
"Ayo Bell tangkap dong, jangan diem aja "
"Ist aku ini sudah mendongakan kepalaku dan akan menangkapnya kenapa kau malah berteriak terus ayo aku akan menangkapnya "
"Baiklah bersiap aku akan melempar buah kelengkengnya"
Byurr Rizki melempar semua buah kelengkeng yang dia ambil, dan Bella hanya bisa menangkap satu " yey aku dapat Ki, ayo kau turun dan ambil semua ini "
"Bella kau ya " teriak Rizki dengan kesal
Bella malah meledek dan pergi kearah buah strawberry dan memetiknya dengan masih menahan tawa karena sudah berhasil mengerjai Rizki.
"Awas ya Bella kau akan aku rujak "
"Apa, awas apa coba "
Bella kembali memetik strawberry nya memasukannya ke keranjang yang dia bawa, gede gede sekali strawberry nya pasti akan sangat enak.
"Sayang kau sedang apa "
Bella menatap kearah belakang dan menatap suaminya yang sedang mengucek mata " aku sedang memetik buah ini, dan monyet itu sedang mengambil kelengkeng " sambil menunjuk Rizki yang masih setia nongkrong dia atas pohon.
"Aku bukan monyet " teriak Rizki
"Aku mencari mu sayang, tiba tiba kau tak ada didalam tenda mau mandi bersama "
Bella memicingkan matanya " tidak kau masih akan aneh aneh "
"Aneh aneh bagaimana sayang, aku tak akan aneh aneh aku hanya ingin memandikan mu saja, setelah itu kita akan jalan jalan "
"Jalan jalan kemana " antusias Bella
"Ayo kau pasti akan senang kita jalan jalan tapi aku harus memandikan mu dulu "
"Kau pasti akan menggodaku kan nantinya "
"Tidak sayang tidak, ayo kita siap siap dan jalan jalan aku yang akan mendandani mu "
"Jangan melakukan yang aneh aneh "
"Iya tak akan sayang "
"Em tapi kita harus ke dokter kandungan dulu, aku lupa kalau sekarang harus ada cek up mas "
"Baiklah sayang, maka ayo kita bersiap siap "
Adi membantu sang istri bangkit dan membawanya berjalan dengan perlahan untuk masuk kedalam rumah.
"Kalian mau kemana ikut dong, jalan jalan kok gak ajak ajak "
"Gak boleh " teriak mereka serentak
**
"Bella "
__ADS_1
Bella menatap orang yang memangilnya, sedangkan Adi masih saja setia memeluk sang istri yang menunggu giliran untuk dipanggil.
"Sani "
Bella melepaskan pelukan suaminya dan memeluk Sani dengan erat, dia begitu senang bisa bertemu dengan Sani disini tak bisanya kan.
"Tuan "
"Ya apa kabar tuan Sena, kau kemari bersama istri dan anak mu Alvaro "
"Ya kami akan mengecek kandungan istriku tuan, kamu ingin tahu perkembangan janinnya "
"Hemm keluarga yang bahagia ya " sambil menatap Alvaro yang menatapnya dengan sengit juga.
"Begitulah tuan "
.
"Baiklah mari duduk bersama "
Adi menarik tangan istrinya yang sedang mengobrol itu dan membantunya duduk, lalu Adi memeluk kembali Bella sang istri, membuat hati Alvaro sakit saja.
"Kenapa lama sekali mas kenapa lama"
"Tunggu dulu sayang, sabar ya sebentar lagi namamu akan dipanggil, kau tenang saja "
"Hemm sangat lama sekali "
"Bella kau baik baik saja "
"Bisa kau lihat aku baik atau tidak, kalian bahagia sekali ya aku ikut senang "
"Terimakasih karena karena kau ikut senang atas kebahagian ku dan juga Bella, kapan kapan kau boleh main kerumah kami, disana juga ada Rizki pasti dia akan senang ada temannya yang datang " jawab Adi dengan lantang lalu mencium pipi Bella
Bella sudah menyiku perut suaminya namun suaminya itu makin memeluknya dengan erat tapi matanya menatap Alvaro dengan sengit sekali.
"Ya aku senang melihat Bella bukan dirimu, ingat jika kau berani menyakiti Bella aku akan maju untuk merebut Bella dari mu "
"Begitu ya, aku tak yakin kau bisa merebut istriku, dia sangat menyayangiku benarkan sayang " Adi menatap mata istrinya.
Bella mengangguk dan melihat ekspresi Alvaro yang murung, "Nyonya Bella silahkan masuk ke ruang 2 "
"Ya baik, ayo mas "
"Ayo sayang ku, kami permisi "
Kembali Adi membantu Bella bangkit dan berjalan keruangan 2.
"Silahkan duduk nyonya tuan "
"Terimakasih dok "
"Baiklah kita langsung periksa saja dan kita USG ya nyonya ayo silangkah berbaring nyonya "
Bella berjalan kearah tempat tidur dan membaringkan badannya tangannya tak pernah lepas dari genggaman sang suami.
__ADS_1
"Hemm lihatlah nyonya wajah mereka sudah nambak bulan lalu mereka masih menyembunyikan wajah mereka tapi sekarang sudah kelihatan, apa nyonya dan tuan ingin tahu jenis kelaminnya "
"Ya kami mau dok " ucap Adi dengan antusias dengan matanya yang fokus melihat anak anaknya itu.
"Baiklah kita lihat, wah tuan yang pertama anak laki laki, lalu sebentar tuan nyonya kita lihat yang ini, laki laki lagi dan untuk yang satu lagi perempuan selamat tuan nyonya, anak kalian sehat dan tak ada Cacat "
Bella tersenyum dan mencium tangan suaminya, alangkah senangnya dirinya mendengar kabar ini 2 anak laki laki dan juga anak perempuan, Setelah pemeriksaan selesai Bella dibantu bangun kembali dan duduk lagi.
Senyumnya tak pernah luntur, alangkah bahagainya saat mendengar anak anak mereka sehat, "Baiklah nyonya sebentar lagi akan melahirkan, untuk tuan tolong jangan terlalu sering melakukan hubungan ya "
"Tapi dok kenapa tidak boleh "
"Begini tuan alasannya, kepala janin sudah memasuki rongga panggul, sehingga berhubungan intim dikhawatirkan akan menyebabkan pendarahan atau persalinan dini tuan "
"Hemm begitu ya baiklah demi anak dan istriku aku tak berpuasa "
"Baik tuan ini untuk resep obatnya hanya perlu minum vitamin saja "
"Baik terimakasih "
"Sama sama tuan "
Mereka berdua keluar bersama sama, dan Sani masih ada disana belum dipanggil " Sani aku duluan ya "
"Iya Bella kau hati hati ya, bagaimana apakah baik baik saja "
"Tentu baik baik saja San, mereka sehat "
"Syukurlah "
"Ayo sayang kita pulang, bukannya kau ingin jalan jalan"
Bella menganggukan kepalanya menatap sekilas Alvaro dan berjalan bersama sang suami. "kenapa sayang apakah kau merindukan mantan mu itu "
"Tidak kenapa kau bertanya seperti itu "
"Habisnya kau menatapnya terus, ada apa kenapa kau menatapnya terus apakah ada sesuatu yang kau rindukan darinya "
"Tak ada, tak ada yang aku rindukan kenapa kau ini ya, tenang saja hatiku untuk mu"
"Benarkah sayang, kau tak ada cinta yang tersisa kan untuk dia, untuk laki laki muda itu "
"Kalau dia muda, berarti kau tua "
"Mana ada, aku tak tua sayang, aku masih muda lihat aku sayang aku masih muda dan masih bugar nyatanya aku bisa membuatmu hamil langsung 3 kan "
"Ist kau ya menyebalkan sekali "
"Tapi itu memang kenyataan sayang, "
"Kau ya menyebalkan sekali "
"Sudah jangan marah sayang, kita jalan jalan ya "
"Baiklah mari kita jalan jalan ya, awas kau bohong "
__ADS_1
"Aku tak bohong sayang "