
Dor dor dor
"Akhh ampun "
Adi dan semua anak buahnya tak jadi menyerang ke markas Sean, tapi mereka datang langsung kerumah Sean, "Sean kau keluar jangan menjadi pengecut keluar kau " teriak Adi sambil membabi buta menempati penjaga Sean dan juga pelayan Sean.
Dor dor dor suara pistol bersautan saling tembak satu sama lain "Sean keluar kau "
"Ada apa kau membuat keributan di rumahku " teriak Sean yang keluar dari lantai atas
"Dimana istriku "
"Istrimu Ziva aku tak tahu kenapa kau mencari padaku "
Dor Adi menembak kaki Sean "anjing lo Adi "
Sean mengeluarkan pistolnya dan menebak Adi namun tidak kena, dengan kesakitan Sean turun dan berhadapan dengan Adi
"Dimana Bella " sambil mencengkram pakaian Sean.
"Bella kemana dia, apakah dia kabur karena sudah tak tahan dengan mu Adi "
"Dimana Bella sialan lo sembunyikan dia dimana"
Sean mendorong Adi untuk melepaskan cengkeramannya " gue nggak tahu, dan gue nggak pernah bawa Bella kabur dari lo kenapa lo tiba-tiba serang gitu aja, emangnya lo punya bukti kalau gue yang udah ambil istri lo itu nggak kan, nggak punya bukti kalau gue yang ambil Bella dari samping lo, kalau gue yang udah culik Bella "
"Dimana dia geledah semua ruangan ini " teriak Adi memerintah anak buahnya
"Silahkan geledah gue gak pernah ngumpetin Bella " teriak Sean
Semua anak buah Adi segera berpencar untuk mencari keberadaan Bella, sedangkan Adi dan juga Sean masih saja saling bertatapan.
"Makannya kalau punya istri tuh satu aja, gak usah pengen dua sekaligus, satu kabur gini kan nyalahin orang lain "
__ADS_1
"Lo yang pasti udah culik istri gue " teriak Adi sambil mendorong bahu Sean
"Ayo sini kita berantem sialan lo dorong dorong gue terus ya dari tadi "
Sean maju dan meninju pipi Adi, Adi yang tak mau kalah segera membalasnya, mereka akhirnya berkelahi dan Sean juga tak peduli dengan kakinya yang terluka, harga dirinya sudah diinjak injak oleh Adi.
"Tuan "
Mereka segera berhenti saat ada suara "tuan tak ada nona Bella "
"Tuh kan apa kata gue juga Bella gak ada disini sialan, lo udah salah sasaran "
"Gue gak percaya, gue akan terus pantau lo Sean "
"Silahkan gue gak peduli "
"Bubar cari ketempat lain " teriak Adi
Mereka semua segera pergi dari rumah Sean tanpa rasa bersalah sedikitpun Adi pergi begitu saja, sedangkan Sean hanya bisa melihat rumahnya yang sudah berantakan dan juga anak buahnya banyak yang mati.
**
"Kita akan mencari Nona Bella kemana lagi Tuan, kita sudah mencari ke seluruh kota tapi tidak menemukan nona Bella juga dan jalan-jalan juga masih ditutup oleh orang-orang itu, banyak sekali yang menjaga jalan utama Tuan bahkan mereka memegang senjata dan kalau kita melawan kita akan kalah dan kita akan mati konyol nantinya sedangkan Nona Bella tidak ditemukan"
"Kita pulang ke rumah Ayah sekarang putar balik dan besok kita akan mencari lagi Bella, secepatnya kita semua harus menemukannya"
"Baik tuan
Semua mobil segera berbalik arah dan menuju ke arah rumahnya Tuan Anggabaya pikiran Adi begitu bercabang dia khawatir di mana Bella ke mana Bella pergi dan dibawa oleh siapa, kenapa dirinya bisa kecolongan seperti ini apa karena dirinya terlalu fokus untuk membalaskan dendamnya pada Ziva dan melupakan Bella melupakan perlindungan Bella.
Dirinya harus bertanya pada ayahnya pasti ayahnya tahu sesuatu apa mungkin semua ini adalah ulah ayahnya sendiri, apakah ayahnya ingin melepaskan Bella dari sampingnya.
Akhirnya mereka sampai juga di rumah tuan Anggabaya. Adi tanpa banyak bicara segera turun dan masuk ke dalam kamar ayahnya bahkan Adi tidak mengetuk pintunya dan Tuan anggabaya yang sedang membaca buku menyimpan bukunya di samping tempat tidurnya dan menatap anaknya lalu melepaskan kacamatanya bacanya.
__ADS_1
"Kau tidak punya sopan santun Adi masuk ke kamar orang tua, tanpa kau mengetuk pintunya terlebih dahulu"
"Di mana Bella ayah"
"Kenapa kau bertanya pada ayah bukannya kau adalah suaminya"
"Pasti ayah tahu kan di mana Bella. Pasti ayah kan yang telah melepaskan Bella dan di mana Johan sekarang"
Adi baru kepikiran dia tidak melihat Johan dari tadi anak buah kesayangan ayahnya, ke mana dia di saat seperti ini di saat sedang genting seperti ini. Johan tidak ada dan sekarang dirinya berpikir kalau Ayahnya lah yang telah melepaskan Bella.
"Johan sedang aku suruh untuk mengurus perusahaan yang lain yang ada di Amerika, kenapa kau mencari Johan dan aku tidak tahu tentang perginya Bella. Seharusnya kau lebih tahu karena kau adalah suaminya"
"Ayah tak mungkin bisa tenang diam di kamar seperti ini saat Bella menantu kesayanganmu hilang begitu saja"
Tuan anggabaya segera bangkit dan menatap anaknya lalu tersenyum samar "jika kau memang mencintai Bella dan kau sangat membutuhkannya maka kau akan melepaskan Ziva. Sekarang kau hanya perlu memilih antara Ziva dan Bella siapa yang lebih pantas untuk menjadi istrimu dan siapa yang pantas untuk mendampingimu selama-lamanya. Kau tidak bisa memiliki dua wanita sekaligus kau harus memilih salah satu dan kalau kau memang mencintai salah satu dari wanita itu kau akan mengejarnya dan kau akan mencarinya ke mana mereka pergi"
Adi diam tak berbicara apa-apa lagi benar kan tebakannya ayahnya yang sudah membantu Bella pergi dari rumah ini "kenapa Ayah lakukan ini, kenapa ayah membuat aku dan Bella berpisah. Apakah ini yang selama ini ayah inginkan. Ayah sengaja mendekati Bella hanya untuk membuat kami berdua berpisah iya itu yang ayah inginkan"
"Tidak Ayah hanya ingin melihat kau memperjuangkan seorang wanita dengan benar, tidak menikahinya dengan secara paksa seperti itu, jika kau memang mencintai Bella kejarlah dia dan buatlah dia jatuh cinta padamu tanpa ada kekerasan ataupun paksaan sedikitpun. Sebelum itu kau harus melepaskan wanita penjilat dulu tapi jika kau mencintai Ziva silakan kau teruskan rumah tanggamu itu. Aku tidak akan pernah melarang. Tapi satu hal yang ingin aku beritahu padamu istrimu telah selingkuh dan kau tidak bisa mengetahui perselingkuhan itu dengan cepat Adi kau bodoh. Oh ya satu lagi aku sudah mengetahui kalau istrimu mandul dan Bella hanya kau jadikan untuk wadah dari anakmu saja kan"
"Ayah tidak punya bukti kalau Ziva selingkuh"
"Kau cari saja buktinya sendiri aku tidak perlu susah-susah untuk memberikan bukti padamu, kau adalah seorang mafia dan kau bisa dengan cepat mengetahui istrimu selingkuh dan kau juga bisa mencari buktinya sendiri. Buktikanlah semua kebenaran yang aku ucapkan padamu karena semua itu memang sebuah kebenaran"
Adi langsung meninggalkan ayahnya, dirinya tidak bisa langsung menghajar ayahnya sendiri karena telah berani melepaskan Bella. Sekarang semuanya sudah terbongkar kalau Ayah nyalah dalang dari semua kejadian ini.
Ayahnya yang telah melepaskan Bella istrinya dan sekarang dirinya harus mencari bukti kalau Ziva selingkuh dirinya tidak bisa gegabah untuk melakukan sesuatu pada Ziva tanpa ada bukti.
Sedangkan Tuan Anggabaya menutup pintunya dan kembali membaca bukunya, dirinya sekarang tidak peduli Adi anaknya tahu kalau dirinya yang telah melepaskan Bella, toh Bella pun sekarang sudah di perjalanan untuk ke rumahnya dan Adi tidak akan pernah tahu di mana Bella sekarang.
Karena dirinya menempatkan Bella di tempat yang begitu terpencil dan tak akan pernah bisa ditemukan dan kalaupun mereka jodoh maka mereka akan bertemu dan akan bersatu kembali.
Kita lihat saja alur cerita antara Adi dan juga Bella, apakah mereka akan bersatu lagi apakah memang jodoh mereka harus terhenti sampai di sini. Bukan dirinya jahat untuk membuat Adi dan juga Bella berpisah.
__ADS_1
Tapi dirinya memang sengaja melakukan ini untuk melihat apakah anaknya memang sungguh-sungguh mencintai Bella, atau hanya karena seorang anak saja dia mencintai Bella, karena dirinya tidak mau anaknya menyakiti seorang perempuan, apalagi ini sekaligus dua.
Dirinya ingin melihat anaknya berjuang untuk mendapatkan apa yang diinginkannya jika memang Adi mencintai Bella. Dia akan dari nol mencari Bella mencintai Bella dan membuat Bella mencintainya dan kembali padanya, tidak dengan kekerasan ataupun dengan paksaan semuanya perlu proses.