
Bella sudah bertemu dengan Sani dan meminta maaf, dirinya sudah meminta maaf kepada Sani, rasanya plong sekali, seperti tak ada beban sedikit pun. Dirinya sudah sangat tenang sekali, akhirnya bisa meminta maaf pada orang yang selalu dirinya sakitu.
Bella menatap sekitar pesta sudah selesai, dirinya tadi tak sempat kembali bertemu dengan Sani, tapi tak apa, semuanya sudah selesai dan dirinya juga sudah berbicara dengan Alvaro ,tapi hanya sebentar hanya untuk memberitahu Alvaro kalau dirinya masih ada, dirinya masih hidup jadi Alvaro tak usah mencari dirinya kembali.
Sudah Alvaro harus fokus kuliah untuk masa depannya, jangan sampai semua itu gagal hanya karena dirinya saja, jangan sampai itu terjadi.
Bella menatap kemesraan Adi dan juga Ziva, dari tadi mereka tak henti hentinya berciuman dan saling peluk. Bella hanya bisa membuang muka dan segera bangkit lalu naik kelantai atas dan masuk kedalam kamar dan itu tak luput dari penglihatan Adi.
"Sayang memangnya kau mau memberikan aku sebuah kejutan apa "
"Ada deh, sebuah kejutan yang pasti akan membuatmu sangat senang memang tak mewah tapi akan membuatmu senang, kau akan bahagia nantinya "
"Aku jadi makin penasaran apa yang akan kau berikan padaku, kejutan apa itu, tapi Bella tak dapatkan, jangan sampai Bella pun dapat aku marah padamu jika Bella juga dapat "
"Tidak sayang hanya dirimu saja yang dapat kejutan ini, bukannya kau adalah istriku dan akan menjadi istriku satu satunya "
"Awas kau berbohong aku tak jadi mau melepaskan Bella saat melahirkan nanti "
"Memangnya kenapa, itu adalah sebuah perjanjian "
"Tetap saja, aku tidak mau, aku tidak mau dia hidup lebih baik kita melenyapkan saja, kalau dia masih hidup dia akan kembali mengambil anak itu takut-takut setelah dia sukses dia akan mengambil hak anak yang telah kita ambil, aku takut nanti ayah mengetahuinya kalau Ayah sampai tahu dia pasti akan marah pada kita. Sekarang saja saat mendengar kau menikah lagi dan menduakan ku ayah marah kan. Apalagi nanti kalau tahu-tahu anak yang kita urus adalah anaknya Bella makin marah saja pada kita nantinya. Sudahlah jangan mencari perkara lebih baik bunuh dia dan akhiri hidupnya akhiri semua cerita hidupnya sampai dia melahirkan"
"Baiklah sayang, apapun itu yang kau mau aku akan memberikannya, jika itu memang yang terbaik aku akan melakukannya untuk mu, kita habisi Bella saat dia melahirkan "bohong Adi "ayo sekarang kita pergi sayang "
"Aku makin sayang deh sama kamu Adi, kamu ini memang suami idaman ya "
Adi tersenyum dan segera mengandeng tangan Ziva, mereka berdua berjalan kearah luar rumah, seseorang yang tadi keluar lagi dari kamar dan akan pergi kedapur mendengar semuanya.
"Nona kau sedang apa ayo kita masuk kamar "
Bella tersentak kaget dan melihat kearah Sera " ayo nona kita naik kelantai atas "
__ADS_1
Bella menganggukan kepalanya dan segera mengikuti kemana Sera melangkah, pintu dibuka dan setalah masuk Sera langsung menguncinya dengan cepat, Sera pergi kearah lemari dan membawakan pakaian untuk nonanya.
"Nona pakailah celana ini dan pakaian ini agar kau saat berlari akan mudah, takut takut tuan Adi akan mengetahui pelarian mu "
"Ka kau tau Sera "
"Tentu nona, aku tahu tentang pelarian ini, ayo cepat nona pakailah pakaian mu ini dan setelah itu kita akan segera turun dari sini "
"Baiklah Sera "
Bella dengan patuh segera menganti seluruh pakaiannya, mengunakan kaos dan juga celana Levis, lalu Sera memberikan sebuah jaket pada Bella.
Lampu rumah tiba tiba mati dan " ayo Bella sekarang adalah saatnya kita pergi "
Sera menarik tangan Bella dan dengan perlahan mereka turun kelantai bawah, lalu Sera membawanya kearah dapur, dan Sera mengambil salah satu piring, lalu membalikkannya entah kenapa piring itu bisa dibagi dua dan didalamnya ada sebuah tombol, Sera memencetnya dan bergeser lah dapur itu kearah kanan dan terpampang lah sebuah ruangan disana.
"Ayo Bella masuk "
"Duduklah dikursi ini, ayo kita akan kebawah tanah "
Bella duduk dan Sera pun duduk, Sera memencet tombol yang ada disebelah kanan dan kursi pun berjalan dengan pelan.
"Kau kenapa bisa tahu tentang pelarian ini "
"Aku adalah mata mata dari tuan Anggabaya, aku bekerja pada tuan Anggabaya untuk bisa memantau setiap aktifitas dirumah tuan Adi "
"Ku kira kau adalah orang yang setia pada mas Adi, ku kira kau hanya patuh pada mas Adi "
"Itu hanya untuk membuat tuan percaya saja padaku, karena aku harus menjadi orang kepercayaannya, agar tahu apa saja yang tuan Adi lakukan, "
"Begitu ya, ayah begitu ketat ya mengawasi mas Adi "
__ADS_1
"Tentu karena tuan Anggabaya sangat menginginkan tuan Adi dan juga nyonya Ziva berpisah, makannya aku harus mengawasi semuanya dan aku juga sudah mendapatkan apa yang tuan Anggabaya mau "
"Kenapa ingin kak Ziva dan mas Adi berpisah "
"Ceritanya panjang, nanti akan aku ceritakan nona kalau kita bertemu lagi, ingat jangan pernah menemui ibu dan kakakmu, kau harus baik baik saja nona, kau harus bisa hidup bahagia, jika memang tuan Adi mencintaimu dia akan mencarimu dan mengejarmu lalu membuktikan semuanya pada mu "
Bella menganggukan kepalanya dan tersenyum saja, itu tak akan pernah terjadi, pasti mas Adi hanya akan mencari anaknya saja, dirinya sudah mendengar semua percakapan antara mas Adi dan Ziva yang akan melenyapkannya .
Mereka tidak menepati janjinya, maka dirinya pun tak akan menepati janji dari surat surat itu, aku akan hidup bersama anakku dan papihku, kami akan kembali bersama sama.
Tak terasa Sera sudah menariknya untuk bangkit dan berjalan beberapa langkah " nak kau baik baik saja, Sera tak ada yang melihat "
"Tak ada tuan semuanya aman, lampu rumah pun sudah dimatikan saat kami turun kemari dan saya jamin tak akan ada yang mengetahuinya"
"Baguslah, Bella ini bawa tas ini, disini aku sudah menyiapkan segalanya untuk mu, kau harus bahagia nak, nanti Johan akan mengantarkan mu bersama ayahmu, aku sudah menyiapkan rumah untuk mu didaerah terpencil dan Adi tak akan pernah bisa menemukan mu "
Bella memeluk ayah Anggabaya dengan haru air matanya sudah meleleh mendengar semua persiapan yang ayah Anggabaya lakukan untuknya.
"Terimakasih ayah sekali lagi, aku berhutang nyawa padamu, kau tahu ayah aku mendengar mereka berdua akan melenyapkan ku saat aku melahirkan, terimakasih atas pertolongan mu "
Ayah Anggabaya masih diam, dirinya tahu siapa yang disebut Bella, ayah Anggabaya melepaskan pelukannya pada Bella, menatap wajah ayu Bella " kau berbahagialah nak, jika Adi datang lari lah ketempat yang lebih jauh" sambil mengasongkan tas yang tadi.
Bella mengambilnya dan mengendong tas itu, sekali lagi memeluk ayah Anggabaya untuk mengingat semua kenangan ini, lalu ayah Anggabaya mencium kening Bella lama dan melepaskannya.
Stelah itu Bella beralih pada Sera " terimakasih Sera aku sangat sayang padamu, kau sudah menjadi kakak yang baik untuk ku, terimakasih atas semua bantuanmu aku sungguh berterimakasih padamu "
Bella memeluk Sera dan mereka melepaskan pelukannya " aku akan selalu merindukan mu nona, kau adik yang baik "
Bella menghapus Air matanya dan ayah Anggabaya langsung menarik tangan Bella untuk segera naik ke mobil, "sekarang kau harus pergi nak selamat jalan "
Pintu langsung ditutup dan mobil langsung melaju dengan cepat. Bella hanya bisa melihat mereka dari kaca saja tak berani membuka kaca juga, hanya diam saja sambil menatap mereka berdua yang sedang mengusap air matanya.
__ADS_1