Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 40 Apakah akan ada


__ADS_3

"Apakah kau akan pulang Ziva, padahal aku masih ingin menghabiskan waktu bersamamu kau tahu kau begitu hebat di atas ranjang kau begitu membuatku tergila gila dan ingin terus menyentuhmu, apakah kau tak bisa diam dulu disini beberapa jam lagi "


Ziva yang sedang memakai pakainya segera melihat kearah Zain dan menggelengkan kepalanya " tidak bisa aku harus pulang karena suamiku hari ini pulang aku harus bersiap-siap dan terlihat cantik di hadapannya, tidak mungkin kan aku tiba-tiba pulang dengan keadaan berantak seperti ini, dia tidak tahu kalau aku menghabiskan waktu dengan laki-laki lain jadi kapan-kapan saja ya kita bertemu lagi, aku pun sudah memberikan nomor teleponku kan padamu dan kau bisa menghubungiku kapan saja "


"Benarkah " sambil bangkit dan memeluk Ziva


"Ya benar kau bisa kapan pun menghubungiku, aku akan siap dan ada untuk mu, aku akan selalu ada untuk mu"


"Baiklah sayang hubungan ini harus berjalan, aku sudah tergila-gila olehmu aku sudah sangat ingin memilikimu, tapi tidak apa aku tidak memilikimu seutuhnya yang terpenting kau selalu ada untukku" Padahal aku hanya ingin tubuhmu saja dasar perempuan bodoh ucap Zain dalam hati.


"Iya aku tahu laki-laki yang sudah pernah tidur bersama aku pasti akan tergila-gila padaku, jadi kau bisa tenang aku pasti akan selalu datang untukmu dan memuaskanmu dan kau juga harus selalu memuaskan ku Zain aku tidak mau rugi, aku ingin sama dipuaskan "


"Tentu sayang, pasti aku akan membuatmu selalu puas "


Zain menciumi bibir Ziva berkali laki sampai **********, namun Ziva yang tak mau memulai kembali lagi langsung melepaskan kecupan kecupan basah itu "sudah ya, aku pulang bay Zain "


Ziva dengan cepat segera pergi meninggalkan hotel itu, dia begitu terburu buru saat suaminya memberikan sebuah pesan kalau dia akan pulang, jangan sampai dirinya terlihat jelek didepan suaminya.


**


Adi yang melihat Bella sedang berdiri sambil merentangkan tangannya segera menghampirinya dan memeluknya, Bella hanya diam saja karena dia tahu siapa yang datang.


"Kau sedang apa disini, bagaimana kalau kau masuk angin "

__ADS_1


"Aku hanya ingin seperti Rose yang ada di film Titanic dia merentangkan tangan seperti ini dan Jack memeluknya dari belakang itu begitu romantis, aku suka menonton itu dengan papi kau tahu papi ku selalu baik padaku dan mengikuti apapun yang aku mau, tapi memang dia sedikit keras dan galak kalau aku melakukan sebuah kesalahan dia tidak akan segan-segan memukulku tapi aku tahu dia sayang padaku, aku dulu terlalu bebal dan nakal sekali tapi itu aku lakukan untuk mencari perhatian orang tuaku yang terlalu fokus pada Serena. Aku pun ingin diperhatikan aku pun ingin dimengerti ups maaf aku malah bercerita padamu"


Adi makin mempererat pelukannya dan kepalanya menyender pada bahu Bella "Kau boleh menceritakannya semuanya padaku, aku pasti akan mendengarkan semua ceritamu sayang aku akan menjadi pelindungmu dan aku berjanji tidak akan pernah menyakitimu lagi aku tidak akan pernah memukulmu lagi pegang janji-janjiku itu" ucap Adi dengan sungguh sungguh.


Bella mengalihkan pandangannya kearah Adi dan mata mereka bertemu " apakah kau ingin melakukan adegan yang ini juga, seperti Jack dan juga Rose " tanya Adi dengan sungguh sungguh karena memang dirinya juga menyukai film itu, film yang begitu romantis namun akhirnya tragis.


Bella hanya tersenyum saja dan Adi langsung melakukannya tanpa mendengar jawaban dari Bella, mereka bahkan tak menghiraukan sekitar mereka hanya sibuk dengan bibir mereka yang saling hisap dan *****.


Zack yang tak jauh dari mereka hanya tersenyum saja melihat tuannya yang baru pertama seperti ini kelakuanya , ya maksudnya lembur pada seorang perempuan dan juga selalu meminta persetujuannya dulu, padahal tuannya ini adalah orang yang seenaknya, apapun yang dia inginkan harus tercapai tak boleh tidak.


Tapi dengan nona Bella tidak, tuan selalu mengikuti apa kemauan nona Bella, apakah tuan memang benar benar mencintai nona Bella atau hanya sekedar untuk meluluhkan hati nona Bella, ya meskipun dirinya sudah pernah mendengar kalau tuanya mencintai nona Bella tapi masih aneh saja, secepat itukah tuannya mencintai nona Bella yang pembangkang namun penuh pesona.


Adi dan Bella melepaskan ciuman mereka dan Bella membalikan badannya agar berhadapan dengan Adi, kening mereka disatukan dan tak ada kata hanya suara nafas mereka yang memburu.


"Aku hanya sedang belajar "


"Belajar menjadi "


"Isti yang baik dan penurut jadi kelak saat aku sudah tidak bersamamu saat aku sudah mendapatkan identitasku aku bisa memperlakukan kelak suamiku ya maksudnya calon suamiku nanti seperti ini, selalu lembut dan penuh perhatian "


"Jadi kau menganggap semua ini hanyalah sebuah pelatihan saja untuk mu nanti dimasa depan "


"Mungkin aku tidak tahu apakah nanti akan ada lagi laki-laki yang mau denganku perempuan yang sudah tidak perawan lagi "

__ADS_1


Bella melepaskan dekapan tangan Adi dan berjalan masuk kedalam, Bella saat melihat Zack hanya tersenyum saja dan memilih berjalan lagi.


Sedangkan Adi sendiri hanya termenung saja, dirinya melihat kalau Bella kecewa dengan dirinya, tenang saja Bella akan tetap ada disampingnya dan Bella akan selalu menjadi istrinya, akan menjadi ibu dari anak anaknya dan akan menjadi wanita yang paling dirinya cintai.


**


Ziva yang baru saja sampai dirumah dirinya dan juga Adi disambut dengan beberapa mobil besar yang mengeluarkan bunga apa ini untuknya apa Adi membelikannya untuknya.


Dengan cepat Ziva melihat kemana bunga itu dibawa tapi Bunga itu dibawa ke kamar Bella apa apaan ini "Sera apa apaan ini " tanya Ziva saat melihat Sera yang sedang membatu pelayan yang lain memasukan bunga itu.


"Tuan tadi menelpon dan menyuruh kami semua untuk menata bunga ini di kamarnya Nona Bella nyonya"


"Apa Adi yang menyuruh kalian untuk menata semua bunga ini untuk perempuan tidak tahu diri itu, untuk apa bunga sebanyak ini kalian tata di kamarnya buang semuanya aku tidak mau melihat ada satupun bunga di dalam rumah ini"


"Tapi nyonya saya tidak bisa melakukan itu saya tidak bisa membantah kata-kata Tuan. Saya takut Tuan nanti malah marah pada kami semua kami semua masih butuh pekerjaan"


"Kalian semua ingin membantahku kataku buang ya buang jangan kalian masukkan bunga itu ke kamar Bella, buang semuanya "teriak Ziva dengan marah.


"Maaf nyonya kami tidak akan pernah membuang bunga ini kalau tuan tidak menyuruhnya. Saya tidak akan melakukannya maafkan saya nyonya bukannya saya membantah atas perintah nyonya tapi kami semua lebih takut pada Tuan. Permisi kami harus segera menata bunga ini karena tuan dan juga Nona Bella akan segera pulang"


Sera dengan cepat segera masuk kedalam kamar Bella dan menyuruh semuanya menatanya.


Ziva yang sudah sangat marah langsung berteriak "akhhhh sialan kau perempuan penghancur rumah tangga orang akhhh awas saja saat kau pulang kau habis ditangan ku"

__ADS_1


__ADS_2