
"Cepat kalian cari nona Bella sekarang juga, jangan sampai kalian tak menemukan nona Bella " perintah Zack pada anak buah tuannya.
Zack kembali masuk dan menemui tuan Anggabaya "Tuan nona Bella tak ada dia sudah kabur "
"Apa kenapa bisa, mana mungkin Bella kabur Zack "
"Benar Tuan saya tadi masuk ke kamar Nona Bella tapi tidak menemukannya dan saya sudah mencari ke seluruh ruangan di rumah ini dan juga di luar rumah, Nona Bella tidak ada Tuan. Dia pergi meninggalkan rumah ini tuan "
"Apa mana mungkin " tuan Anggabaya pura pura tak tahu padahal dirinya yang melakukannya.
Tuan Anggabaya menatap Sera dan memberikan sebuah kode, Sera segera menganggukan kepalanya dan pergi dari kericuhan itu.
"Iya Tuan dan saya sudah menghubungi Tuan Adi, semua anak buah sudah dikerahkan untuk mencari Nona Bella dia pasti masih ada sekitar sini kalau dia kabur sendiri"
"Ya sudah kau cari dia sampai ketemu ya cari Bella sampai ketemu"
Zack menganggukan kepalanya dan pergi berlari ke arah luar sedangkan Tuan Anggabaya hanya berjalan dengan santai ke arah kamarnya dan menghubungi seseorang untuk segera mencegat anak buah Adi berhasil menemukan Bella.
***
"Mana papih ku kak "
"Kita harus mengecoh dulu anak buah dari tuan Adi, Tuan Adi sudah mengetahui tentang pelarianmu nona dan kita harus mengecoh anak buahnya, ayahmu akan dibawa oleh temanku nanti, kau tenang saja kau dan juga ayahmu pasti akan bertemu"
Wajah Bella langsung pias, mas Adi mengetahui pelariannya dengan cepat, kenapa bisa, apakah ada yang memberitahunya. Bella makin tegang saja saat melihat mobil yang melaju cepat kearah mobil mereka, dan menabrak bodi belang, bruk bruk.
Bella mencoba untuk tak berteriak, Bella menundukan kepalanya dan memeluk tasnya. Saat Bella melihat kearah samping sudah ada orang orang yang saling tembak, mobil yang ditumpangi oleh Bella melaju kearah gang kecil, dan saat Bella menatap kearah belakang, gang itu tertutup ternyata ada pintunya. Dan untungnya tak ada yang berhasil mengikuti mereka sampai masuk ke gang ini.
"Ayo nona kita harus lari "
Bella dan Johan keluar dari dalam mobil, Johan menarik tangan Bella dan berlari masuk kedalam sebuah rumah dan naik ke mobil yang lain, dengan tenang Johan memakai kaca mata.
Sedangkan mobil yang dipakai oleh Bella dan juga Johan sudah dibawa oleh yang lain, tak lupa dengan penumpang yang mirip dengan Bella.
"Apakah kita akan selamat kak "
"Tentu asal kau bersamaku semuanya akan aman, kau tenang saja kita akan keluar dari kota ini dan kita akan melarikan diri dari tuan Adi, kau tenang saja serahkan semuanya padaku"
Bella hanya bisa menganggukan kepalanya, Bella tak mau menatap kearah luar dia hanya bisa menatap kearah depan saja.
"Nona jangan tegang, kau mau makan dulu " tawar Johan
__ADS_1
"Tidak aku tidak mau " ucap Bella dengan suara yang bergetar.
***
"Nah itu mobil yang digunakan orang yang membawa nona Bella, kejar dia " ucap Zack pada anak buah tuan Adi, dia mengunakan walkie talkie agar memudahkan mereka semua berkomunikasi.
Ada mobil, sepeda motor yang mengejar mobil itu, namun ada satu mobil yang melaju dengan begitu cepat meninggalkan yang lainnya.
Zack melihat kearah samping dan ada yang menempelkan sesuatu di mobilnya " ow apa itu," alat kecil itu bersuara Zack yang tahu itu apa segera loncat dari dalam mobil dan terguling guling cukup jauh dan bum mobil itu meledak.
"Sialan siapa mereka sebenarnya, kenapa mempunyai peledak seperti ini "
"Ayo Zack naik " ucap rekannya yang berhenti tepat di depan Zack
Zack langsung naik dan mobil pun melaju dengan cepat, "cepat kita harus mendapatkan nona Bella."
Dor dor dor "Sialan kenapa mereka begitu banyak "
Zack melihat kearah luar kaca dan dor dor dor untung saja Zack keburu memasukan kepalanya, Zack beralih ke kursi belakang dan segera melakukan aksinya, membuka sedikit kaca mobil dan segera menyerang orang yang menembaknya.
Tiba tiba mobil berhenti " hey kenapa berhenti "
"Lihatlah kedepan Zack "
"Ayo kita hadapi mereka "
"Jangan Zack yang ada kita mati, lihatlah disana orangnya banyak sekali, bahkan tak terhitung, kita bisa mati konyol "
Teman Zack segera memutar arah dan pergi dari sana, yang lain pun sama berputar arah, tapi orang orang itu tak ada yang menyerang lagi ataupun mengejarnya mereka hanya diam melihat musuh yang mundur kembali.
***
Sedangkan Adi dia mengejar mobil itu, dan terkejar mobil itu, Adi keluar dari dalam mobil setelah mencegatnya dan menatap supirnya, dirinya tak mengenalnya. Namun di belakang pengemudi dirinya melihat ada seorang perempuan, dia yang dirinya cari.
"Kau tak akan bisa pergi dariku Bella "
Adi membuka pintu belakang dan menarik perempuan itu" kau mau kemana hah "
Saat perempuan itu mendongak Adi begitu kecewa ternyata itu bukan Bella perempuan yang dirinya cari, "sialan dimana Bella "
"Aku tidak tahu " ucap perempuan itu dengan lantang
__ADS_1
"Sialan " dor Adi menembak perempuan itu tepat di kepalanya sedangkan orang yang melajukan mobil itu sudah pergi entah kemana.
"Akhh sialan dimana Bella sebenarnya, aku sudah kecolongan seharusnya aku memperketat penjagaan Bella"
Adi mengeluarkan ponselnya dan menelpon Zack " dimana kau sudah menemukan Bella "
"Belum tuan kami dihadang oleh segerombolan orang, banyak sekali bahkan tak terhitung, dan kami juga ini sedang mencari jalan keluar karena semua jalan utama ditutup oleh mereka"
"Apa sialan pasti ini ulah Sean, kita serang markasnya sekarang Bella pasti ada disana, Sean yang telah menyembunyikan Bella "
"Apakah yakin tuan "
"Kau tak percaya dengan tuan mu sendiri Zack, lakukan apa yang aku perintahkan Serang markas Sean dan bawa bedebah itu kehadapan ku,"
"Baik tuan "
Adi berteriak melampiaskan semua kekesalannya "akhhh awas kau Sean kau tak akan lepas dari ku, kau sudah mengusik hidupku dan membawa Bella dari sampingku "
Adi masuk kembali kedalam mobil dan dirinya sendiri yang akan membuat Sean mengaku dan memberikan Bella pada dirinya.
***
Ziva merangkak dari markas Adi, tak ada siapa siapa, ponselnya dimana, kakinya sudah begitu sakit dan Adi meninggalkannya begitu saja, Zea juga sahabatnya telah mati.
Sebenarnya banyak yang ingin dirinya tanyakan pada Zea, kata katanya begitu menjebak untuknya, Ziva mengecek gaunnya dan ternyata ponselnya ada disini.
Ziva segera mencari nomor Piyan dan langsung menelfon nya untungnya langsung diangkat "Piyan "
"Ya kenapa sayang ada apa"
"Tolong aku Piyan hik hik tolong aku Piyan "
"Kau kenapa Ziva, ada apa, apa suamimu menyiksamu "
"Ya begitulah tolong aku, aku sudah tak kuat cepat bantu aku "
"Kau dimana sekarang kau dimana "
"Sebentar aku akan mengirimkan alamatnya kau segera kemari ya "
"Ya aku akan kesana tunggu aku "
__ADS_1
"Ya Piyan "