
Lia perempuan bertubuh besar itu ragu untuk masuk ke dalam sekolah, tapi dirinya sudah di gerbang sekolah tidak mungkin kan kembali lagi ke rumah. Baiklah Lia masuk ke dalam sekolah dan benar saja firasat yang dirinya pikirkan.
Teman-temannya yang kemarin membully langsung mendekatinya dan mengerubunginya "Ya ampun anak kucing. Kenapa kau kemarin tidak bisa jatuh ke dalam air, apakah karena tubuhmu terlalu besar"
Lalu mereka menyalahkan kamera untuk memvideonya, banyak sekali yang mengeluarkan ponselnya. Hampir semuanya "Seharusnya kau itu langsung loncat saja ke dalam air. Eh tapi-tapi jangan nanti kolam renang Aliya yang ada airnya habis karena terserap oleh tubuhmu"
Semua orang langsung tertawa. Lia mencoba untuk pergi tapi tidak bisa jalan untuk dia saja ditutupi oleh mereka semua. Mau bagaimana dirinya keluar kan.
"Kau tidak akan bisa keluar. Kau itu harus lebar sekali jalannya tapi kami semua ingin berdesak-desakan seperti ini, ayolah coba keluar tanpa mendorong kami "
"Tolong jangan seperti ini, lepaskan aku. Aku tidak punya salah apa-apa "akhirnya Lia buka suara juga.
"Memangnya kata siapa kau punya salah, kau ini ya suka ada-ada saja Lia. Sebaiknya kau itu diet atau olahraga agar tubuhmu ini kecil, sekolah ini menjadi sempit gara-gara tubuhmu yang besar"
"Tolong jangan seperti ini aku ingin masuk ke sekolah, aku juga tidak pernah menghina kalian "
Tapi bukannya didengarkan, malah makin dipepet makin berdesak-desakan saja. Lia sudah sangat tak kuat kepalanya sudah sangat pusing juga.
Sedangkan Budi. Dia sedang membujuk Ayu di gerbang "Ayolah Ayu maafkan aku, kemarin aku sudah mengejarmu tapi kau tidak ada. Aku sudah menelponmu tapi kau juga tidak mengangkatnya. Aku sudah berusaha mencarimu loh"
"Sudahlah kau tidak usah membujukku seperti itu, sudah terjadi juga kan. Kau malah tiduran di balon itu bukannya membantu aku yang tidak bisa berenang"
"Aku mengantuk, jadi tiba-tiba aku tidur. Aku kaget saat kau didudukkan oleh Andaru aku lupa. Ayolah jangan seperti itu aku minta maaf ya padamu. Maafkan aku ya cantik"
"Tidak tidak tidak. Sudah ah aku pusing mendengarkan kau terus mengoceh"
"Ayolah Ayu kita jangan musuhan seperti ini, di dalam sekolah kita harus akur kita harus baik-baik saja. Jangan marah seperti ini Ayu "
"Ini juga sudah baik-baik saja, sudah aku mau ke kelas awas ah"
__ADS_1
Ayu berjalan lebih dalam lagi ke sekolah dan dia melihat teman-temannya sedang tertawa. Ayu segera menerobos dan ternyata itu Lia Ayu berteriak kepada mereka "Apa yang kalian lakukan. Kenapa kalian melakukan ini, ini tidak lucu ya"
Lia yang mendapatkan jalan akhirnya keluar juga "Apa sih kau Ayu, mau jadi pahlawan telat kau, kau saja di bully tidak bisa melakukan apa-apa berani-beraninya menolong yang lain"
"Diamlah Keisha. Kau juga pernah dibully oleh Aliya kan. Tapi kau malah kembali lagi dasar perempuan bodoh"
Setelah mengatakan itu Ayu mengejar Lia "Apa kau tidak apa-apa "
"Sudah Ayu jangan hiraukan aku, kau jangan bela aku seperti ini nanti kau yang akan dapat masalah lagi. Sudah biarkan saja aku sudah biasa di bully seperti ini. Jadi jangan sok perhatian "
"Tapi tetap saja aku tak bisa diam, aku tahu bagaimana rasanya di bully"
"Iya tapi jangan terlalu ikut campur. Sudah aku mau ke kelas"
Aliya langsung saja pergi meninggalkan Ayu begitu saja. Dia tidak berterima kasih atau apalah pada Ayu. Tapi itu tidak masalah untuk Ayu.
"Sayang kau bisa jelasan apa saja yang terjadi setelah kau menolong Ayu, aku begitu penasaran "
Andaru yang baru saja selesai makan langsung menatap orang yang duduk berhadapan dengannya "Tidak ada yang terjadi, semuanya baik-baik saja kenapa kau ingin tahu sekali"
"Jujur padaku setelah kau menolong Ayu apa yang kalian lakukan. Apa saja yang kalian lakukan aku ingin tahu kejutan apa yang akan aku dengar dari kalian berdua"
"Semuanya baik-baik saja dan tidak ada kepanjangannya, aku sudah menolong Ayu ya sudah menolong saja"
"Kau mulai pintar berbohong padaku"
"Terserah kau saja"
"Nah itu ada Ayu,biar aku panggil Ayu dan aku tanya padanya " Aliya melambaikan tangan pada Ayu "Ayu kemarilah"
__ADS_1
Ayu diam dan mendekati Aliya lalu menatap kedua orang itu "Ada apa kau memanggil aku"
"Setelah kau jatuh itu kau melakukan apa saja dengan Andaru pacarku"
Ayu segera mengambil kursi dan duduk menatap wajah Aliya "Apakah sangat ingin tahu sekali kau apa yang terjadi setelah itu"
"Tentu, Andaru adalah pacarku maka aku harus tahu "
"Kenapa kau tidak tanyakan saja pada pacarmu, apa yang terjadi tapi tidak apa-apa biar aku ceritakan. Setelah aku didorong olehmu dengan sengaja, Andaru mengejarku lalu memaksaku untuk naik ke dalam mobilnya, tapi aku tidak mau "Ayu melihat ke arah Andaru.
Andaru sudah memberi kode agar Ayu tidak memberitahu semuanya apa yang terjadi, tapi Ayu malah tersenyum miring dan kembali menatap ke arah Aliya. "Setelah itu aku kan tidak mau, aku masuk hutan dan Andaru mengikutiku dari belakang, nah Andaru pura pura jatuh atau apa lah, lalu dia muncul di hadapanku dan menciumku"
Aliya malah tertawa , dari tertawa biasa sampai tertawa mengejek.
"Kau hanya bermimpi Ayu, kalau bermimpi itu jangan terlalu tinggi sayang nanti kau jatuh"
"Aku bermimpi. Coba kau tanya sendiri pada pacarmu, karena memang itu kenyataannya dia menciumku pacarmu romantis juga ya. Di saat aku sedang kedinginan dia memelukku. Oh satu lagi yang belum aku katakan aku juga diantarkan pulang olehnya dan dia juga romantis sekali saat membawaku ke dalam mobil"
Lagi-lagi Aliya malah tertawa "Kau hanyalah pembohong, kau hanya bermimpi Ayu"
"Mungkin itu mimpi buruk untukmu, karena memang itu kenyataannya kau kalah olehku kan sampai-sampai pacarmu mengejarku"
Setelah mengatakan itu Ayu segera pergi dari hadapan Aliya dan Andaru. Aliya yang tadinya sedang tertawa langsung berhenti tertawa dan menatap Andaru dengan tatapan bertanya-tanya dan ingin tahu cerita dari Andaru langsung.
"Apa yang dikatakan Ayu itu benar, kau mencium Ayu. Apakah kau sedang mabuk Andaru "
"Kita sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi Aliya, dan kita juga tidak berpacaran maka aku bebas melakukan apapun semauku dan pada siapapun. Karena kita sudah tidak punya ikatan apa-apa lagi. Jangan terus bertanya padaku. Aku pusing "
Andaru bangkit dan meninggalkan Aliya, Aliya hanya diam menatap kepergian kedua temannya itu. Sepertinya Ayu ingin bermain-main lagi dengannya awas saja Ayu.
__ADS_1