Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 138 Harus bilang dulu


__ADS_3

"Kau hebat Nyonya bisa menjawab mereka dengan lantang seperti itu kau belajar dari mana, kenapa kau sangat hebat berkata seperti itu "


"Aku belajar dari suamiku mana mungkin aku belajar dari orang lain, dia juga seperti itu kan maka aku juga berkata seperti itu apakah ada yang salah yang aku katakan pada mereka, aku sudah benarkan mengatakan itu semua pada mereka "


"Tidak ada semuanya sudah benar kau hebat bisa melawan mereka satu persatu dan tidak takut saat ditodong oleh pistol, tadi aku sudah siap-siap akan menembak dia kalau sampai kau terluka"


"Aku merasa tenang takutnya ada kata-kata aku yang akan merugikan suamiku"


"Tidak ada Nyonya semuanya sudah benar, dengan kau mengatakan tidak akan memberikan pasokan lagi atau memberikan pistol yang mereka mau karena bisa saja dia akan menyerang kita mereka tidak bisa dipercaya nyonya"


"Hemm baiklah soal ini kita harus berbicara pada suamiku. Apakah dia tahu kalau teman-temannya itu hanya memanfaatkannya atau hanya ingin melawannya saja"


"Sebenarnya Tuan sudah mengetahui semua ini nyonya, tuan sudah mengetahui kalau semua orang yang dari kumpulan ini hanya ingin berperang dengannya hanya ingin mengambil hartanya saja, karena dari sekian banyak mafia yang berjaya hanya dia saja, makanya mereka ingin selalu merebut apa yang Tuan Adi punya"


"Hemm begitu ya sangat tidak adil sepertinya aku tertarik hidup di dunia seperti ini, aku akan berbicara pada suamiku untuk selalu ikut bersamanya jika ada pertemuan seperti ini pasti rasanya akan sangat menyenangkan"


"Apakah Nyonya yakin setelah masuk dunia hitam seperti ini nyonya tidak akan mudah keluar"


"Aku yakin dan jika suamiku mengizinkan aku akan masuk pada dunia kalian. Mungkin sekarang aku sudah masuk karena aku juga sudah bertemu dengan teman-temannya mas Adi, aku sudah berbicara dengan mereka. Apakah suamiku selama ini selalu bersama wanita saat tidak bersamaku"


"Tidak Nyonya Tuan tidak seperti itu meskipun teman-temannya bersama seorang wanita dia tidak pernah, dia enggan untuk didekati oleh perempuan manapun jadi kau bisa tenang aku jaminannya"


"Awas aja kalau kamu bohong aku akan meledakkan kepalamu"


"Tidak aku tidak berbohong Nyonya apakah kau lapar apakah kau ingin makan terlebih dahulu"


"Tentu aku sangat lapar kasihan bayi-bayi ku pasti mereka sangat kelaparan, mereka tidak akan menyerangkan saat kita sedang makan seperti ini ya takutnya mereka tersinggung dengan kata-kata ku "


"Tenang saja ada aku yang akan melindungimu. Kau hanya perlu makan tenang dan aku yang akan melawan mereka kau ingin makan apa"


"Banyak yang ingin aku makan tapi sepertinya sekarang aku mau nasi goreng saja"


"Hanya itu nyonya"


"Yah itu saja untuk mengganjal perutku, aku tidak sabar ingin bertemu dengan suamiku siapa tahu dia sudah bangun aku ingin saat dia bangun aku ada di sampingnya"


"Aku akan membawamu ke restoran yang paling laris di sini dan kau pasti akan suka makanan itu"


Bella menganggukan kepalanya dan Zack segera membawa Bella kearah restoran yang sudah berjajar dengan rapih.


***


"Aku ingin keluar siapa saja tolong aku, aku mempunyai seorang ibu yang harus aku urus, aku ini kakaknya Bella kenapa kalian memperlakukan aku dengan begini, apakah kalian tidak takut Bella marah ada kalian hah "


"Ini adalah perintah nyonya Bella jadi tak ada yang kami takutkan, kami tahu apa yang kau lakukan jangan mengeluh kalau takut dikurung seperti ini, kenapa kau membuat masalah jika kau takut, kau tidak tahu siapa tuan Adi dia bisa melakukan apa saja untuk melumpuhkan mu, dan nyonya Bella sudah ada dalam bagian keluarga ini " ucap laki laki yang berjaga disana


"Aku ingin pulang, aku punya ibu aku harus mengurusnya siapa saja bantu aku keluar tolong keluarkan aku dari sini, siapa saja tolong aku, aku tak bisa diperlakukan seperti ini, tolong aku, aku ingin pergi aku ingin pulang apakah kalian tak kasian padaku, tolong aku jangan persulit hidupku tolong jangan seperti ini "


Laki laki itu masuk Serena sudah sangat senang dia berfikir kalau laki laki itu akan melepaskannya tapi nyatanya malah disetrum, Serena disetrum sampai pingsan.


"Hey kenapa kau lakukan itu "


"Berisik dia "

__ADS_1


Laki laki itu keluar dan kembali menguncinya lagi, biarkan dia pingsan saja dari pada bangun dan hanya akan membuat berisik saja.


***


"Bella kemana Sera"


"Nyonya Bella sedang mengatur perusahaan tuan"


"Aku sudah pergi ke perusahaan dan tidak ada Bella di sana sebenarnya Bella pergi ke mana dan Zack juga ke mana "


"Emm Ki kemana nyonya "


Rizki yang baru bangun melihat ke arah Tuan Anggabaya dan melihat ke arah Tuan Adi juga lalu ke arah Kak Sera "maksudnya apa kak bukannya Bella pergi kan bersama Kak Zack untuk bertemu dengan para mafia itu"


Sera memejamkan matanya kenapa jujur, padahal jangan jujur gawat semua ini gawat, pasti tuan Anggabaya akan sangat marah, pasti dia akan marah marah.


"Apa " teriak tuan Anggabaya dengan wajah yang sudah memerah menahan amarah.


"Maaf tuan " ucap Sera sambil menundukan kepalanya


"Kenapa kau membiarkan itu sudah aku bilang kan jangan melibatkan Bella dalam permasalahan Adi, apalagi dalam komplotan Adi itu sangat berbahaya bagaimana kalau terjadi sesuatu pada Bella. Apakah kau akan bertanggung jawab Sera. Aku sudah memberikan tanggung jawab ini padamu tapi kau sudah membuat aku kecewa dengan membiarkan Bella pergi bersama Zack bertemu dengan komplotan itu, bagaimana kalau Bella kenapa-napa mereka itu sangat tidak manusiawi mereka tidak akan melihat Bella perempuan atau laki-laki apalagi dia sedang mengandung"


"Nyonya Bella sendiri yang mau Tuan aku tidak bisa menahannya aku tidak bisa membuatnya tidak pergi dia ingin pergi ke sana dan menemui semua orang menemui teman-teman Tuan Adi untuk berdiskusi, kalau aku melarang takutnya dia akan marah padaku tuan"


"Kenapa kau tidak bilang padaku kenapa kau tidak meneleponku, apa ponselmu rusak. Apakah kau sudah tidak mempunyai ponsel. Apakah perlu aku membelikanmu ponsel kembali untuk bisa kau menghubungiku"


"Bukan begitu tuan, aku hanya"


"Hanya apa hah, kau ini sangat ceroboh Sera, aku menjadi tak percaya lagi padamu " potong tuan Anggabaya.


"Aku tidak tahu, aku baru saja bangun tidur tiba-tiba kau mengatakan itu, aku tidak tahu kalau Tuan Anggabaya akan menanyakan hal itu. Aku minta maaf aku sungguh minta maaf aku tidak tahu, sungguh maafkan aku "


"Sudahlah salahku juga kenapa aku harus bertanya padamu seharusnya aku tak melakukan itu "


"Maafkan aku "


"Sudah ini bukan salahmu, jangan menyalahkan dirimu sendiri "


"Hemm maaf "


***


"Kau kenapa pergi Bella kenapa kau tidak berbicara dulu pada Ayah. Apakah Ayah mengizinkanmu untuk pergi atau tidak bagaimana kalau terjadi sesuatu padamu, bagaimana kalau misalnya mereka akan membunuhmu Ayah tidak mau terjadi apa-apa padamu. Adi sampai sekarang belum siuman sekarang kau belum pulang juga, kau tidak apa-apa kan kau tidak disakiti kan di sana, kau masih aman kan "


"Ayah tenang saja ini kemauanku, ayah tidak boleh menyalahkan siapapun tidak boleh menyalahkan Kak Sera ataupun kak Zack ini memang kemauanku untuk bertemu dengan semua teman-teman dari mas Adi. Aku ingin tahu seperti apa mereka aku harus menyelidiki mereka, apakah mereka baik untuk mas Adi atau tidak. Aku hanya ingin yang terbaik saja untuk suamiku. Ayah pakah benar suamiku belum bangun juga, kenapa dia tak bangun-bangun kan kata dokter dia akan bangun tadi jarinya sudah bergerak tapi kenapa sampai sekarang dia belum bangun, kenapa ayah kenapa "


"Meskipun itu kemauan mu kau harus berbicara dulu dengan ayah, kau tidak boleh mengambil keputusan dengan gegabah seperti itu Bella, kau segera pulang sekarang ya ayah akan mengirimkan anak buah Ayah untuk menjemputmu ke sana, suamimu belum bangun mungkin dia menunggumu untuk pulang segeralah pulang ya jangan berurusan dengan mereka lagi , mereka bukan orang baik sayang kau harus pulang jangan lama lama disana "


"Aku membawa banyak anak buah mas Adi ayah, mereka tidak ada yang celaka dan aku juga baik-baik saja. Aku juga sekarang ini sedang perjalanan ke arah rumah sakit aku sebentar lagi akan sampai. Ayah jangan khawatir ya mereka tidak menyerangku mereka tidak melakukan apa-apa, mereka diam saja ayah, "


"Baiklah ayah akan menunggumu hati-hati di jalan kalau ada apa-apa kau harus menelpon Ayah. Jangan seperti ini tiba-tiba kau pergi begitu saja tanpa Ayah ketahui"


"Iya Ayah lain kali aku akan berbicara padamu, lain kali aku tidak akan gegabah pergi seperti ini, aku janji padamu Ayah, ya sudah aku matikan dulu ya sebentar lagi aku akan sampai ayah "

__ADS_1


"Iya nak hati hati ya nak, ayah akan menunggumu "


Tuan Anggabaya mengusap dadanya dirinya sangat khawatir dengan keadaan Bella. Untung saja dia tidak kenapa-napa kalau sampai menantunya itu kenapa-napa akan dirinya obrak-abrik semua mafia yang telah membuat menantunya celaka.


Sebenarnya hidup Adi terlalu keras untuk Bella bagi perempuan itu bisa menghadapi semuanya, bahkan masalah kantor masalah semuanya dia yang urus semoga saja Adi cepat siuman dan tidak membiarkan istrinya bekerja sendiri.


***


"Ada apa Nona kenapa kau menangis apa ada yang terjadi dengan Tuan "


"Suamiku belum bangun juga kenapa dia tidak bangun-bangun, kapan dia bangun kata dokter dia akan bangun aku sudah memerintahkan dia untuk bangun saat aku pulang tapi nyatanya dia tidak bangun"


"Kau harus sabar Nyonya Tuan sedang melawan semua itu tua sedang berusaha untuk hidup untukmu. Kau harus mendukungnya, kau harus selalu mendukungnya nyonya, ingat itu kau harus mendukungnya "


"Aku selalu mendukungnya aku selalu mendukung kelangsungan hidupnya, tapi kenapa saat aku memerintahkan dia untuk bangun dia tidak bangun dulu saja dia memerintahkan aku untuk tidak mati aku tidak mati meskipun aku disiksa olehnya tapi kenapa dia tidak bangun"


"Kau harus sabar nona, kau harus sabar menghadapi semua ini. Aku tahu ini berat tapi apa mau dikata kau harus sabar ya"


Bella malah makin sesegukan menangisinya, Bella menutup wajahnya dengan tangannya dia tak bisa seperti ini terus, Bella tidak bisa melihat suaminya yang terus Koma, tidak bangun-bangun kapan dia akan bangun kapan dirinya bisa melihat suaminya kembali sehat, kembali seperti dulu lagi, dirinya tidak mau melihat suaminya terus terbaring seperti itu dengan kabel-kabel yang penuh di tubuhnya.


***


"Kak Sera kau mau kemana "


"Aku ingin memasak apakah kau ingin sesuatu biar aku masakan biar kau makan juga, apa yang kau inginkan biar sekalian saja nanti aku bawakan kemari "


"Apapun yang kau masak aku akan memakannya"


"Baiklah tunggu Aku di sini jangan kemana mana "


"Kau marah padaku Kak, aku sungguh minta maaf, Aku tidak tahu kalau kita akan berbohong pada Tuan Anggabaya aku tadi hanya langsung berbicara saja aku tidak tahu, aku sungguh tak tahu kak maafkan aku, aku sudah sangat salah padamu maafkan aku kak"


"Sudah aku bilang itu bukan salahmu , kau tidak usah khawatir semua itu bukan salahmu kau bisa tenang, kau bisa tidur lagi nanti setelah makanan, setelah siap aku akan membawanya"


"Tapi kak "


"Sudah aku bilang kan itu bukan salahmu itu salahku. Seharusnya aku tidak membiarkan nyonya Bella pergi sudahlah kau tidak usah mengkhawatirkan diriku, aku akan memasak dan kau di sini tunggu Tuan bersama rekan-rekan yang lain jangan pergi tanpa berbicara "


"Baiklah "


Rizky membuka ponselnya dia ingin menghubungi Bella di mana dia tapi tidak diangkat dengan cepat Rizki mengirim pesan pada Bella.


Bella cerewet


Kau di mana Bella kenapa begitu lama apa yang terjadi tidak ada yang terjadi kan, kau baik-baik saja kan tidak ada masalah kan. Aku di sini menunggumu ayah mertuamu marah ayo cepat pulang jangan kau membuat masalah di sana ya, jangan kau ngamuk-ngamuk di sana dan membuat mereka marah dan membuatmu tidak bisa pulang kau di mana cepatlah pulang aku menunggumu ya jangan lama-lama.


Rizki menunggu balasan dari Bella tapi tidak ada padahal sudah centang dua. Seharusnya kan Bella baca, dia juga aktif. Tapi saat ditelepon olehnya tidak diangkat ada apa sebenarnya ini pada yang terjadi.


Rizky bangkit dan mondar-mandir di ruangan Adi dia khawatir dengan keadaan Bella takut-takut terjadi apa-apa, apalagi tadi Tuan anggabaya sangat marah atas kepergian Bella.


Kalau sampai terjadi apa-apa dengan Bella mungkin dirinya dan juga Kak Sera akan disalahkan karena membiarkan Bella pergi begitu saja tanpa berbicara dulu pada Tuan Anggabaya.


Dirinya tidak tahu kalau semua hal harus berbicara dulu pada Tuan anggabaya saat Tuan Adi tidak sadarkan diri seperti ini, binggung rasanya.

__ADS_1


Bagaimana ini dirinya juga belum menyelesaikan tugas dari Bella saking khawatirnya dengan keadaan Bella itu bisa diurus nanti, yang terpenting sekarang bagaimana keadaan Bella apakah dia tidak apa-apa, dirinya juga sudah mencoba untuk menghubungi kak Zack tapi sama saja dia tidak mengangkat teleponnya kemana mereka berdua ini sangat membuat khawatir saja.


__ADS_2