 2 "


Bella menggelengkan kepalanya "berapa sayang memang" Adi sangat antusias


"Anak kita tiga "

__ADS_1


"Hah apa " teriak Adi sambil memelototkan matanya.


"Kamu gak bohong sayang "


"Buat apa aku bohong mas "


Adi dengan senang melihat keluar jendela dan berteriak "akhhhh hei orang orang aku akan punya anak 3, sekaligus tiga, akhhh aku senang sekali terimakasih tuhan terimakasih kau telah memberikan aku anak sekaligus 3 aku bahagia kau baik padaku yuhuu aku akan menjadi ayah "


Adi kembali menatap Bella dan mencium pipi Bella lalu beralih keperut Bella dan mengusapnya "sayang cepat lahir ayah tunggu kamu sayang, ayah bahagia "


Bella mengusap rambut Adi, melihat Adi yang begitu bahagia membuat dirinya bahagia juga, anaknya diterima oleh ayahnya, semoga anaknya selalu sehat dalam perutnya dan saat nanti dirinya melahirkan semuanya lancar.


**


"Mana Bella "


"Bella lagi tidur Al, lo kok gak bilang sih sama gue kalau mau kesini "


"Gue udah telfon lo ya beberapa kali, tapi kenapa lo gak pernah respon hah, gue tunggu jawaban dari lo, tapi lo gak ada, lo gak pernah respon kemana lo"


"Maaf gue gak ngecek ponsel Bella lagi tidur "


"Gue mau kekamarnya "


"Gak kasian dia lagi tidur nanti tunggu dia bangun aja"


"Gak kok mungkin dia ketaman, atau ke kamar mandi atau dikamar lain, Bella ada dirumah kok "


Alvaro malah mendorong Rizki " lo jujur sama gue, lo bantu Bella kan buat pergi sama laki laki itu, lo dukung mereka "


"Gue gak bantu udah lo pulang aja nanti gue kabarin kalau Bella dah balik kekamarnya "


Alvaro yang makin kesal dengan Rizki yang menyangkal terus menarik pakaian Rizki "jujur sama gue dimana Bella"


"Diatas loteng "


Alvaro melepaskan tarikannya dan menatap Rizki sejenak "gila ya lo gimana kalau dia kenapa napa "


Alvaro langsung berlari ke loteng, sedangkan Rizki melihat keluar rumah dia melihat helikopter sudah tak ada berarti mereka sudah pergi aman aman.


Saat Alvaro sudah ada di loteng rumah Bella tak ada Bella, tak ada apa apa kosong semuanya kosong, bahkan sangat bersih tempatnya.


"Bella kamu dimana Bella kamu dimana "


Alvaro berkeliling mencari Bella tapi tak ada, kenapa tak ada kemana Bella, bahkan Alvaro sampai melihat kearah bawah takut takut Bella jatuh.


Rizki yang menyusul Alvaro melongo loteng sudah bersih tak ada barang barang lagi, tak ada meja, kursi atau pun hiasan hiasan yang lainnya kenapa begitu cepat hebat juga calon suaminya Bella.

__ADS_1


"Mana Ki gak ada "


Rizki yang kaget mendekati Alvaro " loh kok gak ada kemana ya Bella padahal dia tadi ada disini, ya ampun Bella Bella dimana jangan ngumpet Bella keluar " teriak Rizki pura pura tak tahu.


"Aduh kemana sih Bella " sambil menggaruk kepalanya.


"Ki lo jangan main main dimana Bella "


"Ih tadi emang disini kok, masa sih aku bohong"


Alvaro kembali turun kebawah dan berlari kearah ruang tamu dan mengelilingi ruang tamu, lalu mengecek setiap kamar dirumah Bella namun hasilnya nihil tak ada.


"Cari alesan apa lagi ya " gumam Rizki yang memang sudah binggung sangat binggung malahan.


**


Alvaro yang kembali membuka kamar Bella tenang saat melihat Bella ada di kamarnya tanpa ba bi Bu Alvaro memeluk Bella dengan erat " kamu kemana, kenapa tiba tiba hilang "


Bella mencoba melepaskan pelukan Alvaro dan tersenyum"aku tadi dikamar mandi emangnya kenapa "


"Kamu yakin dikamar mandi "


"Iya aku dikamar mandi kok, kamu ada apa Al kemari "


"Aku mau lihat keadaan kamu, kamu baik baik aja kan " sambil memegang tangan Bella dan tak sengaja Alvaro melihat ada cincin ditangan Bella maksudnya cincin yang lain.


"Ini cincin dari laki laki itu "


"Iya ini cincin dari mas Adi, cincin lamaran dari mas Adi"


"Kamu terima dia " ucap Alvaro dengan suara yang begitu kecil.


"Iya aku terima, aku sayang sama dia Al, aku sayang sama ayah dari anak anak ku, mungkin dia dulu udah kasar sama aku, tapi sekarang dia sudah berubah dan aku yakin dia akan mencintaiku sampai kami tua bersama sama"


"Kamu sadar Bella dia adalah mafia, kamu bisa bisa jadi target musuhnya jangan bodoh Bella "


Bella melepaskan pegangan tangan Alvaro dan tersenyum samar " aku yakin mas Adi akan menolongku jika itu sampai terjadi terimakasih atas nasihatnya"


"Tapi aku gak akan menyerah buat kejar kamu Bella"


"Lebih baik kamu jangan berharap lebih sama aku. Aku nggak mau sakitin kamu, di luar sana banyak perempuan yang suka sama kamu lebih baik kamu buka hati untuk yang lain"


"Gak akan pernah bisa aku gak akan bisa "


Alvaro langsung pergi dari hadapan Bella, Rizki yang baru datang melongo melihat Bella yang sudah ada dikamarnya lalu melihat Alvaro yang pergi juga.


Rizki langsung kembali berlari mengejar Alvaro.

__ADS_1


__ADS_2