Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 145 kelahiran 3 anak kembar


__ADS_3

Bella terbangun dari tidurnya lalu menatap kearah suaminya yang sedang tertidur, perutnya sakit, "mas bangun mas aduh perutku sakit mas "


"Hemm "


"Mas ih malah kayak gitu aja "


Bella memukul bahu suaminya itu, "ada apa sayang " kaget Adi yang langsung terbangun dan menatap istrinya yang kesakitan.


"Aku sepertinya akan melahirkan mas, perutku sakit sekali"


"Apa melahirkan "


Adi langsung bangkit dan berlari kesana kemari lalu keluar kamar, Bella yang sedang kesakitan malah dibuat binggung ada apa coba dengan suaminya ini, bukannya membawanya malah berlari kesana kemari seperti itu.


"Masss " teriak Bella dengan melengking


Pintu dibuka kembali suaminya terengah engah " maaf sayang aku lupa "


Adi segera memangku istrinya dan berjalan keluar rumah mobil sudah disiapkan juga, tadi dirinya hanya membawa barang barang istrinya yang sudah disiapkan dan malah melupakan sang istri yang masih kesakitan.


"Sabar ya sayang "


"Hemm kau jahat melupakan aku "


"Aku minta maaf sayang "


Air ketuban Bella sudah pecah dan Bella makin meringis kesakitan, perutnya sangat sakit sekali " aku sudah tak kuat mas rasanya sangat sakit sekali, aduh sakit sekali "


"Sabar sayang sabar sekarang kita kerumah sakit ya "


Adi segera masuk kedalam mobil dan mobil pun segera jalan untuk kerumah sakit.


"Yang sabar ya "


Bella hanya bisa mengangguk dan menahan sakit diperutnya ini, bicara pun rasanya tak sanggup sakit sekali.


***


"Baik Bu ayo tarik nafas ya Bu "


"Akhh dokter sakit dok "


"Pegang tanganku sayang "


Adi memegang tangan sang istri, dan Bella langsung mempererat pegangannya Bella langsung ditangani dan sekarang sedang berjuang untuk melahirkan ketiga buah hatinya.


"Ayo Bu mengejarnya "


"Akhhh huf huf huf mas sakit "

__ADS_1


Bella menarik rambut suaminya, Adi mencoba untuk tahan dengan jambakan sang istri, kepalanya bahkan sudah miring dan bersandar di dada sang istri.


"Oek oek oke "


"Alhamdullilah pak Bu anak pertama sudah keluar laki laki pak Bu "


Bella tersenyum dan melihat anaknya dibawa oleh suster "dok sakit dok "


"Baik Bu ayo kita mulai lagi "


Bella kembali berjuang dan lagi lagi menjambak rambut suaminya bahkan sekarang sampai mencakar sang suami pula. Anak kedua sudah lahir dan dia juga berjenis kelamin laki laki.


Bella kembali mengejan untuk mengeluarkan anaknya ketiganya Bella sudah sangat lemas sekali dan rasanya sudah tak kuat tapi suaminya terus saja menyemangatinya.


Dan akhirnya anak ketiga keluar juga seorang perempuan cantik, Bella tersenyum dan penglihatannya buram, Bella pingsan.


Adi yang ketakutan langsung mengguncang tubuh sang istri " dok ada apa dengan istri saya "


"Nyonya baik baik saja tuan, dia kelelahan tuan bisa keluar dahulu kami akan membersihkan dahulu nyonya dan juga bayi bayinya "


Adi ragu tapi dirinya tak boleh egois Adi keluar dan melihat sudah ada sahabat istrinya Rizki yang menahan tawa, serta ada Sera dan juga Zack.


"Kenapa kau, kau mau mentertawakan aku Rizki "


"Tidak tuan kau lucu saja rambut mu itu sangat berantakan dan wajah mu juga lucu "


Adi segera pergi kearah cermin yang ada disana dan melihat keadaannya dan benar saja dirinya berantakan sekali, Adi segera merapihkan rambutnya dan juga merapikan pakaiannya yang berantakan.


***


"Mas lihat anak kita ada tiga, mereka tampan dan juga cantik "


Adi duduk dan melihat ketiga anaknya yang ada didalam box bayi mereka anteng diam, namun tiba tiba ada yang menangis suster segera memangkunya dan mengajari Bella mengais bayinya dengan benar dan menyusuinya juga.


"Hey kalian para lelaki jangan melihat kearah istriku Butar balik, ayo belakangi istrinya "


Zack dan juga Rizki dengan cepat membalikan badannya dan tak mau kena amukan Adi.


"Tuan ini anak kedua anda yang sedang nyonya susui, dia mempunyai tahi lalat di keningnya "


Adi menatap bayi itu dan mengusap pipinya, lalu suster kembali memberitahu Adi kalau anak yang sedang tertidur adalah anak pertamanya dan yang perempuan itu anak bungsunya.


Setelah itu suster pergi meninggalkan keluarga baru itu " mas lihatlah mereka begitu mengemaskan "


"Ya meraka mengemaskan sayang, aku bahagia kau melahirkan dengan lancar sayang, tak ada yang terjadi padamu, mereka juga lahir dengan sehat, keluarga kita sudah lengkap sayang "


"Ya mereka sudah membuat hidup kita lengkap, apakah kau sudah menyiapkan nama untuknya mas "


"Sudah sayang, kau pasti akan suka" , Adi mencoba memangku anak pertamanya, dia tak menangis malah makin nyaman tertidur saat ayahnya memangkunya "

__ADS_1


"Siapa mas nama mereka "


"Untuk anak yang sedang aku pangku bernama Andaru Bamantara, untuk anak yang sedang menyusu aku akan memberikannya nama Aksa Bhagawanta dan untuk anak kita yang paling cantik ini Cempaka Prabaswara , apakah kau suka sayang " Adi menatap mata istrinya dengan intens.


"Aku suka setiap nama yang akan kau berikan pada anak kita aku suka dan maknanya pasti akan sangat bagus "


Adi yang kegirangan menyimpan anak pertamanya itu yang bernama Andaru dan memeluk istrinya yang sedang menyusui, tiba tiba saja ketiga anaknya menangis dengan bersamaan.


"Bagaimana ini sayang "


Adi dengan kebingungan segera memangku anaknya, tapi bagaimana dengan anak perempuannya yang masih menangis " hey kalian bantu aku tenangkan meraka "


Dengan sigap mereka berdua berlari dan membawa main Cempaka tapi bukannya mereda Cempaka malah makin menangis dan membuat Adi marah pada mereka berdua.


Sera yang baru saya datang segera memangku Cempaka dan menengakannya, tapi kedua anak lelaki Adi masih menangis, sampai sampai dokter datang dia membantu Adi membuat anaknya terdiam.


Setelah ketiga anak Adi terdiam, dokter dan suster membawa kembali mereka bertiga keruangan bayi, Adi membaringkan kepalanya sambil memejamkan matanya.


"Sayang apakah tiap hari kita akan seperti ini "


"Mungkin mas, kau harus bisa membantuku ingat "


"Ya sayang aku akan membantumu " jawab Adi dengan pasrah kalau tak begini istrinya pasti akan marah dan pasti dirinya akan tidur diluar.


***


"Kak Sera "


"Iya nyonya "


"Aku ingin makan "


"Baik nyonya sebentar "


Sera segera mengambilkan makanan untuk Bella, para laki laki sedang mengobrol di luar kamar, entah apa yang mereka bahas.


"Ayo nyonya biar aku suapi "


Bella menganggukkan kepalanya dan menerima setiap suapan yang diberikan oleh Sera.


"Nyonya apakah kau yakin tak akan mengeluarkan Serena, aku yakin dia sudah berubah "


Bella yang sedang mengunyah berhenti dan menelannya dengan cepat " kau masih ingin membahas ini denganku, apakah kau sudah mulai berpindah haluan dan ingin membantu Serena "


"Bu bukan begitu nyonya aku hanya kasian saja "


"Kau tak usah ikut campur, mau aku melepaskannya atau pun tidak kau tak usah memberi pendapat padaku, aku menjadi curiga padamu Sera, sudah aku tak mau makan lagi, kau boleh keluar "


"Tapi nyonya "

__ADS_1


"Keluar kataku " teriak Bella


Sera dengan pasrah segera keluar takut takut malah makin marah nyonya ini.


__ADS_2