Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 84 Keadaan Bella


__ADS_3

"Papih kau harus sarapan dulu, kau kan akan mengurus perkebunan perusahaan dan yang lainnya maka kau harus sarapan dulu aku sudah memasak untuk papih "


"Sayang papih sudah bilang kan, kau jangan repot-repot untuk memasak kita bisa beli di luar makanannya kau sedang mengandung lihat perutmu begitu besar baru juga 6 bulan tapi perutmu sudah menonjol dengan besarnya, nanti kita periksa ya kita USG apakah anakmu ini kembar atau tidak tapi papi rasa cucu papi ini akan ada dua atau tiga atau empat"


Bella malah tersenyum mendengar kata-kata papinya "memangnya aku kucing sampai-sampai melahirkan anak sebanyak itu, papi kau ini selalu mengada-ngada saja ayo cepat papi kau harus merasakan masakan ku, aku sudah belajar memasak aku sudah ikut sekolah memasak dan kau harus mencobanya"


"Baiklah demi anakku dan cucuku aku akan mencoba masakan pertama dari seorang Bella, kita coba ya apakah masakan anakku akan seenak yang ada dalam pikiranku"


"Cobalah pih, kalau kau tidak mencobanya kau tidak akan pernah tahu rasa seperti apa "


Bella segera mengambilkan piring dan juga nasi untuk ayahnya, lalu menyajikan lauk-pauknya Bella dengan perlahan duduk di samping sang ayah ingin mendengar penilaian dari papihnya itu.


Memang yang mengurus perkebunan dan perusahaan papihnya, papinya belum membolehkan dirinya untuk memegang semua itu papihnya ingin dirinya fokus pada janinnya pada anaknya.


Hidupnya rasanya begitu bahagia tapi memang ada yang kurang, yang kurang adalah Ayah dari anak-anaknya tapi sudahlah jangan berharap lebih pada mas Adi. Dia pasti sudah bahagia bersama Kak Ziva.


Dirinya tidak boleh memikirkan suami orang lain, dirinya harus fokus pada anaknya dan juga papihnya yang sekarang ada di sampingnya, dirinya bahagia hidup berdua bersama papinya dan sebentar lagi anaknya akan keluar 3 bulan lagi.


Anaknya akan ada bersamanya, memang dirinya tidak mau melakukan USG karena ingin kejutan saja nantinya karena ayahnya tadi yang meminta sudahlah kita cek apakah anaknya kembar atau memang karena dirinya selalu makan terus makannya perutnya besar sekali.


Oh ya satu lagi karena Bella jenuh di rumah akhirnya dirinya mengikuti kelas memasak bersama ibu-ibu yang ada di sini menyenangkan sih, tapi kadang-kadang ibu-ibu itu suka tanya dimana suaminya kerja di mana dan kenapa tidak ada.Rasanya berat untuk menjawab semua itu.

__ADS_1


"Hemm masakannya begitu enak sayang rasanya enak sekali, papih suka kau hebat pertama memasak untuk papi rasanya sudah sangat enak dan pas di lidah papi enak-enak tak sia-sia kamu sekolah memasak sepertinya anak papih bisa jadi chef nih nanti"


"Beneran kan papih gak bohong kan papih gak lagi buat aku senang aja kan "


"Ngapain papih bohong beneran enak sini papi suapi a buka mulutnya cobain sendiri pasti kamu juga ketagihan, enak banget masakannya, anak papi belajarnya cepat juga ya"


Bella membuka mulutnya dan menerima suapan dari ayahnya, lalu mengunyah makanannya enak juga ternyata dirinya sekarang sudah bisa memasak . Bella mengangguk-anggukkan kepalanya dan menatap ayahnya dengan senyum yang begitu lebar "enak ternyata, aku berhasil pih aku akhirnya bisa masak juga senang deh rasanya aku bisa masak dan aku juga nanti bisa buat makanan buat anak aku sendiri"


"Iya dong apa sih yang nggak bisa anak papi lakuin, sini papi suapi lagi ayo buka mulutnya"


Bella patuh dengan apa yang papinya katakan, Dia menerima setiap suapan yang diberikan papinya padanya, rasanya begitu bahagia bisa begini dengan ayahnya. Dulu ayahnya begitu keras tapi sekarang sangat berbeda sekali ayahnya berubah menjadi lebih baik lagi, bahkan ini lebih baik lagi sampai-sampai membuat hatinya begitu berbunga-bunga dan bahagia sekali. Tidak bisa diungkapkan dengan sebuah kata-kata apa yang sekarang dirinya rasakan.


Setalah makan sudah selesai Bella segera membawanya ke tempat cuci piring setelah itu Bella mengantar ayahnya untuk pergi ke kantor dan perkebunan "kalau kamu kesepian lagi minta temenin sama Aisyah ya, jangan sendirian kan kalau ada temen enak"


"Ya udah papi pergi yah, hati-hati di rumah kalau ada laki-laki yang nggak dikenal ataupun orang yang gak dikenal jangan pernah buka pintu ya"


"Iya pih"


Setelah menyalami tangan ayahnya Bella segera masuk ke dalam rumah dan mengunci pintunya, dia dengan perlahan masuk ke dalam kamarnya dan memainkan ponselnya sesekali juga dia kepo dengan kehidupan mantan suaminya mas Adi tapi kayaknya mas Adi anti sosial deh, karena dia tidak punya Instagram Twitter ataupun yang lainnya, dirinya sudah mencarinya tapi tak ada.


Bella membuka yang lainnya dan dia malah menemukan Instagramnya yang dulu banyak sekali fotonya bersama Alvaro, bersama teman-teman yang lain sangat banyak sekali, Bella hanya bisa tersenyum sambil mengenangnya.

__ADS_1


"Rasanya aku pengen deh ketemu sama kalian semua, aku kangen sama Alvaro sama Rizki sama Arzan rasanya aku pengen kembali saat aku masih SMP saat-saat aku lagi bareng-bareng banget sama mereka, lihat deh nak ini tuh teman-temannya Mama ini juga ada mantannya Mama sih menurut kamu gantengan dia atau gantengan Ayah kamu, kalau misalnya Mama hubungin mantan mama kamu marah nggak sayang"


Tiba-tiba perutnya seperti ditendang dan Bella merasakan ada kaki anaknya menonjol di perutnya, memang rasanya agak sedikit linu tapi dirinya senang anaknya merespon dengan apa yang dia katakan "apa itu tandanya kamu tidak mau mamah menghubungi mantan pacar Mama, ya sudah deh mama tidak akan menghubunginya mama takut ditendang sama kamu sayang"


Tiba-tiba saja ada yang mengetuk pintu Bella dengan perlahan bangkit dan melihat dulu orang yang datang ternyata itu Aisyah, kenapa sudah pulang Bella segera membuka pintunya dan mempersilakan Aisyah untuk masuk ke dalam rumah.


"Aisyah kamu udah pulang. Bukannya sekolah ya emangnya udah beres"


"Udah teh Bella, aku tuh cuman ulangan aja hari ini sebentar banget sih sebenarnya tapi ya udah sih aku juga pengen buru-buru temenin teh Bella, teteh bosen enggak di rumah kita jalan-jalan yuk ke perkebunan"


"Em boleh deh, aku juga pengen jalan-jalan nih ya sesekali olahraga gitu kamu lihat kan aku gemuk banget "


"Ya nggak apa-apa teh Bella gemuk juga cantik, kalau misalnya Aisyah yang gemuk ah udahlah hancur Aisyah mah"


"Apaan sih Aisyah juga cantik jangan insecure kayak gitu, semua perempuan itu cantik cuma perlu dirawat aja udah ayo atuh mau jalan-jalan"


"Ayo Teh, teteh udah bisa inget nyebut atuh sekarang mah teteh bahasa Sundanya udah lancar belum"


"teu acan tapi sakedik sakedik tiasa (belum tapi sedikit-sedikit bisa)"


"Itu bisa teteh, ya udah ayo sambil belajar bahasa Sunda kita jalan-jalan let's go teteh"

__ADS_1


Aisyah menggandeng tangan Bella dengan perlahan, tak lupa juga Aisyah membantu Bella untuk mengunci pintu terlebih dahulu lalu mereka keluar dari dalam rumah untuk berjalan-jalan ke daerah perkebunan yang sangat masih asri dan udaranya juga masih sejuk.


__ADS_2