
Brak Adi memasukan Sean ke penjara bawah tanahnya, "mulai sekarang kau akan menjadi tahananku jika kau ingin minum maka minumlah air yang ada di bawahmu itu, aku tidak akan memberi kamu air minum dengan percuma"
Adi mengunci pintu jerujinya dan menatap kearah Sean yang sudah basah dan juga penuh dengan lumpur badannya.
"Keluarkan aku Adi, kau keterlaluan sekali, lepaskan aku"
"Kau sudah berani menculik calon istriku maka inilah hukumannya, kau akan dikurung di sini selamanya. Mungkin sampai kau mati tapi jika kau ingin cepat-cepat mati beritahu aku, akan aku kabulkan dan aku akan membuat singa ku kemari untuk mencabik-cabik mu dan memakan mu di sini juga dihadapan ku, aku tidak akan pernah memaafkan orang yang telah melakukan kesalahan padaku meski kau adalah sepupuku aku tidak akan segan-segan membunuhmu Sean. Sudah aku bilang jangan pernah berurusan denganku"
Adi melangkah naik ketangga sepatunya sudah basah dan banyak sekali lumpur ini adalah penjara bawah tanah miliknya yang memang disediakan untuk para pembangkang dan pengkhianat.
Sudah banyak yang mati disini, dan Sean akan menjadi orang kesekian yang mati. Kita lihat dia akan bertahan sampai kapan.
**
Bella bangun dengan suasana hati yang senang, rasanya hidup lagi dirinya, bahagia sekali rasanya. Sebentar lagi dirinya dan juga mas Adi akan bersama lagi.
Saat turun kebawah sudah ada mas Adi, pagi pagi sekali dia ada disini.
"Mas kamu disini "
"Iya aku dari pagi disini, kamu masih tidur aku gak tega bagunin kamu, mau mancing gak sayang "
Bella mendekat dan duduk disamping Adi, matanya menyipit menatap Adi, Adi mengusap rambut Bella dan mencium keningnya.
"Sejak kapan kamu suka mancing mas "
"Emm sejak sekarang sayang, mau tidak aku sudah menyiapkan tempatnya kita liburan untuk merilekskan badan dan fikiran membuatmu bahagia sebelum hari pernikahan"
"Pernikahan memangnya kita akan menikah "
"Satu minggu lagi kita akan menikah"
Bella memelototkan matanya "kau yakin " teriak Bella dengan senang
"Tentu aku yakin kita akan menikah lagi, satu minggu lagi dan hari ini untuk terakhir kali kita bertemu dan akan bertemu lagi saat hari pernikahan, aku sudah menyiapkan semuanya untukmu. Kau tidak usah memikirkan apa-apa lebih cepat akan lebih baik kan"
Bella mengangguk dan memeluk Adi dengan erat, Bella sangat girang sekali. Bahagia sekali dirinya saat melahirkan akan ada suaminya, dirinya tak sendirian.
***
Bella menatap sekitar , "kenapa sepi mas. Bukannya ini adalah tempat wisata ya danau ini"
__ADS_1
"Aku sudah menyewanya sayang, hari ini hanya kita saja yang di sini kita akan memancing sepuasnya"
Adi memang sengaja menyewa semuanya untuk dirinya dan juga Bella saja, banyak anak buahnya yang berjaga disini tapi tak terlihat karena mereka menyamar.
Dirinya ingin semuanya baik baik saja dan tak ada musuh yang datang, tadi juga dirinya sudah memasukan ikan 10 kg untuk mereka berdua memancing.
"Jika kau mendapatkan 10 ikan maka aku akan memberi hadiah bagaimana"
"Baik deal jika aku mendapatkan 10 ikan kau akan memberikan aku hadiah dan apapun yang aku mau akan kau turuti bagaimana"
"Tentu deal "
Mereka bersalam dan Bella beralih kearah danau dan langsung duduk.
"Sayang kau hati hati jangan berlari seperti tadi "
"Aku terlalu bersemangat mas, aku ingin memancing "
Bella mengambil cacing dan mengaitkannya pada kailnya " apakah kau tak jijik sayang dengan cacing itu "
Bella menatap sekilas Adi dan mengelengkan kepalanya "kenapa aku harus jijik tidak, aku waktu kecil suka main tanah dan selalu ada cacingnya, selalu aku mainkan lalu apa yang membuatnya jijik dia itu kenyal saat dipegang"
Bella melempar kailnya itu tapi malah dekat " mas bantu aku, aku ingin sampai sana " rengek Bella sambil menunjuk tengah danau
"Teh berhasil kau hebat " Bella mencium pipi Adi dan kembali memasang cacing di kail yang satunya.
Untuk pertama kalinya Adi melihat Bella yang sangat kegirangan, apakah ini hobi Bella memancing, ya bisa saja akan dirinya bangun nanti dirumah danau yang banyak ikannya agar Bella memancing dirumah saja.
"Mas bergerak ayo bantu aku menariknya mas "
Adi yang dari tadi fokus menatap Bella dengan cepat menariknya " ayo mas gulung terus mas tarik mas tarik"
Bella menyemangati Adi, dan mengambil saringan ikan dan memelotokan matanya saat ikannya sudah disaring dan sangat besar sekali.
"Waw besar sekali, kenapa besar sekali mas ini ikan apa, apakah disini ada ikan monster"
Adi malah tertawa kenapa tiba tiba Bella menjadi polos, sangat lucu sekali Adi mengusap perut Bella dan dirinya merasakan ada tendangan.
"Apakah ini anak kita sayang yang nendang "
"Ya iyalah mas anak kita masa anak orang kamu mah ya suka lucu "
__ADS_1
"Hehehe maaf sayang, ayo mancing lagi sayang masih ada 9 lagi kau harus berhasil "
"Baiklah akan aku buktikan aku akan mendapatkan monster monster itu, lihat ya ikan besar ini akan aku olah menjadi makanan yang enak "
"Kau bisa memasak sayang "
"Tentu aku bisa, aku belajar memasak mas, nanti setelah menikah aku yang akan mengurus semuanya, aku yang akan memasak dan menyiapkan sarapan serta bekal untukmu, kau tenang saja aku sekarang sudah pintar"
Adi yang senang memeluk Bella dari belakang sambil mengusap ngusap perutnya " ayo sayang semangat, aku tak sabar ingin segera kau masakan, pasti akan nikmat"
Bella mengangguk dan kembali fokus memancing sambil sesekali disuapi oleh Adi, Adi juga membawa bekal makanan karena memancing pasti akan lama.
"Tuan "
Adi melihat kebelakang ternyata Zack, "sebentar sayang "
"Ya mas jangan lama " ucap Bella tanpa melihat Adi.
"Ada apa Zack "
"Tuan, Sean mau bunuh diri "
"Jangan kau biarkan itu terjadi aku ingin melihat dulu dia tersiksa baru boleh dia bunuh diri, biarkan dia hidup dulu jangan pernah ada senjata tajam di sekelilingnya seperti biasa beri makan dia satu kali dua hari dan jangan repot repot memberinya minum "
"Baik tuan "
"Ya kau laksanakan semuanya jangan ganggu aku dan Bella lagi "
"Baik tuan maaf "
Setalah Zack pergi Adi kembali bergabung dengan Bella dan membantu Bella memancing. Tak terasa sudah sore juga dan Bella sudah mendapatkan 18 ikan melebihi perjanjian tapi tak apa itu bagus.
"Lihat aku Berhasilkan "
"Ya kau berhasil, kau ingin apa "
"Aku ingin pernikahan yang sederhana mas itu yang aku mau, apakah kau bisa melakukannya aku tidak mau pernikahan yang mewah aku hanya ingin sederhana saja"
Adi diam menatap Bella dengan lekat, kenapa ingin sederhana biasannya perempuan ingin mewah tapi ini ingin sederhana.
"Bisa kan mas, aku ingin sederhana saja hanya ada keluarga dan teman-teman dekat saja tidak usah mengundang banyak orang"
__ADS_1
Adi mengusap rambut Bella dan menganggukan kepalanya" baiklah sayang jika itu keinginanmu akan aku kabulkan "
"Terimakasih, aku makin sayang padamu emuah " Bella memberikan kis jauh untuk calon suaminya.