Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 95 Kita Bersaing


__ADS_3

Bella sudah diperiksa dan dia juga sudah siuman, saat Adi akan masuk, ayah Bella langsung menahannya " biar saya yang masuk, Alvaro kamu mau masuk " ucap ayah nya Bella.


Alvaro langsung menganggukan kepalanya, dia langsung mengikuti ayah Bella untuk masuk, Adi menatap Alvaro dengan amarah yang menggebu, anak tengil ini ada disini, dirinya tadi tidak lihat, kenapa harus dia dulu yang bertemu dengan Bella.


Bella saat melihat ayahnya masuk langsung tersenyum, diikuti Alvaro " mana mas Adi pih "


Ayahnya Bella duduk dan memegang tangan Bella " kamu gak usah pikirin dia dulu sayang, kamu gak boleh banyak pikirin ya, papih disini sama kamu. Nanti Alvaro akan tunggu kamu disini ya, papih ada urusan yang harus diselesaikan dengan cepat "


"Urusan apa pih "


"Papih harus mengambil apa yang sudah menjadi milik papih "


"Maksudnya "


"Nanti juga kamu akan tahu nak, Alvaro kamu bisa jaga Bella kan disini, apakah om bisa minta tolong sama kamu"


"Tentu Om, Alvaro akan jaga Bella "


Ayah Bella tersenyum dan membawa Alvaro untuk duduk" Yasudah om harus membereskan semua urusan dulu, kamu jaga Bella jangan sampai ada yang membawa Bella lagi yah "


"Iya om "


Setelah ayah Bella pergi Alvaro menatap Bella dan tersenyum canggung " kamu baik kan Bella "


"Iya Al aku baik kok bisa bantu tolong aku panggil mas Adi "


"Kamu cinta banget sama dia, kamu gak bisa buka hati buat aku lagi Bell, aku nunggu kamu aku terima semua keadaan kamu, mau kamu gimana pun aku terima " ucap Alvaro sambil menggenggam tangan Bella dengan erat.


Bella mencoba memberontak tapi sulit Alvaro memegang tangannya dengan begitu erat " kita udah gak sama Al, kita gak akan pernah bisa bersama lagi "


"Siapa bilang, kita bisa sama sama, kita bisa mulai dari awal lagi, aku tahu aku salah, aku disini yang salah karena tiba tiba putusin kamu, aku minta maaf "


"Udah jangan bahas itu lagi, aku sudah lupain itu kok, aku gak masalah itu kan masalalu "


"Tapi aku gak bisa lupain gitu aja, aku gak bisa izinkan aku untuk mengejar kamu lagi Bell, aku janji gak akan mengulangi kesalan yang sama "

__ADS_1


Bella diam, kenapa malah jadi seperti ini. "Tapi aku gak mau buat kamu berharap lebih, aku gak mau Al "


Alvaro menundukan kepalanya dan mencium tangan Bella berulang kali, rasanya hatinya sakit mendapatkan jawaban seperti ini dari Bella.


***


Saat melihat ayahnya Bella keluar Adi akan masuk, tapi ayahnya Bella langsung menahan dada Adi " lebih baik kau pulang saja, biarkan Bella istirahat di dalam juga ada Alvaro yang akan menjaga Bella dengan baik, kau tidak usah khawatir Alvaro akan menjaganya dengan baik kau lebih baik pulang anakku sudah ada yang menjaga"


"Biar kan aku melihat keadaan Bella tuan, aku hanya ingin melihat keadaanya "


"Dia baik-baik saja tak ada masalah semuanya baik-baik saja, jangan membuat anakku makin stress dan memikirkan tentang mu, dia kecapean dan juga banyak fikiran karena dirimu jadi lebih baik jangan tambah pikiran anakku lagi, dia baik-baik saja sebelum kau datang dia tidak pernah seperti ini dia sedang mengandung kau harus ingat dia tidak boleh kecapean stress ataupun banyak pikiran"


"Tapi aku hanya ingin melihatnya "


"Aku sudah bilang tidak bisa " teriak ayah Bella dengan lantang.


Adi yang tak mau bertengkar langsung pergi dari hadapan ayahnya Bella, dia begitu marah dengan penolakan ayahnya Bella. Sekarang adalah waktunya menenangkan diri dulu, jangan sampai tiba tiba dirinya menonjok atau menganiaya ayahnya Bella yang ada malah makin tambah masalah saja.


"Kita pulang sekarang Zack "


Mobil segera melaju menjauhi rumah sakit, "Kau punya nomor Bella Zack kau sudah melacaknya "


"Sudah tuan ada, kau tenang saja aku sudah mendapatkan nomor telfon nona Bella "


"Baiklah bagus, mana aku ingin menelfonya "


Zack memberikan ponselnya dan Adi langsung menyalin nomor telfonnya. Lalu segera menghubunginya.


Tapi saat dianggkat bukan Bella yang mengangkat namun seorang laki laki.


"Mana Bella "


"Bella sudah tidur dia tidak mau diganggu uruslah hidupmu. Bella juga tidak lagi mau dengan mu, dia baru sadar kalau kau yang telah menculiknya. Kau tidak usah khawatir tentang anak yang dikandung Bella, aku pasti akan membantu untuk mengurus anak ini asal kau jauh-jauh dari Bella"


"Apa hak mu sampai mengatakan itu. Kau bukanlah siapa-siapanya Bella lagi, kau bukan pacarnya kau hanya mantan pacarnya saja dan anak yang dikandung Bella adalah anakku dan sampai kapanpun anak itu akan aku yang mengurus bukan kau. Kau itu hanya orang asing dan kau tidak usah ikut campur urusanku dengan Bella, berikan ponselnya pada istriku sekarang juga"

__ADS_1


"Hahaha istri bukannya sudah cerai kalian sudah bercerai, sudahlah jauhi Bella sekarang juga, aku tahu apa yang Bella inginkan sekarang mungkin Bella menginginkanmu, karena dia sedang mengandung sedang mengandung anakmu makanya dia ingin terus bersamamu, setelah melahirkan Bella pasti akan menjauhimu aku tidak akan menyerah untuk mendapatkan Bella, kau hanyalah pendatang baru sedangkan aku bersamanya sudah lama bahkan kami sudah lama mengenal dan kami juga sudah lama berhubungan"


"Kita buktikan saja Bella akan memilih siapa, kau ingin mengajakku bersaing kau hanyalah bocah kemarin sore kau tidak punya apa-apa untuk mempertahankan Bella. Kau kuliah saja masih minta pada orang tuamu "


"Baiklah kita buktikan siapa yang akan mendapatkan Bella, mulai sekarang kita bersaing untuk mendapatkan Bella. Aku tidak akan pernah menyerah dan aku akan merebut hati Bella lagi untuk ada disampingku"


"Kita buktikan "


Sambungan langsung diputuskan oleh Adi " anjing sialan" teriak Adi dengan kesal.


***


"Al kamu bicara sama siapa " tanya Bella yang baru saja keluar dari kamar mandi.


Alvaro menyimpan ponsel Bella dan tersenyum " tadi ayah kamu telepon katanya aku jangan dulu pulang sebelum Ayah kamu datang kemari, ya gitu deh Bel ya udah kamu istirahat udah kan pipisnya, sekarang kamu harus istirahat ya. Kamu harus banyak-banyak istirahat kamu nggak boleh banyak pikiran"


Bella menganggukan kepalanya dirinya kira mas Adi yang menelfon padannya rasanya ingin sekali didekap oleh ayah dari anak anaknya ini pasti akan nyaman dan hangat.


Alvaro membantu Bella naik ketempat tidur lalu menyelimutinya kembali " apa begini nyaman Bella, apakah kau ingin sesuatu "


Hemm sepertinya ini kesempatan untuk dirinya bertemu dengan mas Adi, pasti mas Adi masih ada diluar kamarnya " boleh aku mau bubur biasa Al yang sering kita beli itu loh waktu sekolah "


"Yang dekat sekolahan itu "


"Iya "


"Yaudah kamu gak apa apa ditinggal disini "


"Gak apa apa kok, aku disini sendirian "


"Yaudah aku berangkat sekarang kamu jangan kemana mana ya "


"Iya pasti "


Alvaro yang akan mencium kening Bella tak kena, karena Bella sudah memalingkan wajahnya dan malah mengenai rambut Bella.

__ADS_1


Alvaro menghembuskan nafasnya dan pergi meninggalkan bella.


__ADS_2