Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 105 Perjanjian yang menguntungkan


__ADS_3

Bella membuka matanya, dirinya baru sadarkan diri apakah dirinya tadi di bius.


"Di mana aku kenapa orang itu menculik ku, kenapa sih hidupku seperti ini terus menyebalkan sekali kan"


Bella berjalan kearah jendela dan alangkah kagetnya saat ada pantai tak jauh dari sini, apakah dirinya sedang liburan sampai ke pantai segala.


"Bagaimana apakah kau suka "


Bella tersentak dengan suara yang tiba tiba saja "bagaimana apakah kau suka pantai, aku membawamu ke sini agar Adi tidak bisa menemukanmu sampai kapanpun, awalnya aku tidak akan pernah menculikmu atau mengusik dirimu tapi karena dia sudah menghancurkan rumahku membunuh anak buahku dan melakukan tuduhan yang tidak benar padaku makanya aku menculikmu, dan kau yang harus membayar semuanya aku muak dengan Adi dia selalu saja semena mena"


Bella bukannya mundur dia malah maju dan menatap laki laki itu.


"Kenapa kau tidak culik mas Adi saja bukannya dia yang bermasalah denganmu, mungkin lawannya akan imbang bila sama mas Adi jika denganku tidak akan pernah imbang sampai kapanpun, kau terlalu lemah karena menculikku, itu sama saja memperlihatkan pada mas Adi kalau kau tidak ada apa-apanya dibandingkan mas Adi"


"Berani sekali kau padaku, kau itu cuman perempuan lemah kau tidak ada apa apanya " sambil menunjuk Bella


"Kenapa aku harus tidak berani padamu. Memangnya kau siapa sampai aku harus takut kau bukan Tuhan yang bisa membuat aku takut, lepaskan aku harus pulang papiku pasti menunggu di rumah dan kau jangan pernah senang karena sudah berhasil menculikku. Sampai kapanpun mas Adi akan mencariku meskipun itu sampai ke ujung dunia dan saat dia menangkapmu kau akan mati, aku yakin itu lebih baik kau keluar kan aku, maka aku tak akan berbicara pada mas Adi " Bella mencoba untuk menakut nakuti laki laki itu ya siapa saja bisakan.


"Hahahaha berani sekali kau padaku, perempuan Adi ternyata tangguh sekali tidak terpikirkan olehku, kupikir kau sama seperti Ziva ****** yang lemah dan licik "


"Orang itu berbeda-beda tidak ada yang sama jadi kau jangan samakan aku dengan Kak Ziva, karena kami dua orang yang berbeda tak ada kesamaan sekalipun dari kamu ingat itu "


Dengan kasar laki laki itu mencengkram dagu Bella"awalnya aku ingin menyelamatkanmu tapi setelah melihat sikapmu yang seperti ini aku bersyukur karena tidak menyelamatkanmu,kau itu keras kepala sangat keras kepala "


Bella yang kesal mendorong dada laki laki itu meski tangan laki-laki itu sudah lepas dari dagunya"dari awal pun aku tidak butuh bantuanmu, untuk apa aku bisa pergi sendiri tanpa harus dibantu olehmu, jadi kau jangan merasa hebat karena pernah ingin menyelamatkanku. Tapi pada akhirnya kau menculikku dan mengurung ku disini kan, kau begitu menjijikan "


"Sialan kau lihat saja apa yang akan aku lakukan padamu"

__ADS_1


Laki-laki itu langsung pergi dan menutup pintu dengan keras Bella tidak peduli dia duduk di tempat tidur dan menatap ke arah luar, meskipun jauh tapi dirinya bisa melihat pantai ombaknya sedang besar.


Bella meraba raba pakaiannya namun tak ada, tak ada apa apa, padahal dirinya tadi membawa ponsel tapi kenapa tak ada coba. Pasti mereka mengambilnya


"Mereka mengambilnya sialan, sebenarnya di mana aku sekarang dan aku harus bagaimana memberitahu mas Adi aku tidak mungkin terjebak di sini, ternyata dia teman mas Adi waktu itu, yang aku temui di pesta dia berulah sangat menyebalkan bahkan aku sampai lupa siapa namanya, tapi untuk apa juga aku ingat namannya tak penting sekali dia bukan siapa siapa "


***


"Adi kau keluar mana anakku kau sembunyikan di mana dia, jangan kau bersembunyi pengecut ayo keluar kau, keluar kemari lah sialan "


Ayahnya Bella datang ke rumah Adi, dia tahu di mana rumah Adi karena Adi pernah memberikan alamatnya dan kebetulan sekali dirinya pernah menanyakan anaknya ke rumah ini tapi tiba-tiba ada seorang laki-laki yang menahannya.


"Kenapa tuan Rey berteriak-teriak di sini, jangan seperti ini berbicara baik baik "


"Mana tuanmu itu, di mana Adi, aku ingin berbicara dengannya pasti dia yang telah melakukan ini, jika dia ingin bersama anakku jangan seperti ini caranya dia sangat pengecut awas lepaskan aku, aku harus bertemu dengannya aku harus memberi pelajaran padanya "


"Zack lepaskan dia kau pergi dan jaga gerbang depan saja biar aku yang urus "


"Baik tuan"


Adi mengerutkan dahinya "bukannya dia bersamamu kenapa tiba-tiba kau bertanya padaku, bukan kau sudah siap menjaga Bella lalu kenapa tiba-tiba bertanya seperti ini padaku, aku sama sekali tidak membawa Bella, dia kan bersama temannya juga "


"Jangan bohong kau pasti sudah menculik anakku ke mana kan anakku, kembalikan anakku jangan kau sembunyikan terus seperti ini. Aku tak suka ya dengan caramu ini "


"Aku sama sekali tidak menyembunyikan Bella, untuk apa aku menyembunyikannya aku sama sekali tidak menyembunyikan Bella di manapun itu memangnya dia ke mana, kenapa bisa terjadi " Adi mulai takut kalau Bella diculik oleh musuhnya


"Kau malah bertanya balik padaku, di mana Bella dia tidak ada dan Rizki babak belur. Aku yakin itu adalah kelakuan mu, aku yakin itu dimana sekarang Bella anakku "

__ADS_1


Raut wajah Adi langsung berubah menjadi tegang, " saya tidak pernah menculik Bella, untuk apa saya menculik calon istri saya"


Adi berlari keluar rumah dan memanggil Zack untuk menghadapnya "Zack kau cari Bella sekarang kerahkan semua anak buah untuk mencari Bella aku pun sekarang akan pergi mencarinya, cepat jangan sampai kita terlambat jangan sampai Bella kenapa napa cepat "


"Baik tuan"


"Jangan pura-pura Adi. Kau pasti yang sudah menyembunyikan Bella kan di mana dia " sambil menarik kerah kemeja Adi.


"Aku tidak tahu di mana Bella dan sekarang aku akan mencarinya , kau jangan mempersulit semuanya aku pasti akan menemukan Bella dan kau bisa tenang saja di mana sekarang Rizki dirawat di mana dia"


"Yang membawanya Alvaro aku tidak tahu jika sampai aku tahu kau yang melakukan ini, aku tidak akan pernah merestuimu sampai kapanpun "


Adi yang punya kesempatan tersenyum miring, sepertinya ini adalah kesempatan emas untuknya mendapatkan Bella dan meminang Bella tanpa harus ada larangan dari ayahnya.


"Kita buat perjanjian saja bila aku menemukan Bella kau membolehkan aku menikahi Bella setelah dia melahirkan, jika aku terbukti menculik Bella maka kau boleh menjauhkan aku dari Bella"


"Licik sekali aku tidak akan pernah percaya denganmu. Kau pasti yang sudah melakukan ini"


"Kau bisa ikut kemanapun aku pergi saat mencari Bella, kau bisa lihat siapa yang benar dan siapa yang salah dan siapa yang telah mencuri Bella, bagaimana apakah kau sedia dengan tawaranku itu"


Ayahnya Bella diam, dia binggung harus bagaimana kalau tidak setuju dirinya tak akan pernah bertemu lagi dengan Bella.


Adi pun sama diam, sebenarnya Adi akan terus mencari Bella tanpa ayahnya merestui, tapi ini adalah kesempatan emas yang harus dirinya ambil, tidak akan ada waktu yang pas lagi untuk membujuk ayahnya Bella dan membiarkan anaknya menikah dengan dirinya, jadi lebih baik sekarang saja.


"Baiklah aku akan ikut kemanapun kau pergi dan aku pastikan kau tidak akan pernah menikah dengan Bella, karena kau yang menculiknya jika sampai kau memang benar menculik Bella maka kau tidak boleh bertemu dengan anakku dan juga cucuku ingat itu"


"Dil aku setuju dengan itu, mari kita pergi ke rumah sakit biar anak buahku mencari Bella dulu di sekitar sini dan aku ingin mengintrogasi dulu Rizki aku yakin dia tahu sesuatu"

__ADS_1


Adi langsung pergi meninggalkan ayahnya Bella, ayahnya Bella pun segera ikut Adi, mungkin dirinya sekarang akan percaya dulu pada Adi sampai anaknya ketemu.


Ini demi anaknya demi cucunya juga agar mereka selamat. Ya ini demi mereka.


__ADS_2