
Saat melihat Alvaro sudah keluar, Bella bangkit dan keluar dari kamar tapi sepi tak ada siapa siapa, mas Adi tak ada disini, ayah Anggabaya juga tak ada disini.
"Mas Adi kamu kemana kamu tinggalin aku lagi ya, mas kamu dimana " ucap bella dengan pelan karena tak ingin menganggu pasien yang lain.
Bella terus saja berjalan sambil membawa infus ditangannya, kemana coba mas Adi ini, kenapa tiba tiba tak ada.
"Mas kamu dimana "
"Bella "
Bella yang namannya dipanggil segera membalikan badannya dan melihat siapa yang memanggil dirinya. Tiba tiba saja hati Bella sakit saat melihat siapa orang yang sudah memangilnya.
Bella dengan perlahan mendekati orang itu, dan sekarang mereka berhadap hadapan " gimana puas gak, kaget gak sekarang aku ada dihadapan kamu, sebenernya apa sih salahku sama kamu sampai kamu harus jual aku, apa yang belum aku kasih sama kamu, bahkan perhatian papih mamih semuanya sama kamu, kebutuhan kamu lebih dinomor satukan sedangkan aku mana ada, aku harus ngamuk ngamuk dulu buat dapet apa yang aku mau, dari pertama aku tahu kamu orang yang sudah menjualku ini yang ingin aku tanyakan kenapa "
Serena diam " jangan kau temui mamih, kau tidak usah tahu apa alasan kami melakukan itu, toh kamu juga masih hidup kamu gak kenapa napa, lalu apa yang harus dipertanyakan kembali "
"Sialan ya, kamu bener bener gak punya hati Serena kamu tuh ya gila tau " teriak Bella sambil mendorong Serena.
Bella yang sudah terlanjur mengeluarkan air matanya langsung menghapusnya " kenapa kayak gini hah, kenapa Serena"
"Kamu tuh gak berhak ada di rumah, makannya aku rencananya semuanya aku jual kamu aja sama orang kaya menghasilkan uang kan, buat hidup aku dan juga mami ternyata kamu laku juga dijual. Kamu tuh seharusnya nggak usah muncul lagi seharusnya kamu tuh udah diem aja di rumah orang yang beli kamu. Kamu tuh nggak pantas hidup. Sebenarnya dari dulu Bella kamu tuh udah rebut perhatian mami dari aku. Saat kecil mami sama papi itu cuman sayang sama kamu aja sedangkan aku mana ada aku hanyalah anak tiri aja. Aku dari kecil tidak mendapatkan kasih sayang sama seperti kamu tapi setelah aku mendapatkan pelecehan dari beberapa laki-laki baru mereka perhatian sama aku, apapun yang aku mau pasti mereka berikan memang itu salah satunya yang aku inginkan membuatmu hancur dan tidak diperhatikan lagi oleh orang tuamu sendiri tapi rencana ku pun berhasil kan dan sampai di saat aku menjual dirimu juga berhasil, kamu memang pantas untuk dijual Bella untung saja aku tidak menjualmu ke club dan membuat dirimu menjadi pelacur kau itu pantas menjadi pelacur"
Plak Bella menampar kakaknya, dengan nafas yang memburu lalu dengan kesal Bella kembali mendorong Serena sampah dia terjatuh, Bella menindih perut Serena lalu menampar pipinya beberapa kali " kau ya, kau yang pantas jadi pelacur, kau pelacur Serena kau tak pantas hidup, seharusnya aku dulu tak menyayangimu, selama ini kasih sayang ku padaku kau anggap sampah hah "
"Hentikan Bella sialan "
Serena mendorong Bella dan sekarang Bella yang terjatuh, Bella memegang perutnya yang tiba tiba saja sakit "aw kenapa sakit "
Serena bangun dan menatap Bella dia tertuju pada perut Bella, "Aku akan memberi pelajaran yang akan selalu kau ingat selamanya "
__ADS_1
Serena tiba tiba mengeluarkan pisau entah pisah dari mana, mungkin dia membawanya. Bella mencoba untuk bangkit dan menjauh namun sulit terhalang perut buncitnya.
"Kau harus mati"
Bella memejamkan matanya tapi tak ada yang dirinya rasakan, ada yang menetes ke tangganya yang sedang memeluk perut buncitnya.
Bella membuka matanya dan ternyata mas Adi dia memegang pisau yang dipegang oleh Serena, mas Adi menggenggamnya dengan begitu erat sampai darahnya bercucuran.
"Mas kamu "
Bruk Adi mendorong Serena sampai mental ke tembok, "sayang kau baik baik saja " ucap Adi dengan begitu khawatir.
Adi langsung memeluk Bella dan mencium keningnya " kamu gak apa apa sayang "
Bella melepaskan pelukannya dan menatap tangan mas Adi " tangan kamu berdarah kita obati dulu ya mas "
"Tidak usah yang terpenting adalah kamu, ada yang terluka lagi sayang "
Serena yang masih ada disana dan melihat setiap apa yang dilakukan Adi segera bangkit dan menatap benci pada mereka berdua " sialan kenapa tuan Adi malah menolong Bella apa dia mencintai Bella aku tak boleh membiarkan ini semua terjadi jangan sampai aku tidak rela "
Serena dengan cepat berjalan meninggalkan rumah sakit jangan sampai dirinya ketahuan oleh tuan Adi lagi, bisa mati dirinya nanti.
**
"Tak ada yang terluka tuan semuanya baik baik saja "
"Coba cek lagi dokter coba kau cek lagi, siapa tahu ada yang terlewat "
"Sudah cek 3 kali tuan dan semuanya baik baik saja "
__ADS_1
Saat Adi akan menjawab Bella segera memotongnya " mas sudah aku baik baik saja, terimakasih dokter bisa kau bantu aku mengobati tangan mas Adi "
"Baik nona "
"Tidak usah dok " tolak Adi
Dokter jadi binggung apa yang harus dirinya lakukan iya atau tidak "pergilah dok saya tak akan merepotkan mu " ucap Adi kembali.
"Baiklah saya permisi "
Setelah dokter sudah keluar Adi lagi lagi memeluk Bella dengan begitu erat "Aku khawatir padamu makanya aku kembali lagi ke rumah sakit. Aku tidak tenang kalau tiba-tiba meninggalkanmu begitu saja"
Memang Adi tadi sudah hampir dekat kearah perumahannya namun tiba tiba saja dirinya tak bisa meninggalkan Bella dengan laki laki asing, dirinya tiba tiba khawatir dan memutuskan untuk putar balik kembali dan melihat keadaan Bella.
Namun saat dirinya akan keruangan Bella malah melihat istrinya ini sedang bertengkar dengan kakaknya Serena awas saja Serena akan habis ditangannya
Bella kembali melepaskan pelukan itu, mengambil tangan Adi yang berdarah menatapnya cukup lama " kenapa tidak mau diobati biar aku obati "
"Tak apa sayang aku baik baik saja "
"Tapi darahnya banyak "
"Ini tak seberapa sayang, kau ingin aku peluk kan, kau ingin aku dekapkan sayang "
Bella mengernyitkan keningnya kenapa tiba tiba saja tahu "apakah propesimu berubah jadi cenayang "
Adi malah tertawa mendengar itu " aku tahu apa yang kau mau sayang, mari aku akan memeluk mu sampai tertidur"
Adi membaringkan badannya disamping Bella, dan Bella yang memang dari tadi ingin didekap oleh Adi dengan senang hati memeluk Adi sambil kepalanya menjadikan dada Adi sebagai bantal Bella mendengar detak jantung Adi yang begitu berisik tapi dirinya suka.
__ADS_1
"Tidur sayang, aku akan selalu ada disampingmu " Adi mempererat pelukannya dan sesekali menciumi kening Bella yang sudah lama tak dirinya lakukan.