Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 161 perempuan bermulut pedas


__ADS_3

Bella yang bangun melihat Rizki yang tidur dibawah dan anak anaknya juga masih tertidur, suaminya tak ada mendatanginya.


"Dia sedang bersenang senang ternyata "


Bella segera membersihkan dirinya, lalu setelah itu membuka pintu saat dirinya menatap kesamping ada suaminya yang tertidur sambil menyender ke tembok.


Bella berjongkok dan mengguncang bahu suaminya " mass"


Adi terbangun dan menatap istrinya " sayang aku tak melakukan apa apa tolong jangan tinggal kan aku, aku akan menjelaskan semuanya "


"Menjelaskan apa mas, yang kemarin malam yang aku lihat sudah jelas "


"Apa yang kau lihat, apakah kau lihat Dania yang menindih ku, itu salah faham sayang dengarkan aku dulu"


"Apa yang harus didengarkan "


"Ayo kemari duduk "


Adi membawa istrinya duduk, dirinya harus menjelaskan semuanya, dirinya tak mau ada salah faham lagi, tak mau ada masalah lagi dengan istrinya ini.


Flashback on


Adi langsung mendorong Dania " berani beraninya kau melakukan ini padaku, "


"Sakit Adi " teriak Dania sambil bangkit dan mengusap bokongnya.


"Mau apa lagi kau kemari Ziva sudah tidak ada dia sudah mati kau itu hanya sepupunya saja pergi dari rumah ini"


"Aku masih punya hak ya di sini, Ziva itu masih punya hak di sini dan aku yang akan mengambil hak itu. Kau pasti sudah membunuh Ziva kan untuk bisa bersama perempuan murahan itu "

__ADS_1


Adi yang tak terima istrinya dibilang perempuan murahan segera mencekik leher Dania " sekali lagi kau menghina istriku aku tidak akan pernah segan-segan untuk melukaimu Dania, aku ingin nanti pagi kau sudah pergi dari rumah ini aku tidak mau melihat wajahmu lagi, jangan pernah usik rumah tanggaku bersama Bella ini tidak ada hubungannya dengan Ziva dan Bella juga bukan pelakor ataupun perempuan murahan, dia adalah perempuan yang aku inginkan bukan seperti sepupumu dialah yang murahan dia sudah selingkuh dariku, kau tidak tahu awal ceritanya jadi jangan sok tahu pergi dari rumahku pagi ini dan jangan pernah datang lagi kemari dan kau juga tidak berhak untuk meminta hak apapun itu karena Ziva tidak punya apa apa dirumah ini "


Dania tak menjawab dia hanya diam sambil menatap Adi, Dania menangis dan langsung memegang tangan Adi yang mencekik lehernya.


Adi melepaskan cekikannya dan mendorong tubuh Dania sampai dia tersungkur dilantai, setelah itu Adi menutup pintunya dengan keras.


Saat Adi sampai dikamarnya, kamarnya sudah dikunci, Adi yang tak mau membangunkan sang istri duduk disamping pintu dan mencoba untuk tidur, dirinya tak mau membuat istrinya salah faham, karena memang dirinya tak melakukan apa apa.


Flashback off


"Jangan marah sayang, aku tak melakukan apa apa "


"Hemm baiklah aku ingin kau selesaikan dulu masa lalumu itu, aku tidak mau nanti berdampak tidak baik pada anak-anak kita mas aku akan coba percaya"


"Terimakasih sayang " Adi mencium tangan istrinya


"Segeralah bersiap kau harus pergi kerja aku akan menyiapkan sarapan untukmu dan yang lainnya "


Adi yang tak mau menganggu Rizki langsung masuk kedalam kamar mandi, biarkan Rizki tertidur, dirinya tidak akan pernah cemburu pada Rizki karena tahu bagaimana perasaan Rizki kepada istrinya tidak mungkin mereka akan berselingkuh dan menghianati dirinya, Rizki juga tidak akan pernah macam-macam pada istrinya.


Yang ada selama ini Rizki sudah membantu dirinya untuk mendapatkan hatinya istrinya dan bisa membantunya juga untuk membujuk sang istri, lalu Rizki juga bisa menjaga anak anaknya dengan baik, dirinya tak akan melupakan kebaikan Rizki dirinya akan membalas semuanya.


***


Bella sudah menyiapkan semuanya, tapi tiba tiba ada yang duduk dan mengambil nasi dan lauk pauk yang baru saja Bella siapkan untuk suaminya dan juga Rizki.


"Masakan mu lumayan juga, ku kira seorang pelakor tak bisa memasak, apakah anak anak kalian itu anak haram, anak diluar nikah "


Dania menatap Bella sambil mengunyah makanannya, Bella duduk dan berhadapan langsung dengan Dania " coba kau berbicara sekali lagi, aku ingin dengar lagi"

__ADS_1


"Apakah kau tuli juga " tanya Dania dengan wajah menyebalkan.


Bella bangkit dari duduknya, dan langsung berhadapan dengan perempuan itu, "Ternyata kau banyak kekurangannya ya, Adi mendapatkan istri yang segala kekurangan, sudah pelakor punya anak haram lagi "


Brukk Bella menerjang perempuan itu sampai dia terlentang, Bella menduduki perut Dania dan menampar beberapa kali pipi Dania.


"Akhh tolong Adi, tolong "


Bella yang masih tak puas mencakar wajah Dania Bella menahan tangan Dania agar tak bisa melawan " kau berani beraninya mengatakan itu pada anakku, kau boleh menghinaku tapi tidak dengan anak anakku, kau hanya perempuan asing sialan "


"Tolong kalian kenapa diam saja "


Para pelayan tak ada yang membantu mereka hanya diam melihat nyonya yang sedang menghajar Dania.


Rizki yang sedang tertidur bahkan terbangun, berbarengan dengan Adi yang keluar dan sudah siapa dengan pakaian kantornya, mereka saling pandang lalu berlari kearah teriakan itu.


"Tolong Adi istrimu ini gila "


Bella yang mendengar Dania meneriaki suaminya segera bangkit dan menatap semua orang yang ada disini. Bella pergi begitu saja, dia tak menghiraukan orang orang yang ada disini.


Dania dia menangis dan menatap mereka semua " kenapa kalian diam saja, kenapa kalian tak mau membantuku, kenapa kalian malah menonton saja, apakah kalian sudah lupa siapa aku, kenapa kalian begitu jahat kenapa "


Tak ada yang menjawab bahkan Adi pun dia diam tak bergeming sama sekali, Bella juga sudah kembali lagi sambil membawa tas yang Dania bawa, lalu Bella menarik rambut Dania.


Bella menyeret Dania sampai depan pintu rumahnya dan melemparkan barang barang Dania dan juga Dania nya juga.


"Pergi kau, jika kau terus saja dibaiki kau bukannya berpikir tapi kau akan terus menghina siapapun yang ada di sini, jadi pergi dari sini tak ada tempat untuk perempuan gila sepertimu di sini, tidak ada tempat untuk perempuan bermulut pedas seperti mu, pergi dari sini dan jangan pernah menghina anakku lagi aku bisa lebih dari ini jadi sebelum aku melakukan hal yang lebih parah lagi, kau pergi dari sini aku tidak mau melihat wajahmu dan jika kau sampai kembali lagi kesini, aku akan menembak kepala mu "


"Adi " rengek Dania

__ADS_1


"Pergi kau " jerit Bella


Bella menahan amarahnya agar tak keluar semua, bahkan wajahnya sudah sangat merah menahan amarah yang ingin keluar ini.


__ADS_2