Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 107 Ada musuh lain


__ADS_3

"Kau diam disini " ucap Sean


Bella disembunyikan disebuah ruangan, Bella yang tak mau diam melihat kearah jendela dan melihat bagaimana brutalnya mereka.


"Aku seperti sedang menonton saja sebenarnya siapa mereka itu, apakah anak buah mas Adi tapi kenapa aku tak mengenalnya ya "


"Apa aku kabur saja ya " Bella melihat sekitar lagi membuka pintu dengan perlahan dan mengendap endap keluar.


"Uhh aku takut "


Dengan waspada Bella masuk kedalam hutan, untung saja banyak pohon rindang disini.


"Aku harus lari kemana ya, aku tak tahu ini dimana lagi"


Bella kembali berjalan dengan wae pada, dirinya sangat takut sekali, "dimana mas Adi ya, apakah itu mas Adi lebih baik aku intip lagi "


Bella kembali berjalan kearah pantai tadi dirinya takut itu adalah Adi, semoga saja itu benar Adi.


***


"Mana Bella " sambil menodongkan pistolnya


"Hebat juga kau bisa menemukanku dengan cepat saudaraku, kau ingin tahu istrimu Bella sudah aku bunuh. Ups maaf bukan istri tapi mantan istri"


"Sialan kau "


Adi menembak Sean dengan tak tentu arah, apa yang dia bilang Bella dibunuh, saat pelurunya kena kearah kaki Sean Adi menarik pakainya dan meninju rahangnya, lalu mencekik lehernya dengan sangat kuat.


Sean yang dicekik tak bisa bernafas mencoba untuk melepaskan cekikan Sean tapi sulit tenangnya kuat sekali.


"Mas stop "


Adi membalikan badan dan dihadapannya ada istrinya Bella, dan itu kesempatan Sean untuk membalas dia menendang kaki Adi dan berlari dengan kaki yang diseret.

__ADS_1


"Tangkap dia Zack jangan sampai dia lepas " teriak Adi.


Sedangkan Adi sendiri langsung memeluk Bella dengan sangat erat, dirinya sangat bersyukur calon istrinya tak kenapa kenapa


"Kau baik kan sayang "


"Ya aku baik untung saja aku kemari lagi ke sini, kalau tidak kita tidak akan bertemu feeling ku ternyata kuat kau datang untuk menjemputku kau hebat bisa menemukanku dengan cepat"


Adi melepaskan pelukannya dan mencium seluruh wajah Bella, tak ada yang terlewat sedikit pun. Adi menyatukan kening mereka dan mengusap punggung Bella.


"Jangan tinggalkan aku " ucap. Adi dengan lirih


"Aku tidak kemana-mana kalau aku tidak diculik aku tidak akan pergi dari sampingmu. Terima kasih sudah menolong ku"


Kembali Adi memeluk Bella dirinya sangat takut kehilangan Bella, Bella adalah jantungnya, Bella adalah kelemahannya dirinya dulu tak punya kelemahan namun sekarang dirinya punya yaitu Bella dan anak anaknya nanti.


Setelah puas memeluk Bella Adi mengandeng tangannya "kita pulang ayahmu sudah menunggu dikapal "


"Tentu dia ikut ayo kita pulang "


Bella menganggukan kepalanya dan mengikuti langkah Adi, sedangkan dibelakang mereka masih sibuk saling pukul dan tembak.


Dan tanpa Adi sadari ada seseorang yang mengintip, didekat pepohonan yang rindang.


"Sekarang aku menemukan kelemahanmu Adi, kau akan hancur di tanganku lihat saja akan aku bunuh perempuan itu dan juga anak yang ada dalam kandungannya, aku tidak akan pernah bermain-main ku pastikan kau akan kehilangan seperti apa yang pernah kau lakukan padaku, kau akan merasakan apa yang pernah aku rasakan. Kehilangan seorang istri adalah hal terberat bagiku dan sekarang giliranmu. Kau yang telah membunuh istriku maka aku akan membalasnya dengan membunuh perempuan itu "


***


Setelah berpelukan dengan ayahnya dan berbincang sedikit Bella bertatapan dengan ayahnya.


"Papi sudah memutuskan semuanya papi merestui hubungan kau dan juga Adi, sekarang papi percaya kalau Adi bisa menjagamu dengan baik, papih hanya ingin menguji seberapa tahannya Adi bertahan untuk mendapatkanmu dan seberapa tanggung jawabnya dia padamu, papih merestui kalian berdua untuk menikah"


Adi yang mendengar itu langsung memelotokan matanya dan mendekati ayahnya Bella "tuan tidak salah kan "

__ADS_1


"Tentu aku tidak salah bicara, memangnya apa yang kau inginkan apakah kau ingin aku persulit lagi untuk mendapatkan anakku Bella. Iya itu yang kau mau"


"Jangan tuan " Adi memeluk ayahnya Bella dengan senang.


"Hey lepaskan "


Adi melepaskan pelukannya dan berlari keluar jendela lalu berteriak "Yuhu aku akan menikah, aku direstui "


"Lihat calon ayah dari anak-anakmu itu seperti anak kecil, awas saja nanti malah kau ikut-ikutan sepertinya"


Bella tersenyum senang dan memegang tangan ayahnya" Terima kasih papih kau sudah merestui hubungan kami berdua, dia terlalu senang karena papi sudah merestui hubungan kami berdua"


Papihnya Bella mengangguk, Bella menatap Adi yang berlari kearah anak buahnya dan memeluk mereka satu persatu alangkah senangnya Bella melihat pemandangan ini, calon suaminya tak dingin lagi dia menjadi ceria.


**


"Aku sudah menemukan kelemahan Adipramana kita bisa menyerangnya, kapan kita akan menyerang rumahnya dan menghancurkannya lalu kita bunuh istrinya di hadapannya, aku sudah mempunyai strategi yang sangat bagus" ucap orang yang tadi mengintip.


"Tunggu dulu jangan terburu-buru kita biarkan dia bahagia dulu bersama istrinya, bukannya perempuan itu sedang mengandung kan biarkan dia melahirkan dulu lalu kita ambil anaknya dan bunuh istrinya, kita buat anaknya menjadi mesin pembunuh biar dia tahu rasa. Memangnya dia saja yang berkuasa di dunia hitam banyak musuh dan semua orang benci pada Adipramana yang sangat angkuh itu, dia tidak punya hati dia harus merasakan apa yang pernah kita rasakan dia sudah membunuh keluarga kita membunuh istri kita dan dia harus merasakan apa yang pernah kita rasakan" jawab temannya.


"Baiklah aku akan bersabar sedikit tapi setelah waktunya kita harus melakukannya, aku tidak mau sampai menunda-nundanya lagi semua dendamku harus terbalaskan pada Adipramana. Aku tidak bisa hidup tenang kalau belum membalaskan apa yang pernah dia lakukan"


"Hemm aku pun , sudahlah kita susun lagi strategi agar lebih matang dan semuanya berjalan dengan lancar, kita juga belum tahu kan asal-usul perempuan itu dari mana kita selidiki dulu siapa tahu perempuan itu mempunyai saudara yang membencinya, itu akan lebih memudahkan untuk memancingnya "


"aku sudah tahu perempuan itu dia mempunyai kakak tiri bernama Serena dan kakak tirinya itu sangat membenci perempuan yang akan dinikahi Adi, dia adalah Bella anaknya Rey pengusaha ternama di kotanya, aku pernah bekerja sama dengan ayahnya jadi aku cukup tahu anak dia siapa dan anak tiri dia yang mana yang aku tahu Serena sangat membenci Bella, aku yakin itu akan memudahkan kita untuk membantai Bella istri dari Adi"


"Hebat sekali kau, Baiklah tinggal melaksanakan saja, aku pulang dulu nanti kita bicara lagi dan menyiapkan pasukan yang banyak serta menyiapkan alat berat untuk menghancurkan rumah Adi "


"Siap aku tunggu kabar yang lain "


"Ya "


Dia melengos pergi dengan hati yang senang, sebentar lagi Adi akan hancur dan semua orang akan tunduk padannya.

__ADS_1


__ADS_2