Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 184 kami akan mencari


__ADS_3

"Paman bangun "


"Aksa bawa ponsel kita harus telepon Kakek atau kita telepon rumah sakit saja ayo cepat"


Aksa menuruti kemauan kakaknya, dia berlari masuk kedalam rumah, mengambil ponsel yang diberikan mamahnya dan memberikannya pada Andaru.


Andaru dengan cepat menelfon rumah sakit untuk mengirim ambulans, lalu Andaru memencet nomor kakeknya.


"Kakek tolong aku "


"Ada apa Andaru "


"Cempaka dibawa oleh orang yang tidak aku tahu, lalu para pelayan juga mereka berdarah bisakah kakek kemari, Paman Rizki juga ditembak kakiku , aku juga sama aku tidak bisa melindungi adikku Cempaka, tolong kakek kemari aku sudah menelpon ambulans tadi. Tolong kami kakek bisakah kau ke rumah. Kakek tahu kan mama dan ayah sedang pergi, aku tidak bisa menelpon mereka. Aku tidak tahu harus meminta bantuan pada siapa lagi, dan aku juga tidak tahu apa yang harus aku lakukan kakek"


"Kakek akan kesana "


Sambungan langsung diputuskan oleh kakeknya, Andaru merangkul bahu adiknya dan memeluknya dengan erat, "Kakek akan kemari, kau bisa tenang "


Aksa menganggukan kepalanya dan memeluk tubuh kakaknya, tak terasa air matanya mengalir, dirinya begitu takut sekali dengan kejadian ini, tapi untungnya ada kakaknya Andaru yang selalu memeluknya dengan erat dan memegang tangannya kemanapun.


Tak lama kemudian mereka mendengar ada suara ambulans, Aksa segera bangkit dan memerintahkan mereka untuk datang kemari " ayo Andaru "


Aksa memapah kakaknya tapi ada seorang suster yang langsung memangku Andaru, Aksa dengan cepat mengikutinya dan duduk menemani kakaknya.


Lalu Paman Rizki juga dibawa masuk berbarengan dengan mobil yang datang, keluar tuan Anggabaya dan berlari kearah ambulans yang ada cucunya.


"Andaru, Aksa "


"Kakek Cempaka Bagaimana "ucap Andaru dengan sangat khawatir.


"Kita ke rumah sakit dulu ya, ayo cepat bawa cucu-cucuku kerumah sakit "


Pintu ambulans segera ditutup dan Tuan Anggabaya dia masuk ke dalam mobilnya sendiri, mengikuti ambulans yang pergi membawa cucu-cucunya dan juga orang-orang yang masih bisa diselamatkan.


...----------------...


"Kenapa gerbang rumah terbuka seperti ini, ke mana penjaga di luar kenapa sepi sekali"


Zack menatap sekitar " Iya kenapa sepi begini kemana anak-anak dan juga pelayan serta penjaga "


"Entahlah aku juga tidak tahu ke mana mereka"


Sera segera turun dari dalam mobil, dia menelusuri rumah ini dan alangkah kagetnya saat di dalam rumah sangat berantakan dan juga darah di mana-mana. Zack juga yang masuk menyusul kaget melihat ini semua.


"Ada penyerangan Zack dan kita tidak ada di rumah. Bagaimana dengan anak-anak. Bodohnya aku kenapa aku meninggalkan rumah "


Sera berlari ke lantai atas dan membuka kamar anak-anak kosong, berantakan semuanya berantakan kamar Nyonya pun sama semuanya berantakan.


Pasti banyak yang datang, sampai-sampai semua orang tak bisa melawan, siapa yang datang dan apa saja yang mereka lakukan. Bagaimana nanti Tuan dan Nyonya pulang, mereka pasti akan sangat marah besar.


Apalagi kalau sampai terjadi sesuatu pada anak-anak pasti Tuan dan Nyonya akan sangat marah sekali. Anak-anak juga tak ada mereka tak ada, semoga saja mereka baik-baik saja.

__ADS_1


"Kemana mereka sekarang, aku harus cari kemana sekarang "


Sera mencoba untuk menghubungi Rizki, tapi tidak diangkat. Tidak ada yang mengangkat. Ada apa sebenarnya. Tapi, tiba-tiba saja ponsel Sera berdering. Sera mencoba untuk mengatur nafasnya.


"Siapa"


"Tuan Anggabaya "


"Ayo cepat angkat"


Dengan cepat Sera mengangkat teleponnya "selamat sore Tuan "


"Dari mana saja kau, kenapa sampai-sampai kecolongan seperti ini. Rumah sampai ada yang membobol dan Cempaka dibawa oleh orang itu, lalu Andaru juga tertembak kakinya kau ke mana saja Sera, kenapa kau lalai, ,Zack juga tak ada. Kalau tahu kalian tak bisa menjaga cucu-cucuku dengan baik lebih baik aku bawa waktu itu "


"Apa, Andaru terluka dan Cempaka di culik "


"Iya, apakah harus aku mengulang kata-kataku, ke mana kau, aku menyuruhmu untuk selalu menjaga rumah saat Bella dan juga Adi tidak ada di rumah. Tapi, kau malah pergi bersama Zack, ke mana kalian berdua apa kalian sudah bosan bekerja di rumah anakku, apakah kalian sudah tak mau bekerja dirumah anakku"


"Maafkan kami Tuan, tadi aku pergi ke panti asuhan, aku tak tahu kalau akan kejadian seperti ini "


"Cepat pergi ke rumah sakit sekarang "


"Baik Tuan "


"Ada apa" tanya Zack dengan khawatir.


"Cempaka dia diambil orang itu dan juga Andaru dia terluka, kita akan habis oleh Tuan Anggabaya, dia ingin kita segera kerumah sakit menyusul kesana "


"Kalau saja aku tidak menyuruhmu untuk ke panti asuhan, mungkin semua ini tidak akan terjadi "Sera tiba-tiba saja berbicara seperti itu.


Zack yang tadi sedang fokus melajukan mobilnya dengan kencang langsung melihat ke arah Sera, tapi kembali fokus ke arah jalan " Tidak itu bukan salahmu, sudahlah sekarang ini bukan saatnya saling menyalahkan ini sudah musibah sekarang kita harus menghadapi Tuan Anggabaya. Sudah yah kau jangan khawatir ada aku disampingmu "


"Tapi, tetap saja aku yang salah. Seharusnya aku tidak menyuruhmu untuk pergi ke panti asuhan. Seharusnya aku menerimamu langsung tanpa harus embel-embel ibu panti yang harus menerima, aku sungguh menyesal "


Sera menarik rambutnya dengan keras, kepalanya sakit sekali dan rasa-rasanya dirinya ingin membenturkan kepalanya ini. Dasar bodoh kenapa dirinya bisa kecolongan seperti ini.


"Sudah Sera sudah jangan sakiti dirimu " Zack memegang tangan Sera dan kembali fokus kejalan.


...----------------...


"Kakek apakah Andaru dan juga Paman Rizki tidak akan apa-apa, lalu Cempaka bagaimana kakek dan mama juga tidak bisa ditelepon, kenapa aku merasa punya firasat tidak baik sepertinya mama kenapa-napa, kita harus menemui mamah kakek "


"Andaru dan juga Paman Rizki pasti akan baik-baik saja, mereka kuat kau bisa tenang ya di sini ada kakek. Kau tidak apa-apa kan tidak ada yang terluka. Doakan saja yang terbaik untuk mamamu mungkin dia sedang sibuk bersama ayah, sedang jalan-jalan mungkin. Nanti kita coba telepon mamamu lagi bersama ayah ya, kau sekarang harus istirahat"


"Iya tapi aku takut terjadi apa-apa pada Cempaka, aku takut dia disakiti oleh mereka. Kenapa mereka ingin membawa Cempaka sedangkan aku dan Andaru mereka biarkan saja dan mereka juga menembak kaki Andaru Kakek. Itu pasti sangat menyakitkan, tapi Andaru terus saja berjuang untuk menyelamatkan Cempaka, aku sudah salah menilai Andaru "


Tuan Anggabaya hanya bisa memeluk cucunya dengan erat, lalu datanglah ayahnya Bella.


"Opah " Aksa berlari kearah kakeknya yang lain.


Ayahnya Bella segera memangku cucunya itu dan duduk di sebelah Tuan Anggabaya "Ada apa ini Tuan. Kenapa mereka bisa terluka seperti ini, apa yang terjadi Tuan"

__ADS_1


"Aku juga tidak tahu Rey, sepertinya ini musuh dari Adi mereka tahu kalau Adi tidak ada di rumah bersama Bella, makanya mereka berani menyerang seperti ini. Cempaka juga dibawa oleh mereka, aku menyesal tak membawa anak-anak kerumah utama Rey "


"Apa, aku harus mencarinya kau diam di sini Aksa opah akan mencari Cempaka ya, "


"Jangan Rey sudah di sini saja, biar anak buahku yang mencari Cempaka diam di sini Andaru, Rizki sedang dioperasi, diamlah disini Andaru pasti akan senang kau ada disini jangan kemana-mana "


Ayah Bella hanya bisa diam mengikuti apa kemauan dari Tuan Anggabaya, Ayah Bella juga dari tadi terus menghubungi anaknya tapi tidak bisa dihubungi. Ke mana anaknya ini mana mungkin dia tak pulang-pulang bersama suaminya itu. Bahkan dia juga sudah mencoba untuk menghubungi Adi tapi sama saja tidak bisa dihubungi.


"Opah aku takut"


Ayah Bella segera menyimpan ponselnya dan memeluk Aksa dengan erat, hatinya begitu tak enak apalagi anaknya tidak bisa dihubungi sekarang, cucu-cucunya juga sedang ada dalam masalah.


Andaru sedang dioperasi dan Cempaka entah dimana, dia dibawa kemana oleh mereka. Ya ampun bagaimana dirinya harus bertindak. Bagaimana ini jadinya dirinya begitu khawatir.


"Rey lebih baik kau bawa Aksa untuk beli makanan dulu"


"Baik Tuan aku dan Aksa pergi dulu"


"Aku titip sesuatu padamu apa saja belikan untukku"


"Baik Tuan"


Ayah Bella segera pergi bersama Aksa dia juga melihat Zack dan juga Sera yang berjalan ke arah Tuan Anggabaya. Wajah mereka begitu tegang. Ayah Bella tak sempat untuk bertegur sapa pada mereka, karena sekarang pikirannya sedang kacau sangat kacau sekali.


"Sudah lihat kan bagaimana kerusakan di rumah, kalian ke mana saja sampai-sampai rumah Adi rusak begitu dan pelayan, serta anak buah yang lain tidak bisa menahan orang-orang itu untuk masuk. Aku sudah memberikan sebuah kepercayaan pada kalian berdua, tapi, kalian malah mengecewakan aku. Sudah aku bilang kan saat Adi dan Bella tidak ada jangan pernah tinggalkan rumah sedikitpun atau sedetik pun tapi kalian malah pergi berdua, otak kalian disimpan dimana hah "


"Maaf Tuan ini salah saya, saya salah saya mengajak Sera untuk keluar rumah. Maafkan saya, saya teledor saya di sini yang harus disalahkan tidak Sera bukan Sera, dia tak salah Tuan "


"Kalian berdua yang salah, lalu sudah kejadian seperti ini apa kalian akan bertanggung jawab ? Apakah kalian bisa membuat semuanya seperti semula lagi dan membuat Cempaka ada di sini lagi, tidak kan. Kalian sudah membuat aku kecewa aku menyimpan sebuah kepercayaan pada kalian, Andaru sekarang sedang dioperasi, Rizki pun sama bagaimana kalau Bella tahu ini semua "


"Maaf Tuan saya minta maaf Tuan "


"Apa dengan kata maaf Cempaka akan kembali lagi, Andaru akan tidak tertembak, Rizki juga tidak akan koma seperti sekarang hah "


Zack dan juga Sera diam, mereka tidak berbicara lagi kalau terus berbicara Tuan Anggabaya pasti akan mengamuk dan menyalahkan dirinya lagi. Memang ini salah mereka berdua tapi mereka juga tidak tahu akan kejadian seperti ini.


"Cari Cempaka sekarang juga sampai dia ketemu, aku tidak mau tahu. Kalian harus menemukan cucuku itu"


"Baik Tuan, kami akan pergi dan mencari Cempaka dan menangkap mereka"


Zack dan juga Sera segera pergi kembali. Sera di sini yang paling merasa bersalah karena keinginan dirinya malah membuat semuanya hancur, malah membuat semuanya terluka.


Kalau saja dirinya tidak menyuruh Zack bertemu dengan ibu panti semua ini pasti tidak akan terjadi. Cempaka, Andaru , Aksa mereka akan selamat tentu juga Rizki juga dia akan selamat.


Zack yang melihat Sera murung memegang tangannya "Sudah aku bilang kan, jangan salahkan dirimu ini salah aku. Sudah aku yang teledor kita cari Cempaka sama-sama ya, kita harus yakin kalau Cempaka akan ketemu dan dia akan baik-baik saja"


"Tetap saja di sini aku yang salah, kau tak usah terus mengatakan kalau kau yang salah, sudah terlihat kan kalau aku yang salah disini bukan dirimu jadi kau tak usah terus membelaku, karena aku yang diberi pekerjaan oleh Tuan Anggabaya dan aku tak becus melakukannya, aku sudah mengecewakan Tuan Anggabaya dan aku harus menebusnya sekarang juga"


Sera melepaskan tangannya dari Zack dan berjalan terlebih dahulu, dirinya ingin sendiri dan tak mau diganggu dulu bahkan Sera mengambil mobil salah satu anak buah Tuannya yang masih tersisa dan pergi sendiri tanpa menunggu Zack.


Dirinya akan mencari Cempaka sampai ketemu, jangan sampai Nyonya tahu dan mengamuk nanti, pasti belum ada yang memberitahu Nyonya tentang keadaan rumah dan juga anak-anaknya ini.

__ADS_1


__ADS_2